Kisah Cinta Masa Abu-abu

Kisah Cinta Masa Abu-abu
32. niat jahat atika


__ADS_3

Atikah tersenyum manis dan menunjukkan wajah lugu, "pertama kali Titik melihat Ansel melamun seperti itu, apa kata Felicia?" tanyanya.


"Katanya, kelasnya juga mengadakan acara Halloween, jadi dia tidak bisa ikut. Katanya lain kali saja," jawab Ansel dengan tersenyum.



"Oh begitu ya? Sayang sekali kalau begitu..." ucapnya dengan wajah kecewa.



"Aku berjanji aku akan menemani kamu besok untuk merayakan hari Halloween bersama-sama," ucap Ansel, hingga seketika wajah Atikah ceria lagi.



"Ah benarkah? Bolehkah aku yang pilih pilih tempatnya, kita akan pergi ke mana," ujar Atika dengan penuh semangat.



"Tentu saja boleh," jawab Ansel seraya mengusap kepala Atika dengan gemas.



"Baiklah, aku akan pikirkan tempatnya sebelum pulang sekolah nanti," jawab Atika dengan penuh strategi.



"Hmm, ya," jawab Ansel, kemudian mereka berjalan menuju kantin bersama-sama dengan penuh senyuman di wajah mereka.


---


Kini di ruangan 10D masih begitu sibuk, semua siswa-siswi sedang mengisi formulir. "Semuanya apakah sudah selsai?" tanya ketua kelas.



"Sudah!" seru semuanya.



"Baiklah, sini kumpulkan!" jawab Hendra sang ketua kelas.



"Baiklah, aku akan menyerah kan formulir ini, dan meminta permohonannya kepada wali kelas, juga akan ajukan dengan dana kelas kita," ujar Hendra.



Setelah semuanya mengumpulkan Hendra pun merapikan, lalu ia melangkah keluar dari ruang kelas tersebut dengan penuh senyuman.



"Ya! Jika dia menolak, maka rayu dia dengan ketampanan yang kamu miliki, ketua kelas!" seru salah satu siswi.



"Oke!" jawab Hendra dengan penuh kepercayaan.



Hendra pun berjalan menuju kantor Pak Hans, seraya membaca semua nama-nama yang ada. Ia tak memperhatikan jalan, "eh, hampir semuanya ikut, hanya dua orang saja yang tak ikut. Semoga mr, Hans setelah melihat ini, dia akan mengizinkan kami,untuk merayakan hari Halloween bersama-sama," Gumam Hendra.



"Ah, sial! Kenapa tulisan kavin begitu bagus! Aku sangat iri!" gerutunya, seraya menatap dengan teliti tulisan tangan kavin.



Tanpa melihat seseorang yang tengah mengintai dirinya dari kejauhan, dengan senyuman yang begitu licik.



'Dia datang!' gumamnya dalam hati, dengan senyuman smirk.



"Ah kenapa begitu bagus, seperti hasil cetakan, ah sial! Aku benar-benar iri!" Dengus Hendra seraya berjalan menuju kantor guru.



"What!" Seru Hendra seraya menatap terkejut di saat melihat kertas berikutnya.



'I-ini tulisan . ... Yang benar saja? Astaga! Sudah ekspresi wajahnya yang begitu, selalu suram, ternyata tulisannya juga begini! Ya ampun ini tulisan apa caker ayam sih?" gumamnya seraya melanjutkan jalannya menuju ruang guru.

__ADS_1



'Dia datang! Aku akan menabrakkan diri sekarang,' batin wanita misterius tersebut, ia tersenyum puas dengan kedatangan Hendra sang ketua kelas yang saat ini berjalan mendekat ke arahnya.



'3... 2.... 1...' ia pun menghamburkan dirinya, namun siapa sangka justru sang ketua kelas menghindari dengan kecepatan kilat.



"Ah!"



Bruk....



'Astaga! Dari mana wanita ini tiba-tiba muncul!' batin Hendra dengan terkejut, ia menghindari wanita tersebut dengan gerakannya yang cepat. Hingga kini wanita tersebutlah yang tersungkur ke lantai.



Kini wanita tersebut masih dalam keadaan tengkurap, dengan penuh amarah di hatinya juga malu.



'Jangan-jangan dia datang dengan sengaja, lalu menabrakkan dirinya lalu untuk minta ganti rugi lagi!' pikir Hendra dengan menatap penuh curiga.



"Hei! Hei! Bangun!" seru Hendra dengan penuh hati-hati, ia sedikit menjauh dari wanita tersebut.



Namun wanita itu tak kunjung bangun, Hendra pun menyentuh wanita itu dengan kertas yang ada di tangannya, kertas-kertas tersebut ia gulung hingga membentuk sebuah kerucut, lalu ia tepuk pelan ke arah punggung wanita yang tengah terkapar di lantai.



Kreb...



Tiba-tiba wanita tersebut menarik gulungan kertas itu dengan sekuat tenaga, dengan wajahnya yang masih menunduk.




"Sakit," ucap wanita tersebut dengan suara manjanya.



Hendra yang mendengar keluh wanita yang ada di hadapannya pun merasa kasihan, lalu ia pun berjongkok mencoba menolong wanita tersebut.



"Hei, kamu dari mana? Dan mau ke mana, apakah sakit banget? Apakah mau ku antar ke UKS?" Tanya Hendra dengan wajah panik.



"Tidak perlu," jawabnya dengan menggertak kan giginya, ia mencengkram dengan begitu kuat kertas yang sedari tadi di genggaman Hendra dan dirinya.



Srak...



"Astaga!" ujar Hendra dengan terkejut dan panik, pasalnya kini formulir tersebut telah sobek menjadi dua.



'Formulir pendaftaran!' batin Hendra dengan wajah suram.



"Eh, maaf. Maafkan aku, aku terlalu mengeluarkan banyak tenaga," ujarnya dengan wajah penuh penyesalan.



"Huft," Hendra hanya bisa menghela napas berat, ia menatap penuh amarah pada gadis tersebut.


__ADS_1


"Sepertinya sangat penting ya?" tanya gadis tersebut.



"Tidak!" Seru Hendra seraya membulatkan kedua matanya.



Wanita tersebut pun menatap wajah Hendra dengan mata yang berkaca-kaca, juga penuh iba. Sehingga Hendra pun merasa bersalah dan merasa kasihan terhadap gadis tersebut.



"Tidak apa-apa, akan aku tempel sendiri saja pakai Isola tipe, kamu sendiri tidak apa-apa?" sedetik kemudian Hendra pun luluh, rasa amarahnya pun mereda melihat wajah cantik nan lugu dari gadis yang ada di hadapannya.



"Tidak apa-apa, aku gadis kuat kok," jawabnya dengan tersenyum manis dan imut.



'Astaga, cantiknya!' batin Hendra dengan wajahnya yang tersipu.



"Ya sudah sini aku bantu kamu berdiri," ujar Hendra dengan mengulurkan tangannya.



"Em," jawab gadis tersebut dengan senyuman manisnya.



"Sepertinya ini formulir ini penting, aku bantu kamu menempelkan ini semua bagaimana?" ujar Atikah.


"Ia ini penting, ini semua daftar murid yang akan ikut perayaan hari Halloween besok, tidak apa-apa. Biar kau saja yang tempelkan sendiri," jawab Hendra dengan wajah serius.


"Wah, kedengarannya sangat menyenangkan. Sayang sekali kelas ku tak ada kegiatan apa acara seperti ini," ujar atika dengan nada manjanya.



"Kalau boleh tau kelas kalian mau pergi ke mana?" tanyanya.



"Ragunan, ku dengar di sana ada mengadakan acara Halloween, jadi kami semua akan ke sana besok," jawab Hendra dengan jujur.



"Oh begitu ya?" ucap Atikah dengan senyuman penuh kemenangan.



"Makasih ya telah memberitahu aku, kalau begitu aku tau sekarang besok aku akan pergi ke mana," ujar Atikah dengan senyuman yang manis.



"Sekali lagi aku minta maaf ya, kalau begitu aku permisi. Aku pergi dulu ya," ujar Atikah dengan memutar tubuhnya.



"Ok," jawab Hendra singkat, seraya melihat kepergian wanita tersebut.



'Dia cantik sekali! Tapi tetap angel ku yang tercantik,' gumamnya.



'Tunggu, tapi setelah di pikirkan lagi, sepertinya gadis ini sengaja terjatuh di depanku tadi. Jangan-jangan dia diam-diam suka kepadaku lagi!' batinnya.



Hendra pun kembali lagi ke kelasnya, untuk membetulkan formulir yang sobek tersebut.



Sedangkan Atikah tersenyum puas dan penuh kemenangan, ia pun mengambil benda pipih yang ada di dalam saku roknya. Ia pun menyunggingkan bibirnya, lalu memanggil seseorang lewat ponselnya.



Tut...


__ADS_1


"Halo Atikah?" panggil Ansel.


__ADS_2