
Malam berganti pagi dimana hari bahagia itu tiba...
Kilauan dari gaun yang indah memancarkan rona keemasan yang mewah nan elegan.
Tidak ada yang terlihat selain senyum kebahagiaan dari wajah semua orang .Sang pengantin memancarkan keanggunan terlihat dari kain tipis yang menutupi sebagian wajahnya.Tile yang sempurna,di penuhi Kilauan mutiara menambahkan kesan mewah pada gaun Raveena .
Namun, tidak bisa di pungkiri tangan Raveena bergetar karena rasa gugup ,pupil matanya melebar dan keringatnya mengucur dingin membasahi dahinya.Raveena yang ditemani oleh Luna ,pelayan pribadinya yang sudah seperti adiknya sendiri.Raveena terlihat sangat gugup hingga ia terus mengepalkan tangannya yang sudah basah oleh berkeringat.
"Nona? kenapa anda terlihat sangat gugup?" Luna menggenggam tangan Raveena yang bergetar.
"Aku hanya takut,kalau Davin tidak serius denganku"
"Nona anda jangan meragukan tuan muda,sekali dia mencintai seseorang maka selamanya orang itu akan akan berada di hatinya"
Setelah mendengar perkataan Luna,ia merasa lega dan tidak meragukan Davin lagi di hatinya.
Di balik rasa gugupnya,terselip rasa bahagia di hatinya.Ia tidak akan menyangka hidupnya akan berubah seindah ini.Masalalu biarlah berlalu,kini ia merangkai rumah tangga yang baru bersama Davin dalam suka maupun duka mereka akan tetap bersama.
"I..ibuu" Raveena menundukkan kepalanya saat pikirannya mengingat sang ibu.
"Aku rindu ibu...." Seketika air matanya mengalir di wajahnya.
Luna yang sigap memeluknya dan mengusap kepala Raveena."Ibu anda sudah bahagia melihat anda bahagia disini. Jangan menangis lagi nyonya,nanti riasannya jelek." Luna meledek Raveena mencoba mencairkan suasana.
"Ahaha...iya kau benar Luna ,bagaimana kalau nanti Davin tidak mengenaliku sebagai istrinya?" tertawa mereka terdengar bahagia.
Di ruang lain Davin sudah rapi dengan setelan jas dengan dasi berwarna hitam pekat.Ia juga merasa gugup sama halnya dengan Raveena ,pernikahannya kini tidak se menegangkan pernikahan terdahulunya.Ada sedih bercampur bahagia dalam hati Davin.Ia bahagia karena kini ia bisa menikah dengan wanita yang benar-benar di cintai nya dan sedihnya orang tuanya tidak ada menghadiri hari bahagianya itu.
Ia merindukan sosok ayah dan ibunya yang selalu memberinya nasehat.
Tes !
__ADS_1
Tak terasa air mata Davin menetes membasahi pipinya.Namun dengan segera ia mengusap nya.Jody melihat kesedihan di raut wajah Davin yang tak pernah Jody bisa tebak apa isi hati Davin saat ini.
"Tuan ,ada apa?" Jody mendekati Davin
"Ini hari bahagiaku,tapi orang tuaku tidak bisa menyaksikan hal itu secara langsung."
"Tuan muda , Tuan dan nyonya besar pasti tersenyum bangga dengan anda di sana tuan.Mereka sangat bahagia mempunyai putra sehebat anda.Dan mereka mempertemukan anda dan nona Raveena karena mereka tahu mana yang terbaik untuk anda yang bisa mencintai anda dengan tulus." Jody berusaha membuat Davin tenang.
"Kau benar Jody....,aku dan Raveena sudah menjadi takdir yang tidak bisa terlepaskan oleh apapun.Aku sangat beruntung bisa memiliki wanita sehebat dia.Dia seperti seorang ibu untuk ku,seorang sahabat,dan sebagainya.Dia segalanya untukku."
"Maka dari itu tuan,jangan sakiti hatinya,fisiknya dan jiwa raganya.jaga dia seperti anda menjaga diri anda."
"Kau benar" Davin menepuk pundak Jody .
...****************...
"Nyonya muda Raveena Mahotama.Mari" Para gadis gadis cantik berjalan mendampingin langkah Veena yang menyapu koridor hotel dengan gaun yang menjuntai panjang.Setengah wajahnya tertutup kain yang tipis ,namun masih memperlihatkan garis tegas pada wajahnya.
"Dipersilahkan mempelai wanita untuk memasuki altar pernikahan."
Raveena menoleh kepada sumber suara.Davin yang sudah berada di atas altar di ujung sana menatapnya penuh kekaguman.Ia berjalan dengan di dampingi oleh Luna dan beberapa pagar ayu lainnya berjalan beriringan mendekati Davin.
Semua tamu berdiri menyaksikan kedatangan Raveena yang mempesona semua orang.Semua yang hadir berdecak kagum dengan mempelai wanita kali ini yang nampak begitu cantik.
"Wahh,cantik sekali ya"
" Hei lihat itu ,anggun sekali "
"Benar benar wanita yang beruntung karena bisa menikah dengan Davin "
"Benar benar pasangan serasi yaa"
__ADS_1
Ucap semua tamu yang ada disana.
Angelica dan Rey yang hadir dalam acara tersebut,mengepalkan tangannya erat."Kali ini jangan sampai rencana kita gagal,buat Davin membenci Raveena " bisik nya pada Rey
"Akan ku pastikan rencana ini akan berhasil."
Raveena menatap balik wajah Davin dengan penuh cinta dengan segudang perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
"*Aku tidak mau menikah dengannya!"
"Aku membencinya!!"
"Dasar pria aneh,!!tidak punya hati"
"Aku ingin segera bercerai darinya!!"
"Dan sekarang aku mencintainya*"....
Ingatan itu masih terus memenuhi pikiran Raveena.Davin mengulurkan tangannya kepada Raveena dan melakukan apa yang tidak ia lakukan saat pernikahannya dahulu.
13 Oktober adalah hari pernikahan mereka terdahulu,dan sekarang di tanggal dan bulan yang sama mereka menikah kembali dengan perasaan yang berbeda.Tepat 1 tahun pernikahan mereka merayakan pesta walaupun sempat berpisah sebentar ,tapi semua masih terasa seperti pengantin baru.
"Maukah kau menjalani hidup suka maupun duka bersama sama?" ucap Davin yang membuat semua orang terharu mendengarnya.
"Aku datang dengan hatiku,pergi dengan hatiku dan sekarang aku juga kembali membawa hatiku.Tentu saja aku mau menjadi pendamping hidupmu dalam suka maupun duka" sahut veena yang membuat semua orang iri.Namun tidak dengan Angelica dan Reynold ,ia malah berdecak kesal mendengar kata Raveena
Davin tersenyum manis kepada Raveena dan membuka lembaran tipis yang menutupi wajah istrinya.Ia mengambil sebuah cincin dan memasangkan ke jari istrinya begitupun dengan Raveena.
Sontak semua orang bertepuk tangan melihat keromantisan tersebut .Mereka terharu seperti melihat adegan kolosal yang menyayat hati para penonton.Sebuah cinta yang di pertemukan kembali oleh takdir.
Acara telah selesai, terdengar suara ledakan kembang api yang ikut memeriahkan acara tersebut.Raveena terlihat sangat bahagia.Davin mengecup dahi Raveena sangat lama dan sangat dalam...
__ADS_1