
Alexa mulai membuka matanya dengan perlahan, beberapa kali ia mengerjapkan matanya karna sinar lampu yang membuat matanya silau. saat matanya sudah membuka sempurna dia melihat sekeliling ruangan tapi tidak ada orang di sana.
Alexa kembali mengingat kejadian yang ia alami, seketika kejadian yang menimpanya muncul dalam memory ingatanya.
" anak ku" seketika Alexa memegangi perutnya dan ada sedikit kelegaan saat mendapati perutnya yang masih sama sebelum kejadian malam itu. dan seketika dia mengingat nama seseorang.
" Kenan. di mana Kenan?" ucap Alexa dengan panik, dengan rasa begitu khawatir dia bangun dari tidurnya saat dia hendak melepas selang infus yang ada di tanganya saat itu pintu kamar terbuka.
" Alexa" teriak seseorang yang baru masuk. dan langsung berlari mendekat dan berusaha menahan Alexa yang hendak melepas selang infusnya.
" Jagan le, kamu ngak boleh gini" ucap kemal
" lepas om, aku mau nyari Kenan. dia terluka om" ucap Alexa yang mulai menangis.
" dia terluka karna aku" dan Alexa pun mulai histeris.
" Kenan baik-baik aja le, kamu ngak boleh gini?" ucap kemal berusaha menenangkan Alexa walau sebenarnya dia sendiri merasa begitu sedih memilat orang yang ia sayangi seperti itu.
" tidak om, Kenan pasti terluka dia berusaha menyelamatkan aku, dan,,," Alexa mendorong tubuh kemal dengan sekuat tenaga sampai tubuh kemal terlepas darinya dan langsung ia cabut selang infus yang ada di tanganya, tanpa peduli darah keluar dari sana dengan sekuat tenaga ia berusaha turun dari tempat tidur.
Kemal kembali menahan tubuh Alexa dan kemudia suara pintu kamar terbuka, datanglah bunda,ayah dan juga Lisa. mereka kaget melihat keadaan menantunya yang histeris dan darah keluar dari tanganya.
" bunda" dengan suara yang melemah Alexa memangil ibu mertuanya
" Alexa sayang kamu yang tenang ya, kamu Jagan seperti ini kasian bayi kamu sayang" bunda tidak bisa menahan air matanya melihat kondisi menantunya itu.
" aku pangil dokter dulu ya?" ucap Lisa yang langsung keluar memangil dokter.
__ADS_1
" nak, kamu harus kuat. kami ada disini bersama kamu" ucap ayah berusaha menenangkan menantunya yang masih menangis dia terus memangil nama Kenan.
Kemal terus memegangi tangan Alexa yang mengeluarkan darah, raut kesedihan terlihat jelas di wajahnya bahkan matanya pun mulai basah melihat sosok yang amat ia sayangi terluka.
Dan tak lama dokterpun masuk bersama perawat, dokter langsung menangani Alexa dan setelah infus kembali di pasang dokter meminta ayah dan kemal untuk berbicara di luar.
" bagaimana dok kondisi menantu saya" ucap ayah penuh kecemasan.
" kondisi pasien begitu pemprihatinkan, dan mengingat kondisi kandungan yang lemah saya harap agar emosi pasien bisa stabil, Jagan biarkan dia stres dan kejadian barusan terulah kembali" jelas dokter.
" tapi dok, bagaimana caranya melihat sekarang adik saya masih koma karna kecelakaaan yang menimpa mereka" tutur kemal.
" saya memahami itu pak, tapi sebisa mungkin kita harus bisa menjaga emosi ibu Alexa. ada baiknya perlahan kita beri penjelasan dan kuat kan beliau. setidaknya masih ada bayi dalam kandungannya. saya yakin ibu Alexa wanita kuat dia akan peduli dengan bayinya" ucap dokter.
" terimaksih dok," ucap ayah kemudian dokterpun pergi.
" bagaimana ini mal, apa ayah sebaiknya hubungi orang tua Alexa" ucap ayah, biasanya sosok ayah yang terlihat gagah dan berwibawa di usia yang sudah tidak muda lagi dan sekarang sosok itu nampak lelah dengan wajah yang tidak sesegar biasanya. roda kesedihan nampak jelas di wajahnya memikirkan nasib anak dan menantunya kini.
setelah pernikahan Alexa orang tuanya memutuskan untuk tinggal di Paris, karna selain alasan pekerjaan di sana sekalian untuk mama Alexa berobat karna selama ini dia mempunyai masalah dengan jantungnya, mereka sengaja menyembunyikan penyakit mama Alexa karna tidak mau anak semata wayangnya itu khawatir dan sedih.
Ayah dan kemal kembali ke ruang rawat Alexa, dan di dalam kondisi Alexa sudah lebih baik dari sebelumnya. dia nampak duduk bersandar di ranjangnya. dengan bunda yang duduk disebelahnya sambil terus mengusap pungung menantunya itu.
saat melihat kemal dan calon mertuanya masuk Lisa pun bangun dari duduknya mempersilahkan untuk ayah duduk di kursi di samping ranjang Alexa.
" nak, bagaimana keadaan kamu?" ucap ayah berusaha tersenyum dalam kesedihanya.
Alexa tidak menjawab dia hanya menatap ayah mertuanya sekilah dan kemudia kembali menatap lurus dengan tatapan kosong.
__ADS_1
kemal mendekat, dia duduk di ranjang dan kini mereka saling menatap.
kemudia tangis Alexa pun kembali pecah saat dia menatap kemal.
" om,,, hikz,,,hikz,,,hikz,,," kemal melihat itu dia langsung mendekat dan memeluk tubuh adik iparnya itu bunda pun berpindah tempat membiarkan keduanya berpeluka. melepas kesedihan yang mereka rasakan.
kemal melepas pelukanya kini kedua tangannya menangkup wajah Alexa, menatapnya tajam dengan tatapan penuh kesedihan.
" Hay,,,, momy kok nangis?" dengan suara di buat seperti anak kecil kemal berusaha menghibur adik iparnya itu. bunda menatap Lisa yang terdiam di sampingnya, di genggam tangan calon menantunya itu, mengisyaratkan untuk Lisa bisa mengerti kondisi sekarang. Lisa tersenyum dan membalas gengaman tangan mertuanya menandakan dia baik-baik saja.
" om, bagaimana keadaan Kenan? aku mau lihat dia om?" ucap Alexa
" iya, nanti kita akan lihat dia sekarang kamu dengarkan aku ngomong dulu y?" ucap Kemal. dia kembali duduk di hadapan Alexa. dengan tatapan lembutnya nampak sekali betapa kemal sangan menyayangi adik iparnya itu bahkan tanpa ragu dan menghiraukan semua yang ada di sana termasuk tunangannya itu. kemal mengengam lembut tangan Alexa dengan tatapan penuh kasih sayang dan juga kesedihan.
" le, kita semua disini pengen kamu dan Kenan baik-baik aja termasuk bayi kalian. aku,bunda ayah dan juga Lisa selalu ada buat kamu dan kamu Jagan bikin kita kecewa karna kita pengen kamu jadi wanita kuat untuk suami dan calon anak kamu le" tutur kemal Alexa hanya menatap dengan tatapan kosong, mendengar itu dia kemudia menatap satu persatu orang yang ada di sana kemudia menatap kembali Kenan dan tiba-tiba Alexa menganguk pelan dan tersenyum.
" iya om, aku ngak akan buat kalian sedih aku mau anak aku lahir dengan sehat agar kami bertiga bisa berkumpul"ucap Alexa. mendengar itu mereka semua tersenyum.
" anak pintar" ucap kemal sembari mengusap pucuk kepala Alexa.
" terus kapan aku bisa lihat kenan" ucap Alexa
" nak, setelah kondisi kamu benar-benar sehat kita akan bawa kamu bertemu Kenan" ucap ayah.
" iya sayang, kamu harus kuat kamu mesti makan yang banyak biar kamu dan cucu bunda sehat" ucap bunda mendekat ke Alexa.
" aku tau terjadi sesuatu dengan Kenan, tapi aku ngak boleh egois karna aku yakin mereka melakukan semua ini untuk aku dan bayiku. aku harus kuat demi anak dan suamiku" batin Alexa.
__ADS_1
***
Jagan lupa untuk vote,like dan coment y🙏🤗😘