Kisah Cinta Masa Abu-abu

Kisah Cinta Masa Abu-abu
41. mama tau


__ADS_3

"Dan aku akan mencarikan sekolah yang paling bagus di negara ini, aku bisa memesan tiket pesawat sekarang untukmu!" ujar mr. D.


Namun Kavin hanya diam mendengarkan ocehan pria tersebut, tanpa ekspresi apapun. "Mereka juga mengharapkan kamu... Kavin..."



Tut...



Kavin pun menutup panggilan tersebut, ia enggan membahas yang membuat hatinya sakit. Kavin mencoba selalu kuat dan selalu menyembunyikan ekspresi wajahnya.



Namun lagi dan lagi ponselnya berdirinya, Kavin pun mengangkatnya dan langsung bicara. "Aku harus berangkat sekolah sekarang, atau aku akan telat. Di sini sudah pukul 7 pagi, untukmu selamat beristirahat!"



"Untuk lain kali, aku minta tolong sekaligus memohon, jangan menelpon aku lagi, untuk membahas masalah ini,"ujar Kavin.



"Bye!" lalu langsung mengakhiri panggilannya. Ia pun terdiam mematung seraya menatap layar ponselnya.


---


Di sisi lain... waktu yang sama, di sebuah apartemen sederhana, terlihat seorang gadis cantik yang sedang asik menatap benda yang mampu membuat dirinya berbunga-bunga di pagi hari.


Ia menatap begitu lama, lalu mengambilnya. Tak lama Ia memonyongkan bibirnya, ke arah topeng tersebut dengan tatapan sayu.



"Fei! Kamu sudah ganti baju belum? Bekalnya juga sudah siap ini," seru mama Felicia seraya melangkahkan kakinya masuk ke kamar Felicia.



"Ah!" Felicia terkejut akan kedatangan mamanya yang tiba-tiba, ia merasa begitu malu. Hingga wajahnya nge blush.



"Eh," Mama Felice sama-sama terkejut, melihat ekspresi anaknya yang berlebihan menurutnya.



Felicia dengan buru-buru menaruh kembali topeng berbentuk panda tersebut di tempat boneka miliknya, lalu dengan langkah cepat ia pergi dari kamarnya menuju ruangan makan. "Dua kotak makan sudah di siapkan di meja makan, dan wadahnya berbeda ya," ujar sang mama seraya melihat kepergian Felicia.



"Hmm?" sang mama pun penasaran, akan benda yang membuat putrinya menatap dengan penuh kebahagiaan dan tersipu. Ia mendekat ke arah tempat boneka tersebut, lalu melihat ada sebuah topeng yang unik menurutnya. "Mama, aku berangkat dulu ya? Makasih banyak ya mam sudah menyiapkan bekal untuk Felicia," ujar Felicia seraya pamit kepada mamanya.



"Ya sama-sama," jawab mama seraya memunculkan kepalanya. Namun ia kembali penasaran akan benda tersebut.


__ADS_1


'Eh! Bukannya Felicia paling tidak suka dengan benda seperti ini? Tapi tadi saat dia melihat topeng ini seperti...' gumam mama Felicia dengan wajahnya yang ikut tersipu.



'Jelas sekali ekspresi tadi seperti melihat seseorang yang dia sukai, wah anakku benar-benar sudah dewasa. Hihihi,' batinnya lalu meletakkan kembali topeng tersebut, dan keluar dari kamar Felicia lalu menutup pintu kamar tersebut.


---


Kini Felicia telah berlari menuju sekolah,ia ingin datang lebih cepat dari seseorang. Namun saat di tengah larinya itu, ia terhenti ketika sampai di tengah jalan Felicia melihat seseorang yang amat ia kenal berada di depannya. 'Astaga keduluan kan!' gerutu Felicia dalam hati.



Lalu ia pun mencoba mengejanya, setelah sampai di samping pria tersebut, Felicia tersenyum seraya menyapa ptia tersebut dengan penuh semangat. "Halo kavin selamat pagi!" ucap Felicia dengan tersenyum.



Kavin pun menolehkan kepalanya, dan melihat senyuman wanita yang ia sukai di pagi hari. Namun ia hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.



"Jalan bareng yuk?" ajak Felicia dengan gugup.


"Ayo," jawab kavin.



Sesampainya di sekolah, para siswa siswi berkumpul di lapangan sekolah. Mereka melakukan lagu kebangsaan dan lagu kemerdekaan, juga lagu untuk mengenang pahlawan negara. Setelah selsai mereka pun beristirahat di tempat.



"Selanjutnya, mari kita sambut Kavin dari kelas 10D, untuk melakukan pidato di bawah bendera kebangsaan negara kita," ujar sang guru.




"Apakah kau mengenalnya? Dia sangat terkenal loh, Kavin dari 10D. Selain pendiem dia juga cerdas," ujar salah satu wanita lainnya, Felicia yang mendengar nama Kavin begitu tenar di kalangan wanita Ia merasa minder dan menundukkan wajahnya.



"Dia laki-laki paling misterius di sekolah ini, lihatlah penampilannya yang unik, seperti namanya. Dia selalu menutupi wajahnya dengan poni nya, juga banyak siswi yang selalu mengikuti dia loh. Sepertinya, dia lebih populer dari siswa laki-laki tampan di sekolah ini," ujar wanita yang ada di samping Davira.



"Untuk semua guru..." Kavin pun mulai melakukan pidatonya, semua siswi merasa takjub dengan suara Kavin yang begitu merdu dan lembut. Mereka semangat untuk memuji Kavin, Felicia yang mendengar pujian dari siswi lain merasa tertekan dan emosi.



"Eh, suara dia juga bagus banget!" seru seseorang dengan penuh semangat.



"Ia, aku juga mendengar bahwa dia selalu mendapatkan nilai A\+ pokoknya laki-laki sempurna deh," ujar siswi lainnya dengan wajahnya yang merona.


__ADS_1


"Ah, kayaknya aku mulai jatuh cinta deh, sama Kavin ini, walaupun adik kelas tapi kan nggak apa dong. Lagian nanti dia kelas dia aku kelas tiga, dia kelas tiga aku masih bisa menunggunya dan bisa menuju jurusan yang sama," ujar siswi lainnya dengan bangga.



Sedangkan Felicia mematung dan terlihat wajahnya pucat, sedangkan Davira hanya bisa menilai dan mendengarkan ocehan siswi yang berada di samping mereka, lalu menoleh untuk melihat reaksi Felicia. Davira oun tersenyum saat melihat sahabatnya tersebut terlihat gugup.



'Eh, Kavin! Dia laki-laki terpopuler!'



'Dia laki-laki terpopuler!'



'Aku siapa? Aku di mana? '



'Kavin dia laki-laki idaman semua wanita! Kavin laki-laki terpopuler di sekolah ini!' Batin Felicia dengan wajah pucat.



"Kalo jodoh nggak kemana," gumam Davira, hingga membuyarkan pikiran negatif Felicia, Ia pun menoleh ke arah sahabatnya tersebut, lalu dari wajah yang pucat kini lambat laun berubah penuh semangat dan tersipu.


---


Setelah selsai mengadakan pertemuan perpisahan untuk kelas 12, kini mereka kembali masuk ke dalam kelas masing-masing.


Sedangkan Felicia sedari lapangan, Ia masih memasang wajah panik, Ia masih kepikiran tentang ucapan para siswi yang ingin mengejar Kavin. Saat ini Kavin begitu populer di kalangan semua siswi, Davira hanya bisa menatap dengan wajahnya yang kaku.


'Oh tidak! Kavin dia begitu populer di sekolah, dia laki-laki yang paling populer di sekolah ini,' batin Felicia.



'Kenapa aku tidak mengetahui? Kenapa aku baru dengar sekarang?' gumamnya dalam lamunan.



"Kavin! Sungguh tidak mungkin kan kavin dia? Atau mungkin bukan kavin dia," gumam Felicia yang berhasil lolos dari bibirnya, hingga terdengar oleh Davira yang sedari tadi memantau Felicia.



"Fei!" panggil Davira, hingga membuat Felicia sadar kembali ke dunia nyata.



"Fei apakah kamu...menyukai Kavin?" tanya Davira berterus terang.



"Eh,"


__ADS_1


Blush.....


Felicia tercengang degan pertanyaan Davira tersebut, hingga Ia terdiam dan nge blush wajahnya dalam Seketika.


__ADS_2