
Setelah dokter memohon diri dan keluar dari ruangan di mana Zha sudah di pindah kan ke ruang rawat inap dari ruangan di mana kemarin Dokter melakukan transfusi darah pada Zha.
Ruangan itu kini di penuhi dengan kebahagiaan, Aisyah bahkan kembali menangis , namun kali ini adalah tangisan kebahagiaan. Begitu juga dengan Azkayra dan Hanzero, nampak kedua pasangan suami istri yang memang selalu nampak romantis itu berpelukan bahagia .
Dan Elang, disudut sana pun sangat terlihat bahagia dengan sadar nya Zha, saking bahagia nya ia lupa jika yang berdiri di samping nya itu adalah seorang gadis yang masih suci dan belum pernah tersentuh tangan pria manapun dan Elang tanpa merasa berdosa memeluk erat tubuh gadis itu untuk pelampiasan kebahagiaan nya.
"Aku senang sekali. Akhirnya adik ku Zha selamat."
"Ahhrg.. El, . Elang.. Lepas!" rintih Alexa merasa sesak karena dekapan Elang yang terlalu kuat.
Menyadari itu Elang terperangah, dan melepas pelukannya dengan wajah memerah menahan malunya.
"Maaf, Maafkan aku. Aku.. aku tidak sengaja."
Alexa hanya tersenyum, ia bisa mengerti dengan kebahagiaan yang di rasakan semua orang yang ada di ruangan itu.
Masih dengan wajah merahnya , Elang tersipu dan kembali meluruskan pandangan nya menatap adik nya yang masih terbaring di sana.
Terlihat Halilintar terus menerus menghujani wajah istrinya dengan kecupan, sambil mengusap ngusap wajah Zha dengan lembut.
"Berhenti Hall. Kau tidak malu dengan mereka?" rengek Zha mencoba mendorong wajah suaminya.
"Aku bahagia sekali Zha, kau tidak tau bagaimana takut nya aku." jawab Halilintar kini menatap wajah istrinya dan menggenggam erat tangan nya.
"Maafkan aku, aku tidak ada di samping mu saat kau berjuang melahirkan putri kembar kita." ucap nya.
"Tidak perlu meminta maaf. Perjuangan mu lebih besar daripada itu. Seharusnya aku yang meminta maaf sudah menyusahkan mu dan membuatmu khawatir."
"Kau tidak boleh bicara seperti itu. Sudah menjadi keharusan yang harus aku lakukan. Aku akan melakukan apapun untuk mu Zha. Aku tidak sanggup jika harus kehilangan mu." jawab Halilintar.
"Hall? Apa kau sudah melihat Putri kembar kita?" tanya Zha.
"Tentu sudah. Mereka cantik sekali. Seperti ibu nya. Kau ingin melihat nya?"
Zha mengangguk pelan.
__ADS_1
"Tunggu ya? Aku akan meminta perawat untuk membawanya kemari." ucap Halilintar namun segera di potong oleh Elang.
"Tetap lah di sini temani istrimu. Biar aku dan Alexa yang menjemput putri kalian." ucap Elang yang di balas anggukan senang Halilintar.
Elang mengajak Alexa, dan mereka melangkah keluar ruangan untuk menjemput keponakan kembar Elang.
Dan Aisyah kini menghampiri putri nya.
"Setelah kau sehat, pulang ke rumah ibu ya Nisa. Kau tidak ibu ijinkan lagi untuk kembali ke Mansion mu." ucap Aisyah.
"Kalau begitu, biar Mereka tinggal di rumah kami saja." Azkayra pun tak ingin kalah dengan besan nya.
"Ah, baik lah. Seperti nya itu ide yang bagus." balas Aisyah, ia setuju saja dengan usul Azkayra. Karena Aisyah tidak ingin mertua putri itu kecewa, dan juga Aisyah berpikir jika putri nya tinggal di sana itu memang lebih baik karena besan nya itu sudah pasti bisa menemani Putri nya setiap waktu. Tidak seperti nya yang saat ini masih saja sibuk di Perusahaan nya membantu Elang yang belum terlalu bisa untuk di andalkan.
Sejenak mereka kembali tertawa bahagia, dan tak lama kemudian dua perawat muncul dengan mengendong putri kembar milik Halilintar bersama Elang dan juga Alexa di belakang mereka.
"Ah, cucu ku!!" ucap Aisyah segera menyambut seorang bayi dari tangan sang perawat. Sementara bayi yang satu nya di sambut oleh Azkayra.
"Oh Tuhan... Lihat lah Hanz, dia mirip sekali dengan Zha." celetuk Azkayra mengangkat cucu nya tepat di hadapan suaminya.
"Aisyah, bagaimana dengan nya? Mirip siapa?" tanya Azkayra pada Aisyah penasaran dengan bayi yang sedang di gendong Aisyah.
Aisyah tersenyum lebar ketika menatap seksama cucu yang sedang di gendong nya.
"Tuhan memang adil. Dia mirip dengan Halilintar." jawab Aisyah melempar senyuman pada Azkayra yang menghampiri nya dan kini menyandingkan bayi yang ia gendong dengan bayi yang di gendong Aisyah.
"Benar, bayi ini tidak mau mengecewakan kalian. Jadi mereka berdua meskipun kembar tapi tidak mirip melainkan lebih memilih wajah ibu nya dan Ayah nya." ucap Azkayra pada Halilintar dan Zha yang terus tersenyum bahagia.
"Itu karena mereka kembar Fraternal Mam, benar kata dokter Lisa. Kembar yang tidak identik bisa memiliki jenis kelamin dan wajah yang berbeda." jawab Halilintar.
"Azka, tapi lihat lah. Mata mereka berdua berbeda dengan kita." ucap Aisyah tiba tiba.
"Hah. Benar!" Azkayra pun terkejut ketika menyadari jika bayi yang ia gendong memiliki bola mata berwarna biru, sedangkan bayi yang di gendong Aisyah memiliki bola mata berwarna coklat. Tidak seperti Zha dan Halilintar ataupun mereka yang memiliki bola mata berwarna hitam pekat.
"Baiklah, mungkin ini akan menjadi ciri khas Putri Kembar Halilintar, kembar namun tak sama. Yang penting sama sama cantik dan sehat." ucap Hanzero.
__ADS_1
Semua mengangguk setuju dengan ucapan Hanzero yang mungkin ada benar nya. Jika kelainan warna mata milik kedua bayi kembar Halilintar akan menjadi ciri khas mereka.
Mereka lupa, padahal perlu di ingat jika Ayah dari Aisyah atau kakek Zha adalah keturunan Rusia. Jadi keturunan mereka mempunyai peluang besar untuk bisa mempunyai mata berwarna biru ataupun Coklat walaupun Glendale dan istrinya tidak memiliki bola mata berwarna itu. Tapi ayah dan ibu nya Glendale,mana kita tau jika merekalah yang memiliki bola mata biru dan coklat, lalu menurun pada cicit mereka.
Oke lah, kita akan skip hari bahagia mereka kali ini.
**********
Hari ini, Zha sudah berada di Rumah Utama milik keluarga Samudra.
Di dalam kamar Halilintar yang luas itu kini sudah di taruh sebuah ranjang bayi super besar karena untuk membaringkan dua bayi sekaligus.
Sementara Zha yang sudah terlihat sehat dan bugar itu mulai mengurus bayi nya di bantu oleh Azkayra dan tentu nya dua orang perawat yang sudah di sewa khusus untuk Putri kembar mereka.
Selesai di mandikan dan diberi susu, bayi kembar itu mereka pada keluar kamar di mana di sana sudah ada Hanzero dan juga Halilintar yang sedang duduk bermalas-malasan di ruangan yang tepat berada di depan kamar Halilintar sambil berunding mengenai pemberian nama kedua bayi kembar itu. Dan mereka sepakat untuk memberi nama Zhellin pada bayi bermata biru yang lahir duluan dan Zhillan pada bayi bermata coklat yang lahir belakangan.
Tak lama dari obrolan mereka, dari tangga muncul Aisyah. Elang dan Alexa terlihat mengekor di belakang.
Rupanya hari ini, mereka semua sengaja belum ingin kembali ke perusahaan. Masih ingin menghabiskan waktu untuk bersama Zha dan kedua putri kembar nya.
Rasa sesak dan hampir putus asa karena hampir saja kehilangan Zha kemarin, masih membekas di hati mereka masing masing. Dan mereka sepertinya masih saja merindukan Zha.
Tapi, kembali sebuah cobaan menghampiri mereka sekali lagi.
Saat mereka sedang berkumpul bahagia di ruangan tengah. Dengan Halilintar memangku putrinya Zhellin dan Zha memangku Zhillan , datang seorang pelayan menghadap mereka.
"Tuan muda. Ada Tamu di bawah ingin bertemu dengan Anda."
"Siapa?" tanya Halilintar menoleh pada sang pelayan.
"Detektif Victor, Tuan."
"Mau apa dia kemari?" jantung Halilintar sedikit berdegup mendengar nama Victor di sebut oleh pelayan nya sambil melirik istri nya, Halilintar melangkah setelah menyerahkan Putri nya pada Ibu mertuanya.
Hanzero pun ikut melangkah menemani Putra nya, pria itu tiba tiba merasa hati nya tidak tenang dengan kedatangan Victor kali ini.
__ADS_1
___________________________________