Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
season 2 eps 7


__ADS_3

Hari ini acara reoni teman teman sekolah Gilang.


Gilang sekeluarga menggunakan baju dengan warna senada.


"udah semua kan yuk berangkat.." kata Gilang.


"sini kuncinya yah.. biar abang yang bawa" kata Dul saat sampai didepan mobil.


Gilang pun menyerahkan kunci mobil kepada putra sulungnya.


"bismillah" ucap Dul lalu menjalankan mobilnya menuju tempat reoni.


Sampai tempat tujuan Gilang dan keluarga langsung disambut oleh teman Gilang yang sudah hadir.


"ini bujang elu Lang... ganteng banget" kata Feny teman sekelas Gilang dulu.


"iya ini Fen.. anak anak lu mana?" tanya Gilang


"gak bisa ikut mereka lagi ditempat neneknya" jawab Feny.


"Rein lu makin cantik aja sie.." kata Feny lagi


"mba Feny juga makin cantik kok" kata Reina


Mereka berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan.


"bunda abang ke toilet dulu ya" kata Dul


"iya tau tempatnya kan" kata bunda Reina


Dul hanya mengangguk lalu berjalan menuju toilet.


brug


"sorry gue buru buru" kata Dul saat menabrak seseorang.


"Elo......" kata Dul dan orang yang ditabrak.


"bukannya tempat ini udah dibooking ya.. berarti dia anak salah satu temen ayah dong" batin Dul.


"kalo jalan tu liat kedepan" kata Dul langsung pergi


"kok tu cowok ada disini sie jangan jangan temen anak temennya papa lagi.." gumam gadis itu.


Saat kembali dari toilet Dul dikejutkan dengan adanya gadis yang ditabrak tadi dimeja ayahnya.


"eh ini bujang gue.. namanya Abdul.. ayo kenalan sama temen ayah" kata ayah Gilang


"Abdul om tante" kata Dul sambil menjabat tangan teman ayahnya.

__ADS_1


"oh iya ini kenalin anak om.. namanya Mitha" kata om Bagas


Dul hanya mengangguk kan kepalanya.


Setelah itu Dul ditari oleh Seina keatas pangggung.


"kebiasaan si lu narik narik.." kata Dul.


"hehee maaf bang.. nyanyi dong bang..." kata Seina


"selamat siang om tante semua.. perkenalkan nama saya Abdul dan teman saya Seina kami akan menyumbangkan sebuah lagu untuk menghibur kalian semua" kata Dul


"narsisnya kek lu deh Lang" kata Bagas


"iya dong siapa dulu bapaknya" kata Gilang bangga..


"itu yang cewek pacarnya?" tanya istri Bagas


"bukan itu mah anaknya si Eja... udah dianggep adek sendiri sama dia" kata Gilang


jreng..


Dengarlah cinta hatiku remuk redam


Jika tak ada kamu


Dengarlah cinta ku memanggil namamu


Disetiap malamku


Ku memikirkan kamu


Aku sepi sepi sepi sepi


Jika tak ada kamu


Aku mati mati mati mati


Jika engkau pergi


Dengarlah kesayanganku


Jangan tinggalkan aku


Tak mampu jika ku tanpamu


Dengarlah kesayanganku


Hidup matiku untukmu

__ADS_1


Kumohon pertahankan


"sekian hiburan dari kami.. swmoga menghibur" kata Dul


"eits maaf sebelumnya boleh tanya tanya gak nih.. mewakili hadirin semua" kata MC


"boleh" kata Dul


"untuk mas nya nama lengkapnya siapa sie..?"


"Abdul Jallaludin Rumi"


"kalo mbaknya?"


"Seina Putri"


"kalian pacaran?"


"enggak dia itu adek saya" jawab Dul


"orang tua kalian siapa sie?" kata MC


"nama ayah saya Gilang kalo nama bunda saya Reina nama adek saya Yasmin" jawab Dul


"kalo aku.. nama papa Reza nama mama Rosa nama adek Yudhi" jawab Seina


"jadi kalian adek kaka ketemu gede?"


"kita temenan dari bayi kali kak" kata Dul


"dia udah aku anggap adek sendiri" lanjutnya


"pacar kamu siapa Dul?"


"aku gak main pacar pacaran.. kalo ada yang cocok mau langsung ajak nikah" jawab Dul.


"wah keren ini.. kira kira disini ada gak yang menarik hati kamu?" tanya MC


Sekilas Dul memandang kedua orang tuanya. Dan tanpa sengaja memandang Mitha tak sengaja pandangan mereka bertemu beberapa saat sebelum Seina membuyarkan pandangan mereka..


"bang ditanya itu" kata Seina menyenggol lengan Dul


"kayaknya ada" jawab Dul


Setelah sesi tanya jawab itu Dul kembali kemeja orang tuanya.


Acara berlangsung sangat meriah.


Namun Gilang dan keluarga pulang lebih dulu karena Yasmin kembali merasakan sakit pada perutnya karena masa menstruasinya belum selesai.

__ADS_1


__ADS_2