
"Rey ,aku mau ke kamar mandi sebentar" Veena izin ke kamar mandi untuk menenangkan pikirannya.Ia melangkah cepat berusaha menghindar dari tatapan tajam Davin
"Apa dia sedang melihatku? Tidak ,tidak mungkin ,dia saja tidak mencari ku dan sebentar lagi dia akan menikah,tidak mungkin dia peduli padaku" gumamnya dalam hati
Set !
Bruk !
Tangan kekar Davin yang penuh urat kejantanan,menarik tangan Veena dan memojokan tubuh tubuh Veena dengan kasar ke dinding toilet yang sepi.
"Kenapa kau menghindari ku!?"
Deg!
Tiba-tiba jantung Veena berdegup kencang dan semakin tidak karuan,Wajah Mereka saling bertatap,Davin memerangkap Veena di kedua tangan yang kekar.
"Apa kau tahu apa yang aku alami setelah kepergian mu?"
"Apa kau tahu betapa tersiksanya aku hidup tanpamu?
"Tuan.. lepas.."
Davin mengelus lembut rambut dan wajah veena yang begitu dia rindukan.
"Aku menghabiskan setiap nafasku hanya untuk merindukanmu Veena ,aku tidak bisa hidup tanpamu" Tutur kata Davin berubah lembut.Davin memeluk erat tubuh Veena.
Anehnya ia tidak berontak seperti tadi ,ia merasakan kehangatan pelukan dada bidang davin yang kekar.
Davin ingin mencium bibir Veena namun aksinya berhenti ketika Veena menahan tubuh Davin dan mendorongnya sedikit keras
Bukk !
Veena mendorong tubuh Davin dan berusaha menghindari ciuman Davin.
"Tidak!! Aku tidak tahu dan tidak mau tahu.Kau akan menikah bukan? dan kita juga bukan suami istri lagi jadi tolong jangan mencari ku lagi.Semoga kau bahagia bersama Angelica." Veena melangkah keluar dari toilet
"Aku tidak pernah menceraikanmu,dan aku tidak akan menceraikanmu.Aku sangat mencintaimu Raveena "
Langkah Veena terhenti mendengar ucapan Davin .
"Maka dari itu ceraikan aku sekarang." Veena melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan Davin .
"Aaarrgghhh......" teriak Davin frustrasi.....
Jody menghampiri Davin yang terlihat berapi api sambil menatap raveena di seberang kolam yang menggandeng tangan Rey sambil berbincang-bincang.
Davin duduk di pinggir kolam dengan segelas anggur di tangannya.
BRAKK
"Berikan aku anggur lagi"
Davin terlihat sangat menyeramkan sehabis dari toilet.Matanya berkobar melihat Veena dengan Rey
"Lagi!"
__ADS_1
Btak
"Lagi"
Brak
"lagii"
Satu gelas ,dua gelas hingga sepuluh gelas Davin habiskan membuat ia kehilangan kesadaran.Katanya sudah tidak karuan.Jody sangat prihatin melihat kondisi majikannya yang sudah mabuk berat.
"Tuan ,sudah berhenti ayo kita pulang,ini tidak baik untuk kesehatan mu tuan." Jody berusaha menasehati Davin
"Dia tidak mencintaiku, dia meninggalkan aku jody,aku benci dia! kalimatnya tidak karuan.
"Tuan ayo kita pulang" Jody memapah tubuh Davin untuk pulang
Angelica tidak terlihat sejak tadi ,entah kemana perginya tidak ada yang tahu....
"Rey sebaiknya kita pulang duluan ya,aku tidak enak badan."
"Kau baik-baik saja Veena? ayo kita pulang" Rey mengiring tubuh Veena keluar dari ruangan itu....
...****************...
Satu Minggu berlalu ,Veena sedang merapikan beberapa pakaiannya untuk di masukan ke dalam koper. tiga jam lagi ia akan berangkat.
"Veena kau sudah siap" tanya Rey
"Sudah,semua sudah siap" Veena mengangkat kopernya
"Ayo kita berangkat sebelum ketinggalan pesawat."
"Tuan...ada kabar dari nona Raveena ,3 jam lagi ia akan pergi ke London bersama tuan Rey dan mereka akan menetap disana"Terang Jody
"Apa!! kita ke bandara sekarang sebelum pesawat nya lepas landas,jangan sampai terlambat" Davin memakai jas nya dengan tergesa-gesa dan mereka pun berangkat bersama beberapa bodyguard nya...
*Srrttt!
Srrrtt*!
Suara roda koper yang beradu pada lantai bandara.Veena melangkah dengan putus asa dengan wajah yang suram menuju sebuah loket di bandara tersebut.Walaupun ia sedikit bimbang dengan keputusannya ,namun ia tetap meyakinkan dirinya ...
"Veena kau mau makan atau minum?
"Aku tidak lapar dan haus Rey " Sahutnya ketus.
"Baiklah aku,mau ke toilet sebentar kau jangan kemana-mana nanti kita ketinggalan pesawat."
"Iya Rey " Veena mengangguk.
Ia menghabiskan waktunya untuk melamun,berharap Davin datang dan mencegahnya untuk pergi,namun sepertinya itu tidak akan pernah terjadi.
Tak terasa air mata Veena berjatuhan dan membasahi pipinya. Rey sudah kembali dari toilet mendapati Veena yang sedang terisak ,ia mempercepat langkahnya...
"Veena ,kau kenapa? kenapa menangis begini?" tanya Rey khawatir
__ADS_1
"Aku hanya merindukan ibuku" Veena sedikit berbohong karena takut Rey kesal padanya yang berharap Davin mencegahnya...
"Cari setiap sudut bandara ,jangan sampai ada yang terlewatkan"
"Baik tuan"
Tanpa lelah mereka semua mencari keberadaan Raveena,akhirnya Davin menemukan titik terang. Veena tengah berada di sudut paling ujung bandara sedang melamun dan menanti jam keberangkatannya.
15 menit kemudian suara pengumuman dari petugas bandara memenuhi ruangan,yang memberi info agar semua penumpang tujuan London segera memasuki pesawat.
Setelah mendengar pengumuman,Veena dan Rey berjalan menuju pesawat nya.
"Raveena Mahotama !!"
Suara lantang Davin menghentikan langkah Veena dan Rey .
Veena membalikan tubuhnya dan mendapati Davin yang sudah berdiri tidak jauh darinya bersama Jody dan beberapa bodyguard nya.
"Sejauh apapun dirimu pergi kau tidak akan bisa lepas dariku"
"Bagaimana kau pergi tanpa ini" Davin mengeluarkan sebuah kertas,yang merupakan paspor Veena .
"Darimana kau mendapatkan pasporku?"
"Itu semua tidaklah penting,Kau tahu bukan aku bisa mendapatkan apapun yang ku mau bahkan hanya untuk sebuah paspor."
"Kembalikan!!" Veena mencoba merebut paspornya
Davin terkejut dengan suara kasar Veena dan diam sejenak menatap tajam mata Veena
Sreett!!
Davin merobek paspor tersebut dengan senyuman yang menyeringai licik.
Tes !
Air mata Veena menetes melihat potongan-potongan kertas yang berserakan di lantai
"Bahkan kertas saja ,jauh lebih berharga dari ku"
"Kauu! "
PLAKK!!
Tamparan keras dari tangan mungil veena mendarat di pipi kanan Davin .
"Aku sudah kehilangan semuanya sekarang,aku kehilangan ibu ku,pekerjaan dan segala-galanya. Tapi kau masih menyalahkan aku atas semua yang terjadi? Kau tahu seberapa usahaku untuk melupakanmu? Hanya dengan cara ini aku bisa terbebas dari perasaanku sendiri.Tapi kau hancurkan semua mimpi mimpiku dengan sekejap mata. Memang kau tidak punya hati dan perasaan,kau manusia iblis.
"Kau bisa hidup tanpaku dan bahagia bersama Angelica kekasih kesayanganmu itu dan lupakan aku ! kau masih punya pengganti ku namun aku tidak punya penggantimu di hatiku"
Veena merobohkan dirinya ke lantai dan mengambil potongan-potongan kertas tersebut .
"S--sayang, maafkan aku ,aku tidak tahu penderitaan mu,aku mohon jangan tinggalkan aku lagi aku sangat tersiksa sayang" suara Davin lirih memohon pada Veena
"Sebentar lagi kau akan menikah kan? aku mohon padamu jangan sakiti Angel." Veena berdiri dan melangkah bersama Rey menjauhi Davin
__ADS_1
"Sayang....dengarkan aku dulu,kau hanya salah paham sayang..."
"Sayaaang......."