Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir
Fakta tentang Sarah


__ADS_3

"Kau, tapi bagaimana bisa kau berubah. Aku tidak mengenali wajahmu. Kau berbohong...!!" Halilintar semakin menguatkan cengkeraman tangannya.


"Aku sengaja merubah semuanya demi membalas dendam ku padamu dan keluargamu. Dan ketika aku mengetahuimu dekat dengan Gadis Pecinta Asap itu, aku juga ingin membunuh nya." ucap wanita itu melirik tajam ke arah Zha yang masih menodongkan pistol ke arah Halilintar.


"Jadi.. selama ini kau yang mengirim para mafia itu untuk membunuhku dan ibuku.!??"


"Selain dendam pribadi ku, seseorang telah menyewa ku." Wanita itu terkekeh dan kembali menatap ke arah Zha.


"Katakan..!! Siapa yang menyewa mu. Benarkah Alex.?? " Zha kini beralih menodong wanita itu.


"Apa kau tidak ingin bertanya dulu pada laki laki yang kau anggap baik itu. Apa yang sudah ia lakukan padaku dan keluarga ku, sehingga aku menjadi wanita iblis seperti mu juga."


Dor...!!!!


Satu peluru dari pistol yang di genggam Zha menembus kepala wanita itu hingga wanita itu tak berkutik lagi. Zha meniup ujung pistolnya dengan angkuhnya. Ia tidak ingin mendengar celoteh wanita itu karena Zha bukan tipe orang yang mudah mempercayai ucapan seseorang. Dalam pikirannya lebih baik ia mencari tau sendiri siapa wanita itu dan Zha ingin mendengar langsung penjelasan dari Halilintar.


"Arrg...!!" Halilintar menepuk kepalanya.


"Kenapa kau membunuhnya.??"


"Kenapa..? Kau tidak terima Mantan kekasih mu ku bunuh.??" jawab Zha menyimpan kembali pistolnya.


"Zha, dia bukan mantan kekasih ku, kau harus percaya padaku. Dia bohong. Setidaknya aku bisa lebih banyak mendapatkan penjelasan darinya..!!"


"Itu tidak perlu , ku rasa dia tidak bohong. Kau yang berbohong Hall."


"Zha.." Halilintar menangkap tangan Zha yang hampir menamparnya.


"Kau harus bisa menjelaskannya padaku.!" Zha menepis kasar tangan Halilintar dan melangkah keluar.


"Aku akan kembali ke Mansion bersama pria brengsek ini. Kau urus semuanya." ucap Zha pada Elang yang langsung mengangguk.


"Baik Nona."

__ADS_1


Zha pun melangkah di ikuti Halilintar yang langsung membukakan pintu mobil untuk Zha, dan kali ini Halilintar membawa mobil itu sendiri menuju Mansion Zha.


Sepanjang perjalanan itu tidak sepatah katapun yang terucap dari mulut Zha, ia terus memasang wajah datarnya, sementara Halilintar sendiri masih harus menelan kebingungannya tentang Wanita yang mengaku Sarah Oktavia, seorang wanita yang dulu memang pernah membuat masalah dalam kehidupannya,tapi setahu Halilintar Sarah Oktavia sudah tewas menabrakkan dirinya di rel kereta api.


Sampai di depan Mansion milik Zha, Halilintar menghentikan mobil dan Zha langsung turun tanpa memperdulikan Halilintar.


"Zha.. kau tidak mau mendengar penjelasan ku.?" tanya Halilintar ketika sudah berada di kamar milik Zha.


"Tentang kisah cinta mu dulu.? Aku malas mendengarnya." jawab Zha membanting dirinya di ranjang.


"Aku tidak mempunyai kisah cinta Zha. Bagaimana kau bisa tau jika kau tidak mau mendengarnya dulu.?" Hall kini duduk di samping tubuh Zha dan meraih tangannya.


"Lepas Hall, kau membohongiku. Kau bilang tidak pernah menyentuh wanita mana pun. Tapi wanita itu jelas jelas wanita yang sudah kau telantarkan.!!" teriak Zha persis seperti ketika wanita yang tengah tersakiti hatinya.


"Kau salah paham Zha. Aku tidak seperti yang di katakannya."


"Jelaskan.. Ayo ceritakan..!!!" bentak Zha kini duduk di tepi ranjang.


"Aku memang mengenal Sarah Oktavia tapi aku tidak tau kebenaran tentang wanita itu. Apakah dia benar-benar Sarah Oktavia atau hanya mengaku sebagai dirinya." ucap Halilintar menarik nafas untuk memulai menceritakan kisah pertemuan nya dengan Sarah Oktavia.


Sarah menjebak Halilintar ketika pesta kembang api malam tahun baru di fakultas Kenaya. Halilintar kepergok sedang tidur bersama di atas ranjang bersama Sarah tanpa mengenakan sehelai benang pun. Karena kejadian malam itu, Halilintar di paksa untuk bertanggung jawab menikahi Sarah Oktavia.


Halilintar yang merasa yakin jika tidak ada sesuatu apapun yang terjadi antara dia dan Sarah membantah dan tidak mau bertanggung jawab. Akibatnya nama Hanzero termasuk perusahaan Samudra tercoreng nama nya atas perlakuan putra semata wayangnya. Halilintar tidak peduli karena merasa yakin jika itu hanya jebakan untuknya. Hingga pada suatu hari Orang tua Sarah datang menemui halilintar dan kedua orang tuanya mengatakan jika Sarah hamil. Tes di lakukan halilintar di hadapannya, anehnya Sarah benar benar hamil.


Mendapat masalah seperti ini , seorang Hanzero bukan lah tipe orang yang mudah menyerah dan akan begitu saja percaya. Dia tidak mungkin membiarkan Putranya menghadapi masalahnya seorang diri. Hanzero mengatur rencana menculik Sarah Oktavia dan membawa nya kesebuah Rumah Sakit dengan Dokter andalannya. Sarah di paksa melakukan tes DNA untuk kebenaran tentang ayah biologis bayi yang di kandung Sarah. Dan hasilnya sungguh membuat Hanzero geram. Sarah memang hamil namun itu murni bukan perbuatan putranya. Semenjak itu, Hanzero yang terlalu kecewa langsung memutuskan hubungan kerjanya dengan orang tua Sarah, tidak segan segan Hanzero menarik semua saham miliknya dan menandai Perusahaan keluarga Sarah sebagai Perusahaan merah yang tidak pantas mendapatkan rekan bisnis manapun.


Ayah Sarah Frustrasi dengan kebangkrutan total perusahaan nya dan memilih mengakhiri hidupnya di sebuah ujung tiang di rumahnya. Lalu Sarah Oktavia, menabrakkan dirinya pada sebuah kereta api yang tengah melaju. Tubuhnya hancur berkeping hingga tidak bisa di kenali lagi kecuali identitas berupa KTP milik Sarah yang ditemukan polisi di TKP.


"Aku tidak bisa mengenali wajah wanita itu sebagai Sarah Oktavia." ucap Halilintar mengakhiri ceritanya.


Zha yang masih menyimak cerita Halilintar tiba tiba bangun dari duduknya dan mendekati Laptop miliknya.


Segera membuka benda tipis berwarna silver itu. Jari jemari nya mulai sibuk mengulik di sana. Lama berada di depan laptop nya Zha sempat mendengus berkali kali tanda kecewa dengan hasil yang gagal. Namun rasa penasaran yang mendominasinya tidak juga membuatnya bergeser dari tempat duduknya.

__ADS_1


Sarah Oktavia, jangkar perak, lalu Edoargo vargas, Alex , Ah.. semua pasti berkaitan.


Lalu mana mungkin jika hanya mengincar nyawa Zha , bisa bisanya Gustavo mengirim anak buahnya. Padahal Zha lah yang sebenarnya sedang mencari sosok Gustavo. Lalu mengenai seseorang yang bertato Jangkar perak itu.? Sepertinya seolah Gustavo lah yang sedang mencarinya.


Ah, sesuatu rumit yang tidak bisa terpecahkan oleh IT Zha.


Zha terlihat menyeringai tipis ketika menemukan satu fakta tentang Sarah Oktavia.


"Hall..Lihat lah."


Halilintar yang mendengar Zha memanggilnya kemudian menghampiri Zha. Memperhatikan dengan seksama penemuan Zha.


"Sarah Oktavia tidak mati, kecelakaan itu hanya lah sabotase. Ia melakukan oprasi plastik untuk mengubur identitas Aslinya." ucap Zha.


Ya, fakta yang ditemukan Zha memang benar, setelah berhasil mengubah wajahnya di negara Singapura Sarah kembali ke kota ini dan menjadi anak buah dari Edoargo Vargas . Lalu saat Alex menyewa mafia Vargas untuk beberapa kali mencoba membunuh Halilintar dan Azkayra dan gagal, Sarah menemui Klan Jangkar perak untuk mencoba bergabung dengannya. Dan ternyata Klan Jangkar perak yang di ketuai Gustavo mengincar Zha.


"Zha.. apa setelah ini kau masih percaya padaku.?" tanya Halilintar pada Zha.


Zha mengangguk.


"Apa lagi.?" Zha kini bertanya.


"Tentang penemuan ku beberapa hari yang lalu sebelum aku mengikutimu."


"Apa itu.?"


"Mengenai keturunan Jangkar Perak. Apa kau yakin kau mencarinya dengan arah yang benar.?"


"Maksud mu.?"


"Zha, Aku sudah menemukan info sedikit tentang keturunan terakhir jangkar Perak. Info yang ku dapat, Gustavo sedang mengincarnya. Jika benar dia berada di sekeliling Gustavo, mana mungkin Gustavo juga sibuk mencarinya.? " ucap Halilintar.


"Jadi maksud mu , keturunan itu tidak bersama Gustavo.?"

__ADS_1


"Ku rasa begitu. Dan aku curiga keturunan terakhir jangkar perak itu adalah kau sendiri Zha. Dan kau tidak menyadari itu, sehingga mereka yang sibuk menyelidikinya!"


______________________


__ADS_2