Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 17: Aku mencintaimu


__ADS_3

Mereka berbincang-bincang mengenai banyak hal.Walaupun sudah di larang untuk bertemu Rey,namun veena tidak menghiraukannya.Toh juga 1 bulan lagi kontrak mereka berakhir...


"Rey ,soal malam itu...aku mau minta maaf, aku tidak menyangka akan ada kejadian seperti itu...aku..benar benar minta maaf Rey " Veena merasa bersalah dengan kejadian di malam pesta.


"Tidak apa-apa Veen ,aku mengerti kenapa Davin seperti itu, mungkin ia trauma dengan kepergian kekasihnya Angelica."


"Entahlah, aku juga tidak peduli dengannya,dan kontrak kami akan berakhir 1 bulan lagi" wajah Veena terlihat pasrah .


"Tapi apa kau yakin Davin akan melepaskan mu begitu saja ?"


"Tentu saja ,kekasihnya akan segera kembali ,dan mereka akan menikah" nada Veena rendah ,sangat jelas terlihat kalau Veena sedang cemburu dan sedih secara bersamaan


"Tidak apa-apa,masih ada aku yang akan menerima mu apa adanya,kita mulai dari awal yaa, kita jalani bersama" Rey memegang tangan Veena memberi semangat.


" Terimakasih Rey ,kau sudah menjadi teman terbaik" Veena melebarkan senyumnya


"Tapi bagaimana kau bisa tahu kalau Angelica akan segera kembali" tanya Rey penasaran


Veena yang sedang meminum minumannya menghentikan kegiatannya


"Kemarin aku tidak sengaja melihat isi pesan di ponsel Davin ,aku lihat pesan itu dari Angel yang mengatakan bahwa dirinya akan segera pulang dan mereka akan menikah." wajah Veena terlihat kesal


"Aku tau kamu cemburu Veen ,tapi kau tidak menyadarinya. Sudahlah Veen lupakan Davin dan hidup bahagia bersama ku" batin Rey


"Kenapa kau diam" Veena menatap wajah Rey


"Tidak apa-apa Veen " Rey menyunggingkan senyuman yang manis...


"Ada apa tuan" Jody memasuki ruangan Davin


"Dimana dia sekarang"suara jantan Davin yang tengah berdiri dengan kedua tangan di sakunya...


"Nona masih ada di mall tuan,dan dia sedang bersama Reynold"


" Brengsek itu lagi !! apakah dia belum kembali ?" Davin berbalik menatap Jody


"Saya kurang tahu tuan,mungkin nona sudah di jalan" tebak Jody


"Jemput dia, pakaikan gaun yang aku pilih tadi dan bawa dia ke tempat yang sudah aku rencanakan..."


"Baik tuan" Jody keluar dari ruangan dan bergegas menjemput Veena

__ADS_1


"Nona? "


Jody melangkah ke arah Veena


Veena tersentak kaget dengan kedatangan Jody ,ia takut Davin ikut dan mengetahui ia tengah berdua dengan Rey .Veena melihat lihat sekeliling Jody namun tidak ada sosok Davin .


"Tuan tidak ada disini nona" ucap Jody yang seolah tahu akan isi hati Veena ..."


"Tuan memerintahkan saya untuk menjemput nona kesini"


"Mari nona,sebelum tuan marah " ajak Jody


"Kita mau kemana?" tanya Veena penasaran


"Ini perintah tuan nyonya,saya harus merahasiakan nya"


"Mari nona ," paksa Jody


"Iya" jawab Veena ketus


"Rey aku duluan ya,bye"


Veena dan Jody sampai di tempat tujuan mereka.Sebuah villa mewah yang di hiasi lampu di setiap sudut.Tirai putih menghiasi setiap kamar. Terlihat dari kejauhan Davin berdiri di atas kolam renang dengan tangan yang berada di sakunya...


Davin berbalik dan menatap langkah Veena, "Berapa lama lagi waktu yang ku buang hanya untuk menunggu kedatanganmu?" suara jantan Davin yang menggelegar di setiap sudut ruangan itu."Sial,kenapa aku harus menunggu gadis jelek ini" hinanya pada Veena


"Saya permisi tuan" Jody pamit keluar dan menunggu majikannya di ruangan lain


"Kau datang kemari hanya untuk mematung disana?" Davin duduk di sebuah meja samping kolam renang.


Veena yang paham maksud Davin,berjalan menuju meja dan duduk di samping Davin .Ia melihat seisi kolam renang yang di penuhi mawar merah yang terukir indah namanya disana.


"Ada apa ini? apa dinner lagi?" batinnya dalam hati


Davin menyalakan lilin yang ada di meja dan memanggil pelayan untuk membawakan beberapa makanan yang sudah Davin pesan tadi.


Tak lama,beberapa pelayan membawakan mereka makanan yang banyak dan terlihat nikmat.


"Makanlah,ini semua untukmu" perintah Davin


"T--tapii aku sudah kenyang" tolak Veena

__ADS_1


"Ohh ya? Pelayan!! " teriak Davin memanggil pelayan


"Bawa kembali makanan ini ke belakang, aku muak melihatnya."


"Baikk tuan" pelayan itu membereskan makanan yang ada di atas meja.


Davin berdiri dan memasukan tangan ke saku celananya " Kau sengaja bertemu dengan bajingan itu kan?" tanyanya santai


"Tidak,aku tidak sengaja bertemu Rey " bela Veena.


"Kalau tidak kenapa kau malah mengobrol dengan nya?"


"Ituu...aku hanya ingin meminta maaf kepada Rey soal malam itu"


"Memang kau salah apa padanya? sampai harus meminta maaf?" Davin membalikan tubuhnya menghadap Veena


"Aku hanya tidak enak saja pada Rey karena--..." ucapan Veena terpotong karena Davin mengcekaram dagu Veena


"Karena apa!! hah!! ohh...kau mencintainya kan! ?" bentak Davin


"Kenapa diam?,Jawab !!" Davin semakin emosi


Veena diam tanpa suara,karena sebenarnya ia bingung dengan perasaannya sendiri,di satu sisi ia cemburu dengan Davin karena membaca isi pesan Angel,dan di satu sisi lainnya ia juga nyaman dengan Rey ,mungkinkah ia mencintai keduanya???.....


"A--aakuu tidak tahu" ucap Veena terbata


"Bahkan berani sekali kau mengatakan kata cerai ! kau ingin bercerai dengan ku!! itu tidak akan terjadi Raveena,jangan harap kau akan semudah itu lepas dariku,jauhi Laki laki itu atau aku akan membunuhnya di depan matamu !"


Veena hanya bisa diam tanpa suara sambil meneteskan air mata...


" Untuk siapa air mata itu!? tenang,aku belum membunuhnya.


"Kau tahu Raveena ,ini semua milikmu ,villa ini ,mobil, aku membelinya untuk mu,tapi kau malah menangisi orang lain haha lucu sekali" mulut Davin tertawa tapi matanya memancarkan sebuah kesedihan.


"Bahkan denganku saja kau tidak pernah minta maaf dan selalu mengulang kesalahan yang sama.Asal kau tahu Raveena ,aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri" Davin menitihkan air mata.


"Aku tidak punya siapa-siapa selain kau dan Jody Veena ,aku kesepian ,aku tidak pernah merasakan kasih sayang .Dari remaja aku sudah bergelut dengan dunia bisnis ,aku tidak punya banyak waktu untuk bersenang-senang,Tapi ..aku juga tidak bisa memaksamu untuk mencintaiku,kau berhak bahagia." Davin bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Veena.


"Nona ...mari kita pulang ,tuan Davin menyuruh kita pulang " Jody menghampiri veena.


Veena yang terisak mengusap air matanya pelan....

__ADS_1


__ADS_2