
Tiba saatnya pebagian raport. Semua senang karena nilainya memuaskan.
"gimana kalo kita makan diluar nih buat ngerayain kenaikan kelas kalian" kata Mama Reina
"mau mau mau" kata Reina gembira
"oke nanti ajak semua temen temen kamu ya dek" tambah Mama
"oke" kata Reina
**grup "RUMPI**"
Reina : guys ntar malem diajakin makan sama Mama gue di resto biasa jam 7
semua : oke siap
Setelah mengirimkan pesan tersebut Reina tertidur.
Ditempat Gilang sedang gelisah karena Reina belum memberi kabar. Padahal yang dikhawatirkan sedang tidur.. Tanpa pikir panjang Gilang pun memacu motornya menuju rumah Reina.
"Assalamualaikum" Gilang mengetok pintu
"Waalaikumsalam.. eh Gilang ada apa?" tanya Mama saat membuka puntu.
"Reinanya ada Mah" tanya Gilang
"ada kok.. yuk masuk dulu mama panggilin Reina dulu" Mama berlalu meninggalkan Gilang diruang tamu
tok.. tok.. tok..
ceklek
"pantesan tidur dia" ucap mama saat mendapati Reina tertidur
"dek bangun ada Gilang tuh didepan" kata mama mengoyangkan badan Reina
"emmmm Ina ngantuk mam..suruh pulang aja" kata Reina tanpa membuka mata
"husss kamu ini.. beneran gak mau bangun" kata mama
__ADS_1
Reina hanya menggeleng
"Reinanya tidur gak mau bangun tuh Lang.. kamu mau nungguin?" tanya mama saat menghampiri Gilang
"oh gitu.. gak udah deh mah Gilang pulang aja" tolak Gilang
"oh ya udah maafin Reina ya.." kata mama
"gak papa mah.. tadi Gilang cuma khawatir aja soalnya Gilang telfon gak dijawab." kata Gilang
"oh gitu. hahaha kamu ada ada aja. kenapa gak telfon mama aja" Mama hanya geleng geleng saat mendengar alasan Gilang ..
"Gilang lupa.. ya udah Gilang pamit ya mah.. Assaalamualaikum" pamit Gilang
"Waalaikumsalam.. oh ya Lang jangan lupa ya papa sama mama kamu diajak ntar malem"
"iya mah" Gilang setelah menyalami mama Reina pun berlalu pergi.
Malam pun tiba Reina dan keluarga tengah bersiap untuk pergi. Disana juga tampak Maira tunangan Reyhan telah hadir.
Ayah tengah menyiapkan mobil didepan.
"hemmm oke."
"Rein didepan" teriak Reina dari dalam rumah
"anak siapa si tu brisik amat" ucap Reyhan
"ya anak ayah lah adek kamu" jawab ayah
"buruan dek gue tinggal nih" triak Reyhan
"tuh tuh kamu ngatain adek mau kamu sendiri pun sama"
"hehehehe maaf deh yah...." Reyhan tertawa
Semuanya telah masuk mobil.
"ngapain si dek lu duduk sini."
__ADS_1
"kenapa sie bang.. kak Maira aja diem diem ae tuh" kata Reina
"udah kalian diem.." kata kata mama membuat keduanya bukan diem tapi tambah ribut
"elu sie bang brisik"
"lah kok gue lu tuh.. rese banget"
"pokoknya abang yang salah"
"udah kalian berdua diem kalo engga ayah turunin kalian disini" perkataan ayah sukses membuat keduanya diem
"nah gini kan enak.. emang kamu gak malu bang ribut sama adek sendiri didepan tunangan kamu" kata mama
"emang abang punya malu kan enggak" kata Reina uang dihadiahi cubitan dipipinya
"aduhh abang sakit tau. nih rasain" Reina membalas memukul lengan Reyhan
"aaaaaaa.. kekerasan ini mah" lata Reyhan mengelus lengannya..
"mulai lagi.. maaf ya Mai emang gitu kelakuan Reyhan kalo sama Reina" kata mama
"gak papa kok mah Maira udah tau.. seru kok.. Maira suka sama mereka kalo lagi kaya gini tandanya mereka saling sayang." jawab Maira tersenyum. Maira memang sudah bertunangan dengan Reyhan tapi karena mereka LDR jadi jarang ketemu.. Maira juga jarang main ke rumah Reyhan.
Maira adalah gadis yang pendiam.
Sesampainya mereka ditempat, sudah dihadang oleh teman teman Reina.. Tak lama setelah keluarga Reina sampai keluarga Gilang pun sampai.
"yuk masuk" ajak ayah
Mereka pun masuk dan duduk ditempat yang telah dipesan oleh ayah Reina. Tak berapa lama makanan pun datang mereka menyantap dengan diiringi senda gurau.
Mereka banyak ngobrol tentang kesiapan acara besok untuk kepantai..
Mereka memutuskan untuk berangkat siang karena mereka mau berburu sunset disana..
Papa Gilang mengusulkan untuk menggunakan salah satu mini bus nya tapi mereka menolak dengan alasan mereka akan menggunakan motor suapaya lebih seru.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
__ADS_1
ikuti terus ceritanya