
Tak terasa sebulan lamanya berlalu dan dua hari lagi pernikahan Kemal dan Lisa akan diadakan. Semua persiapan pernikahan sudah beres tinggal menunggu hari H.
Begitu juga Alexa yang sudah merasakan was-was karna memang hari di mana dia akan melahirkan sudah tiba tinggal menunggu kapan anaknya minta untuk keluar. Kedua orang tua Alexa juga sudah berada di Indonesia dan mereka tinggal di rumah mereka, selain karna anak dari besan mereka akan menikah juga karna sebentar lagi anaknya akan melahirkan dan mereka tidak mau melewatkan hal membahagiakan itu.
Saat ini di kediaman Anggara sangat begitu ramai karna memang semua keluarga sudah berkumpul di sana dan sebagian tinggal di hotel begitu juga dengan keluarga calon mempelai wanita mereka sebagian ada yang tinggal di hotel tempat akan diadakannya acara.
" sayang, kamu istirahat aja di kamar jagan sampai kamu kecapekan" ucap bunda.
" ngak apa-apa kok Bun, Alex cuma liatin doang kok" saut Alexa.
" iya benar itu nak Alexa, kamu mendingan istirahat tenaga kamu di simpan buat besok hari H aja" ucap salah satu kerabat suaminya.
Karena merasa tidak enak kalau trus membantah akhirnya Alexa meninggalkan para wanita yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Saat berjalan menuju kamar Alexa melewati para lelaki yang sedang asik berbincang disana, Kenan melihat istrinya yang nampak cemberut dan berjalan menuju kamarnya iapun langsung bergegas menyusulnya. untuk kondisi Kenan saat ini dia sudah sembuh dan sudah bisa berjalan dengan normal.
Kenan masuk kedalam kamar dan melihat istrinya sedang duduk di atas tempat tidur, tapi yang membuat Kenan kaget istrinya sedang menangis.
" sayang kamu kenapa nangis, ada yang sakit?" ucap Kenan panik.
Alexa hanya dia setelah melihat ke arah suaminya sebentar lalu kembali tertunduk.
Kenan duduk di samping istrinya mendongakan wajah istrinya yang sudah basah karna air mata " kamu kenapa sayang, apa yang sakit" kini tangan Kenan mengusap perut istrinya.
" Aku masih mau ngebantu bunda yang lainya tapi mereka menyuruh aku pergi hikz,,,hikz,," tangis Alexa kembali pecah, memang akhir-akhir ini Alexa sangat sensitif sebenarnya dia begitu khawatir dan cemas memikirkan bagaimana proses kelahirannya nanti.
" sayang,,, mungkin maksud bunda itu ngak mau kamu kenapa-kenapa" Kenan berusaha menenangkan istrinya.
" Tapi aku ngak mau sendirian di kamar, aku mau kumpul sama mereka" Alexa merajuk membuat Kenan gemas akan tingkah istrinya itu.
" sini- sini biar Daddy yang temenin mommy ya, udah mommy Jagan nangis terus kasian kan dedek bayinya" ucap kemal dan Alexa hanya menyibikan bibirnya sembari menghapus air matanya.
" kamu sudah makan?" tanya Kenan Alexa hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" aku ambilkan makan dulu y, kita makan breng" saat Kenan hendak beranjak Alexa menahan tanganya.
" kenapa?" tanya Kenan.
__ADS_1
" Jagan tinggalin aku, aku ikut ya?" ucap Alexa dengan wajah sendu.
Kenan mengerutkan keningnya lalu dia tersenyum dan menganguk, merekapun keluar kamar bersama menuju dapur. memang akhir-akhir ini Alexa sangan takut jika sendirian dia takut jika suwaktu-waktu dirinya merasakan akan melahirkan tapi tidak ada orang di dekatnya.
Semua mata tertuju pada dua orang yang berjalan bersama dengan Kenan yang mengandeng tangan istrinya dengan begitu mesranya, sedangkan Alexa nampak sedikit malu-malu karna memang dia tidak begitu mengenal kerabat-kerabat keluarga Anggara.
-
-
Kini Kenan dan Alexa sedang makan berdua di dapur, Alexa yang memang belakangan ini susah sekali makan harus benar-benar di paksa karna Kenan khawatir dengan kesehatan istri dan calon anaknya itu.
Saat mereka asik makan tiba-tiba mereka di kagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba mengalungkan kedua lengannya di leher Kenan.
" kak Kenan,,," seru seorang gadis di belakang Kenan, sontak Kenan kaget dan berdiri kemudia berbalik.
" Melati,,,," ucap Kenan nampak kaget.
Tanpa menghiraukan Alexa yang masih menatap dengan rasa penasarannya gadis itu memeluk tubuh Kenan dan kenanpun membalas pelukan melati.
Kenan melepas pelukan Melati saat mendengar suara hentakan gelas di meja makan dan sekolah ia menoleh ke arah Alexa.
Menyadari itu Expresi wajah melati berubah seketika, dia menatap sinis ke arah Alexa "kak, aku kangen baget sama kamu" Rajuk melati.
" kamu ya, masih saja seperti dulu manja" seru Kenan sambil mengusap pucuk kepala melati.
Sedangkan Alexa sudah benar-benar merasa kesal bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca melihat suaminya begitu lembut dengan wanita lain yang ia tidak ketahui asal usulnya karna memang dia belum pernah bertemu dengan Melati.
" Oya Mel ken_ "
Belum selesai Kenan berbicara suara bunda terdengar dari belakang " Melati,, " semua pun menatap ke arah suara " ya ampun sayang, kamu apa kabar? bunda kangen baget sama kamu nak?" bunda menghampiri Melati dan memeluk gadis itu dengan sangat erat, nampak jelas kedekatan antara keduanya dan itu membuat Alexa semakin sedih.
" Mel baik kok Bun, aku juga kangen baget sama bunda" ucap Mel membalas pelukan bunda Kenan dengan erat.
" Kapan kamu sampai Mel? " tanya bunda.
" Tadi malam, papa sama Mama masih istirahat di Hotel katanya nanti baru nyusul kesini, aku kangen sama bunda makanya langsung kesini" tutur Melati.
__ADS_1
" Bunda apa bunda,,," ucap bunda mengoda.
Melati melirik Kenan dan tersipu malu " bunda bisa aja" ucapnya.
Kenan membalikan badannya ke arah Alexa yang nampak cemberut dan sedang mengorek korek makanan yang ada di piring.
Kenan mendekat dan mengusap kepala Alexa "ngak di habiskan?" ucapnya dengan lembut tapi Alexa hanya diam.
" Oya Mel, kenalin ini Alexa Istri aku" Kenan memperkenalkan Alexa ke pada Melati.
" Hay kak," sapa Melati dia bersikap ramah di hadapan Kenan dan bundanya.
" Hay,,," saut Alexa dengan senyum kakunya.
" Kak ayok temanin aku ketemu sama calon pengantin, aku juga kangen baget sama kak kemal" dengan manjanya Melati merangkul lengan Kenan.
Kenan terdiam sejenak dia merasa risih dengan sikap Melati apa lagi di hadapan istrinya.
" Ken, temenin Melati ajak dia keliling dia kan sudah lama ngak kesini" ucap bunda.
Kenan nampak sedikit ragu melihat saat ini Alexa masih kesal denganya.
" kak Alexa boleh kan aku pinjam kak Kenan sebentar" ucap Melati, dia sengaja karna dia tau pasti Kenan akan menolaknya.
" iya silahkan" ucap Alexa datar.
" ayok kak" tanpa menunggu lama Melati langsung menarik lengan Kenan dan pergi meninggalkan Alexa.
" sayang, kalau sudah selesai kamu istirahat saja di kamar ya Jagan sampai kecapekan" ucap bunda.
" iya Bun" saut Alexa berusaha tersenyum dalam sedihnya.
" Kenapa sih mesti datang lagi Penganggu?!" gerutu Alexa dalam hati.
****
happy reading semua,,,,,😘🤗
__ADS_1