
Tibalah hari yang di tunggu tunggu, yaitu hari pertama masuk sekolah bagi semua murid.
Seperti biasa, hari ini Winny pergi kesekolah dengan supir pribadinya, Pak Budi.
" Pak, hari ini hari pertama Winny sekolah. Pak Budi doain ya semoga Winny bisa melewati semua pelajarannya dengan lancar, " Mohon Winny.
Winny adalah murid yang pintar. Tapi pastinya setiap manusia memiliki kekurangan. Sama halnya dengan Winny, dia memiliki kekurangan dibagian alat musik dan bernyanyi. Dan hari ini jadwal pelajaran pertamanya adalah tentang academik. Yang akan menguras banyak kesabarannya.
" Iya non, Pak Budi akan selalu doain non. Sampai non berhasil pun pak Budi akan tetap doain non. Pasti non bilang seperti itu, karena hari ini non ada pelajaran tentang academik ya, " Tebak Pak Budi.
" Hehehe..., iya pak. Kan Pak Budi tau sendiri kelemahan Winny ada dimana " Ucap Winny sambil tersenyum malu.
Setelah mengatakan itu, akhirnya tiba lah mereka didepan sebuah gedung yang sangat luas. Terdapat sebuah papan yang bertuliskan SMA Gumilang dibagian depan sekolah. Sebelum keluar, Winny pamit izin terlebih dahulu kepada Pak Budi.
" Pak Budi, saya pamit sekolah dulu. " Pamit Winny.
" Iya non, semoga berhasil ya non. Dan terus semangat. " Ucap Pak Budi memberikan semangat.
Winny tersenyum kecil, lalu meninggalkan Pak Budi masuk kedalam lingkungan sekolah.
Winny berlari kecil menuju kelasnya karena 1 menit lagi pelajaran akan dimulai, untung saja Winny bisa sampai tetap waktu sehingga dia tidak terlambat. Dengan langkah panjang dia berjalan ketempat duduknya yang berada disamping Grecy. Tak berselang lama Bu Ratnah pun datang, guru academik.
Sebelum pelajaran dimulai semua murid berdoa dan memberi salam terlebih dahulu, setelah itu Bu Ratnah baru memberikan pengarahan.
" Anak anak, hari ini adalah hari pertama kalian akan memulai belajar. Jadi, di pelajaran Ibu ini, Ibu ingin kalian bernyanyi untuk mengetes suara kalian. Satu kali maju adalah 2 orang. " Jelas Bu Ratnah kepada muridnya.
" Baik bu, " Balas semua murid kompak.
Semua murid sudah maju, termasuk Kevin dan Dion mereka bernyanyi sangat merdu hingga membuat Winny dan Grecy terpanah akan suara yang mereka miliki. Tapi tidak dengan Winny dan Grecy karena mereka ternyata, memiliki kelemahan yang sama. Alhasil mereka maju setelah dipanggil Bu Ratnah.
" Winny, Grecy maju kedepan " Titah Bu Ratnah.
Winny dan Grecy berjalan bersama kedepan.
Saat tiba didepan, mereka bernyanyi dengan nada lagu yang hancur dan suara yang cempreng.
Semua yang mendengar nyanyian Winny dan Grecy hanya bisa tutup telinga karena suara mereka yang sangat cempereng. Sampai akhirnya Bu Ratnah menyuruh mereka berhenti ditengah lagu.
" Dudah, sudah, berhenti. Suara kalian sangat dibawah rata rata. Karena kalian yang terakhir maju dan suara kalian tidak memuaskan. Ibu hukum kalian hormat bendera selama 15 menit. Jika kalian tidak terakhir maju ibu bisa memaafkan kalian tapi kalian tidak ada berani nya sedikit pun. Karna ini hari pertama dan itu hanya latihan ibu hanya hukum kalian segitu. " Oceh Bu Ratnah yang terkenal dengan kilernya dan memiliki sikap yang tegas.
Dengan cepat, Winny dan Gercy segera berlari keluar ruangan kelas untuk melaksanakan perintah dari guru kiler, Bu Ratnah. Mereka melakukannya sekalian berjemur karena waktu yang masih menunjukkan pukul 08.57 WIB.
" Untung kita dihukum Cy, " Syukur Winny merasa lega.
" Iya Win, untung aja kalau gak bisa ditaruh dimana mukaku. Apalagi tadi tuh malu banget didengar sama Dion suaraku yang cempreng ini. " Balas Grecy mendukung ucapan Winny.
" Kamu dengar gak tadi, Bu Ratnah bilang kita gak ada beraninya sedikit pun, " Ujar Winny.
" Iya aku dengar, " Saut Grecy.
" Emang kenapa? " Tanyanya.
" Kita dibilang sama Bu Ratnah gak ada beraninya sedikit pun. Ya, aku akui kalau aku memang bukan anak yang berani. Tapikan, kamu itu anak yang sangat sangat berani. Ya, aku gak terima aja Bu ratnah bilang gitu, " Ucap Winny menjelaskan sambil memanyumkan bibirnya.
" Hahaha... Namanya guru asbic, " Ucap Grecy.
" Asbic, apa tuh? " Tanya Winny kepo.
" Asbic tuh, asal bicara. " Jawab Grecy.
" Ooh, " Balas Winny seraya mengangguk tanda mengerti.
15 menit telah berlalu, kini Winny dan Grecy sudah selesai menjalankan hukumannya. Dan mereka langsung berjalan menuju kelas. Walaupun hanya 15 menit. Tapi hukuman itu bisa membuat Winny dan Grecy merasa kelelahan. Bagaimana tidak, tangan dan kaki mereka saja tidak boleh bergerak dan harus tetap dalam posisi memberi hormat. Hal itu membuat kaki dan tangan mereka serasa kaku. Sekarang, tibalah mereka didalam kelas. Didalam kelas tidak ada satupun orang, mungkin mereka lagi pergi kekantin. Karena sekarang memang sudah waktunya untuk isthirahat, semua penghuni sekolah akan datang kekantin untuk makan, nongkrong, bercerita, dsb.
" Win, aku kekantin bentar ya. Mau beli minuman dingin. Kamu mau nitip sesuatu gak? " Tanya Grecy.
" Emang boleh " Tanya Winny balik.
" Ya, boleh lah. Kan sekalian. " Ucap Grecy.
" Oke, kalau gitu aku mau nitip satu bungkus air mineral dan cemilan, " Ucap Winny memberitahukan keinginannya dan menyodorkan selembar uang berwarna ungu.
" Itu aja " Tanya Grecy memastikan dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Winny.
" Oke, kalau gitu. Aku izin sebentar ketoilet, baru aku kekantin " Ujar Grecy.
" Ya, " Jawab Winny.
Setelah Grecy keluar dari kelas, Winny beristirahat sejenak seraya memijit mijit kakinya yang terasa pegal akibat hukuman dari Bu Ratnah tadi.
" Lelah nya... " Gumam Winny sambil menyandarkan kepalanya dimeja dan berusaha menutup matanya untuk tidur selama beberapa menit.
***
Didalam toilet Grecy sedang berperang dengan pikirannya. Karena dirinya sedang memikirkan sesuatu.
" Bagaimana ini? Apa aku harus kekantin? Pasti dikantin ada Dion dan pastinya dia akan dikerumuni banyak cewek cewek caper itu lagi. Dan juga mereka pasti sedang berbincang bincang sambil bercanda dan tertawa lepas. Spa aku akan siap untuk melihat pemandangan itu lagi? Apa aku siap untuk dibully lagi? " Semua pertanyaan pertanyaan tersebut muncul dipikiran Grecy yang mengakibatkannya bimbang.
" Tenang Grecy, tenang. Grecy itu bukan orang yang lemah, oke. Jadi jangan takut untuk dibully. Dan jika nanti mereka membully mu. Kontrol emosi mu dan jangan sampai marah. Jangan membuat keributan disekolah. Jangan memberi cela kepada mereka untuk merusak nama baikmu ini disekolah, ya. Dan ingat Grecy itu bukan orang yang LEMAH, " Gumam Grecy mencoba menenangkan dirinya dan menyakinkan sesuatu kepada dirinya sendiri dengan menatap pantulan bayangannya dari kaca, yang ada ditoilet.
Setelah dirasanya, cukup tenang. Grecy mencuci mukanya di wastafel. Setelah itu, di ambilnya tisu, dan dilapnya wajahnya dengan tisu tersebut.
Lalu, Grecy melangkahkan kakinya keluar dari toilet menuju kearah kantin.
Sebelum itu, ditariknya nafas dalam dalam, lalu dibuangnya perlahan lahan.
**************
Sesampainya Grecy dikantin, ia melihat Kevin dan Dion. Seperti biasa mereka dikerumuni banyak perempuan dan salah satunya adalah DKA beautiful genk.
Grecy melihat lihat kantin yang begitu ramai. Bermaksud untuk mencari cela agar bisa lewat. Tapi hasilnya sangat tidak memuaskan, karena hanya ada cela disekitar kerumunan tersebut.
Dengan terpaksa Grecy melewati kerumunan itu. Dina yang melihat Grecy ingin lewat, langsung meluruskan kakinya yang sedang ditekuk. Grecy yang tidak melihat kaki Dina didepannya, akhirnya terjatuh kelantai.
" Aww... " Ringis Grecy menahan sakit, karena kakinya yang berdarah.
" Makanya, jalan tuh lihat ke depan jangan lihat ke belakang, " Celoteh Dina sambil tertawa diikuti semua orang dikerumunan tersebut, kecuali Kevin.
Karena tidak ingin membuat masalah, Grecy tidak mengurusi perkataan Dina yang meledeknya. Grecy mencoba berdiri dan berjalan walaupun harus sedikit pincang.
" Kak, beli satu botol air dingin, satu botol air mineral, dan satu buah cemilan. " Pesan Grecy kepada kakak penjaga kantin.
" Ini Dik, semua nya tiga belas ribu. " Ucap kakak penjaga kantin yang diketahui namanya Kak Ana sambil menyerahkan satu botol air dingin, satu botol air mineral, dan satu buah cemilan.
" Ini uangnya, Kak " Ucap Grecy sambil menyodorkan satu lembar uang sepuluh ribu dan satu lembar uang lima ribu. Dan diterima baik oleh Kak Ana.
" Ini Dik kembaliannya, " Ucap Kak Anda seraya memberikan selembar uang abu abu.
" Terima kasih, kak " Ujar Grecy tulus.
" Sama sama dik, " Balas kak Ana.
Grecy menghela nafas panjang karena harus melewati kerumunan yang menyebalkan bagi nya untuk yang kedua kalinya dalam satu hari.
" Sabar... sabar Cy. Jangan urusi perkataan mereka dan jangan buat masalah, dihari pertamamu sekolah. Jangan terbawa emosi, oke. " Ucap Grecy lirih menyemangati dirinya sendiri.
Grecy berjalan melewati kerumunan, dengan langkah yang agak cepat. Tapi sebelum dia bisa melewati kerumunan itu, ada suara seseorang yang membuat langkahnya terhenti.
" Eh eh, teman teman tengok tuh orang yang tadi jatuh. Mau lewat lagi. Hahaha... " Ucap Dina sambil tertawa diikuti yang lainnya termasuk Dion tapi tidak dengan Kevin, dia hanya diam seribu bahasa.
Melihat sikap Dion yang ikut menertawainya, membuat Grecy sakit hati sekaligus merasa malu yang amat dalam.
'Ternyata dia bukan orang yang baik seperti yang kupikirkan. Dia orang jahat. Dan sekarang terbukti bahwa dia jahat. Masak ada orang yang jatuh dan dihina dia malah ikutan ketawa. Cinta pertama yang menyedihkan,' Rutuk Grecy dalam hati.
Segera dia melewati kerumunan tersebut.Tanpa disangka air mata Grecy berhasil keluar dari pelupuk matanya. Dengan sangat cepat dia berlari menuju kearah kelas dan tidak memikirkan lagi kakinya yang sedang terluka. Akibat berlari tadi membuat kakinya semakin mengeluarkan banyak darah.
Setelah tiba dikelas, Grecy langsung duduk ditempatnya.
Winny yang sedang tertidur. Tiba tiba terjaga karena merasa ada sesorang yang duduk disebelahnya. Winny memandangi wajah Grecy yang sedang menangis.
" Kamu kenapa Cy, kok nangis? " Tanya Winny khawatir.
Grecy pun menceritakan semuanya kepada Winny dan tidak ada yang dia tutup tutupi. Dia bicara apa adanya. Mulai dari Dina yang sengaja membuatnya jatuh sampai akhirnya Dion yang menertawakannya.
" Sabar ya Cy, " Ucap Winny sambil memeluk sahabatnya itu seraya menepuk nepuk pelan punggung Grecy.
" Kaki kamu aku obati ya. Biar gak infeksi " Ucap Winny sambil mengurai pelukannya.
Winny mengambil kotak P3K yang berada didalam tasnya. Winny memang selalu membawa P3K jika pergi kemana mana untuk berjaga jaga saja.
Dengan sangat hati hati dan telaten Winny membersihkan dan memperban luka Grecy. Winny sudah pernah melakukan itu sebelumnya, karena dulunya dia pernah menjadi docil (dokter cilik) semasa SD dulu.
" Makasih ya Win, kamu baik banget sama aku. " Ucap Grecy dengan tersenyum sangat tulus.
" Iya, sama sama Cy, " Balas Winny dengan senyum khasnya.
Mereka berdua pun bercerita cerita dan sesekali tertawa lepas. Jika dulu, Grecy yang sering membuat lelucon dan membuat Winny terhibur. Sekarang berbeda. Kini Winny lah yang menghibur Grecy dengan lelucon lelucon konyolnya.
Sampai akhirnya mereka harus berhenti. Dikarenakan oleh bel yang telah berbunyi. Menandakan jam istirahat telah usai.
Selama pelajaran, Winny dan Grecy hanya fokus kedepan. Sampai akhirnya, Grecy dipanggil untuk mengerjakan sebuah soal dipapan tulis.
"Grecy, tolong jawab soal nomor satu yang ada dipapan tulis. " Pinta guru tersebut.
Grecy hanya menurut tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Semua orang yang berada didalam kelas menatap aneh kepada Grecy. Mereka menatap Grecy seperti tatapan meremehkan.
Tapi tidak dengan Winny. Dia sangat yakin kalau Grecy bisa menjawab soal tersebut dengan mudah.
Grecy menjawab soal tersebut dengan sangat lancar.
" Sudah selesai, bu " Lapor Grecy saat soal yang diberikan kepadanya sudah ia jawab.
" Baik lah, jawaban kamu sangat tepat, " Puji guru matematika yang bernama Bu Sinta, setelah mengecek jawaban Grecy.
" Kamu boleh duduk sekarang, " Lanjut Bu Sinta.
Semua orang menatap Grecy tak percaya. Sedangkan Winny dia tersenyum bahagia melihat sahabatnya bisa menjawab soal dengan sangat lancar dan tepat.
" Selamat ya Cy, kamu hebat " Puji Winny sambil mengacungkan dua jempolnya saat Grecy sudah duduk dikursi sebelahnya.
" Makasih ya Win, kamu juga hebat kok, " Balas Grecy seraya tersenyum.
Setelah pelajaran selesai, semua murid keluar dari kelas untuk pulang kerumah masing masing. Ada yang membawa motor sendiri, ada yang menunggu jemputan, ada juga yang jalan kaki.
Sambil menunggu jemputan, Winny dan Grecy berbincang bincang sebentar.
" Ingat ya Cy, kamh jangan nangis hanya gara gara masalah kecil. Apalagi kalau masalah cowok. Aku cuman gak mau kalau kamu menjadi lemah hanya gara gara cowok. Aku tau apa yang sedang kamu rasakan sekarang. Dan aku juga pernah mengalami seperti itu, dan mungkin lebih sakit dari yang kamu rasakan sekarang. Aku hanya ingin berpesan kepadamu. Jangan sampai kamu menjadi terpuruk hanya karena cowok. Menangis boleh, tapi jangan berlama lama, " Pesan Winny menasehati Grecy.
" Iya, aku janji. Aku tidak akan pernah menangis terlalu lama apalagi sampai terpuruk hanya karena masalah cowok. " Janji Grecy.
" Itu baru Grecy sahabatku, " Ucap Winny seraya memeluk tubuh Grecy.
" Udah udah, lepas. Aku gak bisa nafas ni " Ucap Grecy yang langsung disambut Winny dengan tertawa, begitupula dengan Grecy.
Mereka tertawa bersama melupakan semua beban mereka sejenak.
Tidak menunggu waktu lama jemputan Winny sudah ada didepan mata. Dan sebelum masuk kedalam mobil, Winny pamit kepada Grecy untuk pulang.
" Bye, Grecy " Ucap Winny seraya melambaikan tangannya ke kanan dan ke kiri.
" Bye, Winny, " Balas Grecy seraya melambaikan tangannya.
Begitupun dengan Grecy setelah mobil Winny keluar dari pagar sekolah. Jemputan Grecy datang dan ia segera naik kedalam. Mobil Grecy segera meluncur meninggalkan sekolah dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.
******************
Hari demi hari sudah dilewati dan tentunya dengan berbagai rintangan. Sudah 3 bulan sejak kejadian dikantin, tapi tetap saja Grecy tidak melupakan hal itu. Dia tidak pernah merasa ingin balas dendam. Tapi, Grecy hanya masih mengingat kejadian tersebut. Ia merasa seperti harga dirinya di injak injak.
Hari ini, seperti biasa semua murid sudah berada didalam kelas dan siap untuk belajar.
Setelah guru datang pelajaran pun dimulai. Kini yang mengajar adalah Bu Ade, guru IPA.
" Selamat sore anak anak, " Sapa Bu Ade, karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB.
" Sore Bu, " Sahut semua murid serentak.
" Sekarang kita akan mulai pelajarannya. Ibu akan bagi kalian kedalam beberapa kelompok dan satu kelompok terdiri dari lima orang."Ucap Bu Ade.
" Bu, siapa yang memilih kelomponya. Ibu atau kami? " Tanya salah satu siswi.
" Yang akan membagi kelomponya adalah Ibu. Karena jika kalian yang menentukan kelompok. Ibu yakin akan ada yang bertengkar atau ada juga yang tidak dapat kelompok. " Jawab Bu Ade.
Bu Ade menulis nama nama kelompok di papan tulis. Yang membuat,
Kelompok 1: Regina, Kevin, Winny, Dion, dan Grecy.
" Bu, boleh gak kalau pindah kelompok? " Tanya Grecy.
" Gak boleh Grecy. Emang kenapa? Apa ada masalah? " Tanya Bu Ade bingung. Walaupun memang banyak yang bertanya demikian. Tapi ini aneh. Grecy dikelompokkan sama dengan sahabatnya. Kenapa dia ingin pindah? Pertanyaan itu muncul dibenak Bu Ade.
" Gak ada Bu, cuman nanyak aja " Jawab Grecy tersenyum paksa
" Yaelah, malas banget aku sekelompok sama orang songong itu " Ucap Grecy dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh Winny seraya menunjuk Dion dengan dagunya.
" Udah sabar aja. Kan kita kerja kelompoknya cuman sebentar. Lagian kan kita satu kelompok. Ayolah semangat " Balas Winny memberi semangat kepada Grecy.
" Sekarang ibu akan jelaskan tugas kalian apa. " Ucap Bu Ade.
" Tugas kalian adalah mengamati tentang alam. Misalnya, tentang apa saja yang ada dialam, yang kalian lihat. Apa fungsinya, bagaimana bentuknya, dan lain sebagainya. Dan semua yang kalian amati akan kalian tulis di kertas hvs. Setelah itu buat dalam bentuk kliping. Natas waktunya ibu beri satu minggu mulai dari sekarang. Nilai yang akan kalian dapat akan ibu buat sebagai nilai tambahan. " Jelas Bu Ade,
" Apa semuanya mengerti? " Tanya Bu Ade.
" Mengeri bu, " Jawab semua murid secara bersamaan dengan semangat.
Lain halnya dengan Grecy, dia menjawab dengan wajahnya yang lesu. Seperti seseorang yang belum makan selama berhari hari.
" Baiklah, sekarang kalian boleh pulang " Ucap Bu Ade lalu keluar dari ruangan kelas.
" Cy, kamu kenapa sih. Mukanya kok lesu gitu. Jangan terlalu dipikirin. Entar kamu sakit, loh. Kalau orang orang bilang. Kalau sakit gara gara mikirin sesuatu. Namanya, em... Apa ya Aku lupa, " Ucap Winny seraya menggigit gigit kuku jempol tanggan kanan, seperti orang yang sedang berpikir.
" Stres, namanya. Udah ah, jangan gigit gigit kuku juga kali kalau lagi mikir. Entar kamu lagi, yang sakit. " Ujar Grecy seraya melepaskan kuku Winny dari mulutnya.
" Hehehe, kebiasaan. Sorry ya. " Pinta Winny dengan mengatupkan kedua tangannya.
" Iya, iya. Masak seorang Winny yang pintar dalam segala hal, kecuali academik. Hanya untuk memikirkan satu kata saja, butuh waktu berjam jam, " Ucap Grecy mendramatiskan dengan menggeleng geleng kepala.
" Gak nyampek kali berjam jam, Cy. Paling cuman bermenit menit, " Ucap Winny menyangkal.
" Iya, iya deh. Kamu memang benar. Aku mah nyerah aja, " Balas Grecy.
Semua murid segera membereskan barang barangnya kedalam tas. Ada yang langsung pulang dan ada yang sedang berdiskusi.
Seperti kelompok satu mereka sedang berdiskusi.
" Kapan kita kerjakan tugas ini? " Tanya Winny to the point.
" Emm... besok aja gimana jam 4 sore. Kita pergi kehutan dibelakang sekolah aja. " Usul Dion.
" Tapi perginya naik apa? " Tanya Winny lagi.
" Ya, naik motor lah. " Balas Dion acuh.
" Aku sama Grecy gak punya motor. " Ucap Winny lagi, sedangkan Grecy diam seribu bahasa begitupun Kevin.
" Nanti nebeng, " balas Dion.
" Oh yaudah. Terserah kalian aja, aku sama Grecy ngikut aja. " Jawab Winny.
Winny melirik Grecy sebentar. Dan Grecy mengangguk setuju dengan perkataan Winny.
Yang ada dipikirannya sekarang adalah cepat cepat selesai.
Setelah itu Winny dan Grecy segera pulang karena jemputan mereka sudah tiba sejak lama. Mereka tidak mendengarkan pendapat dari Kevin dan Regina.
" Kenapa aku harus sekelompok sama tuh anak, kan nyebelin, " Rutuk Grecy saat sudah berada didalam mobil.
Setelah sampai dirumah, Grecy segera masuk menemui maminya.
" Mi... mami " Panggil Grecy setelah masuk kedalam rumah.
" Ada apa Cy? " Tanya Mami Grecy, Mami Wulan.
" Mi, Grecy mau minta izin sama Mami. Besok Grecy mau pergi jam 4 sore untuk kerja kelompok ke hutan yang ada dibelakang sekolah. " Izin Grecy.
" Iya, Mami ijinin tapi jangan pulang terlalu malam dan hati hati. Tapi kamu perginya ada cowok gak? " Tanya Mami Wulan.
" Ada Mi, Emang kenapa? " Tanya Grecy balik.
" Gak ada sih, cuman kalau ada cowok kan nanti ada yang lindungi kamu, " Jawab Mami Wulan.
" Winny sekelompok sama kamu gak? " Tanya Mami Wulan.
" Iya mi, " Jawab Grecy.
" Oh, " Balas Mami Wulan.
Lalu Grecy, masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Mami Wulan kembali kedapur.
***
Sama seperti Grecy, Winny juga sedang meminta izin kepada mamanya. Walau harus melewati perdebatan yang sangat panjang, akhirnya Mama Winny, Mama Anisa menyerah dan memberikan izin kepada Winny.
" Ma, Winny mau minat izin sama Mama. " Ucap Winny saat sudah berada dikamar Mama Anisa.
" Minta izin apa, Win? " Tanya Mama Anisa bingung.
" Besok Winny ada tugas kelompok. Kita pergi ke hutan yang ada dibelakang sekolah. " Jawab Winny.
" Jam berapa perginya? " Tanya Mama Anisa lagi.
" Jam 4 Sore, ma. " Jawab Winny.
" Trus, nanti perginya naik apa? " Tanya Mama Anisa posesif.
" Nanti Winny, pergi kesekolah diantar sama Pak Budi. Terus, kita pergi ke hutan naik motor. " Jawab Winny jujur.
" Emang kamu berani bawa motor? " Tanya Mama Anisa, Karena sebelumnya ada suatu kejadian yang membuat Winny trouma untuk membawa motor sendiri. Dan hal itu hanya diketahui oleh keluarganya saja.
" Winny gak bawa motor. Tapi, Winny nanti nebeng sama teman, " Jawab Winny
" Kamu gak boleh pergi, Win. Walaupun kamu cuman nebeng. Mama takut tiba tiba nanti kamu pingsan, atau apa lah gitu. " Tolak Mama Anisa tidak memberikan izin.
" Ayolah Ma, izinin Winny ya. Lagian kan Grecy juga ikut kok. Boleh ya Ma, pleass, " mohon Winny.
" Kalau Mama bilang enggak, ya enggak lah Win, " ucap Mama Anisa keras kepala.
" Ya udah, Winny gak bermaksud untuk membantah Mama. Tapi ya Ma, kalau Mama gak izinin Winny. Winny gak mau makan. " Ujar Winny keras kepala.
*******************
Rumah Winny
" Non, makan malam sudah siap. Non ditunggu sama Tuan dan Nyonya, " Lapor Bi susi, kepala pelayan dirumah Winny seraya mengetok pintu kamar Winny yang dikunci dari dalam.
" Winny, gak makan Bi. " Teriak Winny dari dalam kamar.
" Non, makan ya. Nanti Bibi dimarahi sama Tuan dan Nyonya, kalau Non Winny gak mau makan, " Bujuk Bibi Susi.
" Winny, gak mau makan Bi. " Ucap Winny sekali lagi.
" Non Winny yah, dari dulu gak berubah berubah. Masih sama keras kepala. " Gumam Bibi Susi geleng geleng kepala.
Bi Susi melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.
" Tuan, Nyonya, non Winny gak mau makan. " Lapor Bi Susi ketika sudah sampai dimeja makan.
" Aduh Winny, keras kepala banget sih ni anak. Hanya gara gara masalah sepele aja sampai gak mau makan, " Ucap Mama Anisa seraya menepuk jidatnya pelan.
" Kenapa Ma? Ada masalah apa? " Tanya Papa Winny, Papa Rangga yang tidak tau apa apa.
" Ini Pah, tadi Winny minta izin sama Mama. Katanya besok dia mau kerja kelompok kehutan. Itu sih gak masalah sama Mama. Tapi yang masalahnya itu Pah, mereka perginya naik motor. Ya, kata Winny sih dia nantinya diboceng. Tapikan Pah, Mama khawatir sama Winny " Ucap Mama Anisa menjelaskan.
" Oh, begitu ceritanya, " Ujar Papa Rangga mengangguk.
" Izinin ajalah lah, Ma. Beri Winny kesempatan untuk menantang ketakutannya dan ingat Ma. Sekarang itu Winny sudah dewasa. Dan dia harus bisa menantang ketakutannya, bukan malah bersembunyi, " Lanjut Papa Rangga.
" Terserah Papa aja deh. Tapi kalau terjadi sesuatu dengan Winny, Papa harus tanggung jawab. " Ucap Mama Anisa tegas, lalu pergi meninggalkan Papa Rangga menaiki anak tangga menuju kamar Winny.
" Win, Win " Panggil Mama Anisa.
" Winny gak mau makan Ma, " Saut Winny.
" Winny harus makan, kalau mau dapat izin dari Mama. " Ucap Mama Anisa.
Secepat kilat Winny berlari membukakan pintu yang tadi ia kunci.
" Beneran Ma? " Tanya Winny tak percaya.
" Iya, Mama kasih izin tapi kamu harus makan dulu dan besok kamu harus hati hati dan jangan pernah berpisah dari temanmu. " Pesan Mama Anisa.
" Iya Winny janji akan hati hati besok. " Ujar Winny lalu memeluk Mama Anisa.
" Sekarang kita makan dulu, tuh Papamu sudah menunggu " Ucap Mama Anisa menunjuk Papa Rangga yang masih setia duduk dimeja makan.
__ADS_1
" Iya Ma, " Balas Winny lalu melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju tempat Papanya berada. Dan diikuti oleh Mama Anisa yang berada disamping kirinya.
***
Keesokan harinya, seperti rencana sebelumnya. Hari ini semua sudah berkumpul didepan sekolah, kecuali Winny.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Winny sampai.
" Ma-maaf aku telat. " Hanya itu kata kata yang bisa keluar dari mulut Winny.
" Ya udah, karena sekarang kamu sudah datang. Kita langsung aja pergi keburu gelap " Kata Dion.
" Tapi, aku sama Winny naik motor siapa? " Tanya Grecy.
" Grecy naik motor aku dan Winny ikut sama Kevin " Perintah Dion.
" Enak aja, aku sama Kevin aja. biar Winny yang naik motor aku. " Ucap Regina.
" Ta-tapi aku takut bawa motor besar kayak gitu " Ucap Winny.
" Masak bawa motor gini aja, takut. Cemen luh, " Ucap Regina.
" Udah lah. Nanti juga dianya ikut. Ayok kita berangkat, " Ajak Regina yang tidak memperdulikan masalah Winny.
" Gak boleh gitu lah. Kalau Winny takut jangan sipaksain. Nanti kalau terjadi apa apa sama Winny dijalan Gimana. Emang lo mau tanggung jawab " Sewot Grecy.
" Udah ah, lebay amat kalian berdua. Ni motor baru gue service kemarin. " Balas Regina.
" Udah Cy, gak usah diperpanjang masalahnya, " Ujar Winny yang tidak ingin membuat masalah sepele menjadi panjang.
Sedangkan Grecy hanya menurut dengan perkataan Winny. Dia naik keatas motor Dion.
'Ya Tuhan, lindungi lah anakmu ini' Doa Winny dalam hati sebelum menaiki motor.
Tangannya begitu gemetar, saat menyentuh motor. Ini adalah pertama kalinya Winny menyentuh motor setelah bertahun tahun dia tidak menyentuh motor.
Mereka segera pergi menuju hutan. Sampai di hutan, mereka menyadari ada yang hilang.
" Lah, kok ada empat. Winny nya mana? " tanya Grecy saat menyadari Winny tidak ada.
" Iya ya, apa jangan jangan Winny kesasar atau motornya habis bensin? " Tanya Dion ikut menimpal.
" Gak mungkinlah kesasaran, dia kan ngikutin kita tadi. " Ucap Grecy.
" Paling bensinnya habis, tadi motor gue bensinnya tinggal sedikit " Ujar Regina santai.
" Dasar lu ya, udah salah santai banget lagi. Kalau nanti Winny kenapa napa lo mau tanggung jawab ha...? Enggak kan. Awas aja lo ya kalau sampai Winny kenapa napa. " Ucap Grecy dengan amarah yang memuncak dan tangan yang terkepal siap untuk memukul.
" Katanya, tenang aja ni motor udah gue service kemarin. Sevice apanya coba, bensinnya aja sekarat, " Lanjut Grecy dengan nada meledek.
" Udah udah, gak usah berantam. Kamu Grecy ini itu dihutan gak usah berantam. " Ucap Dion melerai.
'Enak aja dia, masak Regina yang salah gue yang dimarahi. Apa mungkin dia suka ya sama Regina. Tapi awas aja kalau Winny kenapa napa gue tabok lo Regina.' Batin Grecy.
" Vin, lu pergi cari Winny nanti dia nyasar lagi. " Ucap Dion.
" Kenapa Kevin, aku aja yang nyari Winny. " Balas Grecy.
" Udah jangan keras kepala. Nanti kalau kamu nyari Winny, bukan Winny yang ketemu malah kamu juga ikut nyasar. Kalau gitu kan jadi tambah repot. " jelas Dion.
" Ya udah, Vin lo harus cari Winny sampai ketemu. " Pesan Grecy.
" Kenapa harus Kevin? " Tanya Regina tak terima.
" Lo diam aja, udah buat salah, gak mau tanggung jawab. Sok sokan lagi " Balas Grecy.
Kevin pun mengendarai motornya menyusuri hutan mencari Winny.
***
Disisi lain
" Ya Tuhan. Kenapa bensinnya harus habis sekarang. Udah tadi bawa motornya setengah mati. Ni sekarang bensinnya habis. " Ujar Winny kesal seraya menuruni motor.
Akhirnya dia memutuskan untuk duduk berjongkok sambil menutup matanya dengan kedua tanga.
Tiba tiba, ada suara suara aneh dari balik semak semak. Winny membuka matanya untuk melihat sekeliling. Tapi, sepertinya yang dia dengar adalah suara motor.
Setelah mendengar suara motor yang kurang jelas. Tiba tiba kepala Winny sakit. Kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu, kini menari nari dipikirannya. Winny memegang kepalanya yang terasa berat dengan mata terpejam.
" Tidak... " Teriak Winny saat ada sebuah cahaya silau yang meneranginya. Tiba tiba air matanya jatuh.
" Jangan pergi, Hiks... Hiks... " Ucap Winny lagi sambil menangis.
" Win, Winny " ucap seseorang memanggil Winny seraya menggoyang goyangkan tubuh Winny pelan.
Winny mendongakkan wajahnya, betapa terkejutnya ia melihat siapa yang ada di depannya sekarang.
********
" Ke-Kevin " Ucap Winny terkejut. Ya Kevin, ini adalah pertama kalinya Winny mendengar suara Kevin. Maka dari itu iya tidak mengenal suaranya.
" Kamu kenapa nangis? " Tanya Kevin bingung.
" Gak ada, cuman tadi aku sedikit takut, " Jawab Winny seraya menghapus jejak air mata dipipinya dengan tangannya.
" Ya udah, kalau gitu kamu naik sekarang. " Ucap Kevin.
" Naik kemotor kamu? " Tanya Winny, kini tangannya kembali gemetar.
" Ya iyalah, cepat naik " Ucapnya lagi.
" Tapi, gimana dengan motor Regina? " Tanya Winny lagi.
" Nanti aku suruh orang untuk bawa, " Jawab Kevin santai.
Winny kehabisan kata kata, dan terpaksa ia harus menaiki motor lagi.
'Baru naik motor aja tangannya gemetaran. Gimana tadi pas dia bawa motor ya. Atau dia hanya canggung, tapi gak mungkinlah sampai tangannya gemetaran' Batin Kevin saat merasakan tangan Winny yang gemetaran sekaligus dingin.
***
Setelah tiba, akhirnya mereka melakukan apa yang menjadi tujuan mereka datang.
Winny berjalan paling belakang karena dirinya lah yang bertugas menjadi penulis.
" Aww... " Ringis seseorang.
Mendengar suara itu, membuat Winny menoleh kesumber suara. Winny melihat tangan Kevin yang berdarah karena tertusuk sebuah duri yang beracun. Winny segera berlari menuju Kevin. Lalu tanpa pikir panjang, Winny menghisap jari Kevin untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya. Tanpa dia sadari darah kevin yang dihisapnya tertelan olehnya. Dan Kevin pingsan.
" Kita pulang aja sekarang. Lagian tadi tugasnya udah hampir selesai. Karena Kevin sekarang pingsan kita naik taksi aja pulang. Biar motornya nanti aku suruh orang aja untuk bawa kerumah masing masing. " Saran Dion.
Mereka pun pulang menaiki taksi.
R****umah Kevin
Setelah menunggu beberapa menit, Kevin pun sadar dari pingsannya.
" Dimana aku? " Tanya Kevin.
" Dirumah lo, " Jawab Dion singkat.
Kevin memperhatikan setiap sudut ruangan. Dan dia sadar sekarang dia berada didalam kamarnya. Kevin mengingat ingat kejadian sebelumnya, ia hanya mengingat tangannya terkena duri dan setelah berteriak dia pingsan. Di lihatnya jarinya telah terperban dengan sebuah kain.
" Kain siapa ni? " Tanya Kevin menunjukkan jarinya.
" Oh itu, itu punya nya si Winny, " Jawab Dion.
" Kok bisa kainnya sama gue? " Tanya Kevin sekali lagi.
" Pas lo kena duri tadi. Tanpa pikir panjang Winny menghisap racun yang ada ditubuh lo karena duri itu. Terus si Winny nyobek selendangnya hanya untuk memperban luka lo tuh, " Jawab Dion menjelaskan sebenarnya, dan menunjuk luka Kevin dengan bibirnya.
" Besok aku harus berterima kasih sama Winny, " Ucap Kevin.
" Seharusnya, oh ya karna sekarang lo dah sadar gue pamit pulang, " Pamit Dion.
" Hmm... " Kata Kevin sebagai jawaban.
***
Keesokan harinya
Tok... tok... tok...
" Winny, kamu sudah bangun sayang? " Tanya Mama Anisa.
Mama Anisa yang tidak mendapat jawaban, memutuskan untuk masuk kedalam kamar yang tidak dikunci tersebut. Ia melihat putri sulungnya yang masih tertidur nyenyak. Mama Anisa duduk ditepi ranjang putrinya.
" Win, bangun nak kamu gak sekolah? " Tanya Mama Anisa. Mama Anisa membalikkan tubuh Winny yang membelakanginya dan ia melihat wajah Winny yang tampak pucat, dengan panik mama Anisa, memanggil suaminya.
" Pa... Papa... " Teriak Mama Anisa.
" Ada apa Ma? " Tanya Papa Rangga setelah tiba dikamar Winny.
" I-ini pa, mukanya Winny pucat Pa " Jawab Mama Anisa panik.
" Kok bisa Ma? " Tanya Papa Rangga yang ikut ikutan panik.
" Udah deh Pa, sekarang kita bawa Winny ke rumah sakit, " Ucap Mama Anisa.
Dengan sigap Papa Rangga, membawa Winny masuk kedalam mobil dan meluncurkan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi.
15 menit kemudian,
Mobil yang ditumpangi Winny sudah tiba didepan sebuah gedung yang tinggi, gedung rumah sakit.
Sebelumnya, Papa Rangga sudah menelpon direktur rumah sakit untuk mempersiapkan segalanya. Itu hal yang mudah bagi Papa Rangga karena rumah sakit tersebut adalah milik keluarganya.
Winny segera dibawa kesebuah ruangan. Setelah dokter mengambil sempel darah Winny. Winny dibawa keruang inap.
Beberapa menit menunggu, dokter yang menangani Winny datang dengan sebuah kertas ditangannya.
" Dok, bagaimana hasilnya? Apa penyakitnya serius? " Tanya Papa Rangga setelah dokter yang menangani Winny sudah berada dihadapannya.
" Begini Pak, Buk melihat dari hasil tes darah. Anak Bapak dan Ibuk tidak mempunyai penyakit yang serius, hanya saja sepertinya anak Bapak dan Ibuk menghisap sesuatu yang mengandung racun " Ucap dokter yang merawat Winny.
" Jadi, sekarang kita harus bagaimana, Dok. Apa yang bisa dokter lakukan agar racun yang ada di dalam tubuh anak saya bisa keluar " Tanya Papa Rangga to the point.
" Bapak tidak perlu khawatir, setelah cairan infusnya habis. Anak Bapak sudah boleh pulang " Ucap dokter yang menangani Winny.
" Baiklah kalau begitu Dok, " Ucap Papa Rangga.
" Terima kasih " Lanjut Papa Rangga seraya menjabat tangan dokter yang menangani putri sulungnya.
" Sama sama Pak, itu adalah tugas saya. Dan ini adalah rumah sakit Bapak, sudah tentu kami akan melakukan yang terbaik untuk anak Bapak, " Ucap dokter tersebut.
***
D****isekolah
" Winny, dimana? " Tanya Kevin kepada Grecy yang sedang duduk dan tampak gelisah.
" Aku juga gak tau, mungkin dia izin gak masuk atau jangan jangan dia sakit " Jawab Grecy, sedikit khawatir dengan keadaan sahabatnya.
" Emm... kalau gitu, kamu tau gak dimana rumahnya Winny? " Tanya Kevin sekali lagi.
" Aku gak tau, karna biasanya Winny yang datang kerumah aku kalau ada sesuatu. Dan dia gak pernah ngasih tau aku alamat rumahnya." jawab Grecy jujur.
" Sekarang gimana caranya kita bisa tau keadaan Winny? " Tanya Grecy.
" Aku ada ide " Kata Kevin,
" Ikut aku, " Lanjut Kevin memerintah.
Disinilah mereka sekarang, didepan kantor kepala sekolah.
" Pintar banget loh, aku aja gak kepikiran sampai keaini. Tapi sekarang siapa yang masuk? " Tanya Dion yang berada disamping Kevin.
" Aku aja yang masuk, " Jawab Kevin.
Dion dan Grecy menunggu Kevin didepan pintu. Mereka berdua hanya diam seperti orang yang tidak saling kenal dengan jarak yang lebar.
Sampai akhirnya Kevin datang dengan secarik kertas ditangannya.
" Kita perginya setelah pulang sekolah, " Ucap Kevin kepada kedua orang didepannya.
" Ok " Jawab mereka serentak.
Tiba tiba, ponsel Grecy berdering tanda ada yang menelpon. Setelah melihat ID nya yang tertulis Mami. Grecy langsung menggeser tombol hijau.
Grecy : " Halo mi."
Mami : " Halo Cy. nak hari ini supir kamu
tiba tiba sakit. Kamu bisakan
pulangnya sendiri. "
Grecy : " Bisa Mi. Mami gak perlu khawatir
sama Grecy. "
Ucap Grecy lalu mematikan panggilan teleponnya.
" Kenapa? " Tanya Dion kepada Grecy.
" Kata Mami aku, supir aku lagi sakit, jadi Mami nyuruh aku pulang sendiri. " Jawab Grecy.
*********************
" Kalau gitu, Grecy sama aku aja nanti kerumah Winny. Sekalian aku antar pulang " Saran Dion.
" Gak mau ah, ogah..., Aku sama Kevin aja. " tolak Grecy.
" Udah, jangan berantam nanti kita kumpul diparkiran setelah pulang sekolah, " Ucap Kevin.
" Sekarang kita masuk kelas. Bentar lagi bel bunyi " Lanjut Kevin.
Grecy dan Dion menurut. Mereka bertiga masuk kedalam kelas bersama sama.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, semua murid segera keluar kelas menuju keparkiran atau ruang tunggu.
Kevin, Dion, dan Grecy sudah berada diparkiran. Saat mereka akan pergi, tiba tiba ada suara seorang perempuan yang menghentikan mereka.
" Vin, mau kemana. Kok bareng sama sicupu ini? " Tanya perempuan itu tanpa dosa.
" Apa loh bilang, kalau bilang tuh dipikir dulu. Jangan asal ceplos, " Balas Grecy dengan suara yang meninggi karna kesal.
" Udah lo diam ada Grecy, gak usah berantam. " Ucap Dion.
" Kita mau kerumah Winny, " jawab Dion kepada perempuan itu.
" Ngapain kerumah Winny? " tanya perempuan tersebut.
" Winny hari ini gak masuk sekolah. Jadi kita pikir dia sakit dan kita mau kerumah nya " Jawab Dion.
" Ngapain loh kesini? " tanya Grecy kepada perempuan itu yang tidak lain adalah Regina.
" Gue kesini, mau nebeng sama Kevin. Tadi gue kesekolah diantar nyokap. Dan pulangnya gue mau sama Kevin " Jawab Regina.
" Kevinnya mau kerumah Winny. Lo pulang aja sono sama taksi. " Balas Grecy.
" Gue mau ikut Kevin. Kalau Kevin kerumah Winny gue ikut, " Ucap Regina.
" Gak usah, nanti repot. " Balas Grecy acuh.
" Udah lo ikut aja gak papa, " Ucap Dion.
" Aku sama Kevin, " Kata Regina lagi.
" Lo repot amat sih, tu ada si Dion. Sama Dion aja apa susahnya, tinggal naik tuh keatas motornya. " Balas Grecy kesal.
" Udah diam biar aja kalau dia sama Kevin. Sekarang lo turun dari motor Kevin, naik kemotor gue. " Ucap Dion.
" Gak mau, enak aja lo nyuruh nyuruh gue. " Ucap Grecy kepada Dion.
" Udah Cy, mengalah aja. " Ucap Kevin.
" Iya, iya. " Ujar Grecy sembari turun dari motor Kevin dan naik kemotor Dion.
" Ini gara gara Kevin yang nyuruh. Kalau gak, gak akan mau gue naik motor lo " Lanjut Grecy kepada Dion.
'Ngapain sih tuh anak iku ikutan. Nih lagi, sok sokan nyuruh nyuruh gue. Emang gue babu loh apa' Rutuk Grecy dalam hati dengan tangannya yang terkepal sudah berada dibelakang kepala Dion.
***
Setibanya dirumah Winny, Grecy segera mengetuk pintu rumah Winny.
Saat pintu terbuka, mereka langsung menanyakan tentang Winny.
" Permisi Bi, apa benar ini rumah Winny? " tanya Grecy kepada seorang ibu paruh baya yang membukakan pintu.
" Iya, benar ini rumahnya non Winny. Non ini temannya non Winny ya? " Tanya Bi Susi. Bi Susi pernah melihat foto Winny bersama dengan Grecy dikamar Winny.
" Iya Bi, saya temannya Winny. Nama saya Grecy " Ucap Grecy.
" Oh, non Grecy. Ada perlu apa ya non kesini? " Tanya Bi Susi.
" Saya kesini mau nyari Winny, Bi. Hari ini Winny gak masuk sekolah " Jawab Grecy.
" Non Winny nya gak ada, non Grecy. Tadi pagi non Winny dibawa kerumah sakit. " Ujar Bi Susi.
" Winny sakit apa ya Bi? " tanya Grecy khawatir.
" Bibi juga gak tau non. Cuman tadi pagi muka nya non Winny pucat, " Jawab Bi Susi.
" Kalau boleh tau, Winny dirawat dirumah sakit mana ya Bi? " Tanya Grecy dengan wajah yang sudah tidak dapat disembunyikan lagi dari kecemasan.
" Kalau gak salah tadi kata Nyonya dirumah sakit Wintia, " Jawab Bi Susi.
" Kalau begitu, saya pamit dulu Bi, " Pamit Grecy.
" Iya non, " Balas Bi Susi.
Keempat murid SMA itu melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah sakit Wintia.
Tiba disana, mereka menanyakan ruang inap Winny. Setelah mengetahui dimana ruang inap Winny. Mereka berjalan menuju lift, sampai disana mereka menekan angka 7.
ting...
pintu lift terbuka. mereka berjalan menuju ruangan VVIP tempat Winny dirawat.
Tok tok tok
" Masuk " Ucap orang yang berada didalam ruangan VVIP
" Hai Win, gimana kabar kamu sekarang? " Tanya Grecy menghampiri Winny yang sedang terbaring.
" Aku sudah lebih sehat sekarang, dan kata dokter, aku sudah boleh pulang besok. " Jawab Winny dengan senyum dibibirnya.
" Cy, kamu bareng sama mereka? " Tanya Winny kepada Grecy yang sudah berada disampingnya dengan berbisik.
" Iya, tadi rencana kesini cuman bertiga, tapi si Regina mau ikut katanya, " Jawab Grecy.
" Ngapain bisik bisik? " Tanya Dion.
" Ehmm... gak papa, " Jawab Winny.
" Makasih " Lanjutnya.
" Untuk apa? " Tanya Kevin bingung.
" Karena kalian udah mau jengukin aku, " Jawab Winny polos.
" Seharusnya aku yang berterima kasih sama kamu, karena udah mau nolongin aku dan jadinya sekarang kamu yang sakit. " Jelas Kevin.
" Gak papa aku ikhlas nolongin kamu, " Balas Winny tersenyum.
" Ala Lebay amat. Gak usah sok sok jadi pahlawan deh lo, kita pulang aja yuk Vin, " Ajak Regina manja.
" Lo kenapa sih, kalau mau pulang, pulang aja sendiri. Siapa suruh datang kesini. Kan lo sendiri yang tadi bilang mau ikut. " Balas Grecy.
" Ini tuh dirumah sakit. Jangan berantam terus, dimana mana pasti selalu berantam. " Ucap Dion.
" Lo mau nyalahin gue lagi. Yang salah tuh dia, bukan aku. Tapi tetap aja lo bentak bentak gue. " Balas Grecy.
" Udah Cy, jangan marah marah ya. " Ucap Winny mencoba menenangkan Grecy sembari mengelus elus lengan Grecy.
" Nyokap loh mana Win? " Tanya Grecy mengalihkan pembicaraan.
" Nyokap gue ke supermarket bentar, " Jawab Winny.
" Ooh, " Ucap Grecy.
" Kalian bawa apa kesini? " Tanya Winny kepada semua orang sembari melihat lihat tangan Grecy, Kevin, Dion, dan Regina satu persatu.
__ADS_1
Karena kan dimana mana biasanya kalau ada orang yang sakit pas dijenguk pasti membawa sesuatu. Misalnya, Buah atau apa gitu.
" Em... Maaf Win, kita gak bawa apa apa kesini. Tadi kita kesini buru buru. Sampai gak ingat untuk bawa sesuatu. Maaf ya " Ucap Grecy sembari menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal dengan tatapan memelas.
" Udah gak usah sampai buat buat muka kayak gitu deh. Aku cuman bercanda kok. " Ujar Winny.
Sedangkan Regina dia memutar bola matanya malas. Malas melihat drama sahabat didepannya.
" Lebay, " gumam Regina yang masih bisa didengar oleh semua orang.
" Apa lo bilang tadi? " Tanya Grecy.
" Gue bilang tadi, LEBAY. " Ucap Regina dengan menekan kata lebay.
" Apa maksud lo bilang bilang kita lebay, ha...? " Tanya Grecy dengan nada yang sudah meninggi.
" Iya, kalian berdua tuh memang lebay. " Ucap Regina.
" Enak aja lo bilang kita lebay. " Balas Grecy yang sudah diliputi kekesalan.
" Udah udah mulai lagi kan berantamnya, " Ucap Dion dengan nada membentak
**************************
" Napa lo. Mau marahi gue lagi? " Tanya Grecy kesal kepada Dion.
" Bukan gitu, ta... " Ucap Dion dengan suara rendah dan terpotong dengan ucapan Grecy.
" Udah lo gak perlu bohongin gue. Tiap gue berantam sama Regina. Lo terus bentak gue. Lo maki maki gue. Dan Regina lo biarin gitu aja. Disaat gue sama Regina bertengkar. Itu semua salah Regina. Gue akui, gue memang yang mudah marah, mudah terpancing. Tapi, coba sekali aja lo pikir, gimana perasaan gue. Lo bentak gue didepan umum, didepan sahabatku. Lo bentak gue, gue terima. Coba lo pikir. Gimana rasanya saat lo dimaki maki didepan umum. Malu tau gak. Tapi sekarang sudah cukup. Cukup lo maki maki gue. Karna lo gak punya hak sedikit pun untuk marahi gue. " Ucap Grecy mengeluarkan semua unek unek didalam hatinya, lalu pergi keluar dari ruangan VVIP dengan berlari. Tanpa disadari, air bening telah membasahi pipi mulus Grecy.
Didalam ruangan
" Dion, kamu gak seharusnya ikut campur masalah mereka. kamu cukup melerai mereka. " Ucap Winny.
" Tadi itu aku mencoba untuk melerai mereka. " Balas Dion membela diri.
" Aku tau kamu mencoba melerai mereka. Tapi bukan dengan cara begitu. Bukan dengan membentak " Nasehat Winny.
" Iya, aku tau. Aku tau aku salah. Aku minta maaf " Ujar Dion.
" Grecy itu sebenarnya orang baik. Dia hanya kesal sama kamu. Waktu dia jatuh dikantin kamu ketawain dia, trus kalau dia berantam sama Regina kamu bentak dia. Coba kamu pikir, gimana rasanya kalau kamu yang ada diposisi dia? Malu gak? " tanya Winny.
" Tapikan saat dikantin, bukan aku aja yang ketawain dia, tapi masih banyak lagi yang lain. Kalau masalah berantam sih, aku ngaku aku salah, " Ucap Dion.
" Bisa kita bicara berdua? " Tanya Winny dengan tatapan serius.
Dion mengangguk dan menyuruh Kevin membawa Regina keluar dari ruangan VVIP Winny.
" Ada apa? " Tanya Dion.
" Aku mau kasih tau kamu satu rahasia tentang Grecy. " Ucap Winny masih dengan tatapan serius.
" Apa? " Tanya Dion penasaran.
" Tapi kamu harus janji dulu sama aku, kalau kamu gak akan bilang sama siapapun. " Ucap Winny.
" Ya, aku janji " Balas Dion.
'Maafin aku, Cy. Aku pernah janji sama kamu gak akan bocorin rahasiamu. Tapi aku sudah tidak kuat melihatmu bersesih, Cy. Aku hanya berharap, dengan memberi tahu rahasiamu ini. Kamu bisa memaafkanku dan Dion bisa mengerti dirimu.' Gumam Winny dalam hati.
Lalu menarik nafas dalam dalam dan dibuang secara perlahan lahan sebelum memulai ceritanya.
" Sebenarnya, dari awal mos. Grecy itu sudah suka sama kamu. Dia pikir itu kamu orang baik saat pertama melihatmu. Dan itu sebabnya, mengapa saat dia jatuh di kantin. Dan kamu malah ketawain dia tanpa memiliki niat sesikit pun untuk menolongnya, itu membuat hatinya sakit. Dan juga saat kamu bentak dia padahal dia cuman belain aku, disitu dia berpikir bahwa kamu suka sama Regina. Apa kamu ngerti sekarang, kenapa dia bisa sampai nangis kayak tadi. Aku tau sebenarnya dia itu gak cengeng. Tapi kamu udah keterlaluan banget sama dia, dan kamu harus kejar dia dan minta maaf. " Ucap Winny seperti memberi perintah.
Dion begitu terkejut mendengar pernyataan Winny, dan ada rasa bersalah bersarang didalam hati nya. Dengan cepat, Dion berlari keluar dari ruangan VVIP untuk mencari keberadaan Grecy. Tanpa memperdulikan Kevin dan Regina yang menatap aneh kepada Dion.
Lalu Kevin dan Regina masuk kedalam ruangan VVIP Winny.
***
D****isisi lain
Grecy berlari menuju taman yang berada disamping rumah sakit. Terlihat banyak orang sakit sedang berada ditaman. Tiba tiba matanya tertuju kepada seorang anak perempuan yang mengenakan kursi roda. Dengan baju berwarna biru, baju khas rumah sakit. Grecy menghampir anak perempuan itu yang terlihat sangat pucat.
" Hai, dik, " Sapa Grecy seraya menjajarkan tingginya dengan kursi roda anak perempuan tersebut.
" Hai, kak, " Sapa anak perempuan itu.
" Siapa nama kamu cantik? " Tanya Grecy.
" Nama aku Bintang, kak, " Jawab anak perempuan itu yang bernama Bintang.
" Ooh Bintang nama kamu bagus, " Puji Grecy.
" Kak, apa aku boleh bertanya? " Tanya Bintang.
" Tentu saja, boleh " Jawab Grecy mantap.
" Kak, apa itu penyakit kangker? " Tanya Bintang.
" Kenapa kamu bertanya begitu cantik? " Tanya Grecy bingung dengan pertanyaan anak perempuan yang berusia sekitar 7 tahun didepan nya.
" Dokter bilang aku sakit kangker kak, setelah itu aku melihat ibu menengis saat dokter bilang aku penyakit kangker, " Jelas Bintang.
Lagi lagi, air bening keluar membasahi pipi mulus Grecy, dia ikut sedih dengan kondisi Bintang.
" Kakak kenapa menangis?, Apa gara gara penyakitku? " Tanya Bintang sambil menghapus air mata Grecy dengan ibu jarinya.
" Kakak gak papa, mata kakak cuma kelilipan. Dan ingat kamu gak usah mikirin tentang itu. Jika kamu mau sembuh, kamu harus rajin minum obat dan menuruti perkataan dokter. Percayalah suatu saat nanti kamu akan sembuh dan bisa membuat orang tuamu bangga. Sama seperti namamu Bintang, kamu akan bisa berguna bagi seseorang disekitarmu dan kamu gak boleh menyerah, " Ucap Grecy memberi semangat.
" Iya kak, aku gak akan menyerah. " Balas Bintang seraya tersenyum.
" Kamu memang anak yang pantang menyerah. " Ucap Grecy.
" Ini untuk kamu. Karena kamu tidak patah semangat, kakak berikan liontin bintang ini untuk kamu. Jika kamu melihat liontin ini, maka kamu akan ingat kakak dan kamu akan selalu semangat, " Lanjut Grecy sembari memberikan liontin bintang yang diberikan oleh orang tuanya.
Grecy mendapatkan liontin itu dari orang tuanya karena mendapatkan nilai yang memuaskan. Sejak saat itu, ia akan selalu membawa liontin itu kemana mana.
" Terima kasih, kak " Balas Bintang seraya mengambil liontin tersebut dari tangan Grecy tapi dihentikan oleh sang pemilik.
" Apa kakak boleh memasangnya? " Tanya Grecy hati hati. Dan dijawab anggukan kepala oleh Bintang.
Grecy memasang liontin tersebut dileher Bintang. Dan membuat Bintang tambah cantim walau dengan wajah pucat.
" Apa kakak boleh menganggapmu sebagai adik kakak? " Tanya Grecy lagi.
Dulu Grecy sangat ingin memiliki adik perempuan. Tapi Mami Wulan tidak bisa lagi untuk memiliki seorang anak karena masalah kesehatan.
" Boleh, kak " Jawab Bintang mengangguk.
Lalu mereka berdua berpelukan.
Setelah itu datanglah seorang ibu membawa Bintang pergi. Kemudian Grecy kembali menangis, dia berpikir 'Kasihan sekali kamu Bintang. Ya Tuhan, tolong sembuh kan Bintang. Jangan renggut nyawanya' Doa Grecy dalam hati.
Tiba tiba, ada sesorang yang menepuk bahunya. Grecy menoleh kebelakang. Terlihat lah seorang pria yang membuatnya pertama kali menangis.
Pria itu sudah berada disitu sangat lama, dan dia juga menyaksikan pembicaraan antara Grecy dan Bintang.
******************
'Ternyata benar yang dikatakan Winny. Sebenarnya Grecy itu orang yang baik. Seandainya kamu tau Cy. aku juga suka sama kamu. Itu sebabnya tadi saat Regina datang aku sangat bersyukur bisa dekat sama kamu. Maaf kan aku, karena selama ini aku selalu orang yang menjadi sebab air matamu jatuh.' Batin orang yang menepuk bahu Grecy.
Grecy hanya diam melihat seseorang yang menepuk bahunya, beberapa detik kemudian Grecy mengalihkan pandangannya menatap lurus ke depan.
Melihat Grecy yang mengacuhkannya, membuat pria itu mendudukkan dirinya dikursi, disamping Grecy.
" Kamu ngapain disini? " Tanya Grecy tanpa mengalihkan pandangannya dan tetap menatap lurus kedepan.
" Aku mau ngantar kamu pulang, " Jawab pria tersebut yang tidak lain adalah Dion.
" Aku gak mau pulang sama kamu. Aku bisa pulang sendiri. Aku bukan anak kecil lagi, yang harus diantar dan dijemput. Mending kamu antar tuh, sicewek caper bawel Regina, " Ucap Grecy kesal lalu menginjakan kakinya keluar dari taman menuju ruangan Winny.
" Kamu mau kemana? " Tanya Dion.
Tapi yang ditanya malah tetap berjalan seakan tidak mendengar sesuatu. Tanpa pikir panjang, Dion mengikuti langkah Grecy yang sudah jauh berada didepannya.
" Win, aku pulang ya. Nanti Mami nyariin aku, " Pamit Grecy setelah masuk kedalam ruangan VVIP tempat Winny berada.
" Eh, ada tante Anisa. Apa kabar tante? " Tanya Grecy seraya mencium tangan Mama Anisa saat mengetahui keberadaan Mama Anisa yang berada disamping Winny.
" Tante baik, Grecy " Jawab Mama Anisa.
" kamu pulang sama siapa, Cy? " Tanya Winny.
" Aku pulang naik taksi aja, " Jawab Grecy.
" Gak boleh, kamu datang kesini sama Dion dan pulangnya harus sama Dion juga. Iyakan Dion? " Tanya Winny kepada Dion, yang ada dibelakang Grecy. Grecy terkejut mendengar perkataan Winny, setahunya Dion berada ditaman.
" Iya Win, yaudah kami pamit pulang ya, " Pamit Dion lalu mencium tangan Mama Anisa.
Grecy juga pamit kepada Winny dan Mama Anisa seraya mencium tangan Mama Anisa.
" Aku juga pulang ya, Win, tan " Ucap Kevin lalu mencium tangan Mama Anisa.
Mereka bertiga keluar dari ruangan Winny setelah berpamitan kepada Mama Anisa dengan mencium tangan Mama Anisa.
Sedangkan Regina sudah berada diluar ruangan sedari tadi menunggu Kevin keluar. Tanpa pamit kepada Mama Anisa ataupun Winny.
" Win, itu semua teman kamu? " Tanya Mama Anisa setelah Kevin, Dion, Grecy, dan Regina sudah benar benar keluar dari ruangan Winny.
" Iya Ma, " Jawab Winny.
" Kamu yakin temanan sama cewek yang tadi itu? " Tanya Mama Anisa.
" Cewek yang mana Mah? " Tanya Winny balik.
" Yang itu loh, yang tadi langsung keluar itu. " Ucap Mama Anisa.
" Regina, Mah? " Tanya Winny.
" Mama gak tau siapa namanya, " Jawab Mama Anisa.
" Iya Ma, namanya Regina. Emang kenapa kalau Winny temanan sama Regina? " Tanya Winny lagi.
" Mama gak yakin kalian temanan. buktinya aja tadi dia cuekin kamu " Ujar Mama Anisa.
Dan Mama melarang kamu untuk temanan sama perempuan itu Lanjut Mama Anisa melarang.
" Tapi, kenapa Ma? " Tanya Winny heran.
" Kamu lihat kan tadi, dia itu keluar tanpa pamit terlebih dahulu. Mama aneh deh nengok dia. Disini ada Mama loh, dia gaknya pamit gitu, atau sapa Mama waktu Mama datang. Mau pulang asal pergi aja. Apa orang tuanya gak ajarin dia sopan santun " Oceh Mama Anisa.
" Udah dong Ma, Mama jangan bicara yang aneh aneh. Mama gak boleh jelek jelekin Regina gitu. Nanti kalau Regina dengar, pasti dia sakit hati, " Ucap Winny bijak.
" Mama gak peduli. Yang penting, kamu gak boleh temanan sama Regina, " Ujar Mama Anisa tegas.
" Mama gak mau kalau kamu berteman sama Regina. Kamu malah ikut ikutan sifatnya yang gak bagus. " Lanjut Mama Anisa.
" Iya deh Ma, terserah Mama. " Balas Winny pasrah dengan keinginan Mamanya yang melarangnya untuk berteman.
***
Setengah jam berlalu, kini tibalah Grecy dan Dion dirumah milik orang tua Grecy.
" Makasih udah nganterin, " ucap Grecy acuh.
" Iya, sama sama, " Balas Dion.
Tok tok tok
Grecy mengetuk pintu utama rumahnya. Dan kebetulan yang membuka adalah Mami Wulan.
" Kamu sudah pulang sayang. Siapa pria ini? " Tanya Mami Wulan ketika sudah menyadari keberadaan Dion.
" Ini Dion mi, teman Grecy. Dia yang ngantar Grecy pulang, " Jawab Grecy memperkenalkan Dion.
" Dion, tante " Ucap Dion memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangannya.
" Oh Dion, Saya Wulan. Maminya Grecy " Balas Mami Wulan menerima uluran tangan Dion.
" Terima kasih ya nak Dion. Karena sudah meu mengantarkan putri tante yang nakal ini " Lanjut Mami Wulan sembari mengusap usap pucuk kepala Grecy.
" Iya tante, " Balas Dion.
" Apa apaan sih Mi, " Bisik Grecy.
" Kamu gak masuk dulu Dion? " Tanya Mami Wulan.
" Kalau dibolehkan dan Grecynya tidak keberatan, " Jawab Dion dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
" Udah, kamu pulang aja. Nanti orang tuamu nyariin. " Ucap Grecy berusaha menolak.
" Orang tua aku lagi keluar kota. Ada perjalanan bisnis, " Balas Dion.
Grecy berpikir keras, apa alasan yang harus diberikannya agar Dion pulang sekarang juga.
" Udah Cy, Dionnya kan kesini mau bertamu. Masa tamu ditolak sih, " Ucap Mami Wulan.
" Terserah Mami aja, " Balas Grecy kemudian masuk kedalam rumahnya meninggalkan Wulan dan Dion didepan pintu.
" Masuk aja Dion, gak usah dengarin apa kata Grecy, " Ucap Mami Wulan ramah.
" Iya tante, gak papa kok " Balas Dion kemudian berjalan dibelakang Mami Wulan masuk kedalam rumah.
Sedangkan Grecy sekarang sudah berada didalam kamarnya. Grecy masuk kedalam kamarnya untuk berbaring sebentar. Setelah dirasanya cukup. Grecy segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari kuman yang menempel.
Setelah selesai Grecy turun kebawah untuk menemui Aldo, adik laki lakinya. Grecy mencari Aldo dikamarnya, tapi kamar itu kosong tidak berpenghuni. Lalu Grecy mencari Mami Wulan untuk menanyakan keberadaan Aldo.
" Mami... " Teriak Grecy.
" Apa sayang? Kamu jangan teriak teriak kalau lagi dirumah, " Peringat Mami Wulan.
" Aldo dimana, Mi? " Tanya Grecy menghiraukan peringatan Mami Wulan.
" Aldo ditaman belakang sa... " Ucap Mami Wulan terhenti karena Grecy sudah berlari meninggalkannya menuju ke taman belakang.
" Dasar anak ini, " Gumam Mami Wulan geleng geleng kepala melihat tingkah putrinya.
Kemudian wanita itu melanjutkan pekerjaannya didapur yang sempat tertunda karena putri sulungnya.
Walaupun memiliki pembantu, tapi Mami Wulan adalah orang yang mandiri. Ia tetap melakukan tugasnya, walaupun dibantu oleh beberapa pelayan.
" Aldo... Aldo... " Teriak Grecy sambil berlari menuju taman dibelakang rumah.
Aldo yang mendengar teriakan kakaknya menjadi kesal karena berteriak teriak membuat telinganya sakit.
" Kakak jangan teriak teriak, telinga Aldo sakit dengar suara kakak teriak, " Balas Aldo.
Grecy mempercepat langkahnya menuju taman belakang.
************
Setibanya Grecy ditaman.
" Aldo, kamu ngapain disini? Ayo kita masuk, sekarang kamu harus belajar. " Ajak Grecy.
Aldo menoleh kesamping meminta izin kepada seseorang yang menemaninya sejak tadi untuk pergi. Pria itu mengangguk tanda ia mengizinkan Aldo untuk pergi.
Grecy yang menyadari ada seseorang di samping adiknya, maju beberapa langkah untuk melihat seseorang yang berada disamping adiknya tersebut.
" Kau " Ucap Grecy terkejut setelah mengetahui seseorang itu adalah Dion.
" Ngapain disini? " Tanya Grecy.
" Nemenin Aldo sekalian menghirup udara segar. " Jawab Dion.
" Kak, Aldo boleh ya belajarnya disini aja, " Mohon Aldo dengan menunjukkan wajah memelasnya.
" Iya boleh, tapi tunggu sebentar biar kakak ambil bukunya dulu " Pamit Grecy kemudian masuk kerumah mengambil buku Aldo.
Grecy masuk kedalam kamar yang bercat kan warna biru. Kamar milik Aldo yang berada disamping kamar Grecy. Grecy mencari buku matematika milik Aldo. Setelah ditemukannya, Grecy berjalan menuruni anak tangga menuju taman belakang.
" Ini bukunya, sekarang kita belajar ya " Ucap Grecy sambil menyodorkan buku matematika kelas 2 tingkat SMP.
Aldo mengambil buku tersebutdari tangan Grecy, kemudian membaca buku tersebut. Halaman demi halaman ia baca. Sesekali Aldo menanyakan materi yang tidak dimengerti oleh nya kepada Grecy ataupun Dion. Dan sesekali juga mereka bercanda tawa. Entah mengapa, tapi sekarang Grecy merasa nyaman bila ada Dion disamping nya. Walaupun terkadang Dion membentaknya, tapi tidak bisa dipungkiri lagi kalau dirinya benar benar telah jatuh cinta kepada Dion.
Sejenak Grecy melupakan kemarahannya kepada Dion. Sekarang yang ada didalam hatinya adalah rasa nyaman. Kemarahan yang hinggap dihatinya beberapa waktu lalu pergi entah kemana.
" Grecy, Aldo, Dion masuk kedalam, banyak nyamuk diluar, " Ingat Mami Wulan menghentikan mereka yang sedang tertawa dan bercanda.
" Iya, Mi " Jawab Grecy dan Aldo, sedangkan Dion hanya tersenyum menanggapi perkataan Mami Wulan.
Mereka semua berjalan beriringan menuju meja makan. Semua makanan sudah tertata rapi diatas meja makan.
Mereka memulai acara makannya setelah ayahnya Grecy datang, Papi Andri.
Papi Andri bertanya kepada istrinya tentang pemuda yang ada dihadapannya sekarang.
" Mi, siapa pemuda ini? " tanya Papi Andri berbisik kepada Mami Wulan
" Itu namanya Dion pa, temannya Grecy. Tadi Grecy pulang diantar sama Dion. Orangnya baik loh pa, sopan lagi, " Jawab Mami Wulan memuji Dion.
Tiba tiba, senyum mengembang dibibir Papi Andri. Pasalnya putri satu satunya ini tidak pernah memiliki teman, apalagi cowok. Paling cuma memiliki satu atau dua teman cewek karena sifatnya yang bisa dikatakan tomboy. Bagaimana tidak, Grecy tidak pandai tentang kesenian, bernyanyi, alat musik. Tapi Grecy sangat pintar dalam hal atletis, bahkan pernah mendapat juara dalam tingkat provinsi. Dan Grecy tidak suka dengan yang namanya shoping ataupun bersalon. Teman yang Grecy punya itupun hanya memanfaatkannya dan menusuknya dari belakang.
" Perkenalkan Pi, ini teman Grecy, namanya Dion. " Ucap Grecy memperkenalkan Dion kepada Papi Andri.
" Dan Dion ini Papiku " Lanjut Grecy memperkenalkan Papi Andri.
" Dion, om " Ucap Dion mengulurkan tangannya.
" Andri, Papinya Grecy. " Balas Papi Andri menyambut uluran tangan Dion.
" Udah udah acara perkenalan selesai. Sekarang kita makan ya, perut Grecy udah lapar " Ucap Grecy mendramatiskan ucapannya seraya mengelus perutnya.
Semua orang tertawa melihat sikap Grecy yang menurut mereka sangat lucu dan kekanak kanakan.
" Ok, sekarang kita makan. " Ucap Papi Andri kemudian berjalan menuju meja makan.
" Ingat sebelum makan berdoa dulu, " Ucap Papi Andri mengingatkan.
" Siap, bos " Jawab Grecy dan Aldo bersamaan dengan tangan seperti memberi hormat. Dion hanya tersenyum melihat tingkah kakak beradik yang berada dihadapannya sekarang.
Acara makan pun dimulai. Suasana menjadi hening hanya suara sendok, garpu, dan piring yang menemani mereka.sampai akhirnya mereka semua selesai makan.
" Om, tante, Dion pamit mau pulang. " Pamit Dion, karena sekarang hari sudah malam dan jam menunjukkan pukul 19.35.
" Oh iya, nak Dion mau pulang ya. Terimakasih karena sudah mau mampir dan maaf jika Aldo tadi merepotkan nak Dion. " Ucap Mami Wulan.
" Tidak apa apa tan, saya juga tidak direpotkan oleh Aldo, " Balas Dion tersenyum.
" Kak Dion mau pulang? " Tanya Aldo dengan raut wajah sedih.
Sebenarnya, Aldo dari dulu ingin mempunyai seorang saudara laki laki. Tapi, Mami Wulan tidak ingin untuk menambah anak lagi. Katanya sudah cukup 2 saja. Saat bertemu dengan Dion, Aldo merasa ada yang memahaminya. Aldo bisa mengeluarkan semua isi hatinya. Sedangkan dengan Grecy, jangan harap. Karena Grecy akan selalu memiliki seribu alasan untuk menolak Aldo yang ingin curhat. Bagi Grecy, masalah cewek yang akan Aldo ceritakan akan sangat membosankan dan tidak berguna.
" Iya, kakak pulang dulu ya Aldo, " Pamit Dion kepada Aldo dengan sangat lembut.
" Kak Dion, jangan pulang. Nginap aja disini " Ucap Aldo.
Perdebatan kecil pun terjadi antara Aldo dan seluruh keluarga. Semuanya berusaha memberikan pemahaman kepada Aldo yang bertingkah kekanak kanakan. Jelas lah, Aldo aja dari kecil sampai sekarang terus dimanja. Apa yang dia mau akan dia dapat. Dan dengan susah payah mereka bisa membujuk Aldo untuk mengizinkan Dion pulang dan akhirnya Aldo pun setuju.
" Hati hati, kak " ucap Aldo saat Dion sudah menaiki motornya.
" Iya, bye Aldo, " Kata Dion melambaikan tangannya kekanan dan kekiri.
" Bye kak Dion, " Balas Aldo dengan tangan kanannya bergoyang kekanan dan kekiri.
Lalu, Dion segera mengendarai motornya menyusuri kota Jakarta dimalam hari.
Tak berselang lama, Dion sampai didepan sebuah pagar rumah yang bercat putih, luas, dengan kolam ikan yang berada dihalaman depan dan sebuah taman yang ada disamping rumah.
Tin... Tin...
Klakson motor Dion.
Satpam yang sedang bertugas segera membukakan pagar, dan mempersilahkan Dion untuk masuk.
Dion memarkirkan motornya dibagasi lalu mengetuk pintu utama rumah.
Tok... Tok...
" Sebentar " Ucap seseorang dari dalam rumah.
" Eh, ada den Dion. Silahkan masuk den " Ucap seorang wanita paruh baya yang bernama Bi Nina, setelah pintu terbuka.
" Makasih Bi, " Kata Dion lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
" Kenapa pulangnya lama den? " Tanya Bi Nina penasaran.
" Tadi saya jenguk teman dirumah sakit Bi, " Jawab Dion jujur.
Ooh, Ucap Bi Nina.
Sebenarnya Bi Nina masih ingin bertanya lagi. Tapi dia tidak memiliki banyak keberanian untuk bertanya lagi.
Sedangkan Dion masih terus melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Dion segera meletakkan tasnya diatas sofa yang ada dikamarnya lalu mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah semua selesai, Dion segera menjatuhkan dirinya keatas kasur. Tidak berselang lama, Dion segera terlelap. Mungkin karena kelelahan sehingga membuatnya cepat sekali terlelap.