
Kenan begitu frustasi, dia sudah mencari kesemua teman teman mereka semua tempat yang biasa mereka kunjungi juga sudah semua kenan datangi dan hasilnya nihil.
" Sayang kamu dimana, maaf kamu pasti marah karena aku sibuk sendiri" kenan terus menyalahkan kebodohan dirinya.
Saat kenan masih fokus dengan kemudinya tiba tiba ponselnya berbunyi, seketika dia menepikan mobilnya dan langsung menerima pangilan di ponselnya.
" hallo ma"
"~ ~ "
" iya ma, kenan langsung kesana"
Dan pangilanpun terputus, kenan segera melaju mobilnya menuju kediaman mertuanya. hampir dua puluh menit waktu yang kenan tempuh dan sekarang mobilnya sudah terparkir di teras rumah mertuanya.
Kenan menekan bel rumah dan tak butuh waktu lama menunggu pintupun terbuka.
" eh aden kenan, masuk den" kenan di sambut oleh wanita paruh baya dengan senyum hangat yang bekerja di rumah mertuanya itu.
" iya bi, mama ada bi? " tanya kenan ramah.
" nyonya dan tuan sedang duduk berbincang di teras belakang den, bibi pengilkan sebentar ya den? " ucap bibi.
" eh nggak usah bi, biar kenan yang nyamperin mama sama papa ke belakang" ucap kenan.
" baik den, kalau begitu bibi buatkan minum aden mau minum apa?" tanya bibi.
" apa aja bi, terimakasih sebelumnya bi" ucapnya dan kemudian kenan melangkah menuju teras belakang menemui kedua mertuanya.
Suara langkah kaki kenan membuat sepasang suami istri menghentikan pembicaraanga dan menoleh ke arah suara.
" kenan,,, " senyuman hangat terlihat jelas di wajah cantik mama mertuanya itu.
kenan mendekat menyalami kedua mertuanya itu dan ikut duduk bersama mereka.
__ADS_1
" ma, apa alexa ada di sini" kenan tidak mau basa basi karna bagi dirinya keberadaan alexa jauh lebih penting dan apapun reaksi kedua mertuanya ia siap karna menurut kenan semua memang salahnya.
mama dan papa saling menatap dan kemudian tersenyum " kalian lagi ada masalah? " tanya papa alexa.
" maafkan kenan pa, kenan ngak bisa jaga istri kenan dengan baik" ucap kenan dengan nada yang sedikit bergetar.
" nak,, jangan sepenuhnya menyalahkan dirimu sendiri, mama dan papa yakin selama ini kamu sudah menjadi suami yang baik buat alexa" mama meraih tangan menantunya mengusap lembut sembari tersenyum memberikan semangat untuk menantunya itu.
" kamu jangan khawatir istrimu sedang istirahat di kamarnya" mendengar apa yang papa mertuanya ucapkan kenan bernafas lega.
" mama tau alexa akhir akhir ini pasti sangat manja dan menyusahkan, karna mungkin ketakutan yang ia rasakan menjelang persalinannya, tapi mama minta kamu yang sabar ya ken biar bagaimanapun ini yang pertama buat alexa" ucap mama.
" iya ma, kenan maklum akan hal itu. kenan janji bakal terus jagain istri dan calon anak kenan ma" ucap kenan penuh keyakinan.
Betapa bersyukurnya kedua orang tua alexa, melihat menantunya begitu menyayangi anak mereka walaupun tanpa mereka tau betapa berat perjuangan anaknya mendapatkan cinta dari suaminya itu.
-
Dengan perlahan kenan membuka pintu kamar yang tak pernah ia singahi karna memang setelah menikah alexa langsung ikut tinggal di rumah orang tua kenan.
Kenan duduk di pingiran tempat tidur, tersenyum memandangi wajah istrinya yang begitu mengemaskan dengan pipinya yang semakin cubby.
Alih alih membangunkan alexa kenan justru ikut berbaring di samping tubuh istrinya itu, memeluknya dari belakang memberi kecupan lembut di pundak sang istri dengan tangannya yang mengusap lembut perut buncit istrinya itu.
" sayang aku sangat merindukan mu, jangan pernah pergi lagi karna itu bisa membuatku gila" bisik kenan.
-
-
-
Sepasang mata cantik itu mulai terbuka secara perlahan dan tak lama ia tersadar akan sesuatu seketika ia berbalik dan alangkah terkejudnya ia saat mendapati wajah tampan suaminya yang tengah tersenyum menatapnya.
__ADS_1
" malam sayang" ucapnya.
Alexa mengerutkan kedua alisnya memandang ke arah jendela dan benar saja kini langit sudah gelap " kamu kok ada di sini? " tanya alexa.
Bukanya menjawab kenan justru semakin mengencangkan pelukanya " sayang maafin aku ya?" bisiknya di samping telinga alexa membuat perempuan itu bergidik geli.
" kenan lepas" alexa berusaha melepas pelukan suaminya.
" ngak mau sebelum kamu maafin aku dan kita pulang kerumah" ucapnya sambil terus memciumi tengkuk istrinya.
" aku mau disini, disana aku sendirian ngak ada yang peduli sama aku" ucap alexa dengan nada kesal.
" sayang " kenan bangun dan duduk karna kini alexa sudah mengubah posisinya menjadi duduk " aku menta maaf karna sudah bikin kamu kesal, tapi jagan pernah kamu pergi tanpa kasih tau aku lagi ya, aku takut terjadi sesuatu dengan kamu dan bayi kita" mendengar ucapan suaminya alexa merasa bersalah karna biar bagaimanapun memang yang ia lakukan salah.
Alexa mendongakan wajahnya " maafin aku karna selalu bikin kamu repot" ucap alexa dengan mata yang sudah mulai berair.
" hay,,,,, jangan nangis, kasihan dedek bayinya di lihat mommy nya nangis terus" ucap kenan sembari mengusap kedua pipi istrinya yang basah.
" sayang, kita pulang ya? bunda sama yang lainnya pasti cemas apa lagi kakak, dia dari tadi terus saja menghubungiku" bujuk kenan.
" aku disini aja, ada mama sama papa yang nemenin aku. di rumah bunda semua orang sibuk termasuk kamu" ucapnya.
kenan memeluk tubuh alexa mengusap lembut pungung istrinya " sayang, aku janji aku nggak akan biarin kamu sendirian, aku bakalan terus ada di samping kamu" kenan terus berusaha membujuk istrinya agar mau pulang kerumah orang tuanya.
Dan akhirnya alexa mau di ajak pulang setelah kedua orang tuanya ikut turun tangan, mereka memberikan nasehat kepada sang putri dan tentunya alexa tidak akan membantah apa yang kedua orang tuanya katakan.
Setelah makan malam kenan dan alexapun berpamitan untuk kembali ke kediaman orang tua kenan. dengan terus mengengam tangan istrinya kenan mengemudi dengan hati hati karena dia tidak mau sampai membahayakan istri beserta anak mereka.
-
-
-
__ADS_1
Hallo para readers,,,,,,, alexa hadir lagi ni setelah sekian lama fakum.
terimakasih untuk para readrs yang masih setia dengan kisah alexa,,,,,🙏🙏🙏