Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 8


__ADS_3

"ya boleh.. kalian sudah sama sama dewasa.. ya yakin kamu bisa menjaga anak saya." jawab ayah


"terimakasih om tante saya akam berusaha untuk menjaga Reina dengan baik" kata Gilang yakin


"ngomong ngomong rumah kamu dimana?" tanya mama


"diALT girya permai tante" jawab Gilang


"di sebelah mana saya juga punya teman disana" tanya mama lagi


"saja di gang A rumah nmer 5 tante" jawab Gilang


"wah bukannya itu rumahnya Putri sama Reno ya yah?" tanya mama pada ayah


" iya ya. apa kamu anaknya Reno dan Putri?" kini ayah yang bertanya


"iya om.. om kenal sama orang tua saya" kata Gilang terkejut


"ya bukan hanya kenal tapi orang tua kamu itu teman sekolah saya dan sekarang jadi teman bisnis saya" jawab ayah


Setelah ngobrol panjang lebar Gilang pun pamit pulang karena sudah malam.. Reina pun mengantar Gilang didepan rumah. Mereka berencana untuk pergi jalan jalan besok karena besok adalah hari minggu.


Setelah mengantar Gilang, Reinapun masuk kamar dan langsung tertidur lelap.


----------


Beberapa minggu telah berlalu dengan mengantongi restu dari orang tua mereka masing masing. Orang tua mereka berencana untuk melanjutkan kejenjang yang lebih serius jika mereka sudah lulus sekolah.


Kini Gilang tengah menjalani Prakrin(praktek kerja industri) diluar daerah. Komunikasi mereka trus berjalan lancar jika ada waktu Gilang menyempatkan untuk pulang.


Saat ini Gilang sedang melangsungkan panggilan video dengan Reina


dalam panggilan:


"Gilang : sayang lagi apa aku kangen


Reina : hemmm aku juga kangen sabar ya kak tinggal beberapa minggu lagi


Gilang : hemmmm.. kamu udah makan??


Reina : udah tadi makan diluar sama bang Rey.. kalo kaka gimana?


Gilang : iya udah tadj dimasakin sama Reza

__ADS_1


Reina : kok kak Reza yang masak?


Gilang : ya tadi jadwalnya Reza.. kamu udah ngantuk belum?


Reina : oh gitu.. lumauan sie.. kenapa??


Gilang : ya udah kamu tiduran gih tapi jangan dimatiin aku nyanyiin.. (mengambil gitar)


Reina : emm oke bentar ya..(merubah posisi)


Lama ku menantiĀ 


memantaskan diri


Sungguh ku inginkan dia


yang terbaik untuk bersama


Tak mudah dapatkan


Senyum mu terpancar indah


Kau yang mau menerimaku


Apa adanya diri ini


Izinkan aku untuk menghalakanmu


Menjadikan mu ujung penantianku


Ada dalam doaku selamanya,,,, cintaku


Tak mudah dapatkan


Senyum mu terpancar indah


Kau yang mau menerimaku


Apa adanya diri ini


Izinkan aku untuk menghalakanmu


Menjadikan mu ujung penantianku

__ADS_1


Ada dalam doaku selamanya,,,, cintaku


Hanya untukmu....


Penantianku...


Meski tak mudah


Kau harus percaya


Kita lewati bersama


Izinkan aku untuk menghalakanmu


Menjadikan mu ujung penantianku


Ada dalam doaku selamanya


Mendengarkan lagu yang dinyanyikan Gilang membuat Reina tertidur. Melihat Reina tidur Gilang pun mentutup telfonnya.


"semoga kita akan selalu bersama sayang" gumam Gilang sambil melihat foto Reina uang dijadikan wallpaper diponselnya.


Reza pun menghampiri Gilang yang berada didepan kosan


"bro.. udah malem belum tidur lu" kata Reza membuyarkan lamunan Gilang


"eh lu Ja.. belum ngantuk nih.. lah lu ngapa bangun?" tanya Gilang


"gimana gak bangun lu brisik" jawab Reza


"hahahaha ya sorry gak tau kenapa gue kangen bangrt ama Reina padahal baru ketemu minggu lalu" kata Gilang sambil meminum teh hangat nya


"ya elah lebay banget lu dah.. dasar bucin" ledek Reza


"eh iya Ja lu udah nyusun laporan belum?" tanya Gilang


"udah si dikit dikit gue kerjain. lu gimana.?" Reza


"udah gue tiap pulang langsung gue bikin" balas Gilang


Setelah ngobrol mereka memutuskan untuk tidur.. Gilang memang sekamar dengan Reza dengan tempat tidur susun. Mereka sebenarnua ber 6 tapi beda kamar setiap kamar dihuni 2 orang.


---------

__ADS_1


__ADS_2