
Mata mereka terbelalak ketika melihat apa yang ada di dalam lemari baja itu. Semua brankas yang ada membuat mereka menahan nafas.
Bagaimana tidak, lemari lemari itu di penuhi dengan uang bermata dolar USA, emas batangan , perhiasan dan masih banyak lagi benda benda berharga lain nya. Belum lagi aset aset berharga keluarga Glendale dan daftar harta kekayaan keluarga Glendale seperti beberapa perusahaan, club' malam , supermarket dan stasiun televisi lengkap dengan sertifikat nya dan masih banyak lagi yang lain nya.
Harta yang begitu melimpah itu semua milik keluarga Glendale. Yang mungkin senilai berlipat lipat ganda dari kekayaan keluarga Samudra yang sudah terkenal kaya raya itu. Harta kekayaan keluarga Glendale itu mungkin tidak akan habis jika di makan tujuh keturunan sekalipun.
Decak kagum terdengar dari mereka menyaksikan pemandangan yang ada di hadapan mereka. Halilintar sendiri tidak menyangka jika Zha dan Elang adalah cucu dari ketua mafia terkaya di jagat ini.
Pantas saja keluarga mereka begitu berambisi untuk merebut dan menguasai harta keluarga Jangkar perak dan bahkan rela berkorban apapun untuk itu.
"Apa yang akan kita lakukan dengan semua harta ini?" tanya Elang menoleh pada adik nya.
"Entah lah." jawab Zha.
"Tapi ada sesuatu yang mencurigakan bagi ku." ucap Zha membuat Mereka menoleh padanya.
"Harta sebanyak ini tidak mungkin berhenti di sini saja. Pasti ada seseorang yang mengolahnya. Lalu pertanyaan nya siapa orang yang di percaya Ayah untuk mengurus dan menjalankan perusahaan perusahaan ini?" Zha menatap Elang dan Halilintar dan juga Alexa secara bergantian.
"Zha benar. Berarti ada seseorang yang dipercayai untuk mengolah dan sengaja menyembunyikan identitas nya di balik harta ini." jawab Halilintar.
"Berarti , kita harus menyelidiki nya dan menemukan orang itu guna mendapat informasi yang sebenarnya." ucap Elang.
"Ya. Kita harus mencari salah satu dari pemimpin perusahaan itu dan menemuinya untuk mendapatkan informasi yang akurat. Walaupun kita sudah punya banyak bukti, kita tidak mungkin akan datang kesana untuk tiba tiba mengaku sebagai keluarga Glendale. Jika dia benar orang kepercayaan Keluarga Jangkar Perak sudah pasti dia tidak akan mudah percaya begitu saja." ucap Zha.
"Kau benar, sebaik nya kita pulang sekarang." jawab Alexa yang sedari tadi bungkam karena rasa terkesima nya.
Mereka akhirnya memilih untuk kembali ke Mansion Zha dan memikirkan cara untuk menemukan seseorang yang ada di balik harta kekayaan keluarga mereka.
Sampai di Mansion, Zha kembali lagi pada laptop nya yang sudah beberapa waktu sempat di tinggalkannya guna mencari informasi terkait harta kekayaan peninggalan keluarga nya itu. Tak butuh kesulitan untuk menemukan nya siapa pemimpin perusahaan perusahan besar yang ada di deretan daftar perusahaan milik Glendale. Dan kali ini sasaran Zha tertuju pada sebuah perusahan besar yang di pimpin oleh Mr.Ferdan.
"Aku menemukan nya." ucap Zha menoleh pada Halilintar, Elang dan juga Alexa yang masih duduk dengan setia menunggu nya.
Elang menghampiri Zha untuk melihat penemuan Adik nya.
"JP Group! Kenapa kau yakin?"
"JP Group adalah Perusahaan milik orang Rusia. Lihatlah, info itu mengatakan jika Perusahaan JP Group adalah perusahaan yang tertutup mengenai identitas pemilik aslinya. Perusahaan itu juga tidak pernah mau menerima kerja sama dengan perusahaan manapun." jelas Zha pada Elang tentang Profil Perusahaan JP Group yang ia temukan.
"Kalau begitu , apa salah nya kita mencoba untuk menemui pemimpin nya." ucap Elang.
"Ya Kau benar. Kita memang harus menemui nya."
__ADS_1
"Baiklah, kita akan pergi kesana besok. Hari ini aku ingin mengajak mu pulang ke Rumah Utama dulu." ucap Halilintar menghampiri istrinya.
"Ke Rumah Utama? Ada apa Hall?" tanya Zha.
"Nyonya Azkayra sudah sering menelepon ku dan menanyakan mu Zha. Mama ingin aku mengantar mu kesana. Dan kali ini dia marah karena aku selalu mengabaikan keinginan nya." ucap Halilintar.
"Baiklah, kita ke Rumah Utama dulu. Mungkin Mama merindukan menantu kesayangan nya ini." jawab Zha.
Setelah makan siang, akhirnya Halilintar membawa Zha ke Rumah keluarga Samudra. Sementara Elang dan Alexa untuk kali ini tidak ikut menemani. Mereka berdua memilih untuk tetap di Mansion menunggu Halilintar dan Zha.
*****
Setelah sampai di rumah utama , Azkayra langsung menyambut Putra dan Menantu kesayangan nya itu. Azkayra membawa Zha ke kamar nya , lalu Halilintar sendiri langsung menemui Hanzero untuk menceritakan penemuan mereka pada Ayah nya.
Di kamar milik Halilintar, Azkayra yang saat ini sudah bersama Zha terlihat sedang sibuk mengintrogasi Zha seputar kondisi kandungan nya.
"Jadi selama ini Suami mu belum pernah mengajak mu periksa!!" seru Azkayra ketika bertanya tentang masalah pemeriksaan rutin kehamilan Zha dan Zha menjawab apa adanya. Jika selama ini karena banyaknya masalah dan kesibukan mereka sampai melupakan ke dokter guna memeriksa kan kandungan nya.
"Keterlaluan Halilintar! Kalian tau tidak, jika pemeriksaan rutin itu penting untuk mengetahui kondisi dan keadaan calon bayi kalian." ucap Azkayra marah, dan Zha hanya terdiam tidak berani menjawab lagi mengetahui jika mertuanya tengah marah.
"Kalau begitu sekarang juga Mama akan membawa mu ke Rumah sakit. Kita harus memeriksa kan kandungan mu." kembali Azkayra berucap sambil melangkah untuk menemui Halilintar Putranya.
"Azka! Ada apa?" Hanzero bertanya heran melihat raut wajah murka istri nya yang menghampiri mereka.
"Putra mu ini benar benar bodoh Hanz. Bisa bisa nya dia tidak pernah membawa istrinya periksa kandungan dan mengabaikan calon cucu kita!" teriak Azka sambil menunjuk hidung Halilintar.
"Benarkah Hall?" Hanzero segera menatap Putra nya dengan wajah yang juga berekspresi marah.
"Pa, Ma. Bukan begitu. Hall sudah berpikir demikian. Tapi kami belum ada waktu. Maafkan Hall." jawab Halilintar merasa bersalah karena benar telah mengabaikan kehamilan istrinya. Halilintar nampak menyesal.
"Kalau kau menunggu waktu senggang, itu tidak akan ada. Tapi seharusnya kau lebih mementingkan itu dulu sesibuk apapun waktu mu." ucap Hanzero.
"Kau dengar itu Azze. Kalau begitu hari ini Mama yang akan membawa Zha untuk periksa." ucap Azka kembali melangkah.
"Azka, tunggu dulu." panggil Hanzero membuat Azka menghentikan langkah nya.
"Untuk saat ini, sebaiknya Zha jangan di bawa keluar dulu. Lebih baik kau hubungi dokter Lisa untuk melakukan periksaan di Rumah ini saja." ucap Hanzero menyarankan.
"Baik lah kalau begitu." jawab Azka segera meraih HP nya dan menghubungi dokter Lisa untuk menyampaikan maksudnya.
Di sebrang sana Dokter Lisa mengerti dan menyanggupi nya.
__ADS_1
Azka segera menemui menantu nya untuk menyampaikan hal itu. Zha hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Ia merasa begitu beruntung mempunyai Mertua seperti Azkayra yang sangat peduli dan menyayangi nya itu.
Hingga tak lama setelah itu, Dokter Lisa benar benar datang dengan membawa Dokter special kandungan yang bernama Dokter Hamid dan tak lupa juga membawa alat medis mereka berupa alat untuk melakukan USG kandungan Zha.
Di temani oleh Halilintar dan tak lupa Azkayra juga Hanzero, Zha sudah bersiap melakukan pemeriksaan oleh Dokter Hamid yang sudah selesai menyiapkan segala sesuatu nya di dalam kamar Halilintar itu juga.
"Berbaring lah Nona. Kita akan memulainya." ucap Dokter Hamid pada Zha yang mengangguk dan kini berbaring di atas ranjang.
"Maaf, saya harus membuka baju Nona." ucap Dokter Hamid meminta ijin pada Halilintar yang berdiri di samping Zha berbaring. Halilintar mengangguk.
"Lakukan saja Dokter. Tidak apa apa kan Zha?" Halilintar menoleh pada istrinya yang terlihat masih malu itu.
Lalu dengan sabar Halilintar menarik kaos yang di kenakan Zha ke atas hingga terlihat perut mulus Zha yang sudah terlihat sedikit membuncit itu.
Dokter Hamid tersenyum, ia memahami perasaan Zha yang mungkin masih malu karena ini adalah pengalaman pertama nya.
Dokter Hamid mulai melakukan pemeriksaan di bantu oleh dokter Lisa. Ketika USG sudah mulai di lakukan dan Dokter Hamid mulai menggerakkan alat pemindai (probe) terlihat kondisi janin yang ada di rahim Zha, dokter Hamid sempat sedikit terkejut.
"Tuan, ternyata Nona mengandung Bayi kembar." ucap nya menunjuk kan gambar di layar komputernya, membuat Halilintar terkejut namun sangat senang begitu juga dengan Zha.
"Benarkah.?" Halilintar rasa tak percaya segera melihat ke arah yang di perlihatkan oleh dokter Hamid.
"Benar Tuan muda. Nona Zha mengandung Bayi kembar Fraternal atau kembar yang tidak identik." jawab Dokter Hamid.
"Maksudnya. Bisa kau menjelaskan nya Dokter?" tanya Halilintar.
" Nona Zha mengandung bayi kembar Fraternal. Jadi begini . Saya akan menjelaskan nya. Anak kembar fraternal atau kembar tidak identik ini berbeda dengan anak kembar identik. Hal ini karena kembar identik prosesnya berasal dari sel telur dan speermaa yang sama (disebut monozigotik). Sementara kembar fraternal berasal dari sel telur dan speermaa berbeda yang disebut sebagai kondisi dizigotik. Bayi nya biasanya tidak akan mempunyai kemiripan wajah dan juga tidak akan mempunyai kesamaan sifat. Bisa jadi jenis kelamin akan berbeda atau bisa juga akan sama." jelas Dokter Hamid yang di sambut dengan rasa kebahagiaan mereka. Halilintar bahkan sampai memeluk istrinya karena rasa bahagia nya.
"Zha, anak kita kembar. Bahagianya aku Zha. Terimakasih.. Terimakasih. Kita harus menjaga nya dengan baik. Aku tidak peduli apa mereka akan laki laki semua , perempuan semua atau laki laki dan perempuan. Sama saja , yang penting mereka sehat." ucap Halilintar menggebu gebu.
Azkayra dan Hanzero pun sampai berpelukan saking senangnya. Sementara Dokter Hamid dan Dokter Lisa ikut merasakan kebahagian keluarga Samudra.
"Bagaimana keadaan nya dokter, apa mereka baik baik saja?" tanya Halilintar pada dokter Hamid, seketika merasa khawatir karena mengingat betapa banyak nya masalah yang dihadapi Orang tua bayi nya terlebih Zha yang bahkan pernah melakukan perkelahian ketika masa kehamilan nya kemarin kemarin.
"Janin kalian baik baik saja dan sehat. Tidak perlu khawatir. Pokoknya Nona Zha harus memperhatikan asupan gizi yang seimbang dan istirahat yang cukup. Jangan banyak mengeluarkan tenaga dan hindari Stres. Itu akan membantu tumbuh kembang bayi kalian dengan baik." ucap Dokter Hamid.
"Usia kandungan nya masih berjalan tiga bulan satu Minggu. Karena ada dua calon bayi di sana , perut Nona Zha akan lebih besar dari seharusnya kehamilan normal." sambung Dokter Hamid.
Halilintar mengangguk, kembali menatap istrinya dan menggenggam erat tangan kanan Zha, sementara tangan kiri Zha , tak henti hentinya mengusap perut nya. Ia tidak menyangka jika di dalam perutnya saat ini sedang tumbuh dua janin sekaligus.!
____________________
__ADS_1