Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 13 : Sebuah pesta


__ADS_3

Di kantor, Davin tersenyum-senyum mengingat betapa lugu istrinya itu,yang akan menunduk jika salah dan melawan jika benar.Mungkin dia sudah jatuh cinta dengan istrinya.


"Ada apa tuan muda? kelihatannya anda sangat bahagia hari ini? "sapa Jody sambil menyerahkan beberapa berkas yang harus di tandatangani oleh Davin


"Gadis itu selalu membuatku berdebar-debar saat di sampingnya dari awal kita bertemu sampai kini sudah menjadi istriku" Davin menatap jendela dan memasukkan tangannya di saku celana


"Maksud anda nona Raveena tuan?" tanya Jody penuh dengan rasa penasaran.


"Memangnya istriku siapa lagi!?" bentak Davin


"Hehehe ,maafkan saya tuan" Jody sedikit tertawa dengan perkataan davin


"Kau! tadi tertawa Joddy ?" Davin berbalik dan bertolak pinggang pada Jody


"Tidak tuan,saya permisi dulu" Jody keluar dari ruangan untuk menghindari amukan Davin


Ting !


Ponsel Davin tiba-tiba berbunyi


"Hai sayang ,apa kabar? ,aku telpon kamu ya?".Angelica mengirimkan pesan untuk Davin


"Hai sayang ,hemm aku rindu sekali.Bagaimana kabarmu tunggu aku 2 bulan lagi sayang aku akan pulang.Sayang? kau melamun? kau tidak rindu padaku? kau tidak senang aku telpon? eemm? kenapa kau diam saja?."


"Tidak sayang ,aku juga rindu sekali,...aku baik ,bagaimana dengan mu? " Davin berhenti melamun dan mulai fokus pada angelica.


"Ku dengar kau sudah menikah? Kenapa? kau tidak cinta lagi denganku? atau kau dijebak sama wanita murahan itu? " mata Angelica menyipit menunggu jawaban Davin


"Tidak sayang,aku terpaksa menikahinya karena aku ingin kau cepat pulang" jelas davin


"Sayang ,sudah ku duga kau tidak mungkin mengkhianati cintaku,tunggu aku sayang,1 atau 2 bulan lagi aku pasti pulang,dan akan kau akan ku rebut kembali.Kau belum pernah menyentuhnya kan Davin?"


"Belum sayang,aku tidak sudi menyentuhnya aku hanya akan memberikan tubuhku padamu" goda davin


"Ya sudah sayang aku sangat sibuk hari ini udahan dulu yaa,byee " Davin mematikan ponselnya dengan terburu buru.


"Byee saay--...ckk iihh ,belum juga apa apa udah di matikan saja " decak Angel


Davin bersiap untuk menghadiri rapat dengan beberapa client ,ia sejenak melupakan Veena dan Angelica.


...****************...


Hari menjelang sore ,Veena yang bosan di kamarnya berniat mengelilingi mansion megah itu.Ia keluar dari kamarnya yang sengaja di kunci Davin , ia hanya mengunci pagar nya saja agar Veena tidak bisa keluar rumah,namun masih bisa keluar kamar...


Luna melihat majikannya sedang melihat-lihat sekeliling seperti mencari sesuatu,"Apakah nona Raveena akan kabur ? wahh tidak bisa di biarkan ini.Nyonya?"


"Anda sedang apa nona? apa ada sesuatu yang hilang ? " Luna menundukkan kepalanya melihat sekeliling apa yang di cari cari majikannya.


"Aahh tidak...aku hanya mencari udara segar aku bosan di kamar. Fuuhhhh ,udaranya segar sekali" Veena menghirup udara yang terasa segar...

__ADS_1


Petang pun tiba... Veena yang masih tiduran di kasur di kejutkan oleh suara ketukan dari pintu


Tok tok tok!


"Permisi nona ,saya Luna izinkan saya masuk" Luna memanggilnya dari luar


"Masuklah" jawabnya


"Nona, ini pakailah ,tuan yang menyuruhku" Luna menyerahkan gaun hitam yang terlihat mewah yang memperlihatkan punggung dan pundak raveena yang indah


"Gaun? tuan menyuruhku memakai ini? memangnya mau kemana?" tanya nya pada Luna


"Saya tidak tahu nona,tuan Jody yang menyerahkan gaun ini tadi" tegas Luna


"Cepat nona,tuan muda sudah menunggu anda di luar,nanti kita bisa di marahi karena terlalu lama" imbuhnya.


"Iya- iyaa"Veena berjalan menuju ke kamar ganti.


Sepuluh menit kemudian....


Veena yang di dandani sendiri oleh Luna,memakai riasan yang sederhana namun terlihat elegan dengan rambut yang terurai panjang.Penampilannya yang anggun sangat cocok dengan Davin yang tegas.


"Sudah nona,ayo kita turun" Luna merapikan alat make-upnya.


"Luna,tidak ada baju yang lebih tertutup? aku risih memakai gaun ini,gaun ini terlalu terbuka" keluh Veena


"Taapi.." kata Veena terpotong saat Jody memanggilnya dari luar kamar.


"Nona sudah selesai? tuan muda sudah menunggu lama di bawah nona." suara Jody tiba-tiba.


"Iya sebentar lagi" pungkasnya.


Veena pun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dengan hati hati karena sepatu heels nya yang terlalu tinggi baginya membuat nya tidak nyaman karena ia tidak terbiasa memakai sepatu hak tinggi.


Davin begitu takjub dengan pesona raveena, matanya terbelalak melihat betapa anggun dan cantiknya Veena oleh gaun yang di pilihnya dan riasan yang tidak terlalu menor.


Davin sulit sekali mengalihkan pandangannya bahkan hanya untuk menelan salivannya sendiri.


"Kau membuang waktuku hanya untuk riasan jelek seperti ini!!? cihh kalau bukan kau istriku mungkin sudah ku tinggal kau!! cibir Davin pada veena .


"Cepatt!! "Davin menggandeng tangan Veena dan mengarahkannya untuk masuk ke mobil.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah pesta yang digelar oleh salah satu rekan kerja Davin .Yang di undang bukan hanya Davin tapi banyak pengusaha kaya dan terkenal juga hadir dalam pesta tersebut.Di dalam perjalanan,mereka berdua sama-sama diam tanpa suara.Davin sesekali merilik Veena yang begitu mempesona...


Mobil pun tiba di sebuah hotel megah nan mewah yang terkenal di kota itu .Semua tamu yang berdatangan pun bukan tamu sembarangan ,melainkan para pengusaha pengusaha yang sukses di negeri ini.


Jody bergegas keluar untuk membukakan pintu majikannya


Saat akan turun Davin segera meraih tangan Veena dan menggenggam erat tangannya...

__ADS_1


"Silahkan tuan muda,nyonya Veena " Jody mempersilahkan majikannya untuk masuk ke dalam pesta.


Di dalam pesta Davin langsung di sambut oleh rekan kerjanya, Johan Wahyudi yang menggelar acara tersebut.


"Haii Vin , Silahkan masuk.Ku kira kau tidak akan datang... Ini istri mu? wah wah cantik sekali ,kau pintar mencari istri Vin "bisiknya pada davin


"Ahhh mana mungkin aku tidak datang di pesta sahabat ku sendiri, kau ada ada saja hahaha"Davin menepuk pundak Jonas


"Hahaha iya iyaa,Selamat menikmati Vin ,aku mau menyapa mereka dulu" Jonas beralih ke tamu lain


"Kau jangan kesenangan dulu karena di puji cantik,mungkin mata Jonas sedang buta hari ini,ingat jangan membuatku malu hari ini,disini banyak tamu penting jadi jaga sikapmu!!" bisik Davin pada Veena lalu meninggalkan Veena begitu saja untuk menyapa rekan kerja yang lain ...


Veena hanya diam saja mendengar kata Davin ,ia tidak memperdulikan perkataan davin ,ia hanya fokus ke meja makan karena sedari tadi siang ia belum makan dan saat ini ia sedang lapar.


Tiba-tiba seorang pelayan mengahampiri Veena dengan membawakan sebuah makanan dan minuman " silahkan nona,selamat menikmati,saya permisi" pamit pelayan paruh baya itu...


"Terimakasih pelayan" Veena pun duduk di sofa dan menikmati makanan dan minuman yang di hidangkan


Davin melirik Veena yang sedang asik makan ,"Dasar gadis kampungan" batinnya sambil tersenyum tipis kepada Veena.


Davin terlihat bahagia dengan beberapa rekan kerja wanitanya yang masih muda,mereka terlihat sangat akrab bahkan mereka sampai berbisik di telinga Davin dan tertawa kecil.


"Huh,memang Laki laki mata keranjang!!, bagaimana bisa ia berduaan dengan wanita lain dan meninggalkan aku disini sendiri?" gumam veena dalam hati


Tiba-tiba,Veena berlari ke toilet karena ingin pipis.


Setelah selesai,Veena yang ingin kembali ke dalam pesta mengurungkan niatnya,ia ingin sendirian saat ini menatap indahnya kota dan ribuan bintang yang menghiasi langit.


Ia menyendiri di atas gedung dengan sebuah minuman di tangannya...


Tiba-tiba,ada sebuah jas yang menutupi tubuhnya,Veena tersentak kaget karena di sampingnya sudah berdiri Reynold,temannya selama ini


"Udara malam tidak bagus untuk mu,kenapa kau melamun disini?" Reynold memakaikan jas miliknya ke tubuh Veena


"Rey,? kau disini juga? "ucapnya gugup


"Justru aku yang harus bertanya? kau sedang apa malam malam disini dengan pakaian terbuka seperti ini? kau ingin sakit?" Rey melirik tubuh indah veena dari atas sampai bawah


"Aku hanya sedang mencari angin karena di dalam sangat gerah,ohh ya kau diundang juga?" Veena menyeruput minuman di tangannya.


"Tidak,ini acara kakakku dan aku hanya hadir saja disini" Rey mengambil pandangannya ke langit .


"Kau sendiri datang dengan siapa?" tanyanya balik pada Veena


"I--itu ,aku ...datang sama s--suamiku"Veena tertunduk takut Rey akan marah.


Tiba-tiba Reynold menyemprotkan minuman yang ada di mulutnya karena kaget mendengar jawaban Veena


"s--suami?...kau sudah bersuami" matanya menatap tajam Veena berharap kalau perkataan Veena tidak benar....

__ADS_1


__ADS_2