
Setelah acara selesai dan para tamu undangan sudah undur diri dari acara kini tinggal keluarga dan sahabat yang masih menikmati acara.
"gue ganti baju dulu ya.. gerah berat juga nih. kalian tunggu sini" pamit Reina beranjak dsri duduknya dan pergi menyusul Gilang yang lebih dulu berganti pakaian.
"kok kamu disini?" tanya Reina pada Gilang
"katanya ganti baju kok belum ganti" tambahnya
"iya tadi ada telfon.. yuk ganti" jawab Gilang
"emang siapa yang telfon" Reina menoleh ke Gilang
"Awan dia bilang kalo tas aku udah didalam kamar kamu dianterin sama bi Asih katanya" kata Gilang
"oh gitu ya udah yuk kekamar.." ajak Reina
Setelah mengganti baju mereka kembali kedepan menemui teman temanya.
"kalian udah pada makan belum.. makan dulu yuk" kata Reina yang telah kembali
"udah kok tenang aja.. lu kali yang belum" kata Meysa
"gue lagi diambilin sama suami" kata Reina tersenyum lebar
"dih sekarang bahasanya suami" ejek Rizqi
"sirik aja lu.. tuh Naina ajakin nikah jangan diajakin jalan mulu" kata Reina
"ini yang" kata Gilang yang telah bergabung membawa 2 mangkok bakso
"buset itu Reina gak makan setaun ap gimana Lang gak kira kira lu ngasih ketupat segitu banyak" ejek Bagas
"biar kenyang... jadi ntar malem bobonya pules" jawab Gilang santai
"ini mah gak kira kira kamu yang.. punya kamu aja gak ada ketupatnya.." kata Reina cemberut
__ADS_1
"ini cuma ketupat 1 yang.. tadi tante Erna yang masukin.. karena kebanyakan ya udh yang punya aku gak aku kasih jadi bisa dibagi 2.. gak usah cemberut" kata Gilang sambil mengambil ketupat dimangkuk Reina
"dih sok manis lu biasanya segitu aja abis sendiri" ejek Yasmin
"biarin wleek" kata Reina sambil menjulurkan lidah
Jarena hari sudah sore teman temannya pamit pulang. Reina dan Gilang masuk kerumah untuk berkumpul bersama keluarga.
Reina memilih bermain bersama keponakan keponakannya. Gilang dan para lelaki sibuk ngobrol membahas kerjaan.
Saat malam tiba semua sudah pergi kekamar masing masing begitu juga dengan pengantin baru itu.
"aku seneng sekarang bisa peluk kamu" kata Gilang sambil memeluk Reina dari belakang saat Reina membereskan tempat tidur.
"apaan aku malu" kata Reina melepaskan pelukannya
"malu sama siapa kan aku suami kamu... yank boleh lihat rambut kamu gak" kata Gilang yang duduk dikasur sambil memeluk Reina yang masih berdiri didepannya
"boleh lah.. kan kamu suami aku.." kata Reina melepas pelukannya dan duduk disamping Gilang
Gilang pun melepas jilbab Reina dan ikat rambutnya.
"Masyaalloh" kata yang keluar dari mukut Gilang
"cantik banget sayang.. aku beruntung bisa milikin kamu" kata Gilang sambil mengecup kening Reina.
"aku malu" kata Reina langsung memeluk Gilang
"ya udah tidur yuk.. udah malem kamu capek kan dari tadi belum istirahat." kata Gilang
"ya udah aku juga udah ngantuk" kata Reina
Mereka pun langsung rebahan dikasur dengan Gilang meposisikan tangannya untuk bantal Reina dan memeluknya.
"yang... yang.. " panggil Reina menepuk dada Gilang
__ADS_1
"emmm kenapa? udah bobo aja sebelum aku berubah pikiran" kata Gilang
"enggap yang.. kamu meluknya kekencengan" kata Reina
"oh ya maaf maaf.." kata Gilang melonggarkan pelukannya.
----
Pagi hari karena mendengarkan adzan Gilang pun bangun.
"sayang bangun yuk udah subuh" kata Gilang
"emmmm.. udah pagi aja.." kata Reina
"aaaaaa.. kok kamu gak pake baju si yank" kata Reina kaget
"ehehehe maaf yank kebiasaan soalnya kalo tidur gak pake baju.." kata Gilang
"ya udah yuk siap siap solat" tambah Gilang
Gilang dan Reina solat subuh berjamaah dikamar. Setelah solat mereka keluar untuk berjalan jalan didekat rumah Reina.
"yank.. nanti kita pindah kerumah yang udah aku siapin buat kita ya" kata Gilang.
"kok cepet banget emang udah ada rumahnya" kata Reina
"udah kok udah aku siapin sejak lama palah" kata Gilang
"aku juga udah bilang sama ayah mama sama papa mama juga." kata Gilang
"ya udah deh gimana baiknya aja.." kata Reina
"kamu pasti suka deh" kata Gilang
Mereka berjalan menuju ketukang bubur yang mangkal dipertigaan kerumah Reina.
__ADS_1
Banyak yang menyapa pengantin baru itu.