
"ya boleh.. kalian sudah sama sama dewasa.. ya yakin kamu bisa menjaga anak saya." jawab ayah
"terimakasih om tante saya akam berusaha untuk menjaga Reina dengan baik" kata Gilang yakin
"ngomong ngomong rumah kamu dimana?" tanya mama
"diALT girya permai tante" jawab Gilang
"di sebelah mana saya juga punya teman disana" tanya mama lagi
"saja di gang A rumah nmer 5 tante" jawab Gilang
"wah bukannya itu rumahnya Putri sama Reno ya yah?" tanya mama pada ayah
" iya ya. apa kamu anaknya Reno dan Putri?" kini ayah yang bertanya
"iya om.. om kenal sama orang tua saya" kata Gilang terkejut
"ya bukan hanya kenal tapi orang tua kamu itu teman sekolah saya dan sekarang jadi teman bisnis saya" jawab ayah
Setelah ngobrol panjang lebar Gilang pun pamit pulang karena sudah malam.. Reina pun mengantar Gilang didepan rumah. Mereka berencana untuk pergi jalan jalan besok karena besok adalah hari minggu.
Setelah mengantar Gilang, Reinapun masuk kamar dan langsung tertidur lelap.
----------
Beberapa minggu telah berlalu dengan mengantongi restu dari orang tua mereka masing masing. Orang tua mereka berencana untuk melanjutkan kejenjang yang lebih serius jika mereka sudah lulus sekolah.
Kini Gilang tengah menjalani Prakrin(praktek kerja industri) diluar daerah. Komunikasi mereka trus berjalan lancar jika ada waktu Gilang menyempatkan untuk pulang.
Saat ini Gilang sedang melangsungkan panggilan video dengan Reina
dalam panggilan:
"Gilang : sayang lagi apa aku kangen
Reina : hemmm aku juga kangen sabar ya kak tinggal beberapa minggu lagi
Gilang : hemmmm.. kamu udah makan??
Reina : udah tadi makan diluar sama bang Rey.. kalo kaka gimana?
Gilang : iya udah tadj dimasakin sama Reza
__ADS_1
Reina : kok kak Reza yang masak?
Gilang : ya tadi jadwalnya Reza.. kamu udah ngantuk belum?
Reina : oh gitu.. lumauan sie.. kenapa??
Gilang : ya udah kamu tiduran gih tapi jangan dimatiin aku nyanyiin.. (mengambil gitar)
Reina : emm oke bentar ya..(merubah posisi)
Lama ku menantiĀ
memantaskan diri
Sungguh ku inginkan dia
yang terbaik untuk bersama
Tak mudah dapatkan
Senyum mu terpancar indah
Kau yang mau menerimaku
Apa adanya diri ini
Izinkan aku untuk menghalakanmu
Menjadikan mu ujung penantianku
Ada dalam doaku selamanya,,,, cintaku
Tak mudah dapatkan
Senyum mu terpancar indah
Kau yang mau menerimaku
Apa adanya diri ini
Izinkan aku untuk menghalakanmu
Menjadikan mu ujung penantianku
__ADS_1
Ada dalam doaku selamanya,,,, cintaku
Hanya untukmu....
Penantianku...
Meski tak mudah
Kau harus percaya
Kita lewati bersama
Izinkan aku untuk menghalakanmu
Menjadikan mu ujung penantianku
Ada dalam doaku selamanya
Mendengarkan lagu yang dinyanyikan Gilang membuat Reina tertidur. Melihat Reina tidur Gilang pun mentutup telfonnya.
"semoga kita akan selalu bersama sayang" gumam Gilang sambil melihat foto Reina uang dijadikan wallpaper diponselnya.
Reza pun menghampiri Gilang yang berada didepan kosan
"bro.. udah malem belum tidur lu" kata Reza membuyarkan lamunan Gilang
"eh lu Ja.. belum ngantuk nih.. lah lu ngapa bangun?" tanya Gilang
"gimana gak bangun lu brisik" jawab Reza
"hahahaha ya sorry gak tau kenapa gue kangen bangrt ama Reina padahal baru ketemu minggu lalu" kata Gilang sambil meminum teh hangat nya
"ya elah lebay banget lu dah.. dasar bucin" ledek Reza
"eh iya Ja lu udah nyusun laporan belum?" tanya Gilang
"udah si dikit dikit gue kerjain. lu gimana.?" Reza
"udah gue tiap pulang langsung gue bikin" balas Gilang
Setelah ngobrol mereka memutuskan untuk tidur.. Gilang memang sekamar dengan Reza dengan tempat tidur susun. Mereka sebenarnua ber 6 tapi beda kamar setiap kamar dihuni 2 orang.
---------
__ADS_1