Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 38


__ADS_3

"abang.. kok diluar.. eh kok banyak orang" kata Reina dari dalam rumah.


"kok bangun neng..." kata Gilang menghampiri istrinya


"iya tadi haus trus abang gak ada jadi nyariin" kata Reina.


"kok kalian disini sie" tanya Reina pada teman teman Gilang


"iya pengen aja gitu ngumpul.. kan udah lama gak ngumpul.. kebetulan juga mereka lagi pada cuti" kata Farhan.


"oh yaya lanjut lagi aja.. aku mau masuk dulu" kata Reina


"nginep aja udah malem juga.. ntar diculik tante tante perempatan loh" lanjutnya sambil masuk kerumah


"oke makasih Rein" kata mereka kompak.


Reina masuk kerumah mengambil minum. Dia mengirim pesan pada suaminya.


to : hubbyku


"abang.. neng gak bisa bobo pengen diusap usap."


Setelah mengirim pesan Reina kembali kekamar dan berbaring menghadap tembok.


Reina benar benar tak bisa tidur karena dedek diperut dari tadi gerak gerak dan biasanya akan tenang saat diusap oleh papanya.


Ditempat Gilang, dia membuka ponselnya yang tadi berbunyi.


from : istriku

__ADS_1


"abang.. neng gak bisa bobo pengen diusap usap."


to : istriku


"iya sebentar abang masuk.."


"eh kalian kalo masih mau disini sama Reza dulu ya.. gue mau nemenin istri." kata Gilang


"kita balik aja deh.. maaf ya Lang ganggu malam malam" kata Rizqi


"iya. gak papa kok.. santai.. kalo mau main sore aja" kata Gilang


"tapi gue masuk dulu ya.. Ja ntar pintu sama gerbang jangan lupa dikunci ya.. gue masuk dulu" kata Gilang dan berlalu kedalam rumah.


Gilang berjalan menuju kamar.


"sayang maafin papa ya tadi om omnya main kelamaan" kata Gilang yang sudah berbaring dibelakang Reina dan memeluknya sambil mengusap perut Reina.


"kok anak papa belum bobo sie.. sekarang bobo ya papa nyanyiin deh" kata Gilang mengajak anaknyaa bicara.


Gilang pun melantun kan solawat nabi, sambil mengusap usap perut Reina. Sudah menjadi kebiasaannya setiap malam.


---------------


Hari hari menuju perkiraan melahirkan semakin dekat. Mama Reina pun kini ikut ditinggal bersama Reina karena ingin menjaga anaknya dan calon cucunya lahir.


Gilang semakin protektif dan selalu melarang Reina mengerjakan pekerjaan berat. Kini mereka memperkerjakan seorang art paruh waktu.


"neng ayo jalan jalan abang temenin" kata Gilang saat pulang dari masjid.

__ADS_1


"nanti dulu bang.. lagi tanggung nih" jawab Reina


"ya udah abang tunggu didepan ya" jawab Gilang


Gilang pun berjalan menuju teras rumah menunggu istrinya siap siap.


Tak lama Reina pun keluar.


"ayo bang" kata Reina


"sendalnya lepas aja" tambahnya meminta Gilang untuk ikut melepas sendalnya


"oke oke" jawab Gilang


"abang jalan kedepan komplek ya neng pengen bubur ayam" kata Reina yang berjalan sambil menggandeng tangan suaminya


"iya tapi bungkus aja ya.. sekalian buat mama" kata Gilang.


"mama katanya mau sarapan ditempatnya bang Rey." jawab Reina


"oh gitu pantesan tadi abang liat mama keluar.. kirain ke kang sayur" kata Gilang


"engga.. itu mau ketemu cucu katanya kangen" kata Reina


Tak terasa jalan pagi mereka telah jauh dari rumah. Reina terusa berjalan menuju penjual bubur ayam yang tiap hari mangkal didepan komplek.


Reina memesan 2 bubur ayam tanpa kedelai karena dia tak menyukainya. Dengan sate usus dan hati ayam sebagai pelengkapnya.


Reina dan Gilang menikmati bubur ayam tiba tiba ada yang datang menghampiri mereka.

__ADS_1


Mereka adalah Reza dan istri, istri Reza tengah mengandung dan dalam masa masa ngidam.


Akhirnya mereka ngobrol sambil makan bubur bersama. Reina mengajak Gilang pulang karena sudah lumayan siang dan Gilang harus kembali bekerja.


__ADS_2