Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
chapter 6 : Kegelisahan Davin


__ADS_3

Tanpa sengaja Davin yang ingin ke toilet, melihat Veena di masuk ke dalam ruangan bosnya dan menguping pembicaraannya.Pintu ruangan yang tidak di tutup rapat,Davin masih bisa mendengar sedikit pembicaraan mereka.


"S-sayaa ...pikir pikir dulu pak," nampaknya Veena agak keberatan dengan syarat yang di berikan.


"Okee,saya kasih kamu waktu berpikir 3 hari,kalau kamu tidak bisa menuruti syarat itu,jangan harap kamu akan mendapatkan uang,bahkan kamu saya berhentikan dari pekerjaan ini." ancaman Albert membuat Veena takut untuk menolak syarat itu,mengingat ibunya yang sedang koma dan butuh biaya untuk segera di operasi.


Ia keluar dari ruangan untuk menghirup udara segar namun tiba tiba ia di kejutkan oleh Davin yang sudah berdiri di depan pintu.


"Kauu !?" teriaknya kaget.


"Sedang apa kau disini !!?."tatapannya sinis.


"Aku hanya lewat dan tak sengaja aku mendengar percakapan kalian." jawabann Davin enteng.


"Kauu, beraninya menguping pembicaraan ku,pria aneh." maki Veena.


"Berani- beraninya kau memaki aku,kau tak tau siapa aku hah!, a-aku." kata Davin terpotong saat tiba tiba Veena menutup mulut Davin dengan jarinya.


"Mau siapa kau ,dan se terkenal apapun kau aku tidak pernah peduli dengan laki laki yang tak punya hati macam kau !!" Veena menunjuk wajah tampan Davin dengan jari mungilnya dan pergi meninggalkannya.


"Benarkah?,kuu dengar ibumu sedang sakit dan membutuhkan biaya untuk segera operasi."


Langkah Veena terhenti mendengar ucapan Davin tiba tiba.Lalu ia membalikan tubuhnya menghadap Davin.


"Aku ada saran yang jauh lebih baik dari pada tua Bangka yang serakah itu.Kalau kau tertarik bisa datang besok ke kantorku."Davin menyerahkan kartu nama yang berisikan alamat kantornya,lalu pergi meninggalkan Veena.


Veena yang hanya diam memungut kartu nama itu yang sengaja di jatuhkan Davin.


"Sebenarnya apa yang diinginkan laki laki angkuh ini?." batinnya...


Davin kembali ke meja dan melanjutkan meeting nya.


Sedangkan Veena juga kembali bekerja seperti tidak ada apa apa.


Selesai meeting,Davin segera meninggalkan restoran tersebut dan kembali ke kantornya...


Veena bekerja tidak fokus karena,ia memikirkan ibunya yang sedang terbaring lemah, dan agar segera mendapatkan pertolongan.Dan juga ia gelisah dengan syarat yang di berikan oleh bos nya mengenai pernikahan itu.Namun tak di sadari ia tidak sengaja menabrak salah satu pengunjung laki laki dan...

__ADS_1


BRAKK!! Veena menjatuhkan segelas minuman.Ia juga membasahi baju pria tersebut.


"Ahh,ma-maafkan saya tuan,saya benar benar tidak sengaja,maaf tuan maaf." veena meminta maaf sambil mengelap baju pria itu.


"Tidak apa apa nona,biar ku bersihkan sendiri." ucap pria itu yang merasa bersalah juga karena ia juga tidak berjalan dengan hati hati.


"Tidakk,ini salah ku,biar aku saja tuan."Veena bersikokoh sambil mengelap baju itu sampai sedikit kering.


Reynold,seorang pengusaha muda yang sukses dan berbakat dalam bisnis,wajahnya yang tak kalah tampan dari Davin ,melirik sambil tersenyum tipis ke arah Raveena,ia sepertinya tertarik dengan wajah polos Veena.


"Sudah tuan,sekali lagi saya minta maaf sudah mengganggu kenyamanan anda," Veena menunduk tak berani menatap wajah orang yang di tabraknya tadi.Tapi sekilas ia melirik dan melihat senyum manis di wajah Reynold.


"Tidak apa-apa,boleh kita kenalan? Reynold menyodorkan tangannya.


"Saya Raveena." Veena membalas jabatan tangan Reynold.


"Raveena...,nama yang cantik ,sama seperti orangnya." Reynold tersenyum manis.


"Aku Reynold,panggil saja Rey."melepaskan jabat tangannya.


"Akuu....," kalimatnya terhenti saat seorang pelanggan memanggilnya karena ingin memesan makanan.


"Maaf aku permisi,aku sedang bekerja." veena melangkah meninggalkan Reynold.


...****************...


Davin yang sedang duduk bersandar di kursinya,tiba tiba ia mengingat gadis yang menamparnya dan memaki dirinya,Raveena.Bahkan namanya saja ia belum ketahui.Entah kenapa ia berdebar saat bertemu dengan Veena , jantungnya terasa ingin lepas dari tempatnya.Entah apa yang terjadi,ia pun tidak mengerti.


Hampir pukul 10.00 malam,Davin tidak akan pulang,ia berniat akan menghibur dirinya yang banyak pikiran."Jody,aku tidak pulang malam ini,kau boleh pulang nanti setelah semua urusan kantor selesai,aku akan menghibur diriku,"


"Baik tuan." tanpa membantah ,Jody mengerti kenapa tuannya menjadi seperti itu.


Mengingat sang kekasih ,Angelica yang jauh di negeri orang membuat Davin frustasi,kekasih yang begitu tuannya cintai.Bahkan melebihi apapun.Ia pun merasakan apa yang di rasakan tuannya walaupun ia tidak pernah jatuh cinta,tapi ia dapat merasakan apa yang tuannya rasakan.Ia bisa di juluki anjing yang sangat menyayangi tuannya,bahkan melebihi menyayangi dirinya,dari kecil ia merawat Davin semenjak ayah dan ibunya meninggal karena di bunuh oleh musuh bebuyutannya...


Karena sudah larut malam,Veena bergegas untuk pulang.Ia pulang berbarengan dengan teman satu kerjanya.Reva ,hanya dia salah satu temannya mengobrol.Hanya Reva yang mau berteman dengan Veena.


Di rumah Veena...

__ADS_1


"Terima kasih vaa,kau baik sekali padaku. Ohh yaa,kau tidak mau mampir dulu?" ajak Veena.


"Ini sudah malam ven,aku takut di jalan."tolak Reva.


" heemm,baiklah kau hati hati dijalan yaa.sekali lagi terima kasih vaa."


"Ok byee." Reva melambaikan tangan.


"Byee vaa.." Veena membalas lambaian tangan Reva.


Sesampainya di kamar,entah kenapa Veena merasa ada yang hilang.Ibunya yang selalu menyambutnya pulang,menasehatinya dengan penuh kasih sayang,kini ia terbaring lemah di rumah sakit.Yang paling menyakitkan lagi,ia sebagai anak tidak bisa merawat ibunya,ia merasa bersalah karena membiarkan ibunya sakit terlalu lama sampai akhirnya koma.Tak terasa ia meneteskan air mata ,menangis deras mengingat semua kenangan indah bersama ibunya, sampai ia tertidur lelap.


Sementara di sebuah club malam,Davin terus meneguk sebuah wine tanpa berhenti.pikirannya kalut, hatinya gundah mengingat semua kenangan manis bersama mantan kekasihnya yang tega menyakiti perasaan Davin dan mengkhianati hubungan mereka yang sudah terjalin 5 tahun.


Seorang gadis mencoba menggoda Davin dengan menyentuh dadanya yang bidang,dan duduk di pangkuan Davin.Ia meraba raba tubuh Davin berharap Davin tergoda namun...


Set ! Tangan Davin menghentikan aksi gadis tersebut yang ingin menciumnya dan menggenggam erat tangan gadis itu ,hingga gadis itu sedikit merintih kesakitan.


"aauwhh,sakit tuan apa yang kau lakukan?." rintihnya.


"Jangan pernah kau berani menggodaku dengan tangan kotormu ini,hanya wanitaku saja yang boleh menyentuhku, Davin mendorong tubuh gadis itu hingga tersungkur jatuh." apa kau paham ****** murahan!!" bentak Davin kesal.


"Maaf tuan,aku mengerti." gadis itu tertunduk.


Davin yang kesal,berlalu meninggalkan ruangan itu.Ia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil nya dengan kecepatan cukup tinggi,menerobos lampu merah.Beruntung jalanan sedang sepi karena sudah malam.Namun tiba tiba ia terpaksa menghentikan mobilnya paksa dan...


Ciittt!! Suara gesekan ban mobil terdengar begitu nyaring,Davin yang hampir saja menabrak seekor kucing.


"Dasarr kucing sialan, beraninya kau menghalangi jalanku,hah!" umpatnya sambil melajukan lagi jalan mobilnya.


Sesampainya di mansion ia di sambut oleh beberapa pelayan.Ia duduk di sofa sambil memejamkan matanya.Seorang pelayan membukakan sepatu Davin.


Davin bergegas masuk ke kamarnya dan bersiap untuk mandi.15 menit berlalu ia pun keluar dengan menggunakan baju kaos biasa dan celana pendeknya.Ia mengecek ponselnya yang berada di atas meja lampu tidur,ia mendapati beberapa pesan dan panggilan masuk dari Jody.Ia pun membalas singkat pesan Jody. " Aku sudah di rumah dan akan segera beristirahat." isi pesan Davin .


Jody yang merasa lega dengan balasan pesan Davin ,ia pun membalas lagi pesan dari Davin.


"Baiklah tuan,aku sedikit tenang.Beristirahatlah ,selamat malam tuan ." setelah ia melihat tidak ada balasan lagi dari Davin ,ia pun tertidur...

__ADS_1


__ADS_2