
Hari ini hari kepulangan Davin setelah 2 Minggu di rawat. Ia di sambut oleh semua pelayan yang sangat bahagia melihat tuannya sudah sehat .
"Selamat datang ke rumah tuan" Luna dan Beberapa pelayan lainnya menundukkan kepala hormat.
"Tolong siapkan kamar tuan muda" perintah Jody kepada para pelayan.
"Baik tuan"
Davin duduk di sofa ruang tamu.Entah kenapa hatinya terasa sangat sepi walaupun banyak orang disini .Ia merasa sebagian hatinya hilang di bawa oleh Raveena. Sampai sekarang Davin masih belum mengetahui kabar Veena setelah mereka bercerai.
"Jody aku mau ke kamar Raveena"
"Baik tuan saya antar"
"Tidak, tidak usah aku bisa sendiri"
"Eeeee....baik tuan"
Davin menaiki tangga menuju kamar Veena.Ia membuka pintu dan melihat semua kenangan yang ada disana.Seorang wanita yang kuat,pemberani yang selalu melawan, kini tidak ada lagi disana. Ia sangat sangat merindukan Raveena dan masih berharap Raveena kembali padanya,namun ia sudah menyerah mengingat keras kepala nya Veena waktu itu.Ia juga tidak mungkin terus memaksa Raveena untuk mencintainya .
Matanya berkeliling menyusuri ruangan yang luas itu ,membuka lemari pakaian yang sudah kosong dan beberapa barang Veena sudah tidak ada di situ,namun di sela-sela kesibukannya, tanpa sengaja ia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.Sebuah foto keluarga yang terlihat sangat harmonis dan bahagia.Ia melihat senyum Veena yang begitu tulus mencintai keluarganya. Ia menyimpan foto itu di dalam genggamannya.
"Kunci kamar ini jangan biarkan siapapun masuk kesini termasuk Angelica." perintah Davin kepada Jody sambil melangkah keluar dan menuju kamarnya.
"Baik tuan"
Pagi ini Davin terlihat sangat sibuk sekali karena ia sudah lama tidak masuk kantor.Jadwalnya padat hari ini,meeting dengan beberapa klient dan sebagainya.
"Tuan ,sarapannya sudah siap" suara pelayan dari luar pintu
"Aku tidak sarapan, aku akan sarapan di kantor"
"Baiklah tuan"
Davin bergegas menuju mobilnya.Jody sudah menunggunya di luar."Silahkan tuan" Jody membukakan pintu mobil untuk Davin .
Mereka pun berangkat menuju kantornya
Hari ini Rey mengajak Raveena untuk makan siang di sebuah resto terenak di kota itu.Awalnya Veena menolak namun karena Rey yang memelas ia akhirnya mau.
"Kamu mau makan apa sayang"
"Aku ikut kamu saja Rey "
"Oke.Pelayan....." Rey memanggil seorang pelayan
__ADS_1
"Kami pesan yang ini , ini ,dan ini.Mmm untuk minumnya jus jeruk saja."
"Hanya itu tuan?"
"Iya, kau mau nambah lagi sayang?" tanya Rey pada Veena
"Ahh ,tidak sayang itu saja sudah cukup"
"Baiklah nona,tuan mohon di tunggu"
Sambil menunggu makanya , Veena mendengar keramaian di dalam resto tersebut.Matanya melihat apa yang di ributkan oleh para gadis di dalam sana.
" Hei itu kan Davin ,pengusaha sukses itu"
"Wahhh,dia memang benar-benar tampan yah"
"Ehh,katanya dia ditinggalkan oleh istrinya ,dasar istri kurang ajar,bagaimana bisa ia meninggalka suami yang sesempurna itu"
Ucap beberapa orang di dalam ruangan. Namun saat melihat siapa yang datang dari luar,matanya terbelalak kaget melihat mantan suaminya dengan Jody yang memasuki restoran tersebut.
Ia begitu terkagum-kagum melihat kegagahan dan ketampanan Davin dari kejauhan dengan keangkuhan berjalan lurus ke depan tanpa melirik sebelahnya.Aura dingin dan kejantanannya pun keluar.
Akhirnya makanan mereka pun datang." Silahkan tuan, nyonya.Selamat menikmati"
"Terimakasih" ucap Rey
Sesekali Veena melirik davin , namun ia tidak berani untuk menatap Davin lama karena hanya akan menusuk jantungnya. Ia senang yang berbalut dengan kesedihan .Ia senang karena melihat Davin yang sudah sehat,namun ia juga sedih karena tidak bisa merawat Davin seumur hidupnya.
...****************...
"Sayang kau kenapa ? biar aku suapi"Rey menyodorkan sendoknya kedalam mulut Veena
Dengan terpaksa Veena menerima suapan Rey.
Jody melihat Veena dan Rey sedang mesra di ujung sana. Ia memindahkan duduknya berada di depan Davin agar tidak melihat Veena dan Rey disana.
"Aku sudah melihatnya Jody ,kau tidak usah menutupinya dariku" ucap Davin sambil melihat-lihat buku menu.
"Maaf tuan" Jody menggeser tubuhnya ketempat duduk nya semula.
Sekilas mata mereka bertemu namun hanya sebentar karena dengan cepat Davin mengalihkan pandangannya.
"Percepat pernikahan ku dengan Angelica. Aku muak sakit hati !" kata Davin terdengar jelas oleh Veena .
"Baik tuan,akan saya laksanakan."
__ADS_1
"Aku tidak selera makan disini"
Davin bangun dari duduknya dan melangkah keluar menuju parkiran.
Veena menatap langkah yang melewatinya dengan angkuh dengan rasa bersalah berkecamuk di dada Veena .
Hari telah berganti....
Pernikahan Davin akan diadakan 3 hari lagi dan hari ini Davin akan menyebarkan beberapa undangan untuk rekan rekan kerjanya. Semua itu di urus oleh Jody dan beberapa asisten lainnya.
"Tuan ,semua undangan sudah siap" lapor Jody
"Kau tidak melupakan Raveena kan"
"Tentu tidak tuan,sesuai perintah anda"
"Bagus , beri dia undangan secepatnya"
Apartemen....
Tok tok tok
"Permisi nona" panggil Jody dari luar.
" Sebentar..." sahut veena yang baru habis mandi dengan handuk di kepalanya.
"Jody,kau sedang apa disini?"
Set !
"Ini untuk nona" Jody menyerahkan undangannya kepada Veena
"Apa ini?" Veena menerima undangan itu
"Semoga nona berkenan menghadiri pernikahan tuan muda Davin " jelasnya
"Apa ini sungguhan?"
" Tentu nona, bagaimana anda bisa berpikir bahwa ini bohongan?"
"A--aku hanya..." ucapnya terbata
"Kau sendiri kan yang menginginkan hal ini terjadi? ku harap anda tidak perlu terkejut seperti itu.Saya permisi nona" Jody menundukkan kepala dan melangkah meninggalkan Veena
Veena diam sambil memandangi undangan itu .Air matanya tak terasa menetes."Kau benar Jody , aku memang menginginkan hal ini dan aku tidak sepantasnya menangisi hal ini" .....
__ADS_1
Davin dan Veena sama sama berdiri melihat keramaian di jalanan yang membawa lamunan mereka jauh masuk kedalam.Hati keduanya sama-sama sakit ,namun hal ini harus terjadi .....