
setelah selesai makan kemal mengajak alexa ke pantai, sebuah pantai yang sangat indah dan tenang tentunya.
kemal menggandeng tangan alexa dengan erat, seolah olah mereka akan menyebrang di jalanan yang ramai.
" ih ngak udah gandeng kali, emangnya kita mau nyebrang?!" seru alexa sambil melepas tangan kemal.
" ya aku pengangin biar kamu ngak lari ketengah sana"ucap kemal sambil menunjuk arah tengah laut.
" yee,,, emang aku mau bunuh diri apa?!" seru alexa cemberut.
" hahahaha,,,, ya capa tau aja?!" ucap kemal, dia senang sekali mengoda alexa. dan dia lansung mendapat cubitan di perutnya.
" aou,,, sakit tau,?!" seru kemal merasa kesakitan karna alexa mencubitnya dengan keras.
" biarin,,,,?!!" seru alexa dan langsung pergi meningalkan kemal, bukanya marah kemal malah merasa gemas dengan tingkah alexa, entah kenapa dia merasa tertarik dengan gadis itu, padahal dari dulu dia engan untuk memikirkan soal wanita dia hanya fokus dengan karir dan perusahaaanya.
kemal duduk di samping alexa, nampak jelas alexa termenung kembali. kemal memegang tangan alexa.
" le, sekarang kamu boleh cerita! apa yang sebenarnya terjadi?!" ucap kemal dengan nada serius.
" apa ini ada hubunganya dengan suami kamu?!" tanya kemal lagi, dan alexa menganguk pelan.
" apa dia nyakitin kamu, dia kasar sama kamu? kalau memang dia berani kasar sama kamu biar aku yang urus?!" seru kenan dia emosi memikirkan alexa mendapat perlakuan kasar dari suaminya.
__ADS_1
alexa hanya diam, dia memikirkan kembali soal kejadian yang dia alami. karna menurutnya hal itu tidak pantas untuk di bicarakan dengan orang lain apa lagi dengan laki laki lain.
" le, kok kamu diam? ayo bilang kamu kenapa?!" kemal kembali bertanya dengan alexa, dia penasaran karna alexa hanya diam mematung.
" ngak apa apa kok?!" ucap alexa pelan.
kemal semakin curiga dengan sikap alexa, yang biasanya selalu bercerita apapun dan kini seperti sedang menutupi sesuatu. tadinya kemal ingin memaksa alexa agar dia berkata jujur tapi melihat kondisi sekarang dia tidak mau membuat alexa semakin tertekan.
" om, gimana kalau suatu saat aku jadi janda, terus bagai mana dengan status seorang janda om?!" ucap alexa tiba tiba, kenan menatap tajam ke arah alexa.
kenan berpindah duduk di hadapan alexa dia angkat dagu alexa, mereka saling bertatapan.
" le, aku kan udah pernah bilang. jagan pernah takut akan takdir. kalaupun suatu saat apa yang kamu takutkan terjadi ya udah hadapi. toh dari awal kamu sendiri bilang kalau hubungan kalian memang tidak di landasi rasa suka?! dan suami kamu masih memiliki kekasih, ya walaupun kalian salah karna mempermainkan status pernikahan?!" ucap kemal mencoba menguatkan alexa.
selama ini memang alexa tak pernah memberitahu perasaanya yang sebenarnya kepada kemal.
" tanpa kamu jawab aku bisa tau le, kalau kamu mencintainya, tapi aku ngak akan biarin kamu semakin terluka! karna kamu berarti buat aku le?!" ucap kemal dalam hati.
"aku,,," belom selesai alexa berbicara kemal langsung menyelanya.
" kamu ngak usah kawatir le, kalaupun nanti kamu jadi janda banyak kok yang bakal antri buat nikahin kamu, termasuk aku?!" ucap kemal tanpa sadar dia berbicara.
alexa kaget mendengarnya dia menatap wajah kemal, terlihat expresi kaget.
__ADS_1
" idih ogah, kalau yang ngantri om om mesum kaya kamu?!" seru alexa dia berusaha mencairkan kecangungan di antara mereka. kemal sadar akan situasi itu lantas iapun kembali mengoda alexa.
" idih ngak usah ke pd an deh, lagian aku tu cuma kasian doang, takut takut kamu ngak laku?!"ucap kemal dan lansung mendapat pukulan di lenganya. dia merasa senang karna alexa kembali tersenyum.
tanpa terasa hari sudah gelap, kemal dan alexa pun pergi dari pantai. kemal mengantar alexa pulang karna alexa tidak bawa mobil. ini kali pertama buat kemal mengantar alexa karna biasanya saat mereka bertemu alexa selalu menolak untuk di antar dengan alasan bawa mobil sendiri.
kemal mengantar alexa sampai parkiran apartemen.
" kamu tinggal di sini le?" ucap kemal sebelom alexa turun.
" iya, kan dulu kita pernah ketemu disini?" jawab alexa, ketika dia jendak membuka pintu mobil kemal menahan tanganya.
"le tunggu,?!" ucap kemal
" ada apa lagi om,?!" ucap alexa
" janji sama aku ya, kamu jagan pernah bersedih lagi?! tetap jadi adik kecilku yang selalu bahagia?!" ucap kemal sambil mengelus pucuk kepala alexa, dan tiba tiba alexa mendaratkan ciuman di pipi kenan.
" bey,,, om mesum" alexa langsung keluar dari mobil.
kemal kaget dengan aksi alexa, bagai tersengat listrik jantung kemal berdetuk kencang, dia usap pipinya dan ada senyum mengembang di wajahnya.
**happy reading,,,,,,**
__ADS_1