
" Eh lo, udah minta tolong bukan nya terima kasih malah marah marah gak jelas, " Bentak Regina yang berada disamping Kevin.
" Gue gak bicara sama lo, gue bicara sama Dion. kok jadi lo yang sewot, " Balas Grecy. Seketika Regina yang merasa terhina langsung menampar pipi kanan Grecy.
Grecy yang sudah tidak dapat menahan air mata nya lagi segera pergi meninggalkan kerumunan itu dengan berlari.
Winny yang sebenarnya anak baik dan tidak pernah berbuat kasar, sekarang berubah karena melihat sahabatnya ditampar oleh orang yang tidak berurusan dengannya. Winny menampar Regina dua kali. Dipipi kanan dan kirinya, semua orang yang berada disana terkejut, karena ini pertama kalinya Winny menampar seseorang.
" Jangan pikir, karna selama ini aku baik kepadamu dan kamu bisa melakukan seenaknya kepada kami. Aku itu manusia biasa, aku punya batas kesabaran. Dan sekarang kesabaran itu sudah habis. Dan kau tidak berhak menampar Grecy. Ingat ini baik baik, jika sampai kau menyakiti sahabatku lagi, aku jamin kau akan menyesal. " Ucap Winny sambil menunjuk wajah Regina dengan jari telunjuknya.
Setelah mengatakan itu, Winny langsung berlari mencari keberadaan Grecy diikuti dengan Kevin dan Dion.
Mereka berlari mencari keseluruh sekolah. Tapi hasilnya nihil, mereka tidak menemukan Grecy dimanapun. Sampai akhirnya Winny menemukan Grecy dibelakang sekolah.
Grecy pernah berkata kepada Winny bahwa, dulu waktu sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, Grecy sering dimarahi dan dihukum oleh guru dan juga temannya. Jadi, jika Grecy dalam keadaan sedih, dia akan pergi kebelakang sekolah untuk menumpahkan semua kesedihannya.
Saat Winny akan melangkahkan kakinya mendekati Grecy, tiba tiba ada sebuah tangan yang menghentikan langkahnya.
" Biar aku saja Win, " Ucap Dion lalu melangkahkan kakinya mendekati Grecy.
Winny kembali ketempatnya semula. Memberikan waktu kepada Dion untuk membujuk Grecy dan memberikan kesempatan untuk mereka berdua bersama.
Dion melangkahkan kakinya mendekati Grecy yang sedang berjongkok sambil melempar batu batu kecil, tak lupa air bening yang mengalir deras dipipinya.
" Cy " Panggil Dion lembut.
Grecy mendongakkan wajah menatap keatas. Setelah tau siapa yang memanggilnya Grecy langsung mengalihkan pandangannya kearah semula.
" Maaf " ucap Dion, tapi Grecy hanya diam dengan aktifitas sebelumnya.
Hening beberapa saat.
Grecy menghela nafas berat, lalu berkata
" Kenapa harus minta maaf? ini bukan salahmu. " Lalu Grecy melangkahkan kakinya ingin pergi, namun tangan Dion menghentikan langkah Grecy.
" Ada apa? " Tanya Grecy.
" Aku cuman pengen minta maaf " Ucap Dion lirih dengan wajah ditekuk.
" Iya, aku maafin " Ucap Grecy tulus dengan senyum. Ia tidak tega melihat wajah Dion yang menurutnya menyesal entah kenapa, mungkin karena membentaknya saat bertengkar dengan Regina.
Kemudian Grecy membawa tangan Dion untuk duduk dengannya. Mereka berdua berbicara dan sesekali tertawa lepas. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga mereka terlihat akrab. Kekesalan yang menyelimuti hati Grecy beberapa hari ini hilang, berganti dengan kebahagiaan.
Disisi lain, sepasang manusia berbeda jenis sedang memperhatikan sehabatnya yang tampak sangat bahagia. Mereka berdua berdiri bersebelahan dengan suasana canggung yang menemani. Karena dari tadi tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan, hingga pada akhirnya Kevin membuka mulutnya.
" Win, hati hati ada ulat dikakimu " Ucap Kevin dengan wajah panik yang dibuat buat.
Spontan Winny langsung menghentak hentakkan kakinya tanpa melihat kebawah dengan berjerit " Ah, ulat kamu ngapain dikaki aku. " Winny seperti sedang berbicara dengan ulat dan matanya terpejam tidak berani melihat kebawah.
Kevin yang melihat pemandangan itu langsung tertawa terbahak bahak.
Winny yang mengerti bahwa Kevin membohonginya, bukannya marah Winny malah tersenyum.
" Kenapa kamu tersenyum? " Tanya Kevin heran melihat Winny tersenyum bukannya marah.
" Ah tidak, aku hanya bahagia " Jawab Winny, pasalnya ini pertama kalinya Kevin tertawa seperti tadi dihadapam Winny.
" Kamu bahagia melihat ku tertawa? " Tanya Kevin lagi heran.
" Iya, dan juga karena Grecy dan Dion. " Jawab Winny kemudian mengalihkan pandangannya menatap sahabatnya.
" Kamu kenapa senang melihat ku tertawa? " Tanya Kevin semakin bingung.
" Ah itu... Karna kamu baru pertama kali tertawa seperti tadi dihadapanku. Dan itu sangat lah langkah. Karena biasanya kamu hanya tersenyum menanggapi lelucon lelucon yang kamu dengar, " Jawab Winny jujur.
Kevin tersenyum mendengar alasan Winny, Jawaban yang Winny berikan sangat lah lucu baginya.
" Ngomong ngomong soal Grecy dan Dion, kita samperin aja yuk, " Ajak Kevin kemudian menarik tangan Winny tapi terhenti, karena Winny tidak membiarkan kakinya melangkah maju.
" Jangan, beri mereka waktu untuk berdua. Aku ingin mereka bisa bersama sama " Ucap Winny.
" Baiklah " Ucap Kevin tanpa pikir panjang.
" Daripada kita disini jadi obat nyamuk mending kita pergi aja " Usul Kevin, kemudian membawa Winny pergi meninggalkan halaman belakang sekolah menuju kelas dengan berpegangan tangan tentunya.
Sampainya didalam kelas, semua orang menatap heran kepada Winny dan Kevin karena berpegangan tangan.
Regina yang melihat itu, langsung memisahkan tangan Winny dan Kevin. Tangannya hendak menampar pipi Winny. Tapi dengan cepat, Winny mencegah tangan Regina dan menepisnya dengan kasar.
" Ngapain lo dekat dekat dengan Kevin? " Tanya Regina. Bukannya jerah sama apa yang Winny lakukan dikantin. Sekarang Regina malah mencari masalah baru.
" Emang kenapa? " Tanya Winny balik.
" Kevin tuh, punya gue. Jadi lo jauhin Kevin " Pinta Regina dengan menatap tajam Winny.
" Kevin itu manusia bukan barang. Lagian aku mau nanyak kamu punya hubungan apa sama Kevin? " Tanya Winny membalas tatapan Regina.
" Aku tuh calon pacarnya Kevin " Ucap Regina dengan percaya diri.
" Waw... calon pacar. Kevin, boleh aku bertanya sesuatu? " Ucap Winny kepada Kevin yang dijawab anggukan kepala oleh Kevin.
" Apa kamu punya rencana untuk jadi pacar Regina? " Tanya Winny yang dijawab gelengan kepala oleh Kevin.
" Gimana Reg, Kevin bilang dia gak punya rencana untuk jadi pacar kamu. " Ujar Winny dengan tersenyum.
Regina mendengus kesal, lalu pergi dari hadapan Winny dan Grecy.
Grecy dan Dion pun datang saat Regina pergi.
" Ada apa ini? " Tanya Grecy penasaran karena melihat Winny yang menahan tawa.
" Tadi si Regina nyuruh aku jauhin Kevin. Trus aku nanyak sama Regina apa hubungannya dengan Kevin. Katanya Kevin itu calon pacarnya. Aku nanyak sama Kevin apa dia punya rencana untuk menjadikan Regina sebagai pacarnya. Dan Kevin jawab gak. Kan Reginanya jadi malu " Jelas Winny masih dengan menahan tawa.
Grecy tersenyum. Dia merasa sangat bahagia hari ini. Hubungannya dan Dion sudah membaik. Dan hubungan Winny dan Kevin pun semakin meningkat. Untuk saat ini Grecy melupakan Regina yang menamparnya.
Walaupun masih berstatus teman, tapi Winny dan Grecy sangat bersyukur. Mereka bersyukur dengan apa yang terjadi dengan mereka.
******************
Sesuai janjinya, kini Winny dan Grecy sudah berada didepan sebuah rumah yang mewah nan besar.
*Flasback on
" Vin, gimana soal yang tadi? " Tanya Winny saat mereka sedang berjalan menuju kelas berdua.
" Soal yang mana? " Kevin balik bertanya.
" Yang minta tolong sama kamu untuk ngajarin aku sama Grecy bermain alat musik, " Jawab Winny.
" Ooh, soal itu. Aku mau ajarin kamu dan Grecy, tapi... " Ucap Kevin menggantungkan kalimatnya.
" Tapi apa? " Tanya Winny penasaran, takut bila Kevin memberikan syarat yang tidak bisa ia penuhi.
" Tapi Dion juga ikut dan belajarnya dirumah aku, " Jawab Kevin.
" Oke, itu mudah dan lagian bisa buat Dion dan Grecy semakin dekat, " Ucap Winny disertai senyum manisnya.
Flasback off*
Dua orang anak cowok sedang berjalan mendekati Winny dan Grecy.
" Hai, " sapa Kevin dan Dion berbarengan, karena mereka lah anak cowok itu.
" Hai, " Sapa Winny dan Grecy balik.
" Kita langsung masuk aja yuk, " Ajak Kevin.
Dan mereka berempat langsung masuk kedalam rumah yang memiliki halaman yang sangat luas dengan ditumbuhi banyak bunga bunga indah yang salah satunya adalah bunga matahari, bunga yang paling Winny sukai sekaligus yang paling dia benci.
Winny sempat membeku ditempatnya ketika melihat bunga matahari dihalaman rumah Kevin. Kejadian 7 tahun yang lalu kini sedang berputar putar dikepalanya. Tak terasa matanya sudah berkaca kaca dan dadanya terasa sangat sesak.
" Win, " Panggil Grecy yang berhasil membuat Winny tersadar dari lamunannya.
" Ha, iya, ada apa? " Tanya Winny sedikit terbata karena kaget.
" Kamu kenapa kok kayaknya mata kamu berkaca kaca. Kamu mau nangis ya, tapi kenapa? Jangan nangis dong Winny, aku salah apa. Kalau aku salah, aku minta maaf ya, ya, ya " Mohon Grecy dengan wajah yang dibuat seimut mungkin untuk menghibur sahabatnya, Winny.
Seketika wajah Winny langsung berubah yang tadinya sedih kini sedang menahan tawa melihat wajah Grecy. Walau sebenarnya dia tau, kalau Grecy ingin menghiburnya dan Winny menghargai usaha Grecy.
" Udah lah Cy, mata aku cuma kelilipan. Aku tadi hanya kagum sama halaman rumah Kevin. " Ujar Winny berusaha mengelak.
Dan Grecy hanya menjawab dengan ber 'oh' ria.
" Udah udah, kalau gini caranya kapan kalian belajar? " Tanya Dion.
Setelah itu mereka masuk kedalam rumah. Mereka berempat masuk kedalam sebuah ruangan. Didalam ruangan tersebut, terisi dengan berbagai alat musik. Baik yang tradisional maupun yang modern. Alat musik diruangan tersebut sangatlah lengkap.
" Banyak sekali alat musik disini, " Ucap Grecy kagum.
" Kamu baru pertama kali ngelihat alat musik sebanyak ini " Tanya Winny.
Tingkah Grecy sangat lah aneh bagi Winny. Seperti seseorang yang baru pertama kali melihat alat musik yang banyak.
" Iya, Win. Dulu, aku gak tertarik sedikitpun untuk menyentuh alat musik. Aku lebih tertarik dengan olahraga. Bagi alat musik itu membuang buang waktu. " Jawab Grecy jujur.
" Kamu benaran gak niat nyentuh alat musik sedikit pun? " Tanya Dion memastikan.
Sungguh hal yang sangat aneh bagi Dion. Karena setiap cewek yang pernah ia temui akan paling tidak suka dengan olahraga. Katanya, Kulitnya akan terbakar terkena sinar matahari dan bisa bisa dia kulitnya menjadi hitam.
" Iya. " Jawab Grecy singkat.
" Astaga Cy, kamu memang berbeda dengan gadis gadis lain. Dimana mana ya setiap aku ketemu sama cewek ni. Kalau ada pelajaran olahraga disuruh baris kelapangan atau disuruh lari. Pasti ngeluh. Dia akan bilang seperti ini. Panas pak, capek pak. Kayak gitu lah, " Ucap Dion panjang lebar sambil menirukan suara cewek saat mengatakan panas pak, capek pak.
" Bukan semua cewek yang kayak gitu. Buktinya aja aku sama Winny. Kita lebih senang sama pelajaran olahraga daripada sama pelajaran kayak gini ni " Balas Grecy seraya menunjuk nunjuk alat musik yang ada didepannya dengan telunjuknya.
" Kenapa bawa bawa aku? " Tanya Winny tak terima.
" Ya, kan memang benar " Jawab Grecy.
" Udah, kita mulai aja belajarnya sekarang. Aku ngajarin Winny dan Dion ngajarin Grecy. Gimana setuju gak? " Tanya Kevin meminta pendapat.
" Setuju " Jawab Winny, Grecy, dan Dion kompak.
Mereka memulai belajarnya. Pertama tama Dion mengajari Grecy tentang senar dan kunci pemula dalam bermain gitar. Sedangkan Kevin mengajari Winny tentang not not dalam bermain piano.
Dengan sabar Kevin dan Dion mengajari Winny dan Grecy. Tidak ada kata kasar atau bentakan yang keluar dari mulut kedua pria tersebut. Walaupun Winny dan Grecy selalu membuat kesalahan dan hampir menyerah. Kevin dan Dion selalu menyemangati mereka untuk tidak menyerah dan selalu berjuang mereka bilang bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan tidak akan pernah berhasil sia sia. Dan dengan kata kata tersebut, Winny dan Grecy tetap berusaha untuk bisa bermain alat musik.
Dalam satu minggu ini Kevin dan Dion mengajari Winny dan Grecy bermain alat musik serta bernyanyi. sampai akhirnya mereka bisa memainkan beberapa alat musik diruangan tersebut dan bisa juga bernyanyi dengan suara yang merdu. sehingga siapapun yang mendengarnya akan terpanah karena suara Winny dan Grecy.
Jika dibayangkan, saat pertama sekolah dan sekarang merka sangat berbeda 180° saat bernyanyi.
Seminggu sudah mereka belajar dirumah Kevin. Dan dalam seminggu ini juga Winny tidak pernah melihat orang tua Kevin berada dirumah walau hanya sedetik saja.
" Vin, orang tua kamu dimana? " Tanya Winny kepada Kevin saat mereka sudah selesai belajar.
" Orang tua ku memang jarang pulang. Kalau pun pulang paling akan cuman beberapa hari dirumah. " Jawab Kevin dengan tersenyum kecil.
'Aku rasa Kevin menjadi seorang pendiam karena masalah ini. Aku berjanji akan berusaha membuatnya tidak kesepian lagi.' Ucap Winny dalam hatinya berjanji.
" Win, Kev, Di kita keluar aja yuk. Sekalian menunggu dijemput. " Ajak Grecy, yang dijawab anggukan kepala oleh Kevin dan Dion. Sedangkan Winny hanya diam tidak merespon.
Grecy menarik tangan Winny keluar dari rumah menuju teras. Kevin dan Dion mengikuti mereka dari belakang. Winny berusaha untuk tidak melihat bunga matahari. Dan dia juga berdoa agar cepat dijemput.
Mereka sampai diteras. Grecy masih tetap menarik tangan Winny sampai diayunan. Grecy dan Winny duduk bersampingan dengan Dion dan Kevin dihadapan mereka.
Mereka bercanda dan tertawa. Tidak dengan Winny dia diam seribu bahasa dengan kepala yang tertunduk.
" Win, kamu kenapa? " Tanya Grecy aneh melihat sikap Winny.
Belum sempat Winny menjawab. Mobil jemputan Winny sudah datang.
" Aku pulang dulu " Pamit Winny lalu pergi dari hadapan Grecy, Kevin, dan Dion masuk kedalam mobil.
Tak berselang lama mobil Grecy pun datang. Setelah pamit, Grecy segera naik kedalam mobil dan mobil pun melaju pergi meninggalkan rumah Kevin.
Sedangkan Dion pulang sendiri dengan motornya.
******************
Hari ini adalah hari dimana Winny dan Grecy akan mengambil nilai dengan memainkan salah satu alat musik.
Winny dan Grecy sudah berada didalam ruangan yang mempunya banyak jenis alat musik. Winny dan Grecy diikuti Kevin dan Dion masuk kedalam ruangan.
Saat memasuki ruangan tersebut, Bu Ratnah sudah berada didalam ruangan itu menunggu kedatang dua anak muridnya.
" Akhirnya kalian datang juga? " Ucap Bu Ratnah dengan senyum meremehkan.
" Iya, Bu " Jawab Winny menunduk tanda hormat.
Sedangkan Grecy, hanya tersenyum miring. Tanpa ada niat sedikit pun untuk membalas ucapan Bu Ratnah.
" Sekarang kalian pilih salah satu alat musik yang ada disini. Setelah itu, kalian berdua bergantian untuk memainkan alat musik sekaligus bernyanyi. " Titah Bu Ratnah.
" Tapikan Bu, saat kita mengambil nilai. Kita tidak ada disuruh untuk bernyanyi. " Ucap Dion tidak terima dengan perkataan Bu Ratnah.
" Itu karena Winny dan Grecy mendapatkan waktu satu minggu dari Ibu untuk belajar. " Balas Bu Ratnah.
Saat Dion ingin membuka mulutnya lagi. Grecy segera menahan tangan Dion dan menggelengkan kepalanya tanda bahwa Grecy tidak ingin Dion bicara lagi. Dan Dion menurut.
" Baiklah Bu, itu sangat mudah " Ucap Grecy percaya dengan kemampuannya.
__ADS_1
" Oke, silahkan sekarang mulai. " Ujar Bu Ratnah kemudian duduk disebuah kursi yang sudah disediakan khusus untuk guru.
" Semangat Win, "
" Semangat Cy, "
Ucap Kevin dan Dion menyemangati Winny dan Grecy.
Winny dan Grecy tersenyum membalas ucapan semangat dari Kevin dan Dion.
Grecy yang pertama kali maju. Grecy bermain gitar dengan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul mimpi.
Bu Ratnah sempat tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Tapi Bu Ratnah berusaha untuk menyembunyikannya.
Setelah Grecy, Winny pun maju. Winny bermain piano dengan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul perfect.
Kali ini Bu Ratnah tidak bisa lagi menyembunyikan rasa kagumnya. Hanya dalam satu minggu Winny dan Grecy bisa memainkan alat musik dan bernyanyi dengan suara merdu.
" Wow... Ibu kagum dengan kalian. Dalam satu minggu kalian bisa memainkan alat musik ini dan bernyanyi dengan suara yang sangat merdu. Siapa yang ngajarin kalian? " Tanya Bu Ratnah dengan memuji Winny dan Grecy.
" Kevin dan Dion, Bu " Jawab Winny seraya menunjuk Kevin dan Dion yang berada didekat pintu.
" Oh, jadi dua pria ini yang mengajari kalian. Kalian memang hebat. " Ucap Bu Ratnah memuji kedua pria tersebut.
" Makasih Bu, pujiannya. Tapi ini semua juga hasil dari kerja keras mereka " Balas Dion.
Lalu, mereka keluar setelah mendapat izin dari Bu Ratnah.
Mereka berempat pergi menuju kantin. Semua mata menatap mereka dengan tatapan yang aneh. Ada yang menatap cemburu, kagum, dsb.
Seperti Dina, Regina, dan Rizki yang menatap mereka dengan tatapan tidak suka.
Rizki sudah lama memendam sebuah perasaan kepada Grecy. Awalnya Rizki hanya kagum denga Grecy. Tapi siapa yang menyangka bahwa kekaguman tersebut berubah menjadi perasaan suka antara beda jenis.
" Eh lo, cewek cupu " Ucap Dina menghampiri mereka berempat dengan diikuti anggota genknya dan juga Regina yang berada dibelakang Dina.
" Apalagi? " Tanya Grecy dengan nada malas.
" Kenapa lo, dekat dekat dengan pangeran sekolah ini? " Tanya Dina dengan tatapan tajam.
" Suka hati kita dong mau dekat dengan siapa. Emang apa urusannya sama lo? " Tanya Grecy balik membalas tatapan tajam Dina.
" Jelas itu ada urusannya dengan gue. Karena lo berdua udah rebut Kevin dan Dion dari gue. " Jawab Dina membentak.
" Waw... Aku baru tau kalau kami merebut mereka dari kalian. Tapi jika kalian ingin mengambil mereka silahkan. Itupun kalau mereka nya mau " Ucap Grecy menantang.
" Eh, lo tuh gak punya sopan santun ya. Bicara sama seniornya kayak gitu. Emang lo gak diajarin apa sama orang tua lo? " Tanya Regina menghina orang tua Grecy.
Grecy yang tak terima orang tuanya dipermalukan oleh Regina menampar pipi Regina.
" Jangan pernah lo bawa bawa orang tua gue. Atau lo akan menyesal. " Ancam Grecy.
Tapi Regina menghiraukan ucapan Grecy. Ia ingin membalas tamparan Grecy. Tapi sebelum tangan Regina menyentuh pipi Grecy, Winny menahan tangan Regina lalu melemparnya keudara dengan kasar.
" Udah Cy, kita pergi aja dari sini. Kamu jangan dengarkan ucapan mereka " Ucap Winny menenangkan Grecy yang sedang dalam keadaan marah.
Winny membawa Grecy keluar dari kantin dengan diikuti Kevin dan Dion.
***
Hari demi hari telah dijalani. Kini Winny dan Kevin semakin dekat, begitupula dengan Grecy dan Dion. Dion berencana untuk menatakan perasaannya kepada Grecy dihari ulang tahunnya, yang akan diadakan dirumah Grecy seminggu lagi.
Sebelum itu, Dion meminta restu dari orang tua Grecy dengan datang kerumah Grecy.
Setelah dipersilahkan masuk, Dion menunggu kedua orang tua Grecy diruang tamu. Hingga akhirnya kedua orang tua Grecy datang dan duduk dihadapan Dion. Saat ini hari sabtu, mungkin Grecy dan Aldo sedang pergi keluar atau bertemu dengan temannya.
" Selamat siang, om, tante " Sapa Dion, karena memang jam sudah menunjukkan pukul 11.15.
" Selamat siang, nak Dion " Balas Papi Andri dan Mami Wulan kompak.
" Kedatangan saya kesini, saya cuman ingin meminta restu kepada om dan tante, " Ujar Dion gugup.
Papi Andri dan Mami Wulan saling pandang, tidak mengerti maksud dari perkataan Dion.
" Maksud nak Dion, apa ya? " Tanya Mami Wulan.
" Sebenarnya tante, saya cuman mau minta restu untuk hubungan saya dan Grecy. Dan saya ingin meresmikan hubungan kami saat acara ulang tahun Grecy yang akan diadakan minggu depan, " Jelas Dion.
" Ooh, begitu toh. Tapi apa Grecy tau soal ini? " Tanya Mami Wulan lagi.
" Grecy tidak tau tante, " Jawab Dion.
" Sebenarnya, tante senang sekali jika kamu dan Grecy bisa jadian, bahkan sampai kepelaminan. Tapi, tante serahkan semua keputusannya kepada Grecy. Karena ini kehidupan Grecy dan dia berhak atas keputusan ini " Jelas Mami Wulan bijak.
" Om juga setuju, tapi ada satu syarat agar om merestui hubungan kalian, " Ujar Papi Andri yang membuat Dion tegang. Bagaimana bila Papi Andri akan memberikannya syarat yang tidak bisa ia lakukan.
" Syarat..., Apa syaratnya om? " Tanya Dion gugup.
" Syaratnya adalah nak Dion harus membuat Grecy bahagia dengan hubungan kalian. Dan nak Dion juga harus bisa percaya dengan Grecy. Karena suatu hubungan harus didasari dengan kepercayaan. " Jelas Papi Andri.
Dion yang mendengarnya seketika lega.
" Baik om, " Ucap Dion mantap
" Sekarang jangan panggil om atau tante. Tapi, panggil Papi dan Mami. Mami ingin kamu terbiasa dari sekarang. " Pinta Mami Wulan.
" Baik tan, eh Mami " Ucap Dion terbata karena baru pertama kali memanggil Mami Wulan dengan sebutan Mami.
******************
Setelah mendapat restu dari orang tua Grecy, Dion segera pergi meninggalkan rumah Grecy menuju ke cafe Maits yang terletak tidak jauh dari sekolah tempat mereka menimba ilmu sekarang.
" Hai, " Sapa Dion tersenyum.
" Sorry aku telat " Ujar Dion kepada Kevin dan Winny yang berada dihadapannya.
" Iya, " Balas mereka kompak.
" Jadi, gimana rencanamu? " Tanya Kevin.
Kevin dan Winny sudah diberitahu oleh Dion soal rencananya ingin menyatakan perasaannya kepada Grecy, dari telepon.
" Jadi gini, minggu depan Grecy ulang tahun. Jadi nanti Winny bawa Grecy entah kemana. Grecy sudah harus keluar dari rumah jam 7 pagi dan jangan pulang sebelum jam 2 siang. Dan untuk Kevin, nanti dia bantuin aku untuk mempersiapkan acaranya dirumah Grecy. aku udah nyuruh keluarga Grecy untuk nyembunyiin ini dan berpura pura lupa tentang ulang tahunnya, begitupula dengan kalian. Kalian juga harus pura pura lupa tentang ulang tahunnya. " Jelas Dion.
" Oke, aku setuju. Dan ingat kalau kamu sudah jadian sama Grecy, jangan pernah sakiti dia. Kalau sempat aku liat kamu nyakiti Grecy. Kamu akan lihat sisi lain aku, sama seperti waktu Regina nampar Grecy. Sekali saja aku liat Grecy nangis karena kamu. Aku akan balas kamu lebih dari kamu nyakitin dia. " ucap Winny memperingati.
" Kamu tenang saja, aku tidak akan menyakitinya. " Balas Dion.
" Aku pegang kata katamu " Ucap Winny.
Kemudian mereka pulang setelah menghabiskan minuman yang mereka pesan dan membayarnya.
" Hai Pi, hai Mi " Sapa Grecy dengan tersenyum ketika menuruni anak tangga menuju ruang keluarga dimana orang tua dan adiknya berada.
" Hai Cy, " Saut kedua orang tuanya.
" kakak tidak menyapaku? " Tanya Aldo berpura pura cemberut.
" Oh iya, kakak lupa. Hai Aldo, " Sapa Grecy.
" Telat, " Saut Aldo.
Lalu keluarga kecil itu tertawa mendengar jawaban Aldo.
" Pi, Mi, hari ini hari apa? " Tanya Grecy.
" Hari ini hari sabtu Cy, masak kamu lupa sih, " Jawab Mami Wulan berpura pura lupa ulang tahun Grecy.
Grecy mendengus kesal karena orang tuanya melupakan hari istimewanya.
Tok... Tok... Tok...
Bibi Erna berjalan mendekati pintu dan melihat siapa yang datang.
" Non, diluar ada teman non, " Ucap Bi Erna ketika mengetahui siapa yang datang dan langsung melaporkannya kepada Grecy.
" Siapa bi? " Tanya Grecy penasaran. Karena ini masih pukul 06.38. Siapa yang datang sepagi ini, pikirnya.
" Kalau gak salah tadi katanya namanya Winny, non " Jawab Bi Erna.
" Oh, makasih ya Bi, " Ujar Grecy.
" Iya non, " Balas Bi Erna kemudian pergi dari ruang keluarga menuju kedapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Grecy berjalan menuju pintu, dan benar saja yang datang adalah Winny. Winny mengajak Grecy untuk berjalan jalan ditaman . Grecy menyetujuinya dan orang tuanya juga begitu.
Sebelum pergi Grecy mengganti pakaiannya terlebih dahulu, lalu pergi bersama Winny ketaman menaiki mobil Winny.
Setelah kepergian mereka, Dion dan Kevin masuk kedalam rumah Grecy.Mereka memulai persiapannya dan tentunya dengan izin dari kedua orang tua Grecy.
Mereka memulai persiapannya dengan meletakkan meja ditengah tengah ruangan yang berhadapan langsung dengan pintu. Karpet merah yang sengaja dilebarkan dari pintu hingga meja dengan bunga mawar diatasnya. Balon yang sudah terisi angin yang sengaja diletakkan bertebaran dilantai. Ada juga balon yang tertempel didinding yang menuliskan HAPPY BIRTHDAY GRECY. Ruangan itu dihias dengan sangat cantik tapi sederhana. Karena yang akan hadir dalam acara hanya 8 orang saja yang tak lain adalah Kevin, Dion, Winny, Papi Andri, Mami Wulan, Aldo, Papa Rangga, dan Mama Anisa.
***
Ditempat lain
Winny dan Grecy sedang berada ditaman yang terletak ditengah tengah kota.
" Win, hari ini hari apa? " Tanya Grecy, ia ingin kalau Winny mengingat hari ulang tahunnya.
" Hari ini ya, hari sabtu lah Cy. Kenapa kamu tanya gitu? " Tanya Winny balik.
" Tidak papa kok " Jawab Grecy kecewa. Kecewa karena Winny yang tidak mengingat hari ulang tahunnya.
" Cy, kita beli gaun yuk, " Ajak Winny setelah mereka selesai mengelilingi taman kota itu.
" Gak mau ah, malas, " Balas Grecy acuh.
" Ayolah ya ya, aku mau beli gaun untuk kita. " Ajak Winny sekali lagi dengan memaksa.
" Ya, ya " Jawab Grecy malas.
Sesampainya mereka disebuah butik, Winny meminta sebuah gaun sederhana berwarna biru dan merah masing masing dua. Winny menyuruh Grecy untuk mencoba gaun yang telah ia pilih. Walaupun awalnya Grecy menolak, akhirnya ia setuju mencoba gaun itu dengan sedikit paksaan tentunya.
Setelah itu, Winnya membawa Grecy kesalon. Untungnya disana ada ruang ganti. Jadi Winny dan Grecy mengganti pakaiannya menggunakan gaun berwarna biru. Setelah itu, Winny mempersilahkan Grecy untuk duduk agar bisa dimake up. Grecy yang di make up dengan sederhana dan tidak menor dengan rambut yang terlihat seperti putri Cinderela. Winny pun demikian dia dimake up tapi tidak seperti Grecy. Winny hanya dimake up menggunakan listipk dan alat lainnya dengan rambut digerai.
Grecy tidak curiga dengan apa yang Winny lakukan. Karena moodnya sudah jelek. Jadi ia biarkan saja apa yang sahabatnya mau lakukan kepada dirinya.
Setelah semuanya selesai, Winny menelpon Pak Budi dan menyuruhnya untuk segera datang kesalon yang dekat dengan taman. Tadi Winny dan Grecy pergi kebutik dan kesalon hanya dengan jalan kaki. Sedangkan Pak Budi masih ada ditaman.
Setelah Pak Budi tiba, Winny segera membawa Grecy masuk kedalam mobil. Dan Pak Budi segera melajukan mobilnya sesuai dengan alamat yang Winny berikan sebelumnya dari pesan agar Winny tidan mengetahuinya.
Saat didalam taksi, Winny mengeluarkan sebuah kain merah dan menutupkan nya dimata Grecy.
" Kamu mau ngapain, Win? " Tanya Grecy.
" Udah diam aja, " Balas Winny.
Grecy hanya menurut walaupun sebenarnya dia merasa aneh dengan tingkah sahabatnya.
Mobil sudah tiba disebuah toko. Toko tersebut menjual berbagai macam sepatu dengan berbagai warna.
" Cy, kamu tunggu aku disini sebentar ya " Ucap Winny.
" Kamu mau kemana? " Tanya Grecy.
" Udah kamu diam aja disini. Dan jangan lepas penutup kepalanya, oke " Pinta Winny.
" Pak, tolong awasi Grecy " Titah Winny kepada Pak Budi.
" Baik, non " Balas Pak Budi.
Winny turun dari mobil dan masuk kedalam toko tersebut.
" Permisi kak, Dimana saya bisa mengambil pesanan saya? " Tanya Winny kepada salah satu pelayan yang menjaga kasir.
" Atas nama siapa ya, dek " Tanya wanita itu.
" Atas nama Grecy dan Winny, kak " Jawab Winny.
" Ini dek, pesanannya " Ucap Wanita itu dengan menyodorkan dua paperbag.
" Terima kasih, kak " Jawab Winny lalu menyodorkan sebuah kartu.
******************
Setelah menggosok kartu tersebut dimesin. Wanita itu menyerahkannya kembali kepada Winny.
" Ini, dek " Ucap wanita itu mengembalikan kartu Winny.
" Iya, kak " Balas Winny menerima kartu miliknya.
Setelah itu Winny masuk kedalam mobil. Dan mengirim Pak Budi pesan agar Grecy tidak dengar.
Didalam mobil, Winny membuka sandal Grecy.
" Kamu ngapain Win? " Tanya Grecy semakin bingung.
" Udah diam aja " Balas Winny.
Grecy tidak membantah lagi. Lalu, Winny memasangkan sepatu berwarna Biru, atau bisa dibilang sepatu kaca yang dibelinya tadi. Dan Winny mengganti sandal yang dipakainya tadi dengan sepatu yang barusan ia beli. Sepatu Winny tidak seperti Grecy. Sepatu yang dipakai Winny berwarna putih dan tidak kaca.
__ADS_1
Mobil yang ditumpangi Winny dan Grecy telah tiba didepan sebuah rumah yang besar.
Setelah membukakan pintu,
" Cy, kamu berdiri disini. Jangan buka matamu sebelum aku suruh. Aku akan buka penutup matanya sekarang, oke. " Pinta Winny lalu masuk kedalam ruangan yang gelap meninggalkan Grecy sendirian, didepan pintu.
" Buka, " Saut Winny ketika sudah berada ditempatnya, lalu Grecy membuka matanya dan melihat ruangan yang gelap tidak ada cahaya apapun.
" Win, kamu dimana? " Tanya Grecy ketakutan. Karena semua ruangan gelap tidak ada cahaya sedikit pun.
" Kamu berjalan lurus kedepan, " Pinta Winny.
Grecy hanya menurut, walaupun sebenarnya dia sangat ketakutan. Grecy terus berjalan, sampai akhirnya tiba lah dia didepan meja dan semua lampu yang ada diruangan itu hidup. Dengan lilin yang ada diatas kue yang berbentuk angka 17. Dan semua orang yang ada diruangan itu bernyanyi.
'Happy birthday Grecy,
Happy birthday Grecy,
Happy birthday,
Happy birthday,
Happy birthday Grecy.'
Grecy menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Sungguh ini adalah kejutan yang luar biasa baginya.
Winny menarik tangan Grecy dan membawanya kehadapan kue.
" Sebelum lilinnya ditiup, tutup matamu dan minta lah sebuah permohonan, " Pinta Winny yang langsung dilakukan Grecy.
'S**emoga, hari ini semua mimpiku dari awal mos bisa terkabul. Aku ingin dihari ini Dion mengatakan apa yang ingin aku dengar,' Gumam Grecy dalam hati. Setelah itu, dia membuka matanya dan meniup lilinnya.
Setelah acara, tiup lilin dan potong kue selesai kini tiba saatnya Dion mengutarakan isi hatinya.
Grecy dibawa kedepan oleh Winny sambil menutup mata Grecy dengan tangannya. Sedangkan Dion sudah ada didepan dengan sebuah bunga mawar.
Grecy sudah ada dihadapan Dion dengan mata terpejam. Dion berlutut dihadapan Grecy, sambil mengulurkan tangan yang menggenggam bunga.
" 1, 2, 3, " Grecy segera membuka matanya dan lagi lagi dia diberi kejutan yang sangat luar biasa.
" Grecy Maudi Anatasya, mau kah kau menemaniku disetiap hariku, maukah kau menjadi pendampingku disetiap langkahku, dan maukah kau menjadi kekasihku " Ucap Dion.
Grecy menutup mulutnya dan dia melirik kearah orang tuanya. Orang tuanya menggangguk setuju. Grecy melirik Winny dan Winny mengangguk setuju. Grecy terdiam sejenak. Sungguh impiannya telah menjadi kenyataan hari ini. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Setelah beberapa menit terdiam Grecy mengangguk pelan. Dion yang melihatnya tersenyum.
" Apa jawabanmu? " Tanya Dion memastikan.
" Aku mau, " Jawab Grecy.
" Apa katamu? " Tanya Dion lagi.
" Aku mau " Ucap Grecy setengah teriak.
Semua ruangan dipenuhi teriak bahagia.
" Oke, pasangan baru. sekarang kita mulai acara selanjutnya. Semua pasangan yang ada disini harus berdansa. " Pinta Winny.
Grecy mendekat kearah Winny, " Kalau kalian kapan jadiannya? " tanya Grecy keceplosan.
Semua orang menatap Grecy bingung. Grecy yang mendapat tatapan dari semua orang langsung mengerti bahwa Winny dan Kevin masih dalam hubungan pertemanan.
" Aku, bercanda. Kenapa kalian menatap ku seperti itu? " tanya Grecy tanpa dosa.
" Maaf, " Bisik Grecy kepada Winny.
" Udah lah, lupain aja. Sekarang kamu pergi, tuh siDion dah nungguin " Ucap Winny.
Acara tari dansa pun dimulai.
Papi Andri dan Mami Wulan, Papa Rangga dan Mama Anisa, Dion dan Grecy, Kevin dan Winny.
semua pasangan terlihat serasi begitupula dengan Winny dan Kevin. tapi sayangnya mereka terlihat canggung.
jika saja Grecy tidak mengatakan yang tadi pasti Winny tidak akan segugup seperti sekarang ini.
Sebenarnya tadi Winny tidak ingin berdansa. Tapi apalah daya nya jika Grecy memaksa. Akhirnya Winny pun setuju utuk berdansa dengan Kevin.
Sementara semua orang berdansa, berbeda dengan Aldo. Aldo hanya menikmati kue yang ada dihadapannya. Ya karena kan dia memang belum memiliki pasangan.
Setelah acara selesai, Kevin menghampiri Grecy yang sedang berbincang dengan Winny.
" Cy, apa maksud perkataanmu tadi? " Tanya Kevin to the point.
" Yang mana tanya? " Tanya Grecy balik sebenarnya ia ingat tapi pura pura lupa.
" Yang kamu nanyak sama Winny kapan jadian? " Tanya Kevin menjelaskan.
" Oh yang itu, ah i-itu hanya bercanda. " Jawab Greci terbata, sedangkan wajah Winny sudah memerah akibat malu.
" Jangan bohong Cy, aku bukan orang bodoh. Aku tau kamu gak bercanda, tatapan kamu tadi menunjukkan keseriusan. Udah lah Cy, pleass jangan bohong, " Ucap Kevin sambil mengatupkan kedua tangannya.
Grecy melirik Winny sekilas, meminta pendapat. Tapi yang diminta pendapat hanya menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
" Cy, a-aku mau nelpon Tiara dulu ya. " Pamit Winny.
" Oke, " Balas Grecy.
'Kenapa kamu malah kabur sih, Win. Kalau aku kasih tau nanti kamu marah. Dan kalau enggak, nanti ni orang maksa terus' Batin Grecy bingung apa yang harus ia jawab.
" Jadi, apa jawaban dari pertanyaanku tadi? " Tanya Kevin lagi.
" Se-sebenarnya, i-itu. Rh... itu... " Ucap Grecy terbata dan terpotong oleh ucapan Kevin.
" Itu, itu apa Cy. jangan buat aku penasaran dong, " Ucap Kevin tidak sabar.
" Sebenarnya, Winny suka sama kamu dari awal kita mos, " Ucap Grecy jujur tanpa melihat lawan bicaranya, ia lebih memilih menundukkan kepalanya.
" Oh begitu, " ucap Kevin lalu senyuman mengembang dibibirnya.
" Winny bilang keDion dan kamu bilang keaku " lanjut Kevin keceplosan.
" Maksudnya? " tanya Grecy tidak mengerti. Sekarang dia sudah mengalihkan pandangannya menatap Kevin.
" Ma-maaf, salah bilang, " Balas Kevin.
" Jangan bohongin aku dong Kev, aku kan udah jujur sama kamu. Sekarang kamu harus jujur sama aku. " Ucap Grecy.
" Sebenarnya waktu kamu pergi dari ruang inap Winny, Winny cerita sama Dion. Mulai dari kamu suka samanya sampai akibat kamu marah. " Jelas Kevin, ya memang Dion sudah menceritakannya kepada Kevin secara detail.
" Apa? Jadi Winny cerita sama Dion. Berarti kamu dan Regina tau dong tentang perasaan aku dari dulu. " Ucap Grecy setengah teriak, karena terkejut di berdiri dari duduknya.
" Bukan gitu, Winny nyuruh aku sama Regina untuk keluar dari ruangannya dan dia bicara sama Dion didalam ruangan. Trus Dion cerita sama aku, " Jelas Kevin.
******************
" Loh, gitu. Ya sudah lah, aku pergi dulu ya. " Pamit Grecy lalu pergi meninggalkan Kevin menuju kearah Aldo dan Dion berada.
***
Winny lebih memilih pergi meninggalkan ruangan pesta dan pergi ke taman belakang rumah Grecy.
Winny duduk disebuah ayunan, tak sengaja matanya menatap kesebuah bunga. Winny termenung menatap bunga matahari tersebut. Dan kejadian 7 tahun lalu, sekarang menari nari didalam pikirannya.
Tak terasa sebulir air bening keluar dari pelupuk matanya. Rasa kehilangan kembali menjalari dirinya.
" Kenapa? Kenapa disaat aku ingin bahagia, Aku harus mengingat kejadian itu lagi. Kenapa aku harus melihat kejadian itu terjadi, andai aku tidak egois, andai aku tidak memaksakannya, mungkin saat ini dia masih ada disini. Aku minta maaf kak, aku minta maaf " Ucap Winny terisak mengeluarkan semua unek unek yang ada dihatinya dengan suara yang keras. Tentu saja dengan berbanjiran air mata.
Winny ingin menenangkan dirinya dengan mengeluarkan semua bebannya. Dia ingin menceritakan masalahnya kepada seseorang, tapi dia juga tidak ingin membebani orang tersebut dengan masalahnya. Karena setiap orang pasti punya masalah masing masing.
Winny berani berteriak seperti tadi, karena tidak ada orang yang mendengarnya. Mungkin semua orang menganggap dirinya kuat setelah kejadian tampar disekolah. Tapi, mereka semua salah. Winny adalah gadis yang rapuh. Dia troma dengan sebuah kejadian dimasa lalu. Hanya orang tua dan adiknya saja yang mengetahui sisi rapuh Winny.
Tanpa Winny sadari ada seseorang yang memperhatikannya, dan mendengar semua yang ia ucapkan.
Winny berjalan mendekati bunga matahari tersebut.
Saat tiba didepan bunga matahari, tangan Winny menyentuh bungan itu. Tangannya bergetar hebat saat menyentuk kelopak bunga itu dan lagi lagi air matanya lolos.
Ini adalah pertama kalinya setelah 7 tahun Winny menyentuh bunga matahari.
Setelah kejadian 7 tahun yang lalu, Keluarga Winny berusaha untuk membuat Winny kembali ceria dari keterpurukannya.
Papa Rangga dan Mama Anisa berusaha untuk membahagiakan anaknya dengan cara membuat Winny tidak melihat bunga matahari.
Tapi siapa yang menduga kalau sekarang Winny telah melihat bunga matahari bahkan sampai menyentuhnya.
***
Didalam rumah.
Mama Anisa mencari Winny disetiap sudut rumah, tapi tidak menemukannya.
" Grecy, apa kamu melihat Winny? " Tanya Mama Anisa kepada Grecy yang sedang bersama adik dan pacarnya.
" Tadi Winny bilang dia mau nelpon Tiara, tante. Dan dia pergi ketaman belakang " Jawab Grecy seraya menunjuk pintu yang langsung mengarahkan ketaman belakang.
" Taman... " Gumam Mama Anisa ketakutan.
Tanpa menunggu lama Mama Anisa pergi menuju ketaman belakang.
Mama Anisa melihat Winny yang sedang terduduk diatas rumput dengan menghadap bunga matahari.
" Winny, " Panggil Mama Anisa menghampiri Winny.
sedangkan orang yang dipanggil hanya menatap lurus kedepan tanpa mrlihat siapa yang memanggilnya.
" Winny, kamu ngapain disini nak? Ayo kita masuk " Ajak Mama Anisa.
Winny mengalihkan pandangannya menatap Mamanya.
" Mama " Ucap Winny berhambur masuk kedalam pelukan Mama Anisa.
" Jangan nangis, nak. Mama gak mau nengok kamu terpuruk lagi seperti dulu. Yang terjadi itu bukan kesalahan kamu " Ujar Mama Anisa mencoba menenangkan Winny.
" Ayo kita masuk, nak " Ajak Mama Anisa melepaskan pelukannya.
Winny mengangguk dengan tersenyum paksa, lalu menghapus air matanya dengan telapak tangannya.
Mama Anisa membawa Winny masuk kedalam. Sebelum itu Mama Anisa memperbaiki make up dan rambut Winny. Mama Anisa menyisir rambut Winny dan memperbaiki make up Winny yang luntur.
Keesokan harinya
Winny masih berada dirumah Grecy dan sekarang dia sedang berada ditaman belakang rumah Grecy. Sedangkan orang tuanya sudah pulang kemarin malam. Winny izin untuk menginap semalaman dirumah Grecy. Walaupun awalnya Mama Anisa melarang tapi Winny dengan sifat keras kepalanya memaksa. Kevin dan Dion pun demikian mereka juga menginap dirumah Grecy. Dan orang tua Grecy mengijinkan mereka untuk menginap. Winny akan tidur bersama Grecy, sedangkan Dion dan Kevin tidur dikamar tamu.
Winny termenung menatap kosong kedepan. Sampai sampai, ia tidak menyadari kehadiran Grecy disampingnya. Grecy menatap Winny dalam. Grecy yakin kalau sahabatnya ini memiliki masalah yang tidak ingin dia bagi. Mata Winny berkaca kaca.
" Menangislah, menangislah jika itu bisa mengurangi beban pikiranmu, " Ucap Grecy yang sudah duduk disamping Winny.
Winny melirik Grecy sebentar, lalu memberikan senyumannya, ia tidak ingin Grecy tau masalahnya.
" Jangan berpura pura kuat dihadapan ku Win, aku tau kamu punya masalah. tolong jangan menyembunyikannya dariku, " Pinta Grecy.
Winny sudah tidak kuat lagi menahan kesedihannya. Dan dia pun menangis tersedu sedu dipelukan Grecy. Mendengar ucapan Grecy membuatnya tidak tahan membenduang air dipelupuk matanya.
Grecy merasa kasihan dengan apa yang terjadi dengan sahabatnya. Dan ia juga merasa bingung. Kemarin Winny terlihat bahagia dan sekarang Winny menangis dipelukannya.
" Hiks... Hiks... ku benci diriku sendiri Cy, aku jahat, aku egois, aku yang membuat dia tiada Cy, aku pembunuh, semua ini salahku, aku membenci diriku saat menangis dan akan diam saat dibujuk, aku membenci bunga yang dimana membuatnya tiada. " Ucap Winny terisak dengan deraian air mata.
Seketika pandangan Winny buram. Kepalanya sangat berat, sehingga menyebabkannya gtidak sadarkan diri.
Grecy bingung dengan ucapan Winny, sekaligus dia khawatir karena Winny tidak sadarkan diri dipelukannya.
" Papi... Mami..., tolongin Grecy. " teriak Grecy minta tolong.
Papi Andri dan Mami Wulan yang baru tiba dilantai bawah langsung berlari menuju asal suara diikuti dengan Dion, Kevin, dan Aldo dibelakangnya.
" Ada apa Cy? " Tanya Mami Wulan.
" Ini Mi, Winny pingsan " Ucap Grecy dengan nada khawatir.
Kevin langsung berlari kearah Winny dan menggendongnya menuju kesofa yang berada diruang tamu. Sedangkan Papi Andri menelpon dokter Roman, dokter keluarga Grecy.
10 menit kemudian barulah dokter Roman tiba.
Semua orang mempersilahkan dokter Roman lewat dan dengan segera dokter Roman memeriksa keadaan Winny.
" Bagaimana mana keadaannya, dok? " Tanya Grecy setelah melihat dokter Roman selesai memeriksa Grecy.
" Dia hanya kelelahan dan suhu badannya naik. Hanya perlu berikan obat yang saya resepkan ini " Ucap Dokter Roman sembari memberikan secarik kertas.
" Oh iya, saya merasa dia sedang dalam keadaan yang tidak baik. Jadi, saya menganjurkan agar kalian selalu membuatnya bahagia. Karena itu akan berpengaruh dengan kesehatannya " Lanjut Dokter Roman.
Grecy teringat tentang perkataan Winny sebelum dia pingsan.
" Apa maksudnya ya, " Gumam Grecy yang terdengar oleh seluruh orang yang berada diruangan tersebut.
" Kamu kenapa, Cy? " Tanya Mami Wulan bingung.
" Ha, i-itu ta-tadi sebelum Winny pingsan di-dia bi-bilang em... " Ucap Grecy terbata takut bila nanti Winny sadar. Winny akan memarahinya karena memberitahu apa yang diucapkannya tadi.
" Bilang apa Cy? " Kini Kevin yang bertanya.
******************
__ADS_1