
"Sonya,kau harus membantuku untuk melenyapkan wanita itu,bagaimanapun caranya.Davin tidak boleh jatuh cinta padanya dan berpaling dariku,tolong musnahkan wanita sialan itu segera !! nanti ku beri kau imbalan" perintah Angel pada Sonya ...
Wanita sialan !! berani-beraninya kau merebut Davin ku ! tidak akan ku biarkan hidupmu tenang Raveena.Kau tunggu pembalasanku!"
"arrgghhh...." Prankkk !! Angel melempar vas bunga yang berada di samping ranjang Angel.
"Sayang,kamu kenapa?" ujar Bram kekasih gelap Angel yang terheran-heran dengan sikap Angelica.
Mereka pacaran sudah 3 tahun di belakang Davin tanpa Davin ketahui.Kini mereka tinggal bersama tanpa sepengetahuan Davin ....
"Kau suka Veena?" Davin memegang tangan Veena
"Iya, terima kasih" Veena masih dengan wajah datarnya menanggapi setiap perlakuan Davin yang mulai lembut dan romantis.Davin hanya bisa sabar dengan sikap Veena karena ia tahu cinta butuh pengorbanan...
Veena masih bertanya tanya pada hatinya kenapa Davin bisa bersikap semanis ini padanya ,bukankah ia sangat membenci Veena? Entahlah...hanya Davin saja yang tau.Tapi Veena juga tidak berharap banyak pada Davin , mengingat kata-kata Davin terdahulu dan Davin yang sudah mempunyai kekasih.Mungkin saja Davin hanya bermain-main dengan Raveena dan setelah Veena berhasil jatuh cinta,Davin akan meninggalkannya...
"Sebaiknya kita pulang malam ini,karena ini sudah larut malam" tegas Veena sambil merapikan pakaiannya.
"Nanti dulu,Kita akan melihat pesta kembang api malam ini"sanggah Davin
"Tapi ini sudah--.." ucapan Veena te
potong.
"Suuttt!! diam sayang,kamu hanya perlu menikmati saja" bisik Davin di telinga Veena dan pergi meninggalkannya.
Veena tidak bisa berkata-kata lagi,ia hanya bisa menuruti perintah Davin
Pesta kembang api sudah tiba,Veena yang duduk di meja makannya bingung mencari cari keberadaan Davin .
Davin sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya di samping kolam renang.
Karena jenuh,Veena berniat untuk mencari keberadaan Davin .Ia melihat suaminya sedang berbicara dengan pria paruh baya yang memakai jas rapi.
"Sepertinya itu rekan kerjanya." batin Veena
Saat sedang melangkah menuju Davin, tiba-tiba saja Sonya melangkah ke arah Raveena dan menyenggol Veena sehingga ia terjatuh tepat di dalam kolam renang.
Byuurrr!!!
"Upss,Sorry"ucap Sonya tanpa rasa bersalah sedikitpun dan pergi meninggalkan Veena
Veena yang tidak bisa berenang, berteriak meminta tolong pada orang-orang yang ada di sana,namun tidak ada satupun yang menolongnya mereka hanya menatap Veena kasian...
"Aaaaakkkk,tolong aku...aku tidak bisa berenang,tolong......"suaranya lantang sambil mengepakkan air.
tiba-tiba,seorang pria masuk ke dalam kolam dan menyelamatkan Veena .
Davin mengangkat tubuh Veena dan mengeluarkannya dari kolam tersebut...
__ADS_1
Semua pakaian Davin dan Veena basah kuyup, otot-otot Davin terlihat jelas sangat kekar dan perut nya yang sixpack,begitup dengan Veena lekuk tubuhnya terlihat jelas membuat semua orang terkagum-kagum dengan keduanya...
"Sayang bangun,..aku mohon ,...bangunlah.Jangan begini "Davin menepuk-nepuk pipi Veena dengan lembut.
Kemudian ia mencoba memberi nafas buatan untuk Veena ,tak berapa lama akhirnya Veena sadar juga..
"Uhukk uhukk uhukkk, aku dimana? apa aku sudah mati? " tanyanya pada Davin
Sontak Davin memeluk tubuh Veena erat ."Kau masih hidup sayang" sambil mengecup kening Veena
Sonya menyaksikan dari kejauhan ,dan berdecak kesal karena rencananya gagal untuk menyingkirkan Raveena....
...****************...
Ckk ! sial...
Veena terlihat lemah,karena ia kehabisan nafas di dalam air.davin membopong tubuh Veena untuk masuk ke mobil dan membawanya pulang.
Mereka pun sampai di mansion nya.
"Luna....bukakan pakaian Raveena , ia bisa kedinginan." Davin memanggil manggil Luna pelayan khusus untuk Raveena
"Baik tuan,nona mari saya bantu" Luna memapah tubuh Veena untuk ke kamar mandi
sementara Davin mengganti pakaiannya sendiri.
Raveena berbaring di kasurnya dan Davin dengan kaos biasa dan celana pendek ,masuk ke kamarnya dan membawakan bubur kacang hijau untuk Veena .
Satu sampai lima suap Veena habiskan dan perutnya sudah kenyang.
"Aku sudah kenyang, kamu makan saja sendiri" tolak Veena
"Tapi ini suapan terakhir,aku mohon sekali lagi"rengek Davin
"Tidak,aku tidak mau.Aku mau tidur saja."Veena menarik selimutnya dan mulai menutup mata nya.
Davin hanya bisa menghela nafas sabar dan mematikan lampu kamar Veena lalu meninggalkan kamar Veena.
Davin memegang sebotol wine sambil terduduk di balkon kamarnya.Hari sudah larut malam namun ia belum juga tertidur.Entah kenapa hatinya begitu gelisah malam ini.
Baru kali ini ia begitu mengemis cinta dari seorang wanita,biasanya para wanitalah yang mengemis cinta bahkan sekedar sentuhan saja sudah bahagia.Namun tidak dengan Raveena,ia sudah mendapatkan segalanya namun ia tidak terlihat senang di depan Davin ,ia selalu terlihat terpaksa melayani Davin ...
Davin meneguk wine itu sampai habis dan ia mulai berderai air mata.Secara tidak sengaja ia ketiduran di balkon kamarnya.
Hari berganti hari ,pagi mulai menyapa,sinar matahari yang cerah membangunkan seisi dunia.
Davin yang tersadar dirinya berada di balkon semalaman mulai beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ia memakai pakaian kerjanya dan bersiap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Jody sudah menunggu di meja sarapan namun veena tidak terlihat batang hidungnya.
"Dimana istriku" tanyanya ketus pada pelayan
"Maaf tuan,nyonya katanya tidak sarapan pagi ini,ia akan sarapan nanti di kamar saja." jawab pelayan itu
"Biarkan saja" perintahnya datar.
Davin melangkah menuju mobilnya dan bersiap untuk pergi ke kantor nya.
Sekilas ia melihat dari dalam mobil,Veena yang sedang memperhatikannya dari balkon kamarnya.
Wajah Davin datar dan mobilnya pun berangkat menuju kantor...
Veena ingin pergi ke sebuah minimarket karena stok makanan di kulkasnya habis.Ia ingin belanja sendiri karena tidak mau merepotkan siapapun...
Ia berjalan menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi.
"Luna...aku ingin ke swalayan,aku ingin belanja keperluan sehari-hari." Veena meminta izin ke Luna
"Tapi nyonya,itu sudah menjadi tugas kami para pelayan anda cukup diam di rumah biar kami yang membelinya."
"Tidak apa-apa Luna, aku juga ingin sendiri sekarang,aku mohon mengertilah"
"Taa--pi nya,nanti tuan marah" Luna takut kalau tuannya marah
"Dia tidak akan marah,aku sudah meminta izin padanya" Veena bersiap untuk pergi
"Ba--iikk lah nyonya, biar saya antar" Luna mengantar kan Veena sampai depan pintu.
Veena menaiki taxi karena ia tidak ingin menyetir saat ini.
Ia juga mengirimkan pesan kepada Davin agar davin tidak marah lagi...
"Aku akan pergi ke Mall,untuk kebutuhan kulkas di rumah ,aku pergi sendiri" isi pesan Veena
"Pergilah" balas Davin
Karena mendapat balasan dari Davin ,ia pun mematikan ponselnya dan menatap indahnya jalanan dari dalam mobil...
Veena sudah selesai berbelanja,ia berniat untuk membayar belanjaannya di kasir.Namun saat akan membayar ,ia melihat Reynold yang sedang berbelanja juga.
Ia pun menghampiri Rey.
"Rey, kamu disini juga" sapa Veena
"Ohh ,hai Veena" ia menengok ke sampingnya.
"Kita duduk dulu yuk,mmm disana aja bagaimana? Veena menunjuk salah satu tempat makan di mall tersebut.
__ADS_1
"Okee" Mereka melangkah menuju tempat yang di sepakati tadi....