
Hari ini adalah hari Raveena untuk fitting baju pengantin. Ia bangun dengan mata yang sembab karena ia menangis semalaman.Ia tidak merasakan kepulangan Davin tadi malam.
"Bahkan dia tidak pulang semalaman? ini yang di bilang cinta!!?" Veena yang masih kesal segera turun dari ranjangnya dan bergegas untuk turun menemui Luna .
"Luna?" panggilnya
"Iya nyonya?" Luna yang sedang memasak menghentikan kegiatannya
"Ada apa nyonya?" Luna tampak khawatir
"Apa Davin tidak pulang semalam?"
"Eeee....itu....sepertinya tidak nyonya,tapi Jody bilang tuan tidur apartemennya nyonya"
"Benarkah? kau tidak sedang melindunginya kan?"
"Tidak nyonya,ini pesan dari Jody " Luna merogoh ponselnya dan menunjukan bukti pesan dan juga Davin yang sudah tertidur pulas.
"Baiklah , aku percaya" Raveena berjalan menuju meja makan.
Tiba-tiba Jody masuk menghampirinya."Selamat pagi nona,ini ponsel baru anda" Jody menyerahkan ponsel yang masih tersegel rapi
"Ini ponsel pemberian tuan nona, dan anda di harapkan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama sebelum tuan benar benar marah dengan anda."
("Cihhh....dia saja bermesraan dengan wanita lain,tapi dia melarangku bertemu Laki laki lain? Manusia egois!!") batinnya dalam hati
"Dimana Davin sekarang?"
"Tuan sudah di kantor nona, semalam dia tidur di..."
"Aku tidak peduli!! dan beri tahu majikan mu itu tidak usah pulang sekalian !!" Nada Veena terdengar marah dan nafasnya yang memburu.
"Maaf nona" Jody tidak bisa berkata-kata lagi
"Ada satu hal lagi nona "
"Apa!?"
"Nanti sore anda di suruh tuan untuk datang ke butik memilih baju pernikahan kalian nona, Aku akan menjemputmu nanti "
"Tidak usah ! aku bisa sendiri!"
"Tapi ini perintah tuan, nona "
"Bilang padanya aku akan menyetir sendiri!"
"Tapi nona?"
"Kau melawanku!!?"
"Mana mungkin saya berani melawan nona, tuan Davin dan nyonya Raveena adalah orang yang harus saya patuhi"
"Kau sudah paham kan? pergilah !"
"Maafkan saya nona" Jody beranjak dari hadapan Veena yang angkuh.Mungkin jiwa angkuh Davin sudah menjalar di tubuhnya...
__ADS_1
Sore hari...
"Maaf tuan,nona Raveena tidak ingin di jemput ,dia akan mengemudi sendiri katanya tadi"
"Biarkan saja apa yang dia mau" sahut Davin yang menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
"Kita berangkat sekarang tuan"
Davin dan Jody berangkat menuju butik yang mereka tuju.
Davin sudah sampai namun mobil Raveena belum terlihat disana.Tak lama akhirnya Raveena datang.Davin sangat merindukan istrinya namun enggan untuk memulai pembicaraan.
Begitupun dengan Raveena yang hanya sekilas melihat Davin.
"Mari saya antar nona" ucap salah seorang pegawai butik yang menuntunnya untuk ke ruangan baju pengantin.
"Silahkan di lihat-lihat dulu nona" pelayan itu menunggu Raveena di sudut ruangan
"Terimakasih"
Raveena memilih beberapa baju yang menarik perhatiannya lalu mencoba nya di ruang ganti.
"Luna menurutmu ini bagus?"
"Bagus nyonya,tapi agak sedikit kekecilan" jawabnya
"Iya kau benar,nafasku agak sesak." Raveena mengganti baju yang kedua
"Bagaimana Luna?" raveena terlihat sangat anggun ,namun masih ada yang kurang pas di mata Luna
Ketiga ,keempat,hingga ke tujuh pakaian yang di coba Raveena belum ada yang cocok dengan seleranya.
"Huhhh...bagaimana ini Luna.Belum ada cocok juga" ucap raveena yang kesal.
"Sabar nyonya,anda pasti menemukan yang pas untuk Anda." jawab Luna yang berusaha memberi semangat Raveena
...****************...
"Kenapa mereka lama sekali di dalam?" ucap Davin yang sudah bosan menunggu.
"Maaf tuan,nona Raveena kesulitan mencari gaun yang pas untuk nya."
Setelah mendengar ucapan Jody ,Davin langsung berdiri."Pakaikan saja gaun yang aku pilih tadi"
"Baik tuan"
Jody pun menyuruh pelayan butik itu untuk memakaikan gaun yang dipilihkan Davin untuk Raveena
"Permisi nona,ini gaun yang di pilihkan tuan muda Davin tadi.Dia takut kalau anda tidak menyukainya ,makanya dia membiarkan Anda memilih terlebih dahulu,silahkan di coba nona."ucap pelayan itu.
Raveena mengambilnya dan melihatnya saja ia sudah jatuh cinta dengan gaun itu,apalagi kalau memakainya
"Bagaimana Luna? Aku suka sekali" Raveena terlihat begitu takjub dengan gaun yang di pilihkan Davin
"Anda sangat cantik nyonya,seperti princess" mata Luna berbinar takjub melihat betapa cantiknya majikannya itu.
__ADS_1
"Ahh kau ada ada saja Luna,jangan berlebihan begitu" Raveena tersipu malu,wajahnya memerah semerah buah delima.
"Aku mau yang ini saja" ucapnya kepada pelayan butik disana.
"Baik nona, akan saya kemas kan "
"Tuan ,nyonya menyukai gaun itu"
"Baguslah, kau langsung bayar saja."
"Siap tuan" Jody berjalan menuju kasir.
Raveena dan Luna keluar dari ruang ganti dan menghampiri Davin ."Sudah selesai?"
"Sudah" sahut veena yang ketus.
"Kau pulang denganku saja"
"Tidak mau!! aku pulang dengan Luna saja." tolak Raveena
"Kau membantahku!!?" suara Davin kesal.
"Nyonya tuan, saya pulang dengan Jody saja,kalian pulang saja lebih dahulu." Luna berusaha menengahi perdebatan antara Davin dan Veena.
"Tapi ...aku! "
"Jangan membantahku Raveena !!"
raveena pun terdiam melihat wajah Davin yang mulai serius.
Raveena mengikuti langkah Davin menuju mobil yang terparkir.
Saat akan membuka pintu mobil yang di belakang Raveena terkejut dengan ucapan Davin yang tiba-tiba
"Duduk di depan !"
"Aku di belakang saja"
"Aku bilang depan!!" teriak Davin
"Aku bukan supirmu" tambahnya
"Baiklah"sahutnya pasrah
Mereka berdua sama-sama diam dalam perjalanan.Davin yang ingin mencairkan suasana berusaha mengambil hati Veena.
"Kau mau makan apa?" kata Davin membuka percakapan.
"Aku tidak lapar" sahut veena yang masih ketus.
"Kau haus?"
"Tidak"
Raveena terus saja menolak ajakan Davin ,hingga akhirnya mereka sampai di rumah.
__ADS_1
Di dalam kamar pun mereka saling tidak bicara dan tidur saling memunggungi. Mereka sebenarnya saling merindukan tapi karena gengsi yang terlalu over ,mereka enggan untuk berdamai ....