
Semua orang kembali kerumah sakit, kini mereka sudah siap untuk memberitahu tentang kondisi Kenan. saat mereka sudah sampai di depan kamar rawat Kenan mereka menghentikan langkahnya melihat sekretaris Kenan yang sedang duduk dengan tampang gelisahnya.
sekretaris Kenan berdiri melihat boz dan keluargane sudah ada di depanya " selamat malam tuan anggara" sekretris Kenan menyapa dengan sedikit membungkukkan badannya.
" kenapa kamu ada di luar, bagaimana keadaan anak saya" ucap ayah tegas.
" itu tuan_" ucap sekretaris Kenan nampak ragu.
semua menatapnya penuh tanya " ada apa dengan Kenan " ucap bunda dengan nada panik.
" tadi saya keluar untuk mencari makan karna tuan Kenan yang menyuruh, tapi saat saya kembali tuan kenan berubah nyoya" ucapnya
" berubah bagaimana?" kini kemal yang bersuara dengan nada sedikit tinggi
" tuan Kenan hanya diam, saat dia membuka mulut seperti orang marah bahkan saya di suruh pergi, saya sempat menolak tapi tuan Kenan malah melempar gelasnya" tutur asisten Kenan.
semua merasa panik dan cemas, kenapa Kenan bisa berubah seperti itu. setelah mendengar penjelasan dari asisten Kenan semua masuk kedalam. dan benar saja saat masuk Kenan tidak menyambut dengan senyuman melainkan dengan tatapan penuh amarah.
Alexa terlebih dahulu menyapa suaminya " sayang ini aku bawain makanan kesukaan kamu tadi bibi yang buatin" ucap Alexa. tidak ada jawaban Kenan hanya menatapnya tajam.
bunda dan ayah saling menatap begitu juga dengan kemal mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan penuh tanya. Kenan memperhatikan semua.
bunda duduk di kursi samping tempat tidur kenan" Kenan sayang bunda suapin ya," ucap bunda.
" aku mau istirahat, tolong tinggalin aku sendiri" ucap Kenan dia langsung berbaring dan menutup matanya.
semua saling menatap, mereka semua bingung dengan perubahan sikap Kenan yang begitu dingin. ayah memberikan isyarat untuk semua agar semua keluar karna mungkin memang saat ini Kenan butuh untuk sendiri.
semua orang pun keluar kecuali Alexa yang bersikeras tidak mau meninggalkan suaminya walaupun Kenan sempat membentaknya karna dia tidak mau siapapun di ruangannya.
__ADS_1
setelah semua pergi suasana pun menjadi hening. Kenan masih tetap memejamkan matanya sedangkan Alexa hanya dia memandangi tubuh suaminya. Alexa berusaha untuk kuat, walaupun matanya mulai basah tapi dia berusaha menahan agar air matanya tak mengalir.
" kamu harus kuat Lex" batin alexa. tiba-tiba Kenan membuka matanya kini dia mengarahkan pandanganya ke istrinya yang sedang duduk di samping tempat tidurnya. Alexa nampak kaget, dia berusaha tersenyum tapi seketika senyumnya menghilang saat suaminya berucap.
" apa sebegitu bahagianya kamu melihat kondisi aku sekarang" ucap Kenan berhasil membuat Alexa membeku.
" apa maksud kamu Ken?" tanya Alexa
" cieeh,,, Jagan sok polos, aku sudah tau semua tentang rencana jahat kamu lex" ucap Kenan dengan tatapan sinis ke istrinya.
" apa maksud kamu, aku ngak ngerti apa yang kamu bicarakan" ucap Alexa
" DIAM,,,," suara Kenan begitu lantang membuat tubuh Alexa menegang karna takut.
" kamu pasti senang kan, apa yang kamu rencanakan berhasil. kamu buat aku cacat dan kini dengan kondisiku sekarang dengan leluasanya kamu bisa menjalin kasih dengan kakak ku kan?" ucap Kenan
Alexa berdiri dia mendekat kesuaminya yang kini dengan posisi duduk bersandar. Alexa mencoba memegang tangan suaminya namun dengan kasar Kenan menghempaskan nya sehingga tubuh Alexa terdorong kebelakang dan untuk saja ada kursi di sana sehingga dia tidak jatuh kelantai melainkan terduduk di kursi dengan keras.
Alexa meringis merasakan nyeri di bagian perut bawahnya. Kenan melihat itu tapi bukanya kasihan dia malah mengalihkan pandanganya. dia benar-benar di butakan oleh amarah.
Alexa beusaha bangun kembali " aku minta maaf karna sudah menyebabkan kamu seperti ini, tapi aku ngak tau apa yang kamu maksudkan" ucap Alexa dia berusaha kuat utuk tidak menangis.
" kenapa kamu menutupi tentang kondisiku" ucap kenan
suara Alexa serasa tertahan di tenggorokannya. tubuhnya seketika kaku kelopak matanya layu pun sudah mulai basah.
" kenapa diam" bentak Kenan
" kamu sudah tau?" ucap Alexa dengan suara bergetar.
__ADS_1
" kenapa kaget" Kenan menatap dengan tatapan sinisnya.
" maafkan aku Ken, aku juga baru tahu tadi saat di rumah ayah dan bunda yang kasih tahu aku" ucap Alexa kini air matanya sudah tak bisa tertahan.
sesaat suasana hening hanya terdengar Isak Alexa walau nyaris tak bersuara tapi mesih terdengar oleh Kenan yang ada di sampingbya. Kenan masih terdiam dengan fikiranya sendiri.
Kenan kemudia dia menatap Alexa " keluarlah aku butuh sendiri, bilang sama yang lain suruh mereka semua pulang termasuk kamu" ucap Kenan dia langsung berbaring kembali dengan posisi membelakangi istrinya. Alexa tak bisa berbuat apa-apa lagi dia tau saat ini Kenan masih sangat emosi kalau di paksa pun yang ada malah tambah kacau.
Alexa keluar dari kamar Kenan saat melihat Alexa keluar semua berdiri. mereka tampak kaget melihat Alexa yang menangis.
" Alexa sayang, kamu kenapa?" ucap bunda cemas dia mendekat dan memeluk menantunya itu.
" Kenan Bun, Kenan sudah tau tentang kondisinya" ucap Alexa dalam tangisnya
" apa, dari mana bisa dia tau" ucap ayah
Alexa melepas pelukannya dari ibu mertuanya lalu mengeleng pelan.
" biar aku yang bicara sama dia" ucap kemal tapi Alexa menahanya.
" Jagan om, dia minta untuk tidak ada yang masuk. dan saat ini emosinya sedang tidak stabil dan dia nyuruh untuk kita pulang" ucap Alexa.
" kenapa bisa begitu, sebenarnya siapa yang berbicara dengan dia sebelum kita" ucap ayah.
setelah melewati diskusi dengan keluarga ayah meminta kemal untuk membooking satu kamar yang ada di samping kamar Kenan, karna Alexa bersikeras tidak mau meninggalkan suaminya dan di sana pun bisa di gunakan untuk beristirahat yang lainya juga.
****
Jagan lupa untuk dukung karya author y, like, vote, coment kalian berarti baget buat author 🙏🤗😘
__ADS_1