
malam sudah mulai larut, kini Alexa sudah bersiap untuk tidur. sebelumnya dia terlebih dulu membantu suaminya untuk berpindah ke ranjang dengan penuh kesabaran.
awalnya Kenan menolak dia terlalu keras kepala tapi saat melihat dia mengalami kesusahan Alexa tak peduli lagi akan penolakan suaminya dan kenanpun hanya diam akan itu.
setelah Kenan derbaring di tempat tidur Alexa memindahkan kursi roda suaminya dan diapun naik ke tempat tidur. alexa melihat Kenan sudah memejamkan matanya. senyum simpul terlihat di wajah Alexa kini dia berbaring di samping suaminya entah apa yang membuat Alexa begitu berani tanpa peduli Kenan akan marah atau bahkan bersikap kasar lagi padanya, Alexa memeluk dengan erat tubuh suaminya dia membenamkan wajahnya di dada suaminya. hal yang sudah lama sekali ia dambakan.
Kenan sempat mengeliat saat merasakan tangan memeluk erat di atas perutnya, matanya terbuka dan seketika tanganya berusaha melepas pelukan istrinya itu tapi suara Alexa menghentikannya.
" Jagan di lepas, baby kita kangen sama Dady nya" bisik Alexa di telinga Kenan. membuat Kenan terdiam.
Sebenarnya di dalam lubuk hati Kenan dia juga sangat merindukan pelukan istrinya, ingin sekali dia membalas pelukan Alexa, menciumnya, membelainya, tapi semua itu belum bisa ia lakukan karna rasa sakit hati yang masih ia rasakan.
Kenan melihat wajah Alexa yang begitu cantik, terlelap dengan penuh kedamaian. kedua sudut bibirnya terangkat, dia mengusap tangan Alexa yang masih bertahan di atas perutnya dengan penuh cinta dan kerinduan yang begitu bergejolak.
" maafin aku sayang, maaf karna aku belum bisa berdamai dengan keadaan" tanpa sadar Kenan mendaratkan ciuman lembut di pucuk kepala istrinya. dan tanpa Kenan sadari sebenarnya Alexa belum sepenuhnya terlelap dia hanya berpura-pura karna Alexa yakin Kenan masih seperti Kenan yang dulu.
**
Keesokan harinya Alexa sudah selesai membantu Kenan mandi dan berganti pakaian karna hari ini dokter akan datang kerumah untuk memeriksa kondisi suaminya dan sekaligus mengenalkan perawat yang akan datang setiap hari untuk melakukan terapi pada kaki Kenan.
" sayang kita sarapan di belakang saja ya, biar nanti aku bilang ke bibi biar di bawakan sarapan kesana" ucap Alexa Kenan hanya menganguk.
setelah kejadian semalam Alexa bertekat, dia harus bisa mengembalikan kepercayaan diri suaminya, apapun yang Kenan lakukan itu semata-mata karna keadaan dan mungkin dia belum bisa menerima itu semua.
kini mereka sedah di taman belakang rumah, dan bibi pun sudah membawa sarapan kesana. pagi ini pekerja di rumah sudah mulai bekerja ada bi nah dan anaknya Ani yang bertugas mengurus dapur dan rumah, sedangkan suami bi nah yaitu mang Yatno bekerja sebagai supir. mereka adalah kerabat dari asisten Kenan.
" aku suapin ya" ucap Alexa dia mengambil makanan dan hendak menyuapi suaminya.
__ADS_1
Kenan menahan tangan Alexa " yang tidak bisa aku gerakan hanya kakiku dan itupun hanya sebelah bukan tangaku" ucap Kenan dingin.
" iya aku tau, tapi aku pengen nyuapin suami aku" ucap Alexa dia langsung menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut suaminya sehingga Kenan tak bisa lagi menolak.
Dengan penuh perhatian Alexa menyuapi Kenan perlahan. tiba tiba dia meringis menahan sakit.
" aow,," pekik Alexa sambil memegangi perutnya membuat Kenan cemas akan itu.
" kenapa Lex, kamu kenapa?" ucap Kenan khawatir. dia meraih piring yang Alexa pegang dan menaruhnya di meja.
" lex apa yang sakit?" ucap Kenan dia terlihat begitu khawatir.
" perut aku, anak kamu ni nakal pagi-pagi udah mail bola aja di perut momy nya" ucap Alexa.
" main bola" ucap Kenan dia mengerutkan keningnya
" dia bergerak" ucap Kenan
" coba deh deketin ketelinga kamu" ucap Alexa Kenan sempat menatap Alexa ragu tapi kemudia dia meraih pingang istrinya mendekatkan perut istrinya dengan telinganya. seketika senyum mereka muncul di wajah Kenan.
Alexa pengusaap rambut suaminya dia tersenyum bahagia karna gunung es yabg begitu keras perlahan mencair dengan sendirinya.
Tak lama setelah Kenan dan Alexa menyelesaikan sarapanya dokter datang beserta perawat. dokter mulai melakukan pemeriksaan dan mulai dengan terapi yang Kenan harus jalani. dengan penuh perhatian alexa mendampingi suaminya dia memperhatikan apa yang dokter dan perawat ucapkan agar dia juga bisa menerapkannya sendiri saat dokter tidak datang.
Hampir satu jam berlalu tetapi pun selesai, dokter menjelaskan kondisi Kenan.
" kondisi pak Kenan cukup baik," ucap dokter Alexa menatap suaminya dan mengengam tangan suaminya. Kenan tidak menolak bahkan dia membalas senyuman Alexa walau hanya sedikit saja mulutnya terangkat.
__ADS_1
" bagaimana dengan kaki saya dok?" ucap Kenan.
" kaki bapak yang sebelah kanan sepertinya sudah bisa berfungsi dengan baik, tapi harus tetap hati-hati ya pak?" ucap dokter.
" bagaimana dengan kaki kiri saya dok?" ucap Kenan
" untuk saat ini masih belum ada perkembangan, tapi bapak Jagan patah semangat. stiap hari akan ada perawat yang membantu untuk terapi kaki pak Kenan semoga secepatnya bisa kembali normal" ucap dokter. raut wajah Kenan berubah ada kekecewaan di sana Alexa melihat itu dia bisa merasakan betapa kecewanya Kenan mendengar penjelasan dokter barusan.
" Oya dok, apa suami saya bisa berlatih mengunakan tongkat" ucap Alexa.
" bisa, tapi untuk sementara Jagan dulu ya Bu, melihat kaki yang sebelah kanan juga masih dalam tahap pemulihan. kita lihat perkembangan setelah melakukan beberapa kali terapi" ucap dokter. Kenan kembali kecewa akan jawaban dokter karna sedari semalam dia bersikeras untuk belajar mengunakan tongkat.
setelah selesai dokterpun pamit. Alexa melihat suaminya kembali murung dia berusaha kembali menghibur suaminya.
Alexa mendekat ke Kenan dia meraih tangan Kenan dan meletakanya di pingangnya sedangkan perutnya sengaja dia dekatkan ke wajah Kenan. Kenan sempat mendongakan wajahnya natap Alexa penuh heran.
" apa kamu ngak mau dengerin baby kita ngomong" ucap Alexa.
" mana ada bayi di perut ngomong" ucap Kenan sedikit kesal dia melepas tanganya tapi buru-buru Alexa meraihnya lagi.
" coba aja dengerin" ucap Alexa dengan tampan kesalnya kenanpun mengikuti apa yang istrinya inginkan. dia mendekatkan telinganya di perut Alexa. dan setelah itu terdengar suara tapi bukan suara bayi dalam perut Alexa melainkan suara Alexa sendiri.
" Dady harus semangat ya, nanti kalau Dedy sembuh kita bisa main bola bersama" ucap Alexa menirukan suara anak kecil. Kenan tersenyum geli melihat tingkah istrinya itu.
" tapi bagaimana jika Dady ngak bisa sembuh dan ngak bisa main bola bareng sama kamu" ucap Kenan dalam hati.
****
__ADS_1
happy reading,,,,, Jagan lupa vote,Lik,and coment y 🤗😘🙏