Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 19


__ADS_3

Hari ini adalah hari wisuda Gilang. Orang tua Gilang hadir menemani anaknya untuk wisuda.


Teman teman Gilang yang lain pun hadir. Tapi tampak raut sedih dari Gilaang karena pujaan hatinya tak dapat hadir dihari bahagianya.


"udah Lang ditungguin juga gak akan datang, kan dia lagi sibuk juga. sana masuk dulu.." kata Reza


"iya bener kata Reza yuk masuk dulu.." kata mama Gilang


Dengan langkah berat Gilang masuk ke gedung tempat wisudanya.


"GILANG!" teriak seseorang yang membuat Gilang membalik dan mengurungkan niatnya naik kedalam mobil. Dan membuat semua orang yang ada disana ikut menoleh kearah suara.


"Reina.. kau datang" kata Gilang menghampiri Reina


"iya Lang maaf telat tadi macet" jawabnya sambil tersenyum dan memberikan buket bunga.


"makasih sayang.." ucap Gilang


"sama sama.. ayo kesana samperin yang lain" ajak Reina


"ma.. pa.. apa kabar maafkan Reina selama ini." kata Reina menyalami kedua orang tua Gilang


"iya sayang.. mama sudah memaafkan mu.. mama tau semua cerita kamu dari mama kamu." kata mama Gilang memeluk Reina


"iya sudah lupakan yang sudah berlalu.. mari kita pulang" kata papa Gilang mengelus kepala Reina


Reina akhirnya itu kedalam mobil orang tua Gilang bersama Gilang. Mobil melaju menuju rumah Gilang.


"jadi kamu libur berapa hari Rein?" tanya mama Gilang


"seminggu mah" jawab Reina


"trus selama disini kamu tinggal dimana?"


"dirumah lama.. kebetulan juga keluarga lagi ada urusan disini" kata Reina


Sesampainya dirumah Gilang Reina disambut oleh teman temannya yang sudah menunggu.


Canda tawa menghiasi kebersamaan itu.


Kerinduan yang lama terpendam terlepaskan sudah. Reina berpamitan pulang lebih dulu karena mendapatkan pesan dari sang ayah.


"aku pulang sendiri aja Lang.." kata Reina


"aku anter gak ada penolakan" jawab Gilang

__ADS_1


"aku dianter kak Reza aja Lang.. kamu disini aja gak enak banyak sama yang lain"


"iya udah deh.. Ja tolong anterin ya"


"siap bos.. yuk Rein" kata Reza


Akhirnya Reina dianter Reza


Sesampainya dirumah Reza langsung pamit.


Dirumah sudah disambut semua anggota keluarga Reina. Reyhan telah memiliki anak laki laki yang berusia 1,5 tahun bernama Kenzo .


"uuuch Kenkennya aunty sini peluk" kata Reina merentangkan kedua tangannya yang disambut oleh keponakan yang mengemaskan itu.


"dek.. lu beneran cuma seminggu disini" kata Reyhan


"iya bang.. kenapa?" tanya Reina duduk disamping Reyhan memangku Kenzo


"gak papa sie cuma tanya." jawab Reyhan


"trus tadi gimana Gilang." tanya mama


"ya gak gimana gimana sie.."


"lu belum bilang rencana S2 lu.?" tanya Reyhan


"kamu jangan gitu dek... tadi papanya Gilang telfon bilang mau ngelamar kamu" kata Ayah


"hah yang bener aja yah.. perasaan tadi disana juga aku bareng sama papa mama terus kok.." jawab Reina terkejut.


"tadi pas kamu dijalan pulang"


"duh gimana dong yah.. aku belum siap" jawab Reina


"ya lu tanya Gilang .. minta pendapat dia." jawab Reyhan


"gimana dong Ken.. aunty mau diambil uncle Gilang" kata Reina


"nda nda.. nda oyeh" kata Kenzo


"tu bang kata Kenzo aja gak ngijinin"


"ah elu ngeles mulu Kenzo mana ngerti udah sini kenzonya.. diajarin yang gak bener nih lama lama anak gue sama elu.. sini Kenzo sama ayah aja ya.. sana lu telfon Gilang ajak ketemu bicarain tu niat lu sama rencana keluarga Gilang." kata Reyhan sambil mengambil Kenzo


"gak asik lu bang" kata Reina beranjak dari duduk dan menuju kamarnya

__ADS_1


Atas saran Reyhan akhirnya Reina menghubungi Gilang, mengajaknya bertemu malam ini untuk membahas rencana Reina mengambil S2 dan rencana keluarga Gilang untuk melamarnya.


"Lang.. udah lama nunggu nya?" tanya Reina saat Gilang sampai dirumahnya.


"engga kok.. ini lagi main sama Kenzo." kata Gilang yang masih asik bermain dengan Kenzo


"kok kamu bisa akrab gini si sama Ken?" tanya Reina


"ya kan Gilang sering main kerumah gue" kata Reyhan yang baru datang dari kamar.


"oh gitu.. ya udah yuk Lang keburu malem"


"dadah Kenken aunty sama uncle Gilang jalan jalan dulu ya..." kata Reina yang membuat Kenzo menangis karena belum mau ditinggal


"cup.. cup.. cup.. Kenzo sama nenek aja ya dirumah.." kata mama menenangkan cucunya


"udah sana berangkat lu.." usir Reyhan


"dadah Kenzo.." kata Reina meledek Kenzo


"kamu usil banget deh" kata Gilang


"biarin aja.. hahahaha" kata Reina


Sampai ditaman Reina dan Gilang memesan nasi goreng. Dan memakannya tanpa ada pembicaraan.


"Lang.. lu pastu udah tau kan kalo orang tua lu mau lamar gue" kata Reina


"iya gue yang minta.. karena gue gak mau kehilangan lu lagi" kata Gilang


"kenapa emang lu gak suka ya?" tanya Gilang sedikit kecewa


"bukan gitu Lang.. gue belum siap aja kuliah gue aja belum kelar..." kata Reina


"kita tunangan Na bukan nikah.. seenggaknya gue bisa lebih tenang kalo kita udah tunangan." kata Gilang menunduk


"Lang gue pengen nerusin S2 gue" kata Reina menggenggam tangan Gilang


"lu bisa lakuin apapun yag lu mau Na.. gue gak bakal larang elu." kata Gilang balik menggenggam tangan Reina


"gue takut ngecewain elu Lang" kata Reina menunduk


"Na liat gue.. gue sayang sama lu cuma elu yang gue mau .. gue gak mau kehilangan elu Na...." Gilang menggantung kalimatnya.. dia mengambil kotak dari kantong celananya


"Reina Putri Maharani aku Gilang Arya Setiawan menginginkanmu untuk menjadi pendamping hidupku.. menjadi ibu dari anak anakku.. Reina Will you be Mine???" kata Gilang berlutut dihadapan Reina. Reina menutup mulutnya dengan kedua tangannya dia tak menyangka Gilang akan melamarnya disini..

__ADS_1


-------------


kira kira apa jawaban Reina ya gaes..


__ADS_2