
"Gilang maaf gue gak bisa......." kata Reina menggantung karena terpotong oleh Gilang
"Na gue tau impian lu tinggi.. maaf gue udah mengacaukan mimpi elu" kata Gilang berdiri dan berbalik melangkah meninggalkan Reina
"Gilang lu belum tau jawaban gue.. Gilang Arya Setiawan.. gue mau jadi milikmu.. maaf gue gak bisa nolak elu" mata Reina memeluk Gilang dari belakang.
Gilang berbalik dan memeluk Reina
"makasih makasih sayang." untuk pertama kalinya mereka berpelukan
"maaf Lang.." kata Reina
"kenapa minta maaf sayang??" tanya Gilang
"sesak nafas Lang lu meluknya kenceng banget" kata Reina
"ahahaha sorry sorry sue terlalu senang" kata Gilang melepaskan pelukannya
"pake ini ya." kata Gilang mengeluarkan kalung dari kotak itu dan memakaikannya pada Reina.
"makasih Lang ini cantik banget" kata Reina
"mulai sekarang jangan pake lu gue.. trus lu juga harus panggil gue sayang.. jangan nama gue gak sopan" kata Gilang
"iya gue coba" kata Riena
"coba kamu mau panggil aku apa?" kata Gilang
"emmmmm... mas Gilang" kata Reina malu malu..
"iya de Reina" kata Gilang
"ahahahahaha lucu jangan deh ntar dikira kaka adek lagi" kata Reina
__ADS_1
"ya udah sayang aja makanya" kata Gilang
"iya sayang" kata Reina malu malu
Setelah acara lamar melamar itu Gilang dan Reina keliling kota menggunakan motor...
Reina tak malu lagi memeluk Gilang.
Serasa jalanan itu milik berdua mereka tak henti hentinya tertawa.
"AKU BAHAGIA!!!" teriak Gilang
"iiih malu tau tuh diliatin sama orang orang" kata Reina mencubit pinggang Gilang
"aduh aduh sakit sayang.. udah biarin aja biar semua orang tau kalo aku lagi bahagia" kata Gilang menarik tangan Reina untuk kembali memeluknya
"ya kalo mereka paham.. kalo engga ntar kamu disangka gila gimana??" tanya Reina
"ya biarin yang penting kamu mau sama aku" jawab Gilang
Menyampaikan niatnya untuk segera melamar Reina secara resmi kepada orang tuanya.
Akhirnya mereka sepakat untuk melamar Reina dihari kamis besok sebelum Reina kembali keSingapura untuk kuliah.
Dikamar Gilang terus membayangkan bahagianya dia saat Reina menerima lamarannya.
----------------------
Hari terus berlalu tiba saatnya hari dimana Gilang akan melamar Reina secara resmi.
"kamu cantik banget sayang" kata Maira
"makasih kak.." jawab Reina
__ADS_1
"kakak yakin Gilang pasti terpesona liat kamu"
"duh kak aku gugup nih" kata Reina
"ini elu dek.. cantik banget dah" kata Reyhan masuk kekamar Reina membawa Kenzo
"iya lah.. baru sadar lu kalo adek lu ini emang cantik" kata Reina
"ck .. iya biasanya buluk.. hahahahah" kata Reyhan
"iih kamu ini ya udah jangan godain adeknya mulu.. ngapain kamu disini yah." kata Maira
"ini katanya Kenzo mau sama bundanya" kata Reyhan
"oh sini sini sayang sama aunty aja" kata Reina
"engga entar dandanan kamu diacak acak sama Kenzo dek" kata Maira mencegah
"udah yuk turun sebentar lagi keluarga Gilang sampe " kata Mama
"aku gugup banget mah" kata Reina.
"udah rilek aja.. sini genggam tangan mama" kata mama
Mereka pun keluar menuju ruang tamu yang telah didekor oleh saudara saudara Reina.
Setelah kedua keluarga besar berkumpul disana juga hadir teman teman Reina dan Gilang. Acara berlangsung dengan baik. Sesuai kesepakatan kedua keluarga bahwa acara pernikahan akn dilaksanakan setelah Reina selesai kuliah. Itu artinya setahun lagi, raut bahagia terpancar dari wajah Gilang dan Reina.
Setelah acara selesai semua orang telah pulang dan tersisa keluarga Reina. Mereka duduk membahas tentang rencana Reina untuk melanjutkan S2nya.
"gimana dek jadi ambil S2 nya?" tanya Ayah
"belum tau yah." jawab Reina
__ADS_1
"mending gak usah dek percuma soalnya ujung ujungnya lu nikah sama Gilang dan lu pasti gak dibolehin kerja ama Gilang." kata Reyhan
"iih abang.. gak tau lah pusing.. ntar aja dipikirnya masih lama juga.. trus juga kalo pengajuan beasiswanya diterima kalo engga ya gak lanjut." kata Reina meninggalkan keluarganya menuju kamar.