
Tidak kerasa air mata Veena jatuh membasahi seluruh wajahnya. Ia begitu pilu mengingat kejadian yang baru saja menimpa nya. Veena hampir saja kehilangan kesuciannya hanya karena secuil kesalahan yang tidak begitu besar.Dia terheran-heran,mengapa Davin bisa semarah itu ,padahal ia sendiri bilang untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing,namun kenapa seolah-olah Davin mengingkari kontraknya sendiri...
Veena mengusap air matanya dan berjalan gontai menuju kamar mandi,ia berencana akan berendam malam ini. Ia mengisi air hangat di bathtub dan mulai meredam dirinya ...
20 menit di kamar mandi,Veena akhirnya keluar dari kamar mandi nya.Belum selesai ia mengeringkan rambutnya,terdengar suara pelayan dari arah luar pintu...
"Permisi nona,anda di suruh ke kamar tuan muda,sekarang" ujarnya
"Apa lagi ini!! ya tuhannnn....kenapa tidak bisa membiarkan aku tenang sebentar saja.Yang tadi belum cukup apa!?" desus Veena pada Davin
"Nona? " panggil pelayan memastikan
"Bilang aku sudah tidur" jawab Veena ketus
"Tapi nona ,saya tidak berani berbohong pada tuan,saya takut tuan marah dan memecat saya."balas nya khawatir
"Ya sudah...!! aku kesana sekarang ! " bentak Veena
"Saya permisi nona"
Di kamar Davin ,Veena mendapati Davin yang tengah duduk di ranjangnya dan bersandar pada dipan sambil memegang sebuah laptop.
"Ada apa kau memanggilku?" Veena tertunduk tidak ingin menatap mata Davin
"Ada apa di bawah sana?? apa ada yang lebih menarik selain aku?" tanya davin melirik Veena
"Angkat wajahmu" kali ini Davin tidak membentak Veena malah lembut kepadanya
"Obati lukaku" perintah Davin sambil melihat laptopnya.
"Kau tuli?" suara Davin sedikit keras
"Tidak!" Veena berjalan mengambil P3K di ruang tamu...
5 menit Veena berlalu akhirnya ia kembali
Davin yang semula sibuk dengan laptonya ,menaruh laptop ke meja .
"Sini"Davin menepuk-nepuk kasurnya yang putih bersih.
Veena mengikuti perintah Davin dan mulai mengolesi obat pada luka Davin."aawhh...pelan-pelan sayang" ucap Davin kesakitan
"Apa tadi katanya? sayang? cihh menjijikan?" batin Veena dalam hati.
Davin terus menerus menatap mata indah veena yang tanpa celah sedikitpun."Kau bahkan jauh di bawah kekasihku" celetuk Davin tiba-tiba
Veena yang kesal menekan keras pada luka Davin membuat Davin kesakitan
"aaahhkk...sakit..kau!" rintih Davin
"Sudah!" Veena beranjak dari kasur dan akan segera keluar kamar namun tiba-tiba tanganya di tarik oleh Davin
"Kau cemburu? goda davin pada Veena, wajah Davin tepat di depan wajah Veena
"Apa cemburu? tidak mungkin aku cemburu,lagipula aku sadar aku siapa.Tidak mungkin aku di cintai oleh kau yang sempurn--.." ucap veena terpotong oleh Davin
"Tapi bagaimana kalau aku mencintaimu?" sanggahnya
__ADS_1
"A--aku mau keluar" Veena yang gugup berusaha lari dari hadapan davin
"Kau mau kemana? " Davin menarik selimutnya
"Akuu...mau ke kamar"
"Tidurlah di sini malam ini"pintanya
"Tidak mau!! aku mau ke kamar" Veena melangkahkan kaki nya cepat dan pergi meninggalkan Davin ...
...****************...
Hari telah berganti, begitupun dengan hati Davin saat ini.Ia merasa ada perubahan dalam hidupnya.Hari harinya yang di jalani terasa berbeda saat menikahi Raveena...
"Dimana istriku? tanyanya pada seorang pelayan
"Maaf tuan,nona sedang mandi,mungkin sebentar lagi akan selesai" ujarnya
"Panggil istriku dan suruh dia kesini.Kau boleh keluar sekarang!" ucapnya ketus
"Baik tuan" pelayan itu keluar dari kamar Davin...
Veena yang sudah selesai mandi,melangkah menuju kamar Davin.
"Pasangkan dasiku" perintah Davin tiba-tiba
"Baik"Veena mengambil dasi Davin dan mulai memasangkannya
Setelah selesai,mereka turun ke bawah untuk sarapan.
"Selamat pagi tuan dan nyonya"sapa salah satu pelayan di mansion itu...
"Biar aku ambilkan"Veena mengambilkan roti lalu diisi dengan selai kacang ,karena Davin tidak suka coklat.
Veena meletakkan rotinya di piring Davin dan Davin memakanya dengan lahap.Mereka berdua sedang asik menikmati sarapan .
"Sayang aku pergi ke kantor dulu,kau jaga diri ya.cup!! "kecupan mesra seorang suami pada istrinya
" Eemmm,kau hati hati" Veena mengantar Davin sampai depan gerbang mansion.
"Nampaknya istriku sudah mulai khawatir dengan suaminya" goda davin
"Jangan kepedean ,aku hanya tidak mau menjadi janda di umur segini" ujar Veena
"Apa?" Davin terkekeh
"Sudah tuan,ini sudah siang,bisa bisa kita sudah terlambat." Jody menengahi pertengkaran majikannya...
Hari ini Davin pulang cepat karena ia merencanakan akan makan malam romantis dengan istrinya.
"Sayang aku pulang" mata Davin berkeliling mencari cari keberadaan istrinya
"Maaf tuan ,nona sedang di halaman belakang " Luna tergesa-gesa menghampiri Davin
"Sedang apa dia disana?" Davin melonggarkan dasinya dan berjalan menuju halaman belakang.
"Nyonya sedang melamun tuan,entah kenapa akhir-akhir ini nyonya sering melamun." beber Luna
__ADS_1
Cupp!!
"Sayang kau kenapa?" Davin mencium pipi Veena
Veena tersontak kaget dengan keberadaan Davin
"Kau kenapa sudah pulang?" Veena berdiri dari duduknya
"Aku berniat untuk mengajakmu makan malam berdua malam ini" ajak Davin
"Boleh " Veena tersenyum manis pertama kali kepada Davin
Mereka bersiap-siap untuk pergi ke sebuah tempat dinner termahal di kota itu yang bahkan kekasihnya saja tidak pernah diajaknya diner di restoran itu.
Veena mengenakan gaun merah maroon yang sedikit seksi dan Davin yang sudah rapi dengan setelan jas hitamnya ,mereka terlihat sangat serasi bak seorang aktor dan aktris...
Visual ...
Mereka telah tiba di tempat tujuan.Veena sudah di bukakan pintu oleh Davin dan mereka bergegas masuk kedalam.
"Selamat datang tuan muda Davin dan nyonya Raveena ,silahkan masuk."Sambut pelayan restoran
Veena terkagum-kagum dengan keindahan resto ternama tersebut ,bangunannya megah,luas yang dihiasi oleh dekorasi termahal.
"Waaah....pantas saja restoran ini sangat mahal,memang pas dengan keindahan dan kemewahannya" batin Veena ...
Davin menggenggam erat tangan Veena dan mengajaknya duduk di meja yang sudah di pesannya khusus.
"Sayang, kamu mau makan apa?" perkataan Davin semakin hari semakin lembut dan mesra
"Aku ikut kamu saja" Veena menatap mata Davin
"Pelayan,bawakan saya menu istimewa di restoran ini"pinta Davin
"Baik tuan,mohon tunggu sebentar tuan" pelayan itu meninggalkan mereka berdua
"Kamu sangat cantik malam ini sayang" Davin mulai menggoda Veena
"Terima kasih" Veena tersenyum tipis kepada Davin
Tidak lama, makanan mereka pun datang.Veena mulai antusias menyantap makanan di depannya.Davin memotong kan beberapa daging panggang dan menaruhnya di piring Veena.
Suasana begitu romantis,karena mereka terlihat mesra saat itu...
Namun salah satu teman dari Angelica yang bernama Sonya, berada disana dan melihat kemesraan Davin dan Veena .Sonya memotret nya lalu mengirimkannya pada Angel.
Cekrek!! suara ponsel memotret...
"Aku harus segera mengirimnya pada Angel,agar dia tau bagaimana kelakuan kekasihnya disini" gumamnya dalam hati
Ting!!
Suara pesan masuk di handphone Angel."Angel,kamu harus lihat betapa mesranya Davin dengan wanita lain disini" isi pesan Sonya ,lalu mengirimkan sebuah foto Davin dan Veena
__ADS_1
"Sialan !! umpat Angelica....