
"neng.. abang ada diajak kerjasama dengan hotel tapi tempatnya diBali.. mereka ngajak abang kesana untuk melihat lokasi sama proses awal pembangunan.. neng ikut ya sama adek sekalian liburan.." kata Gilang saat sedang bersantai diruang tv.
"seriusan bang.. wah neng seneng banget kalo diajak.. kapan berangkat bang?" kta Reina begitu antusias menanggapi ucapan suaminya.
"hari minggy kita berangkat.. neng jangan bawa banyak barang ya kita beli disana aja.. biar gak repot.." kata Gilang
"oke abang.." kata Reina memeluk suaminya
"dek.. adek mau jalan jalan gak?" tanya Reina pada anaknya yang sedang asik bermain.
"ayan ayan mana nda?" tanya Dul
"jalan jalan naik pesawat mau?" kata Reina
"au unda au.. ayo ayo kita angkat" katanya antusias
"belum sekarang sayang nanti ya.. kan sekarang udah malem.. adek bobo dulu ya.." kata Gilang sambil mengangkat anaknya dan mengendongnya.
"oke ayah.. ayo unda uat cucu unda uat cucu.. kata Dul.
"iya iya bunda buat susu dulu adek sama ayah kekamar dulu ya.." kata Reina
Gilang pun membawa anaknya kekamar sedangkan Reina membuat susu didapur.
Setelah selesai Reina langsung menuju kamar dan menidurkan anaknya. Untungnya Dul anak yang mudah diatur. Tak lama setelah meminum susu dia langsung terlelap.
Gilang dan Reina pun ikut tidur disamping anaknya.
Waktunya berangkat ke Bali.
__ADS_1
Dul begitu antusias saat tau dia akan berangkat dia terus berbicara dan bercerita kepada semua orang yang dia temui.
"dhe.. Duy au naik sawat.." kata Dul pada pakdhenya yaitu Reyhan yang sedang mengantarkan mereka menuju bandara.
"oh ya.. pakdhe ikut boleh?" kata Reyhan.
"nda oyeh.. yang itut cuma Duy ayah cama unda" kata Dul.
"pakdhe juga pengen naik pesawat gimana dong" katanya.
"nda oyeh.." kata nya sambil cemberut yang mengundang tawa semuanya.
"iya iya pakdhe nggak ikut" jawab Reyhan
"kalo naik pesawat... emang Dul mau kemana nak?" tanya Reyhan lagi.
"nda tau" jawabnya polos.
"ayo turun sayang kita sudah sampai" kata Gilang membangunkan anaknya.
"sawatnya ana unda?" tanyanya.
"didalam sana nanti kita naik ya sekarang kita masuk dulu nunggu om Reza." jawab Reina yang menggendong Dul.
"nanti juga ada dede eina ya nda?" Dul menanyakan anak Reza yang bernama Seina.
"iya nanti Dul jagain dede Seina ya.." kata Reina
"Dul.. nanti dipesawat duduk tenang ya gak boleh rusuh nurut sama ayah sama bunda ya." kata Reyhan
__ADS_1
"iya dhe" jawab Dul.
Tak lama Reza sekeluarga datang. Mereka menuju ke terminal keberangkatan.
Pemberitahuan keberangkatan pesawat mereka pun diumumkan. Mereka berpamitan dan bersiap menuju pesawat.
"inget ya dek nurut sama ayah bunda" kata Gilang
"iya ayah" jawabnya.
------------
Setibanya dibandara Bali mereka telah dijemput oleh pihak perhotelan.
Dul tertidur sedari didalam pesawat didalam gendongan Gilang.
"Ja besok jadwalnya jam berapa?" tanya Gilang sesampainya dihotel.
"jam 9 pagi sama jam 4 sore Lang.. terus hari berikutnya cuma jam 9 pagi.." jawab Reza.
"ya udah kita istriahat dulu.." kata Gilang.
"Lang.. gue disini cuma sampai kerjaan selesai.. soalnya gue ada meeting sama produsen alatmusik" kata Reza.
"bahas apaan... oh iya si Farhan ngehubungin gue.. katanya dia kena phk.. lu ada lowongan?" kata Gilang
"bahas toko alat musik yang mau gue buka.. kenapa gak lu jadiin dia menejer resto aja.. kan kosong tuh.. jadi lu gak terlalu sibuk banget" kata Reza
"nanti gue hubungin dia lagi mau apa engganya" kata Gilang
__ADS_1
Setelah ngobrol panjang kali lebar sama Reza Gilang pun masuk kamar.