
Seminggu berlalu setelah kejadian Kenan mengetahui semuanya, dan hari ini dokter mengizinkan Kenan untuk di bawa pulang dan menjalankan terapi dengan dokter yang akan kerumah Setian seminggu dua kali.
semenjak kejadian di mana Kenan mengetahui tentang kondisinya dia semakin dingin kepada semua keluarganya terutama Alexa, sering kali dia berbicara kasar terhadap istrinya itu tapi Alexa berusaha kuat demi anak dan suaminya. seperti halnya hari ini saat semua sudah berkumpul dan sudah bersiap-siap untuk pulang tiba-tiba Kenan mengatakan sesuatu yang membuat semua tercengang.
" aku mau pulang ke rumahku sendiri" ucap Kenan.
semua kaget akan apa yang Kenan ucapkan, ayah bunda saling pandang begitu juga kemal dia menatap penuh tanya kepada adiknya. tapi tidak dengan Alexa karna dia sudah mengetahui rencana Kenan.
** flashback on **
malam sebelum kepulangan Kenan Alexa sedang sibuk memasukan pakaian Kenan kedalam tas.
" besok kita tidak pulang kerumah ayah" ucap Kenan. Alexa yang kala itu sedang melipat baju menghentikan aktifitasnya dia menatap ke arah suaminya.
" maksud kamu?" tanya alexa
Kenan menatap Alexa dingin " aku sudah menyuruh asistenku untuk mencari rumah untuk kita.
" tapi_" belum selesai Alexa berbicara Kenan memotongnya.
" kenapa, apa kamu tidak rela kalau berpisah dengan kakakku" ucap kenan dengan senyum sinisnya.
" baik kemanapun kamu pergi aku ikut denganmu" ucap Alexa dia kembali melanjutkan aktifitasnya. Alexa tidak mau berdebat dengan suaminya terutama kalau dia sudah menyingung nama kakaknya. ya karna memang sejak dia tau tentang kondisinya Kenan selalu berbicara kasar dan selalu menyingung soal dirinya dengan kemal.
** flashback of**
" apa maksud kamu nak, kamu akan pulang ke mana?" tanya ayah.
" aku dan Alexa akan pulang kerumah Kenan yah, asistenku sudah menyiapkan semuanya" ucap Kenan
" tapi nak"
" iya yah, Bun kami akan tinggal di rumah yang sudah Kenan siapkan. ayah dan bunda ngak usah ngawatir Alex akan jaga Kenan dengan baik" ucap Alex
" tidak perlu kau menjagaku aku bisa menjaga diri sendiri" seru Kenan dengan nata meninggi nampak jelas dia begitu emosi mendengar apa yang istrinya ucapkan.
" Kenan, kenapa kamu mesti berteriak kepada istrimu" ucap bunda yang tak kalah emosinya melihat sikap anaknya yang begitu dingin kepada istrinya.
__ADS_1
Alexa memegang tangan ibu mertuanya
"udah Bun, sebaiknya kita pulang ya" ucap Alexa berusaha menenangkan semuanya.
Dan setelah mereka pun keluar nampak jelas kekecewaan keluarga Kenan, mereka tak habis fikir Kenan berubah begitu kasar dan dingin.
" bunda khawatir yah dengan menantu kita, ayah lihat sendiri kan bagaimana sikap Kenan terhadap Alexa" ucap bunda
" iya Bun, ayah tau tapi untuk saat ini kita ikuti saja apa mau Kenan. mungkin dia masih belum bisa menerima kondisinya" ucap ayah
sedari tadi Lisa memperhatikan tunanganya yang hanya diam entah apa yang sedang dia fikirkan.
" mal,," lisa melingkarkan tanganya di lengan kemal membuat kemal sedikit kaget.
" apa yang kamu fikirkan, sampai ngelamun gitu" ucap Lisa.
kemal menatap Lisa dan sedikit menyungingkan sudut bibirnya " tidak ada,"
" oo,,, kita ikut kerumah Kenan dan Alexa kan?" ucap Lisa.
" iya kita ikut atar mereka" balas kemal sambil mengusap kepala tunanganya itu.
kemal memang sangat merasa bersalah dengan keadaan sekarang, pertama dia masih menyalahkan dirinya atas kejadian kecelakaan di malam pesta pertunangan ya. kedua karna dia tanpa sengaja mendengar saat Kenan marah kepada istrinya Kenan menganggap Alexa menaruh perasaan lebih terhadapnya. sehingga mulai saat itu kemal memang sedikit menjauh dari Alexa agar adiknya tak semakin salah faham apa lagi emosi Kenan memang sedang tidak stabil karna kondisinya sekarang.
setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu jauh akhirnya sampai di rumah yang Kenan beli. rumah yang tidak terlalu besar rumah dengan satu lantai dan halaman yang cukup luas dengan beberapa tanaman di sana menampakan rumah yang cukup asri. mungkin alasan kenapa memilih rumah satu lantai karna kondisi Kenan saat ini yang mengharuskan dia mengunakan kursi roda agar lebih mudah untuk dia beraktifitas nantinya.
mereka masuk kedalam rumah, nampak Alexa senang melihat rumah yang akan ia tempati bersama suaminya karna rumah yang tidak begitu besar dengan banyaknya bungga-bungga ditaman membuat suasana akan semakin bewarna menurutnya.
" sayang, kapan kamu menyiapkan ini semua nak?" ucap bunda sambil memperhatikan sekeliling.
" asistenku yang menyiapkan semuanya Bun" ucap Kenan.
" apa kamu butuh pekerja di rumah nak, biar nanti orang rumah membantu kamu disini" ucap ayah.
" semua sudah ad yah, pembantu dan supir sudah di siapkan semua besok mereka baru mulai kerja" ucap Kenan.
" aku pergi istirahat dulu" ucap Kenan yang pergi meninggalkan keluarganya dengan kursi rodanya.
__ADS_1
" Bun yah aku bantu Kenan dulu ya" ucap Alexa. bunda dan ayah menganguk pelan dan Alexa pun pergi menyusul suaminya.
" yah, apa keputusan Kenan ini tepat yah. dengan kondisinya sekarang dan istrinya yabg sedang hamil. bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan mereka" ucap bunda penuh kekhawatiran.
" Bun, bunda tenang saja nanti kita bakalan sering kesini dan tadi bunda dengar kan sudah ada pembantu dan juga supir yang bekerja disini" tutur ayah.
" iya Bun, biarlah Kenan menenangkan dirinya dulu. mungkin saat ini dia butuh untuk sendiri" ibuh kemal.
bunda menatap keduanya lalu membuang nafas panjang" ya sudah lah, yang penting sekarang Kenan bisa tenang semoga saja dokter bisa menyembuhkan dia dengan cepat" ucap bunda penuh harap.
" amin,,," seru ayah kemal dan Lisa bersamaan.
" Bun aku kedapur dulu ya, beresin belanjaan kita tadi" ucap Lisa dan langsung pergi ke dapur karna tadi sebelum kerumah Kenan mereka sempat mampir ke mini market untuk membeli beberapa makanan dan minuman untuk mengisi kulkas di rumah Kenan.
Di kamar Kenan duduk di depan jendela memandang jauh keluar sana dengan tatapan kosong. Alexa meletakan tas yang Isa bawa di sofa lalu dia mendekat ke suaminya tapi langkah kakinya terhenti.
" pergilah, aku sedang tidak ingin di gangu" ucap Kenan dengan dengin.
Alexa sesaat diam mematung, matanya mumai memanas seakan cairan akan keluar dari sana. dia memejamkan mata dan membuang nafas panjang seakan mencoba untuk menenangkan dirinya.
" baik, aku keluar dulu nanti kalau kamu butuh apa-apa pangil aku y" ucap Alexa dan berlalu meninggalkan suaminya.
Haripun mulai sore tapi Kenan tidak juga mau untuk keluar bahkan dia menyuruh untuk keluarganya pulang, karna tidak mau membuat keadaan anaknya memburuk ayah mengajak bunda beserta kemal dan juga Lisa pulang. mereka hanya berpamitan dengan Alexa.
" sayang kamu jaga diri baik-baik ya, bunda titip Kenan." ucap bunda .
" iya Bun, bunda tenang saja Alexa bakal jaga diri, jaga suami aku dan juga cucu bunda" ucap Alexa
" nak kami pulang ya" ucap ayah mengusap kepala menantunya.
setelah Alexa memeluk semua mereka pun pulang, dan saat hampir sampai di mobil kemal berhenti dia menatap ke arah adik iparnya itu.
" le, kamu harus janji y bakal terus bahagia. Jagan pernah bersedih. dan kami akan selalu ada buat kamu" ucap kemal. dia tidak memeluk adik iparny itu dia hanya mengusap lembut pipi Alexa karn kemal sudah berjanji untuk menjaga jarak denganya.
Dari dalam kamar separang mata memandang keduanya dengan tatapan penuh kebencian, kemarahan, dan kesedihan.
" terlalu jahat kalian buat nyakitin aku, sampaikapanpun aku ngak akan biarin kalian untuk bersama" ucap Kenan.
__ADS_1
****
jangan lupa untuk vote,like dan coment ya 🙏😘😘😘