Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 22


__ADS_3

Hari hari Reina dilalui dengan indah, banyak cerita terbentuk setiap harinya. Kini kuliahnya memasuki semester terakhir dia disibukan dengan teks teks skripsi. Kadang dia sampai lupa membalas prsan dan menjawab telfon dari Gilang.


Kini Gilang telah memiliki cafe yang cukup besar dengan menghadirkan live musik didalamnya, tempat karaoke dan mini studio band. Karena kelengkapan cafe tersebut dan tempat yang sangat strategis ya itu didekat Kampus dan Sekolah banyak anak muda yang datang didekat cafe nya juga terdapat pabrik yang cukup besar jadi banyak karyawan habis pulang kerja yang mampir.


"Assalamualaikum.. sayang maaf banget baru bisa kasih kabar.." kata Reina saat mendapat jawaban dari vid callnya


"Waalaikumsalam.. iya aku tau kamu sibuk tapi aku minta kamu jangan sampe telat makan ya... aku gak mau kamu sakit." kata Gilang


"he.em sayang nih liat.. hehehe" kata Reina memperlihatkan meja yang penuh dengan laptop buku kertas dan juga tempat makan yang telah kosong.


"ya ampun sayang kamu ini.. disana sama siapa?" tanya Gilang


"sendiri.. Maya kerja Yuda juga lagi pergi entah kemana" kata Reina


"aku kangen sayang" kata Gilang


"iiish apaan sie.. baru juga ketemu bulan lalu.." kta Reina


"sayang tidur gih udah malem.. besok kamu telat bangun lagi" kata Gilang


"temenin.. udah lama loh kamu gak nyanyiin aku" kata Reina


"iya iya.. mau lagu apa.. bentar aku nyiapin dulu kamu juga beresin tuh tugasnya.. kalo udah nanti sambung lagi oke" kata Gilang


"hemmm oke deh.. dah sayang assalamualaikum" kata Reina menutup telfon sebelum Gilang menjawab salamnya.


"Assalamualaikum sayang udah selesai beres beresnya?" tanya Gilang


"Waalaikumsalam.. iya udah ini udah rebahan juga.. siap dengerin suara kamu" kata Reina.


"oke sayang.. aku mulai ya." kata Gilang


jreng

__ADS_1


Tresno iki tulus ra mung nggo dolanan


Wes tak perjuangke nganti bingung kudu piye


Pengenku mung siji nyenengke atimu


Opo kurang percoyo


Opo kurang bukti


Kabeh wes tak lakoni


Kudune kowe ngerteni


Gede roso tresno iki tulus kanggo sliramu


Yo mung ono kowe neng atiku


Nanging loro yen roso sayangku mbok sio sio


Wani sumpah tresnaku mung kanggo kowe


Tresno iki tulus ra mung nggo dolanan


Wes tak perjuangke nganti bingung kudu piye


Pengenku mung siji nyenengke atimu


Opo kurang percoyo, opo kurang bukti


Kabeh wes tak lakoni


Kudune kowe ngerteni

__ADS_1


Gede roso tresno iki tulus kanggo sliramu


Yo mung ono kowe neng atiku


Nanging loro yen roso sayangku mbok sio sio


Wani sumpah tresnaku mung kanggo kowe


"goo night my love.. have nice dream" kata Gilang


"kok kamu nyanyi lagi itu si yang.." kata Reina


"kamu belum tidur ternyata.. udah sana tidur.. soal lagunya aku pengen aja biar gak itu itu mulu.. ahahahaa" kata Gilang sambil tertawa


"iish kamu mah.. makasih sayang good night" kata Reina lalu memejamkan mata dia tak mau mengakhiri panggilannya


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Hari sidang penentu kelulusan pun tiba. Reina tampak gugup disana ada Gilang. Dia datang untuk memberi semangat pada Reina.


"aku gugup sayang" kata Reina meremas tangannya


"santai sayang rileks aja aku disini nungguin kamu kok.. tarik nafas terus hembuskan. baca bismillah sayang" kata Gilang memberi dukungan dan menenangkan Reina


"emmm terimakasih sayang kamu udah mau nemenin aku disini" kata Reina tampak lebih tenang sekarang


"REINA PUTRI MAHARANI" saat namanya dipanggil rasa gugupnya muncul kembali..


"inget sayang rilekz anggep aja pengujinya adalah teman teman kamu sendiri." kata Gilang menyemangati Reina


"oke sayang doain sukses ya.."


Reina keluar dengan raut wajah yang berbeda tampak kesedihan diwajahnya dia terus menunduk menghampiri Gilang Yuda dan Maya

__ADS_1


__ADS_2