Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 22 : Davin sudah sadar


__ADS_3

Dengan perasaan yang kacau Davin mengendarai mobilnya sendiri dengan kecepatan cukup tinggi.Pikirannya entah kemana,ia menjadi tidak fokus menyetir dan ingatannya selalu tentang Veena .


Karena tidak fokus, ia hilang kendali dan ia membanting mobilnya ke kiri dan menabrak beton pembatas jalan.Sebuah kecelakaan pun terjadi...


Ciiitt !!!!


Braakkkk!


Seketika jalanan ramai karena kemacetan yang di akibatkan Davin .Ia tidak menyadarkan diri dan beberapa orang menolongnya membawanya kerumah sakit terdekat.


Jody langsung menuju rumah sakit saat mendengar tuannya kecelakaan.


Pagi telah berganti ,keramaian mulai menyapa Veena dan suara kicauan burung yang bersahutan silih berganti menyapa Veena yang sedang melamun ke arah jalanan menatap kendaraan yang berlalu lalang.


Hatinya sangat gelisah dengan kejadian kemarin ia merasa sangat bersalah pada Davin ,ia berniat untuk pergi hari ini ke mansion Davin


Ting !


Tiba-tiba ponselnya berbunyi di atas meja. Veena bergegas mengambil dan membukanya dan ternyata itu adalah berita mengenai kecelakaan Davin semalam yang terjadi di jalan tol .Davin sekarang berada di rumah sakit termahal di kota itu dan ia mengalami koma.


Tes !


Seketika air mata Veena berjatuhan berbarengan dengan ponselnya.Ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan menangis sejadi-jadinya.Ia tambah merasa bersalah karena kecelakaan itu terjadi karena dirinya.Veena menangis sesenggukan dan memegangi dadanya yang sesak.


"Davin....maafkan aku,ini semua salahku.Tidak seharusnya ini terjadi ,ku mohon sadarlah aku ingin meminta maaf padamu" tangis Veena semakin pecah


Angelica yang mengetahui keadaan Davin sudah berada di samping Davin dan menggenggam tangan Davin yang tidak sadarkan diri di penuhi oleh beberapa selang oksigen dan beberapa alat alat rumah sakit lainnya .Hatinya sangat hancur melihat keadaan Davin yang sekarat.


"Sayang.... kenapa menjadi begini? aku tidak sanggup melihatnya,cepatlah bangun Davin bukankah kita akan menikah? ku mohon bangun lah segera" Angelica meneteskan air matanya...


Di sisi lain Veena mengusap air matanya dan bangun dari duduknya.


Dengan segera Veena mengambil tasnya dan melangkah keluar untuk menemui Davin ,ia sudah memesan taxi sebelumnya .


*Drap !


Drap !


Drap*!


Veena melangkah dan matanya berkeliling mencari ruangan Davin .


Ia menemukan Jody di yang duduk dengan kepala tertunduk dan raut wajah sedih.


"Jody,bagaimana dengan Davin ? dia baik baik saja kan?"


"Nyonya? tuan sedang koma.Entah kapan akan sadar nyonya " Jody mengusap wajahnya dan menitikan air mata.

__ADS_1


Veena hanya bisa diam dengan air mata yang berlinang dan ia merubuhkan tubuhnya ke kuris pelan pelan.


Veena mencoba membuka pintu ruangan Davin .Ia melihat Davin yang terbaring lemah yang di penuhi peralatan rumah sakit dan oksigen memenuhi tubuhnya yang kekar dan berotot.


Angelica tampak mendampingi Davin dan menoleh ke arahnya.


*Drap !


Drap* !


Langkah Angel mendekati Veena


Plakkk


Sebuah tamparan keras tepat mengenai pipi kiri Veena hingga membuatnya tersungkur ke lantai.


"Kau !! wanita sialan ! ini semua karena kau, andai saja Davin tidak mengenalmu mungkin ia tidak koma seperti ini !kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu,kau harus mendekam di dalam penjara...!" teriak Angel.


Jody yang mendengar keributan dari dalam kamar Davin bergegas untuk melihat apa yang terjadi.


"Nona ,mohon tenangkan diri anda,ini rumah sakit jangan sampai kita mengganggu ketenangan pasien lainnya." Jody mencoba menenangkan Angel yang terlihat berapi api.


...****************...


"Aku hanya ingin melihat keadaan suamiku,dan aku ingin meminta maaf ,atas semua kesalahanku" Veena mendekati Davin dan mengusap rambut Davin .


Sett!


"Jangan pernah kau berani menyentuh calon suamiku,kau bukan siapa-siapa nya lagi, dan mulai sekarang jauhi Davin dan pergi sejauh-jauhnya." usir Angel.


"T-tapi aku belum selesai"


"Pergi!


"Tapi Angel ku mohon...."


"Pergi ! atau ku panggil satpam !"


Veena tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menuruti perintah Angelica.


Ia meraih sesuatu dari tasnya dan menyerahkannya pada tangan Angelica.


"Ini cincin pemberian Davin ,ku harap kau bisa menjaganya ." Veena melangkah keluar dari kamar Davin.


Jody hanya mematung di tempat saat melihat drama tadi .


Seminggu berlalu ,akhirnya Davin siuman dari komanya

__ADS_1


Ia duduk bersandar pada ranjangnya.Angel sudah siaga mendampingin Davin dan menyuapi ia bubur.


Namun hati Davin masih gelisah,yang dia inginkan berada di sampingnya ialah Veena ,namun sejak ia sadar Veena tidak pernah mengunjunginya.


"Ayo sayang sedikit lagi" Angel menyuapi Davin sarapan


"Tidak ,aku sudah kenyang"


"Tapi sayang.."


"Aku bilang sudah kenyang."


"Iya,baiklah"


Sedikit Davin merilik jari Angel tersemat cincin yang ia berikan kepada Veena.


"Kenapa cincin itu ada di tangan Angel?" batinnya


"Panggilkan Jody kemari ,ada yang harus ku bicarakan,kau tunggu di luar saja."


Tanpa membantah ,Angel menuruti perkataan davin dan memanggil Jody yang berada di luar.


"Ada apa tuan?"


"Apa Raveena pernah kesini?"


"P-pernah tuan,beberapa kali ia sempat menjenguk anda,namun 3 hari terakhir ia tidak pernah kesini lagi" ujar Jody


"Kenapa cincin Veena ada di tangannya?" Davin menatap Jody penuh tanda tanya


"Maaf sekali tuan ,masalah itu saya benar-benar tidak tahu.Mungkin nona sendiri yang menyerahkannya pada nona Angelica."


Fuuhhh..... !


Davin menghembuskan nafas nya kasar


"Kapan aku bisa pulang?"


"Setelah anda benar-benar sehat tuan"


"Aku sudah sehat"


"Tapi anda baru saja sadar tuan"


"Bagaimana dengan perusahaan?"


"Semuanya baik-baik saja tuan"

__ADS_1


"Baguslah" ucap Davin yang ingin membaringkan tubuhnya.


__ADS_2