Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir
Penyerangan dan kontraksi dadakan.


__ADS_3

Hari hari Halilintar kini terasa begitu melelahkan. Bagaimana tidak, pengusaha muda itu kini harus mengurus dua perusahan sekaligus. Satu perusahaan milik nya dan satu perusahan milik Elang. Wajar saja ia harus melakukan itu karena , baik Elang maupun Alexa belum begitu berpengalaman di bidang bisnis, sebab itu Halilintar harus sering mendampingi mereka.


Pria itu kini sering meninggal kan istrinya yang kini sudah berperut besar. Sering pulang malam dengan raut lelahnya. Namun ia sedikit bisa bernafas lega , karena Mama dan Ibu mertuanya sering datang untuk menjaga Zha secara bergantian.


Tak lupa Halilintar pun kini menempatkan pengawal pengawal terbaik nya untuk menjaga Mansion mereka, dan banyak di antara pengawal nya yang sengaja di ambil oleh Zha dari Klan Selatan yang sudah di bubarkan itu dan tentu nya atas kesediaan mereka sendiri untuk menjadi pengawal pribadi Keturunan Terakhir Jangkar Perak Klan mereka terdahulu.


Halilintar juga menempatkan satu orang kepercayaan yang bernama Rev asisten pribadi nya untuk mengetuai para pengawal yang di khususkan di Mansion.


*******


Siang itu terlihat Zha sedang duduk di sofa membaca buku.


Kebetulan hari ini Aisyah yang sedang menemani nya dan tengah berada di dapur memasak makanan untuk Putri nya yang beberapa hari ini sedang hilang selera makan.


Tiba tiba terdengar suara rentengan tembakan dari arah luar Mansion. Zha yang terkejut mendengar nya sontak berdiri dan melangkah mendekati pintu kamar nya.


Alexa terlihat berlari dari luar menghampiri Zha.


"Nona! Mari Ikut dengan ku." ucap nya meraih tangan Zha.


"Ada apa ini Lexa? Apa ada yang menyerang kita?" tanya Zha.


"Sepertinya begitu. Cepat lah nyonya , saya ditugaskan untuk menjaga keselamatan mu." jawab Alexa.


"Tunggu dulu. Aku harus mengambil senjataku." jawab Zha masuk ke kamar nya , menghampiri sebuah laci dan menarik nya. Meraih desert Eagle milik nya dan kini menggenggam nya erat di tangan nya. Tak lupa Zha pun menyelipkan pisau lipat kesayangan nya di balik baju nya.


Melihat itu, Alexa mendekati Zha.


"Nona. Jangan melakukan tindakan apapun yang bisa membahayakan kandungan Nona. Tuan muda dan Elang pasti akan marah padaku jika terjadi apa apa dengan mu." ucap Alexa mengingatkan Zha agar tidak bertindak sembrono, mengingat akan kandungan Zha yang sudah menua.


"Lantas .. Kalau kita terdesak bagaimana? "


"Aku dan Rev' akan melindungi mu." jawab Alexa.

__ADS_1


"Ibu.. ibu ku di mana Lexa?" Zha segera mengingat ibunya yang sedang berada di dapur.


"Nyonya sudah menunggu kita. Ayo lah Nona." Alexa segera meraih tangan Zha dan membawa nya melangkah untuk menuju sebuah ruangan khusus di bawah tanah yang berada di Mansion milik Zha. Ruangan itu sudah di siapkan Zha dan Elang dulu ketika mereka masih ada di dunia mafia mereka. Sengaja untuk menjaga kemungkinan jika sewaktu waktu ada musuh yang mengetahui Mansion mereka dan menyerang secara mendadak, dan apa yang pernah mereka khawatirkan dulu ternyata benar benar terjadi hari ini.


Entah siapa yang sudah menyerang Mansion, Zha tidak sempat lagi untuk mencari tau ,bahkan tidak sempat untuk memprediksi. Tapi diluar sana, baku tembak terus terjadi antara penyerang dan pengawal Mansion yang di ketuai Rev' asisten pribadi Halilintar.


Alexa pun sudah menghubungi Elang dan Halilintar untuk mengabarkan situasi Mansion. Saat ini Halilintar dan Elang memang sedang pergi untuk menyelesaikan suatu masalah. Bukan masalah bisnis ,melainkan masalah pengkhianat yang pernah di lakukan Alya pada Halilintar tempo lalu.


Halilintar yang merasa terjebak situasi, saat ia mengejar buronan nya , saat itu juga sepertinya sudah terbaca oleh pihak musuh dan kesempatan ini di ambil oleh pihak musuh untuk menyerang Mansion Mereka yang sudah mengetahui jika istri Halilintar berada di sana dalam keadaan hamil tua. Pastinya musuh berpikir , Keturunan Terakhir Jangkar Perak saat ini tidak lagi bisa bergerak bebas seperti ketika dulu sebelum wanita itu hamil.


"Sial.!" umpat Halilintar yang sudah memutar arah mobilnya.


"Tenangkan dirimu Hall. Di sana masih ada Alexa dan juga Rev' , Mereka pasti bisa melindungi istrimu dengan baik. Kita tidak boleh menghentikan pengejaran kita. Ayo lah, putar kembali mobil mu." ucap Elang menyarankan agar Halilintar kembali melanjutkan tujuan mereka guna mengejar Alya dan kawanan nya. Karena menurut Elang sendiri, Alya adalah kunci untuk bisa mengetahui siapa sebenarnya musuh mereka di balik pengkhianat Alya.


Terpaksa Halilintar menuruti Elang, setelah Elang menghubungi para Mantan Klan Poison Of Death milik Zha dulu yang saat ini tengah sibuk bekerja di perusahaan Elang Perak. Mereka yang di hubungi Elang langsung segera bersiap siap menuju Mansion Nona mereka tanpa mempedulikan pekerjaan mereka lagi.


Sementara Alexa yang sudah berada di ruang bawah tanah bersama Zha dan juga Aisyah tidak menurunkan kewaspadaan nya, berjaga jika saja sewaktu waktu musuh bisa masuk dan mendapatkan persembunyian mereka.


"Masih bisa di kendali kan Nona. Sepertinya Tuan Muda mengirim bantuan kemari." jawab Alexa.


"Kemana sebenarnya mereka. Halilintar dan juga Elang. Kenapa mereka tidak pulang? Bukan kah kau sudah menghubungi nya Alexa?" tanya Aisyah.


"Bu , Alexa sudah menghubungi. Tapi saat ini Mereka sedang mengejar pengkhianat. Halilintar sudah memberitahuku sejak kemarin. Mungkin mereka akan segera kemari setelah selesai dengan urusan nya." Zha yang menjawab pertanyaan Aisyah.


"Benar Nyonya.. Menurut Elang, tuan muda tadi sudah hampir kembali. Tapi Elang menyarankan agar tidak membatalkan pengejaran mereka. Karena dengan tertangkap nya penghianat itu. Maka kita akan mengetahui siapa dalang di balik ini semua. Dan bisa dengan mudah menumbangkan mereka. Aku yakin penyerang ini berkaitan dengan buronan yang di kejar Elang dan Tuan Muda." jelas Alexa.


Aisyah hanya bisa menarik nafas untuk menelan kekhawatiran nya. Sebenarnya yang di khawatirkan Aisyah saat ini bukan lah tentang penyerangan dadakan ini, bagi nya situasi seperti ini sudah sering ia alami, dan pastinya Aisyah pun berpikir jika Zha juga sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Tapi ia khawatir melihat keadaan putrinya yang sedang hamil tua itu. Bisa saja keadaan genting seperti saat ini berpengaruh buruk bagi kandungan Zha.


Dan benar , apa yang baru saja di pikirkan oleh Aisyah pun terjadi. Zha terlihat meringis menahan perutnya.


"Nisa.? Kenapa dengan perutmu?" mendadak Aisyah panik dan segera menghampiri putrinya.


"Perut ku sakit Bu!"

__ADS_1


"Ya Tuhan! Alexa.. bagaimana ini. Sepertinya Zha akan melahirkan!" seru Aisyah mendapati darah bercampur air sudah mengalir di sela paha putri nya.


"Apa? Ini tidak mungkin? Kelahiran Nona di perkirakan masih sepuluh hari lagi." Alexa pun tak kalah panik nya.


"Tapi dia sungguh akan melahirkan. Air ketuban nya sudah pecah Lexa. Kita harus segera membawa nya ke rumah sakit, jangan sampai air ketuban nya kering. Itu akan berbahaya!" Seru Aisyah memapah Zha untuk berbaring di ranjang yang memang tersedia di ruangan itu.


"Bertahan lah Nona, aku akan keluar untuk meminta bantuan Rev'." ucap Alexa yang segera berlari keluar untuk menemui Rev yang sedang menahan serangan musuh di luar Mansion.


Di luar sana,masih terdengar suara tembakan dari para musuh dan juga pengawal Mansion. Namun kali ini seperti nya kedatangan rombongan para mantan klan Poison Of Death bisa membuat pihak musuh terdesak dan mundur secara teratur. Bahkan dia antara para musuh banyak yang telah tumbang dan hampir separuh dari mereka sudah tewas.


Alexa berlari di antara desing peluru menghampiri Rev.


"Rev. Tolong kami!"


"Ada apa? Kenapa kau meninggalkan Nona Hah!" Rev sedikit terkejut melihat kedatangan Alexa.


"Seperti nya Nona akan melahirkan. Kita harus segera membawa nya ke rumah sakit." jawab Alexa dengan nafas yang tidak beraturan akibat berlari.


"Tapi bagaimana dengan penyerangan ini?"


"Pergi lah dulu ke ruang bawah. Bawa nona ke mobil. Aku akan menghubungi mereka yang ada di luar untuk melindungi mobil kalian." ucap Alexa.


Rev tidak lagi berbicara apapun, melainkan berlari ke ruang bawah tanah di mana di sana Zha sedang mengerang menahan sakit akibat kontraksi.


Bahkan tanpa bertanya, setiba di sana Rev langsung membopong tubuh istri Tuan nya itu dan berlari menuju mobil, di ikuti Aisyah.


Alexa yang sudah berhasil menghubungi anak buah Elang yang berada di luar segera menyusul ke mobil untuk mengemudi. Zha berada di jok belakang dengan kepala yang tertumpu di pangkuan Ibu nya. Sementara Rev sendiri berada di sisi Alexa dengan menggenggam Pistol di tangan nya.


Alexa segera melajukan mobil nya dengan perlindungan dari para pengawal dan anak buah Elang.


Beberapa mobil anak buah Elang pun terus mengikuti mobil yang membawa Zha guna melindungi Nona nya.


__________________________

__ADS_1


__ADS_2