
Di perjalanan Veena hanya diam tanpa suara dan matanya berderai air mata.Rey menatapnya iba.
"Veena ,sudahlah jangan menangis terus ,nanti wajahmu jelek" ledek Rey
"Bagaimana aku tidak sedih Rey ,dia merebut semua kebahagiaan ku lalu menikah dengan orang lain dan sekarang ia merobek pasporku supaya aku tidak bisa pergi .Apa maunya sebenarnya? Dulu ia sering berkata dan bersikap kasar padaku,tapi akhir-akhir ini ia berubah." air mata Veena semakin pecah.
"Kita buat lagi paspornya nanti ya,tidak usah di pikirkan" bujuk Rey
Hari sudah berganti,namun pagi ini tidak secerah kemarin karena cuaca mendung tapi tidak hujan.Davin bangun dengan suasana hati yang kacau,ia tidak punya semangat hari ini karena hatinya begitu hancur mengingat perkataan sang istri kemarin....
"Bawakan sarapanku ke kamar " Davin menelpon pelayannya
"Baik tuan" jawabnya
"Permisi tuan " suara pelayan dari luar pintu
"Masuk" perintahnya
Davin pun menyantap sarapannya namun ia terlihat tidak nafsu dan wajahnya murung.
"Bawa makanan ini kebawah,aku tidak nafsu makan" perintahnya
"B--baik tuan.." pelayan membawa makanan itu lagi ke bawah.
"Jody ke kamar ku sekarang"
"Baik tuan"
"Permisi tuan,ada yang bisa saya bantu "
"Siapkan pakaian ku"
"Baik tuan" Jody mengambil pakaian kerja Davin di lemarinya
"Kita akan ke apartemen Rey hari ini,bawa surat cerai itu,kali ini aku akan menuruti permintaan Veena,aku akan menceraikannya "
wajah Davin terlihat sedih saat mengatakan kata cerai.
...****************...
Tok tok tok !!
Suara ketukan dari pintu luar apartemen,membuyarkan lamunan Veena .Ia kaget dan penasaran siapa yang mengetuknya karena jika itu Rey ,ia tidak pernah mengetuk pintu dan masuk begitu saja.
"Siapa?"
Tok tok tok!!!!
Suara ketukan semakin keras,membuat Veena bergegas untuk membukanya.
"Sebentar..." suaranya lantang
Kriett!
__ADS_1
Suara pintu terbuka,alangkah terkejutnya Veena melihat Davin dan Jody yang sudah berdiri di depan pintu .
Set !
"Ayo kita pulang!!"
Davin menarik paksa tangan Veena ,namun veena berontak dan berusaha melepaskan genggaman Davin
"Tidak!! aku tidak mau !"
Rey yang sedang melangkah menuju apartemen Veena melihat Davin sedang menarik paksa tangan Veena .Ia mempercepat langkahnya dan menghentikan aksi Davin .
"Berhenti Davin !!" teriaknya pada Davin
Namun perkataan Rey sama sekali tidak di gubris oleh Davin dan malah mempererat genggamannya.
"Aahhkk....leepaas !" rintih veena
Teriakan Veena berhasil membuat Davin melepaskan cengkraman nya.
Veena langsung berlindung di belakang Rey .
"Raveena !"
"Sudahlah Vin,menyerahlah Veena tidak ingin bersamamu lagi, bukankah Veena ingin bercerai? dan kau juga akan menikah ,jangan ganggu Veena lagi dan biarkan dia bahagia bersama pilihannya." ucap Rey
"RAVEENA MAHOTAMA SIREGAR !!" teriak Davin terdengar menggema di seluruh ruangan.
Davin berusaha meraih tangan Veena ,namun veena selalu berkelit dan Rey menghalanginya.
"Tapi dia tidak mencintaimu dan kau juga akan menikah bukan? kau egois sekali Davin" bentak Rey
Buk !
Satu pukulan melayang hingga membuat Rey tersungkur di atas lantai
Buukk !
Pukulan kedua Davin yang memuntahkan darah segar dari mulut Rey
Tanpa henti Davin terus melayangkan pukulan yang membabi buta menggambarkan betapa gilanya dan hancur hatinya saat ini...
"Aaaaa...!"
"Tolong ,ya ampun dia bisa membunuhnya"
"Tuan ,hentikan tuan"
Veena menangis ketakutan,tidak bisa berbuat apa-apa. Jody berlari ke arah Davin dan menarik kerah Davin tanpa hormat
"Tuaan!..hentikan tuan tenangkan diri anda !!"
Davin bergetar hebat mengepalkan erat tangannya di belakang tubuhnya
__ADS_1
Davin mendorong tubuh Jody ,saat melihat Veena yang ingin membantu Rey untuk bangun
"Lepaskan tanganmu darinya !!"
Veena tidak menghiraukan perkataan davin yang membentaknya
"RAVEENA..--"
"Kau baru saja menyakiti seseorang,apa kau tidak sadar!? tolong bawa dia ke rumah sakit ,kau memang jahat ,kau sangat menggila ,kau keterlaluan !! "
"Akuu!! aku yang sakit Veena,apa tadi katamu gila!? yaa...aku memang gila,aku gila karena terlalu berharap belas kasihanmu Veena ,aku yang sangat mencintaimu tapi tidak sama dengan kau ,AKU GILA KARENA KAU RAVEENA....!!!"
"Aku tidak bisa terus bersamamu,kontrak pernikahan kita sudah selesai dan kau juga akan menikah,bagaimana bisa kau akan mendapatkan dua wanita sekaligus? Apa kau ingin memadukan ku? Kau ingin punya istri dua? kau kejam sekali !! "
"Siapa yang bilang kalau aku akan menikah,aku tidak pernah berniat menikah dengan siapapun selain kau,"
"Bawa Rey ke rumah sakit sekarang atau kau tidak akan bertemu lagi dengan ku!!"
Davin terdiam mendengar ucapan Veena dan memanggil Jody untuk mendekat.
"Jody bawa dokumennya kesini! dan bawa bajingan ini kerumah sakit sekarang !!
Jody tidak bisa bergerak mendengar perkataan Davin
"Jody!!"
Teriakan Davin berhasil membuat Jody bergerak menuju Davin dan menolong Rey namun sebelum itu Jody menyerahkan dokumennya...
" Kau bilang kontrak kita sudah berakhir kan? kau benar ! haha "
Davin melempar sebuah dokumen di atas meja ,"Kau benar benar ingin bercerai bukan? baik. Akan ku kabulkan sekarang juga" Dengan tangan bergetar Davin mengeluarkan pulpen dari saku jas nya dan membubuhkan coretan pada kertas lengkap dengan materai yang sudah di tanda tangani Veena .
Davin hanya tersenyum tipis tanpa melihat Veena yang sudah berkaca-kaca."Tadinya aku ingin merobeknya,tapi aku harus menandatangani nya? "
Davin melihat Veena yang diam terpaku,sambil mengambil paspor baru dan sebuah cek yang tidak ternilai berapa isinya.
Brakk!
"Ini paspor mu yang asli aku kembalikan." Davin meleparnya di atas meja
Brak !
"Ini cek untuk kebutuhanmu di sana."
Davin mendekati Veena dan mengusap air matanya sambil berkata lembut padanya.
"Mulai sekarang aku tidak akan menghalangi mu lagi,kau bisa berbuat semaumu dan....ini pertemuan terakhir kita, kau tidak akan melihatku lagi."
Davin beralih dari Veena dan keluar dari apartemen itu..
Sangat jelas Veena melihat paspornya yang asli ada di depan matanya,dia pikir Davin benar benar merobek paspornya kemarin ,namun Davin merobek paspor yang palsu untuk mengelabui Veena agar tidak bisa pergi.
Veena masih diam dengan tubuh terkunci dengan semua penyesalan atas ucapannya pada Davin .Ternyata Davin tidak sekejam itu. Ia ingin mengejar Davin namun langkahnya berhenti saat ia melihat surat cerai yang sudah di tandatangani oleh Davin .
__ADS_1
Jody masuk kembali ke dalam apartemen Veena dan mengambil surat cerai yang baru saja di tanda tangani Davin .Ia melihat Veena dan menundukan kepala " Saya mohon maaf atas kejadian tadi nyonya,tapi satu hal yang harus Anda tahu,tuan muda tidak pernah menyerah mencari anda, Ia juga bersumpah tidak akan menceraikan anda tapi sekarang itu terjadi.Saya harap anda tidak menyesal nyonya.Saya permisi"
Tangisan Veena semakin menjadi dengan rasa penyesalan yang berkecamuk di dadanya,andai ia bisa mengulang waktu,mungkin hal ini tidak akan terjadi....