
Hari ini Davin pulang dengan keadaan sangat marah dengan Raveena karena ia tahu kemana pergi istrinya tadi sore.Angelica mengirimkan sebuah foto kemesraan Rey dengan Raveena.
Raveena pergi menemui Rey ,mantan kekasihnya namun ia tidak izin dengan Davin. Itu yang membuat Davin kesal dengan Raveena .
"Dimana istriku !? "nadanya bergetar,rahangnya mengeras .
"Di-iii kamarnya,tuan" Luna yang takut dengan amarah Davin memilih untuk menunduk .
BRAKK !!
Suara pintu yang di banting keras oleh Davin.Raveena yang sedang memainkan ponselnya terkejut dengan sikap Davin .
"Dimana ponselmu!!" bentak Davin
"Sayang ,kau kenapa?"
"Berikan ponselmu padaku! mulai sekarang kau tidak boleh memegang ponsel !"
"Memangnya kenapa? ada apa? aku tidak paham?"
"Berikan ponselmu!!" bentak Davin semakin keras
"Aku tidak mau !"
"Berikan padaku Raveena !!!" kini teriakan Davin terdengar sangat keras dan menggelegar seperti suara gemuruh.
Dengan terpaksa Veena menyerahkan ponselnya.
Davin membukanya dan membaca seluruh isi pesan dalam ponsel Raveena.Tiba-tiba Davin membanting ponsel Raveena ke lantai.
PRANKKK !!
"APA YANG KAU LAKUKAN DAVIN!!!?"
Raveena kaget melihat ponselnya yang sudah hancur lebur di tangan Davin.
Veena menghampiri ponselnya dan mengambil serpihan-serpihan yang tersisa.
"Bahkan ponsel murahan itu lebih berharga daripada aku!!"
Veena yang kesal ,berdiri dan menghampiri Davin dan melayangkan satu pukulan pada dada bidang Davin
BUKK!!
"Apa sebenarnya yang kau inginkan hah!!,kau tahu betapa berharganya ponsel itu untukku.Semua kenangan masa laluku ada disana dan kau dengan seenaknya menghilangkannya." teriak Veena yang histeris
"Kau !! apa yang kau lakukan tadi sore hah! kau bertemu bajingan itu kan? kau pikir aku tidak tahu!? aku tahu semuanya Raveena ,dan kali ini kau tidak bisa berbohong lagi padaku"
"Aku bertemu dengannya karena terpaksa.Ada hal yang harus aku bicarakan padanya,itupun hanya sebentar."
"Sebentar ,tapi berpelukan? huh kau lucu sekali Raveena!"
Davin membuka ponselnya dan memperlihatkan beberapa gambar dirinya yang sedang di peluk Rey.
Veena sangat kaget melihat gambar itu,siapa orang yang sudah memata-matai nya.Kali ini dia curiga dengan Jody
"Itu tidak seperti itu.Aku menangkis pelukan Rey ,dan aku memutuskan saat itu juga...Maaf aku tidak meminta izin mu ,karena kau pasti tidak mengizinkannya."
__ADS_1
"Tidak usah banyak alasan!!, hari ini aku sangat kecewa denganmu Raveena !"
Davin melangkah keluar meninggalkan Raveena sendiri di kamarnya.
"Sayang,kau mau kemana? ini sudah malam.Jangan pergi" Raveena berusaha menghalangi langkah Davin
"Aku minta maaf,aku salah tapi aku mohon jangan pergi,ini sudah malam."
"Jangan menghalangi aku Raveena!!"
"Tidak....aku tidak mau!"
"Minggir !!"
Hanya dengan satu teriakan Davin ,berhasil membuat Veena menuruti perintah Davin .
Davin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,pergi meninggalkan mansion.
Raveena hanya bisa pasrah melihat amarah suaminya yang tidak terkontrol.Ia juga merasa bersalah karena sudah menghianati Davin.
Dengan penuh amarah Davin mengendarai mobilnya yang melaju tinggi,ia begitu cemburu dengan Raveena.Ia berniat ingin menemui Rey di apartemen nya dan memberikan pelajaran untuk nya.
Di Apartemen Rey ....
Ting tong,Ting tong !!
Suara bel dari arah pintu ,membuat Rey terkejut. Mengingat ini sudah malam,tidak mungkin ada orang bertamu malam malam begini..
Ceklek...
"Sia....pa?"
Pukulan yang cukup keras mengenai pipi kiri Rey yang membuatnya tersungkur ke lantai dan meneteskan darah segar dari sudut bibirnya
"Itu untuk kau yang sudah berani bertemu diam-diam dengan istriku!"
Bukkk!!
"ini untuk kau yang sudah berani menyentuh istriku!"
Davin mengangkat kerah Rey yang terlihat kesakitan "Jangan bermain-main dengan ku atau kau memang sudah bosan hidup!"
Davin berlalu meninggalkan Rey yang kesakitan .....
...****************...
Di sebuah club Davin memegang sebotol anggur dan meneguknya tanpa henti.Davin sangat gila malam ini,sehingga ia melampiaskan amarahnya dengan mabuk-mabukan.Ia tidak memikirkan istrinya di rumah yang mengkhawatirkannya.
"Luna,apa kau tahu kemana perginya Davin ? raveena yang khawatir bertanya pada Luna
"Maaf nyonya,saya tidak tahu ,tapi biasanya saat marah begini tuan pasti pergi ke klub,dan menghabiskan waktunya disana"
"Tapi bagaimana kalau dia pulang dalam keadaan mabuk?"
Luna tidak bisa menjawab pertanyaan Raveena.
"Aku akan menyusulnya ,dan membawanya pulang" Raveena yang nekad ingin menyusul Davin
__ADS_1
"Jangan nyonya,ini sudah malam, saya tidak mau terjadi sesuatu pada nyonya."
"Tapi aku harus menyusul suamiku luna "
"Biar saya temani nyonya"
"Iya boleh juga,cepat lah bersiap-siap."
"Baik nyonya"
Mereka berdua berangkat menuju ke club yang biasa Davin kunjungi.
Di dalam club...
Raveena yang tidak biasa dengan aroma alkohol merasa mual saat akan memasuki ruangan club itu.
"Ueekkk, ueekkk!"
"Ada apa nyonya?"
"Aku tidak suka bau alkohol"
"Tutup hidung anda nyonya"
Veena menuruti perintah Luna ,dan mulai memasuki ruangan.Matanya berkeliling melihat-lihat keberadaan Davin ,namun Davin tidak ada disana.
"Dimana Davin? kenapa tidak ada?"
saat matanya berkeliling,ia tertarik dengan satu ruangan yang tidak tertutup rapat.
Ia mengintip dari luar ,melihat apakah Davin ada disana?
Dan ternyata benar, Davin yang sedang di kelilingi banyak wanita sedang merangkul satu wanita yang berada di pangkuannya.
Seketika dada Raveena bergemuruh dan seperti terbakar saat melihat suaminya begitu mesra dengan wanita lain.Ingin rasanya untuk masuk dan mencakar cakar wanita gatal itu,namun ia takut mengganggu kenyamanan tamu lain.
"Luna,ayo kita pulang!"
"Tapi tuan belum ketemu nyonya?"
"Dia sedang bersenang-senang! biarkan saja dia sampai puas!!" Nada Raveena terdengar sangat marah dan cemburu.
Luna juga tidak bisa berkata apa-apa saat melihat majikannya hanya menangis di dalam mobil saat perjalanan pulang.
"Nyonya,anda tenang saja.Tuan tidak mungkin menghianati anda,mungkin dia hanya kesal saja Besok juga akan baikan"
"Bagaimana bisa aku tenang melihat suamiku memangku wanita lain saat aku tidak bersamanya?" Hatiku sakit Luna...aku hancur!"
"Tapi,tuan tidak akan pernah membiarkan wanita lain menyentuh nya selain nyonya "
"Hahh !! ,tidak membiarkan tapi wanita itu berada di pangkuannya? jangan pernah membela majikan mu Luna ,Aku tahu kau pelayannya tapi jangan pernah membela orang yang salah !"
"Maaf nyonya"
Luna pun tidak berani berkata-kata lagi karena takut Raveena semakin kesal.
Raveena melajukan mobilnya dengan keadaan marah dan kesal pada Davin.
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai di mansion. Raveena bergegas ke kamar nya tanpa sepatah katapun.Ia menangis di kamarnya sejadi-jadinya...