
Mereka sudah berada di dalam ruangan rahasia itu, kembali mengedarkan pandangan. Tidak ada barang barang berharga yang terdapat di ruangan itu kecuali hanya seperti kamar biasa lengkap dengan ranjang besar dan meja sofa nya.
Namun mereka bisa melihat begitu banyak foto pernikahan yang tentu nya milik Aishe Glendale dan Sean Abraham yang terpampang di setiap sudut dinding.
Mata Zha menemukan sebuah keping DVD yang sepertinya sengaja di letakkan begitu saja di meja. Zha menghampirinya.
"Aku menemukan ini!" seru nya.
"Coba putar, siapa tau ada petunjuk dari DVD itu." Elang menyarankan Zha untuk memutar DVD itu. Zha pun melangkah mendekati sebuah pesawat televisi besar di sana dan mulai mencoba untuk memutarnya.
Semua memperhatikan dengan seksama , ketika DVD itu sudah mulai berputar dan menampakan sebuah rekaman.
"Lakukan Sean, lakukan apapun untuk menyelamatkan putra ku!" jerit seorang perempuan muda berparas cantik di dalam video itu pada seorang pria gagah yang kemungkinan adalah suaminya.
"Apa kau benar benar siap dengan keputusan ini Aish? Itu sangat menyakitkan bagi kita." jawab Pria itu mendekap erat sang perempuan cantik itu.
"Aku tidak peduli rasa sakit apapun yang akan kita terima. Asal dia mendapatkan kehidupan. Aku akan berkorban apapun untuk itu."
Sang pria hanya bisa menangis , lalu pergi keluar dari ruangan mereka dan kembali lagi dengan beberapa dokter yang menyertainya. Lalu sang perempuan itu di bawa ke sebuah ruangan khusus dan entah apa yang terjadi di sana karena video itu terjeda untuk beberapa saat.
Jantung Zha begitu berdebar menyaksikan video singkat itu, begitu juga dengan Elang yang tak kalah berdebar jantung nya, tangan nya menggenggam erat tangan Zha yang masih berada di pelukan Halilintar. Butiran air mata pria itu mulai menetes.
"Itu pasti rekaman ketika Ibu melakukan oprasi secar untuk mengeluarkan paksa Kau dari rahimnya." ucap Zha mengusap air mata kakaknya.
"Aku tidak pernah menyangka, begitu berat pengorbanan mereka demi kehidupan ku. Dan selama ini aku memaki mereka." jawab Elang.
Mereka kembali menatap video yang mulai berputar kembali itu.
"Lepas Aish, kita tidak punya banyak waktu." ucap Pria tadi menarik seorang bayi yang ada di pelukan istrinya itu.
"Sebentar lagi. Aku mohon! Aku tidak tau apakah aku masih bisa mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan nya lagi." jawab sang istri menahan bayinya.
"Kita sudah mengambil keputusan ini. Dan ini memang yang terbaik. Kau harus kuat." sang suami menghujani kecupan di kepala istrinya.
"Putra ku! Putra ibu. Maafkan ibu. Maafkan.. Hidup lah dengan baik." wanita itu terus meratap menciumi bayinya sampai suami nya mengambil bayi itu dan bergegas pergi meninggalkan istrinya yang masih saja menangis.
"Putra ku..... Elang...!!! Beri dia nama Elang. Elang Glen Abraham." teriak wanita itu yang hanya di balas senyuman pahit dari sang suami yang sempat menoleh sebentar padanya lalu kembali melangkah.
Tiba tiba layar televisi itu padam. Elang terlihat memegang remote control.
"Elang! Itu belum selesai." Zha menatap nya.
__ADS_1
"Aku tidak ingin melanjutkan nya. Hanya membuat ku sedih." jawab Elang melangkah duduk di sebuah kursi.
"Tapi aku._"
"Kau bisa melanjutkan sendiri. Kapan kapan." jawab Elang menyeka sisa air matanya.
Zha tidak bisa membantah, ia bisa mengerti perasaan kakaknya saat ini.
"Baiklah, Seperti nya disini hanya terdapat kenangan orang tua kalian. Bagaimana jika kita melanjutkan tujuan kita pertama saja." ucap Halilintar ikut duduk di hadapan Elang.
Elang mengangguk setuju, dan mereka berempat pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu tanpa ingin mencari tau apa apa lagi di dalam sana.
Di luar, Mr.Ferdan sudah menunggu mereka.
"Apa kalian sudah selesai dengan ruangan itu?" tanya nya yang hanya di jawab anggukan serempak oleh mereka.
"Baiklah, sekarang silahkan ikut saya." ucap nya menyuruh mereka mengikuti nya menuju sebuah ruangan lain yang ada di lantai paling atas gedung itu.
"Saya mengantar sampai disini saja. Silahkan masuk. Pemimpin perusahaan ini sudah menunggu kalian di dalam." ucap Mr.Ferdan setelah sampai di sana kemudian memutar langkahnya untuk meninggalkan mereka.
Mereka di sambut beberapa pria berpakaian rapi yang langsung mempersilahkan mereka masuk.
Tanpa ingin bertanya , mereka pun duduk dengan tenang, namun tidak menurunkan kewaspadaan mereka.
Terdengar pintu terbuka, dan dua pria itu segera menghampiri seseorang yang keluar dari balik pintu itu yang kemungkinan adalah pemimpin perusahaan mereka.
"Nyonya, mereka sudah menunggu.!" ucap seseorang itu yang hanya di balas anggukan seorang wanita yang di panggil Nyonya itu.
Wanita itu melangkah mendekati mereka.
"Selamat siang semua nya. Selamat datang di Perusahaan Jangkar Perak." ucap Wanita itu masih berdiri disisi sana, namun sedikit mendekat pada mereka.
Serempak mereka menoleh, bagai di sambar petir jantung mereka melonjak keras seketika saat mengenali siapa wanita yang berdiri di hadapan mereka itu.
Mereka langsung berdiri.
"Kau!" tubuh Zha melemas dan hampir saja jatuh ,beruntung Halilintar cepat menangkap tubuh istrinya.
"Zha.. Zha.. Sadarlah!" Halilintar menepuk nepuk pipi Zha.
Wanita itu terlihat panik dan menghampiri Zha. "Nisa!"
__ADS_1
"Jangan menyentuh adik ku!" teriak Elang menarik kasar tubuh wanita itu yang ingin menyentuh Zha.
Wanita itu memundurkan kaki nya masih dengan tatapan penuh kekhawatiran pada Zha yang tidak sadar itu.
"Kita bawa nona Zha ke rumah sakit.!" ucap Alexa menyadarkan Halilintar yang terus memanggil nama Zha.
Tanpa mempedulikan apapun lagi, Halilintar menggendong tubuh istrinya dan segera berlari di ikuti Elang dan Alexa untuk membawa Zha ke rumah sakit. Sementara wanita tadi beserta beberapa pengawal nya mengikuti mereka sampai ke rumah sakit terdekat yang bisa mereka jangkau.
Sampai di rumah sakit, Halilintar segera memanggil dokter dan mengatakan apa yang terjadi pada istrinya.
"Tolong istriku, dia sedang mengandung." ucap Halilintar pada seorang dokter laki laki.
"Tenang lah tuan Muda Halilintar, semoga nona tidak apa apa. Kami akan segera memeriksanya." jawab dokter itu yang sudah mengenal siapa Halilintar.
Zha di baringkan pada ruangan pemeriksaan, dan Dokter pun segera menangani Zha. Hanya Halilintar yang diperbolehkan berada di dalam ruangan dan yang lain di harap untuk menunggu di luar.
Alexa berjalan mondar-mandir di depan Elang yang duduk di bangku panjang. Dari jauh terlihat Nyonya pemilik perusahaan JP Group di dampingi pengawal setia nya. Wanita itu berjalan sedikit berlari menghampiri Elang dan duduk di samping Elang. Wanita itu meraih tangan Elang untuk menggenggam nya.
"Bagaimana keadaan nya?"
Elang tidak menjawab pertanyaan wanita itu malah menepis tangan wanita itu dengan kasar dan berdiri, melangkah sedikit menjauh dari wanita itu.
"Sempurna sekali permainan mu Nyonya. Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan kami selama ini ,yang hampir gila memikirkan hidup kami!" bentak Elang.
"Maafkan aku."
"Jika terjadi apa apa pada adik ku, Aku tidak akan pernah memaafkan mu. Aku tidak akan peduli lagi siapa pun kamu. Kamu sudah mempermainkan kami dengan Setega ini!" Elang nampak begitu marah pada wanita yang kini menangis sesenggukan itu.
"Maafkan Aku! Maaf.. Semua ini keinginan Ayah mu Elang? Jika aku tidak ada di sisi kalian, maka ayah mu yang harus ada. Dan begitu juga sebaliknya. Saat ini ayah kalian tidak bisa lagi bersama kalian. Dan aku harus ada bersama kalian meneruskan perjuangannya. Maafkan aku..! Rencana ini sudah kami susun rapi sejak dulu. Dan ketahui lah , semua demi kelangsungan hidup kalian." jelas wanita itu merangkak memegang lutut Elang.
"Demi harta kalian! Bukan demi kami. Semua yang kalian lakukan ini hanya demi melindungi harta kalian. Kau harus tau Nyonya! Aku dan Zha tidak butuh Harta kekayaan keluarga Glendale. Kami hanya butuh kasih sayang dari Ayah dan ibu kami! Apa kalian bisa memberikan itu?" teriak Elang. Wanita itu bungkam.
"Tidak bisa kan? Bahkan kami seperti Anak kecil yang bodoh. Selama ini kami hanya tau jika orang tua kami sudah mati. Mati!!! Tapi apa kenyataan nya. Sungguh mengecewakan.!"
bersambung.....
Simpan rasa penasaran kalian, dan nanti kan part berikut nya.!!!
Atau mungkin kalian sudah bisa menebak siapa sebenarnya Nyonya pemilik perusahaan JP Group itu????
Silahkan menebak!!!!
__ADS_1