
***** Hallo, para pembaca setia novel "KETIKA SANG MAFIA JATUH CINTA",semoga kalian suka dengan karya ku yaahh....maaf jika ada salah kata dan kurang bagus soalnya ini novel pertama ku ,hehehe mohon saran dan bimbingannya yaa, jangan lupa support terus biar makin banyak karyanya,Terima kasih ,Ohh yaa untuk nama tokoh Raveena,dibaca Ravina yaa,bukan ravena, biar penulisannya gaul gitu ....hehheh 😁😁
MANSION DAVIN...
Pagi yang cerah dan suara kicauan burung membuat Davin terbangun pada jam 06.12 .Seperti biasa ,ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi ke kantor.15 menit berlalu,ia pun keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian kerjanya.Dari luar pintu terdengar suara ketukan pelayan yang memanggil Davin.
Tok tok tok!
"Tuan,sarapannya sudah siap." panggil pelayan.
"Mmmm."sahut Davin sambil memasang dasi.
Tak lama,Davin pun keluar kamar menuju meja makan dan memakan sarapannya.Jody yang dari tadi sudah berdiri menunggu tuannya,ikut duduk dan menyantap sarapannya.Setelah selesai ,mereka berangkat ke kantor...
...****************...
Raveena masih terlelap di kamarnya.Sinar matahari yang masuk dari celah jendela,mengusik tidur nyenyak nya. Ia bangun agak kesiangan.Ia merasa kepalanya pusing dan tubuhnya meriang ,sepertinya ia demam ,mungkin karena banyak pikiran dan bekerja terlalu full sehingga ia kelelahan.Ia mengambil ponsel lalu izin ke bos nya untuk tidak bekerja karena badannya meriang ,dan kepalnya pusing.Dia bangun dari ranjang dan memakan roti berisi selai coklat kesukaannya untuk mengisi perutnya.Semalam ia tidak makan karena menangis sampai ketiduran.
Sekilas ia memikirkan tawaran bosnya,sejujurnya ia tidak ingin menerima tawaran itu,namun ia sedang butuh uang,dan ibunya sedang menunggunya di rumah sakit.
Dia juga penasaran dengan tawaran Davin,sebenarnya apa yang di inginkan laki laki br*ngsek itu.
Ia mengacak rambutnya,kepalanya yang pusing malah tambah pusing karena banyak pikiran.
Siangnya Ia memutuskan untuk pergi ke kantor Davin karena ia sedikit penasaran dengan apa yang di inginkan Davin.Sebelum berangkat ia mengirimkan pesan ke pada davin melalui no ponsel yang tertera di kartu nama yang di berikan Davin waktu itu.
" Aku akan ke kantormu!" pesannya ketus.
Dengan cepat Davin membalas.
"Kau siapa!?"
" Ini aku ,gadis yang kau temui di toilet restoran XX." pengakuannya.
"Datanglah,dengan senang hati aku akan menyambutmu.balas Davin lagi.
"Cihhh ,dasar pria sombong !". batin Veena dalam hati.
Sebelum pergi Veena meminum obat terlebih dahulu agar pusingnya mendingan. Setelah itu ,ia pun berangkat ke kantor Davin menggunakan taxi.
__ADS_1
Di kantor Davin ...
tok tok tok! suara ketukan pintu dari luar.
Permisi pak ada yang ingin bertemu dengan anda.ucap Clara,sekretaris Davin.
"Biarkan dia masuk." sahut Davin .
"Baik pak." Clara pun mengizinkan Veena untuk masuk ke ruangan.
Veena memasuki ruangan yang luas,matanya melihat sekeliling terlihat rapi dan Aestetik di mata veena.Ia langsung duduk di hadapan davin.
"Ada perlu apa kau kemari?" pertanyaan Davin ketus.
"Bukanya kau yang menyuruhku datang kemari?" sontak Veena melawan.
"hahaha,".Davin tertawa kecil.
"Soal saran itu? Hehh" Davin menghela nafasnya kasar.
"Menikahlah dengan ku! "Davin mengambil rokok lalu mengepulkan asap ke udara.
"Aku akan menikahimu,dan membiayai semua ibumu sampai sembuh.Kau tidak perlu khawatir,pernikahan ini hanya akan berlangsung hanya 1 tahun,setelah itu kau bisa bebas semaumu." penjelasan Davin panjang lebar.
Veena yang kaget,sontak ia berdiri dari tempat duduknya.
"Tidakk!!,aku tidak mau menikah dengan laki laki licik seperti mu.Aku akan menikah dengan orang yang aku cintai dan pastinya tidak sombong dan kejam seperti mu!!.,tidakk ! itu tidak akan pernah terjadi." teriak Veena sambil melangkah keluar ruangan.
" Terserah kau!!, Menikahlah dengan tua Bangka itu dan kau akan menderita seumur hidupmu menjadi pelayannya.Dan,dia juga belum tentu akan membiayai ibumu,mungkin saja yang dia incar hanya tubuhmu." pernyataan Davin,membuat Veena sedikit takut. Ia membalikan badannya dan hanya melihat Davin sinis ,lalu ke luar kantor Davin.
Veena merenung sepanjang jalan memikirkan ucapan davin,.Bagaimana kalau semua ucapan Davin itu benar,mengingat tuan Albert yang suka main wanita ,bahkan istrinya saja lebih dari satu,bagaimana kalau ia hanya korban?
"Akhhh" Veena mengacak-acak rambutnya ,ia bingung harus memilih yang mana.
Tin tin tin ! suara klakson mobil membuyarkan lamunan Veena ,ia melihat mobil mewah sedang menghampirinya.
" Hei..kau veena kan? "ucap Reynold.
"Kau ?,ohh hei Rey,iya ini aku." Veena yang langsung mengingat pria itu.Reynold Adi putra,pengusaha muda yang tak sengaja ia tumpahi air jus waktu itu.
__ADS_1
"Kamu mau kemana ven?,aku antar yuk.ajak Reynold.
"Aku mau pulang Rey.Tidak usah,aku bisa sendiri,byee Rey."tolak Veena sambil berjalan mendahului Reynold.
Reynold terus melajukan mobilnya mengikuti langkah Veena sambil memanggil manggil Veena.
"Veen ayo masuk ke mobilku , lihat hujan akan segera turun".reynold melihat ke arah langit.
Tiba-tiba langit bergemuruh dan hujan pun turun deras.Tanpa pikir panjang,Veena yang kehujanan masuk kedalam mobil Reynold untuk berteduh.
"Kan benar apa yang ku bilang." ucap Reynold meyakinkan.
"iyaa,"Veena tertunduk.
"Bagaimana kalau kita beli yang hangat-hangat dulu." ajakan Reynold.
"Boleh." sahut veena.
mereka menuju tempat yang di tuju untuk menghangatkan tubuh mereka.
sampailah mereka pada suatu cafe di kota itu.Veena memesan secangkir cofee latte dan Reynold cofee cappucino.Mereka mengobrol layaknya pasangan kekasih.
"Rumahmu dimana ven?" Reynold menatap mata Veena.
"Rumahku di gang XX." Sahut veena sambil menyeruput kopinya.
"Kau tinggal dengan siapa?" tanya Reynold lagi.
"Aku tinggal dengan ibu,tapi sekarang aku sendiri karena ibuku berada di rumah sakit sedang koma." tak terasa air mata Veena menetes.
"Lalu ayahmu dimana?"
"Ayahku sudah lama meninggal semenjak aku umur 12 tahun ,aku dan ibu bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup kami.Tapi sekarang ibu sedang sakit jadi aku bekerja sendirian."Veena meneteskan air matanya semakin deras.
Reynold yang merasa iba memeluk tubuh Veena,dan menenangkan Veena.
"Tidak apa-apa,semua akan baik-baik saja,ada aku disini.Mulai sekarang kita berteman kan?,sudah tidak usah menangis nanti ibumu pasti bisa sembuh kok." sambil mengelus punggung Veena , Reynold menenangkan hatinya.
Veena yang merasa lega,dan menyudahi sedihnya. Ia mengusap air matanya,dan tersenyum manis pada Reynold,membuat Reynold mabuk kepayang...
__ADS_1