Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir
Pesan terakhir.


__ADS_3

Alexa membawa Elang menaiki sebuah mobil dan dengan begitu cepat melajukan mobilnya melintasi jalanan yang padat dengan pengguna jalan lain nya.


Perasaan Elang saat ini sudah tidak tenang, namun ia tetap berusaha untuk terlihat tenang dan tidak ingin bertanya suatu apapun pada wanita yang belum ia kenal secara penuh itu, sampai Alexa menghentikan mobil nya di halaman sebuah Mansion besar. Dan beberapa pria berpakaian hitam segera menyambut kedatangan mereka.


Alexa segera menuruni mobil, dan Elang tanpa disuruh pun ikut menyusul.


Kini Alexa mengajak Elang melangkah masuk, dan terus melangkah menuju sebuah ruangan.


Elang bisa melihat beberapa pria dan wanita sedang berdiri di sana. Elang sempat melirik wajah wajah mereka yang seperti sedang menyimpan duka.


Mereka menunduk hormat dan segera menggeser kaki masing masing untuk memberi jalan Alexa dan Elang sesaat setelah menyadari kedatangan mereka berdua.


Kini Elang dan Alexa sudah berada di dalam sebuah Ruangan yang lebih tepat nya sebuah kamar besar. Terlihat oleh Elang sebuah ranjang besar dan seorang pria yang tengah terbaring lemah di atasnya dengan beberapa pelayan disampingnya. Melihat kedatangan mereka para pelayan itu pun melangkah dan memilih meninggalkan ruangan kamar.


"Tuan , aku sudah menjemput Putramu." ucap Alexa pada pria itu seraya menghampiri ranjang.


"Ayah..!" seru Elang ketika menyadari jika sosok pria yang sedang terbaring tak berdaya itu adalah Ayah nya dan Elang pun segera menghampirinya.


"Putra ku." ucap Lirih Ardogama.


"Ayah, apa yang terjadi padamu?" Elang meraih tangan pria itu dan menggenggamnya, menyentuh sebuah selang infus yang menancap di tangan pria itu.


"Kau tidak perlu khawatir. Keadaan ku tidak seburuk yang kau pikirkan." jawab Ardogama tersenyum kearah putra nya.


"Apa yang terjadi pada Ayah ku?" Elang menoleh pada Alexa yang masih berdiri di sana.


"Maaf kan kami Tuan! Kami tidak bisa melindungi nya,Tuan Ardogama tertembak. Empat peluru bersarang di dadanya. Dokter sudah berhasil mengeluarkan pelurunya. Tuan Ardogama baru saja sadar dan langsung menyuruh ku untuk menjemput mu." jawab Alexa.


"Elang!" Ardogama memanggil elang dengan tangan yang membalas genggaman putra nya dengan lebih erat.

__ADS_1


"Ada yang ingin ayah bicara padamu." ucap pria itu.


"Katakan Ayah."


"Masih ada beberapa pengkhianat yang bisa meloloskan diri. Ayah juga tidak bisa memastikan apakah mereka jera atau masih akan terus mengejar kalian. Ayah hanya ingin berpesan padamu. Jaga adik mu baik baik. Kau adalah pelindung nya. Dan maafkan ayah jika mungkin ayah tidak bisa melanjutkan lagi tugas itu." ucap Ardogama.


"Tidak ayah, kita akan melindungi Zha bersama sama. Ayah harus tetap bersama kami. Sebentar lagi Ayah akan mempunyai cucu. Apa ayah tidak ingin melihat nya?" jawab Elang, air mata nya sudah mulai menetes menatap wajah putus asa sang Ayah.


"Ayah ingin, ingin sekali. Tapi seperti nya Ibu mu sudah tidak sabar menunggu Ayah. Kami sudah sangat lama berpisah dan sudah saat nya Ayah menemui nya."


"Tidak Ayah, kau tidak boleh berbicara seperti itu. Ku mohon ayah. Bertahan lah demi Zha. Dia sangat merindukan mu."


"Ayah tau, tapi Zha sudah ada di keluarga yang tepat. Jadi ayah tidak begitu khawatir lagi." Ardogama menarik nafas nya yang terlihat semakin berat.


"Elang, ketika kalian sudah bisa memecahkan kode itu. Kalian akan mendapatkan seluruh harta kekayaan keluarga Jangkar Perak. Saat itu Ayah ingin agar Kalian membubarkan seluruh Klan kita yang ada. Gunakan harta itu untuk melangsungkan hidup mereka. Wujudkan mimpi ibu mu. Jangan ada lagi Klan apapun. Dan Zha adalah , benar keturunan terakhir Jangkar perak. Tidak akan ada lagi dari anak anak kalian yang menjadi keturunan Jangkar Perak. Cukup Zha yang memiliki simbol itu. Tidak untuk anak anak kalian nanti." ucap Ardogama menatap wajah Putra nya yang hanya bisa mengangguk.


"Maafkan Ayah Elang, jika ayah pernah memaksa mu untuk keluar dari rahim ibu mu sebelum waktu nya. Dan ayah harus membuat pernyataan jika saat itu Ibu mu keguguran. Ayah hanya ingin kau tetap hidup meskipun harus dengan cara seperti itu." lanjut Ardogama.


Ardogama tersenyum dan sempat menepuk bahu Elang. Tapi Elang tidak pernah berpikir jika senyum itu adalah senyuman terakhir yang sempat Ayah nya berikan padanya sesaat setelah ayah nya berbisik pada Elang jika ia ingin beristirahat dan tidak ingin di ganggu siapa pun. Ardogama memejamkan matanya, dan itu adalah untuk selamanya.


Elang menyadari jika Ayah nya bukan lah tidur atau beristirahat. Ia memegang dada dan Nadi Ayah nya, tidak ada nafas lagi di sana , tidak ada denyut nadi lagi yang ia bisa rasakan.


"Ayah...!!!!! " jerit Elang , ia mengguncang tubuh sang Ayah.


"Ayah, ku mohon jangan pergi dulu. Kami masih membutuhkan mu Ayah..!!! Ku mohon bangunlah Ayah..!!! Bangun..!!!" Elang kehilangan kendali, pria yang tidak pernah terlihat menangis atau pun lemah sedikit pun itu kini meraung raung bak anak kecil yang di tinggal pergi ibu nya.


Di sana , Alexa yang masih tidak bergeser dari tempat nya, melihat dan mendengar secara langsung apa yang terjadi di hadapannya itu hanya bisa mengusap air matanya yang menetes tanpa keluar suara.


Walau bagaimana pun juga , Pria itu pernah menyelamatkan nyawa nya dan memberi kehidupan baru untuk nya. Belum puas ia membalas semua kebaikannya, pria itu sudah pergi untuk selamanya meninggalkan banyak kenangan kebaikan untuk dirinya dan teman teman nya yang terbuang dan teraniaya.

__ADS_1


Beberapa pria dan wanita yang merupakan anak buah Ardogama berlari bersamaan memasuki ruangan ketika mendengar suara teriakan dari dalam. Namun Alexa segera mencegah mereka yang langsung mengerti dengan apa yang terjadi.


Sebelum Alexa pergi menjemput Elang, Ardogama memang sudah sempat berpesan pada mereka bahkan sudah berpamitan dengan mereka seperti seolah tidak pernah akan bertemu lagi.


Luka Ardogama memang cukup parah, mereka bahkan tidak percaya jika Ardogama masih bisa bertahan hingga saat ini yang ternyata hanya untuk sekedar bertemu dan berbicara langsung pada putra nya.


Tak ada yang bergeming sedikit pun, mereka hanya bisa menunduk sambil mengusap air mata mereka masing masing. Duka serta luka yang mendalam di rasakan semua orang yang ada di sana. Bagaimana tidak, perjuangan seorang Ardogama dalam membangun Klan Selatan tidak lah mudah, penuh pengorbanan dan juga tetesan darahnya.


Alexa menghampiri Elang yang masih terisak di samping tubuh Ayah nya yang sudah menjadi jenasah itu. Ia menepuk nepuk bahu Elang, mencoba sedikit memberi dukungan.


"Berhenti lah menangis Tuan, itu akan membuat Ayah mu sedih. Bukan hanya kau saja yang merasa kehilangan, kami semua sama. Tapi dengan kita kuat dan mencoba mewujudkan impian nya , maka itulah yang bisa menjadi bukti jika kita menyayangi nya dan peduli dengan perjuangan nya selama ini." ucap Alexa.


"Kau benar, kita harus mewujudkan keinginan nya untuk menghargai pengorbanan nya ini." Elang berdiri sambil mengusap air mata nya menggunakan kerah kemeja nya, ia mencoba menguatkan hati, dan sekali lagi menatap wajah sang Ayah. Terbesit penyesalan ketika ia meninggalkan pria itu di markas Gustavo.


Tak bisa di pungkiri rasa sedih yang memuncak di hati Elang. Baru saja ia bertemu dengan Ayah kandung nya, Ayah yang belum pernah ia lihat dari ia merasakan hidup. Ayah yang dahulu ia maki setiap hari ,ketika ia berpikir jika ayah dan ibunya adalah orang tua jahat yang sudah membuang nya bagai sampah yang tak berguna. Orang tua yang telah menelantarkan kan bayi yang tidak tau apa apa. Tapi setelah ia mengetahui kebenarannya, ia begitu kagum dengan sosok Ardogama dan juga Aisyah, sepasang suami istri yang rela mengorbankan kebahagiaan mereka demi kelangsungan hidup anak anak nya, bahkan rela berkorban nyawa demi mereka.


"Tenang lah ayah, aku berjanji akan melindungi Zha dan membuat mu bangga pada ku. Aku tidak akan mengecewakanmu." ucap Elang.


Kini Elang menurut saja ketika Alexa meraih pundak nya dan membawa tubuh lemas nya keluar dari kamar itu, dan sempat melihat beberapa orang yang segera masuk untuk mengurus jenasah Ayah nya.


"Bagaimana dengan Nona Zha, apa kita harus memberitahu ini sekarang?" Alexa bertanya pada Elang setelah mereka duduk di sebuah sofa.


Elang menoleh, terlihat raut kebingungan di wajah nya.


"Entah lah. Apa Zha akan kuat menerima kenyataan ini?" jawab Elang ragu, mengingat jika Zha mungkin tidak sekuat kemarin karena kondisi nya yang sedang hamil, hormon seorang wanita hamil bisa saja tidak stabil.


"Apapun yang terjadi, kita harus tetap memberitahunya." ucap Alexa.


__________________________

__ADS_1


nb:


Author ada rencana untuk membuat cerita tentang Perjalanan Ardogama sang anggota FBI yang sengaja masuk ke dalam Klan Mafia Jangka Perak Demi membalaskan dendam nya pada pembantai keluarga nya. Dan ternyata apa yang terjadi setelah ia sudah berada di sana.? Gadis cantik yang pernah menolong nya adalah Putri dari musuh nya. Lalu Ardogama terlibat jauh dan semakin jauh dalam Klan Jangkar Perak tersebut, yang di dalam nya ternyata banyak penjilat dan orang orang munafik yang berkhianat. Sampai Ardogama melupakan misi nya dan terjebak selamanya di dalam keluarga Jangkar Perak.


__ADS_2