
Aisyah melangkah mendekatkan dirinya pada Zha.
Zha hendak berdiri namun Aisyah langsung mencegah nya.
"Tidak perlu berdiri Nisa, kau belum sehat nak!" Aisyah langsung menahan tubuh Zha.
"Ibu, benarkah ini kau?" mata Zha sudah menetes kan air mata.
"Maafkan ibu Nisa.. Maaf! " Aisyah pun menangis tersedu di samping Zha.
"Kenapa Bu, kenapa kau lakukan semua ini,aku hampir gila memikirkan nya. Apa ibu tau itu?"
"Maaf kan ibu Nisa.." Aisyah semakin menangis.
"Aku melihat dengan mata ku sendiri. Jenasah ibu di makam kan. Lalu.. Bagaimana mungkin ibu masih hidup dalam keadaan sehat seperti ini?" dalam tangis nya Zha masih berusaha bertanya karena rasa tak percaya nya . Saat itu Zha benar benar melihat sendiri dengan jelas, bagaimana jenasah ibu nya di mandikan dan di makam kan tepat di hadapan nya.
"Tapi ibumu masih hidup Nisa. Aku sungguh Aisyah ibu mu." jawab Aisyah meraih tubuh Zha dan memeluk nya dengan erat.
"Lepas, ini tidak mungkin. Atau jangan jangan kau hanya berpura pura menjadi ibu ku. Siapa kau Sebenarnya." Zha berontak dan mendorong kuat tubuh Aisyah hingga Aisyah hampir jatuh ke lantai.
"Nisa, lihat ibu nak. Apa kau tidak merasakan apa yang ibu rasakan di sini?" Aisyah menekan dada nya.
"Tidak semudah itu untuk mengelabuhi ku.
Lebih baik katakan yang sebenarnya atau.." Zha kini berdiri dan menatap tajam Aisyah.
"Dengar kan cerita ibu dulu Nisa. Setelah itu kau boleh mengambil keputusan apapun untuk menghakimi ku." ucap Aisyah, membuat Zha berusaha untuk menahan emosinya.
__ADS_1
"Cepat ceritakan yang sebenarnya. Jika kau terbukti bukan ibu ku, maka kau akan menyesal sudah berani memakai wajah ibu ku!" jawab Zha.
Wanita itu terlihat menarik nafas dan menghembuskan perlahan.
"Saat itu, pandangan ibu terasa gelap. Ibu sudah tidak bisa lagi melihat. Lalu perlahan Ibu tidak bisa menggerakkan badan ibu dan akhirnya ibu tidak tau apa yang terjadi lagi. Ibu pikir, itu sudah saat nya ibu pergi dan mungkin tidak akan ada kesempatan lagi untuk bertemu dengan Elang kakak mu dan juga kau Nisa. Tapi tiba tiba saja ibu terbangun , dan ibu sudah berada di sebuah ruangan. Entah sudah berapa lama ibu tidak sadarkan diri. Dan yang pertama ibu lihat adalah seorang laki laki yang ibu tidak kenal. Laki laki itu bernama Ardogama, yang pada akhirnya ibu ketahui kenyataan jika Ardogama itu adalah Ayah kamu. Sean Abraham yang sudah merubah wajah nya." Jelas Aisyah memberi jeda ceritanya.
"Mana mungkin Ayah membawa mu, jika saat itu jenasah mu benar benar sudah di makamkan? Apa kau bisa menjelaskan nya padaku?" tanya Zha masih meragukan cerita Aisyah.
"Menurut cerita Ayah mu, saat itu Ayah mu mendengar kabar kematian ku, karena ternyata selama ini ayah mu menempatkan mata mata untuk mengawasi kita. Dia segera datang untuk memastikan kebenarannya. Ia sempat hancur melihat kematian ku. Lalu setelah pemakaman jenazah ibu selesai dan semua orang sudah pergi. Ayah mu membongkar makam ibu. Ayah bermaksud memindah kan jenasah ibu ke makam Keluarga Jangkar Perak. Tapi keajaiban itu terjadi di luar dugaan." Aisyah kembali menarik nafas dalam dalam, kemudian melanjutkan ceritanya.
"Saat Ayah membaringkan jenasah ibu ke dalam peti. Ayah merasakan tangan ibu bergerak. Lalu untuk memastikan nya, Ayah segera memanggil seorang Dokter. Dan ternyata Ibu tidak lah mati, melainkan hanya koma. Entah kenapa pada saat itu dokter tidak menyadari nya jika ibu hanya lah koma. Lalu ayah membawa ibu keluar negeri untuk merawat ibu di sana sampai ibu benar benar pulih seperti sedia kala."
Benar yang diceritakan oleh Aisyah, jika pada saat itu bahkan Ardogama tidak pernah mengira jika istrinya masih bisa bertahan hidup, meskipun dalam keadaan koma dan di kubur di dalam tanah kuburan.
Segala cara Ardogama lakukan untuk menyelamatkan istrinya. Ketua mafia Klan Selatan itu akhirnya membawa istri nya ke luar negeri untuk melakukan pengobatan di sana. Ardogama pun tidak berhenti untuk menciptakan obat penawar racun buatan Gustavo yang sudah merusak hampir seluruh saraf Aisyah. Obat ciptaan Ardogama berhasil bertepatan dengan sadar nya Aisyah dari koma panjang nya.
Ardogama tidak pernah menyangka jika kali ini rencana nya meleset.
Mendengar kabar kematian Putri dari Glendale, terang saja membuat Gustavo akhirnya bisa menyelidiki dimana Aisyah pernah tinggal, berobat dan di rawat sampai akhirnya meninggalkan dunia. Gustavo terus menggali informasi itu demi mendapatkan satu info tentang anak yang berhasil dilahirkan Aisyah . Dan pada akhirnya, Gustavo bisa mendapatkan informasi tentang Zha dan keberadaan nya. Gustavo bahkan meyakini jika Gadis Pecinta Asap ketua mafia Klan Poison Of Death adalah keturunan terakhir Jangkar perak yang mereka cari selama ini.
Mengetahui jika Gustavo sudah menemukan keberadaan Zha, Ardogama panik dan akhirnya memilih untuk keluar dari zona aman nya untuk turun tangan sendiri menghadapi Gustavo dan terus berusaha melindungi Putrinya.
Ardogama menyusun siasat demi siasat kembali untuk mengelabuhi Gustavo. Dan mempercepat pertemuan nya dengan Putra nya juga dengan Putri nya sambil terus menyembunyikan keberadaan sang istri. Namun sayang, sebelum ia menyelesaikan tanggung jawab nya untuk mempertemukan Istri nya dengan anak anak nya, empat peluru anak buah Gustavo berhasil bersarang dengan cantik di dadanya.
Ardogama tumbang, dan tidak bisa lagi bertahan. Ia memilih menyerahkan semua nya pada Istri dan Asisten setia nya yaitu Mr. Ferdan.
"Jika kalian mengira kami melakukan ini demi melindungi harta keluarga Glendale itu salah besar. Jika Gustavo menemukan kalian, susah pasti mereka akan mendapatkan kekayaan keluarga kita, lalu mereka pasti akan menghabisi kalian, mereka tidak akan mungkin membiarkan kalian hidup. Karena menurut mereka kalian adalah suatu ancaman yang berat bagi nya." ucap Aisyah.
__ADS_1
Tubuh nya terlihat bergetar, tak terasa air matanya tumpah begitu saja. Begitu pun Elang yang sejak tadi sudah berdiri di sana dan mendengar langsung semua penjelasan Aisyah. Pria itu pun menangis.
"Kami memang melindungi harta kekayaan Keluarga Jangka Perak. Itu memang fakta yang tidak bisa kami pungkiri. Kalian tau untuk apa? Ibu dan Ayah tau kalian tidak membutuhkan nya. Tapi bagaimana dengan kelanjutannya Klan Jangkar Perak yang selama ini selalu setia pada kami? Akan kemana mereka membawa diri mereka untuk melanjutkan hidup setelah Ayah kalian mati? Apa mereka harus tetap berada di dunia mafia? Tidak Zha, tidak Elang! Kami tidak ingin seperti itu. Kami ingin Kisah Jangkar Perak berhenti sampai di sini. Sudah banyak nyawa yang hilang karena nya. Pertumpahan darah dan permusuhan. Maka dari itu, kami berusaha sekuatnya untuk menjaga harta itu demi merubah Klan kami untuk menjadi penghuni dunia yang normal selayak nya mereka pada umum nya. Kami yakin, setelah kita berkumpul, impian itu akan bisa terwujud." ucap Aisyah menatap secara bergantian wajah Zha dan Elang.
"Maaf kan Elang Bu..!" Tiba tiba Elang berlari menghampiri Aisyah dan berlutut dikakinya.
"Maafkan Aku...! Aku sudah salah menilai kalian." ucap Elang sesenggukan dengan kepala nya tertumpu di pangkuan Aisyah.
"Putra ku..!! Kau tidak salah. Terimakasih, Kau sudah menjadi seorang kakak yang baik. Selalu ada dan melindungi Nisa Adik mu. Kau tidak perlu meminta maaf. Karena apa yang kau pikir kan itu menurut logika yang ada. Kalian hanya belum tau yang sesungguh nya." ucap Aisyah membelai rambut Elang. Putra yang sangat ia rindukan itu, yang hanya pernah sekali bertemu ketika Elang masih berusia sekitar tiga tahun. Itu pun pertemuan rahasia yang hanya sekedar untuk mengambil foto sebagai bukti ikatan keluarga mereka. Foto yang tersimpan di Markas Klan Selatan milik Ardogama. Dan Halilintar pernah melihat itu.
Melihat kakaknya sesenggukan di pangkuan ibunya, Zha melangkah mendekat. Zha meraih tubuh ibu nya dan seketika tangis nya meledak di pelukan Aisyah.
"Ibu..! Aku sangat merindukan mu." ucap Zha terisak isak.
Sama hal nya dengan Aisyah, air mata nya tumpah penuh kebahagiaan.
"Putri ku." Aisyah mendekap Zha dengan erat.
Elang kemudian bangkit dan memeluk Ibu serta adik nya dengan kedua tangan lebarnya.
Sementara Halilintar dan Alexa saling melempar pandangan dengan sesekali mengusap air mata mereka yang tidak terasa ikut menetes di pipi.
Sungguh pertemuan yang menyesakkan dada. Penuh haru dan kebahagiaan.
Tidak menyangka, setelah sekian lama terpisah dan begitu banyak penderitaan yang harus mereka alami serta rintangan yang berliku tajam, akhirnya Mereka bertemu dan kini bisa bersatu.
Dan semoga kisah ini akan berlanjut dengan penuh kebahagiaan untuk selama lamanya.
__ADS_1
bersambung...!!!