
Setelah seminggu menyandang status baru Reina kini telah bekerja dan yang lebih senangnya karena dia bekerja dari rumah.
Reina juga merancang gaun pernikahannya sendiri.
Besok keluarga Gilang akan datang kerumah Reina untuk menentukan tanggal pernikahan. Gilang dan Reina akan mengadakan pesta pernikahan dirumah Reina.
"Assalamualaikum sayang." sapa Reina saat melihat panggilan masuk diponselnya
"Waalaikumsalam.. sayang mama tadi nanya besok mau dibawain apa?" tanya Gilang
"aku gak tau lah yang.. terserah aja sie.." kata Reina
"oh iya nanti aku bilang mama deh.. aku sekarang lagi gak sibuk mau jalan gak?" tanya Gilang lagi..
"emmm mau aku juga lagi males kerja hehehe" kata Reina
"ya udah aku jemput ya sekarang.. assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Setelah mematikan telfonmya Reina langsung bersiap siap. Berpamitan dan menunggu Gilang didepan rumah. Saat sedang menunggu Gilang ponselnya berbunyi
"Assalamualaikum.. apa bang?" kata Reina pada orang yang menelfon
"Waalaikumsalam... dek lu sibuk gak.. abang minta tolong dong" kata Reyhan diujung telfon
"engga si ini mau jalan jalan sama Gilang.. minta tolong apaan" kata Reina
"jagain Kenzo dong.. ini Maira sakit.. gue ada meeting penting nih" kata Reyhan
__ADS_1
"iya.. Kenzonya dimana?" kata Reina
"dikantor lu kesini aja.. dia gue titipin sama Susan.. lu ambil aja ini gue udah mau mulai meetingnya" kata Reyhan tak santuy
"oke.. ya udah gue otw nih Gilang udah sampe" kata Reina sambil tersenyum pada calon suaminya.
"makasih dek Assalamualaikum"
"waalaikumsalam" Reina memasukkan ponselnya kedalam tas.
"kenapa?" tanya Gilang
"jemput Kenzo dikantor abang trus ajakin dia jalan.. maukan? soalnya tadi abang minta tolong" kata Reina
"oke gak masalah.. palah seneng aku jadi sekalian belajar kalo udah punya anak sendiri" kata Gilang
"ya udah yuk.. takut Kenzonya keburu rewel soalnya abang udah mulai meeting." kata Reina
Seharian bermain bersama aunty dan uncle nya Kenzo pun tertidur karena lelah. Mereka mengantarkan keponakannya pulang.
Dirumah Reyhan mereka meletakan Kenzo yang tertidur dikamarnya.
"kaka kenapa?" tanya Reina saat melihat Maira dikamarnya
"kayaknya masuk angin deh.. tapi sekarang udah mendingan kok.. makasih ya dek udah jagain Kenzo." kata Maira
"iya semoga kaka cepet sembuh.. aku sama Gilang langsung pulang ya.. abang lagi otw kok." kata Reina yang hanya dibalas senyuman karena Maira terlihat begitu lemah
Setelah berpamitan Reina pun mengajak Gilang pulang. Baru sampai depan pintu sang Kakak muncul.
__ADS_1
"kalian mau pulang.. makasih ya udah jagain Kenzo" kata Reyhan
"iya bang.. oh iya bang apa gak sebaiknya Kakak dipanggilin dokter aja.. kasihan loh.. " kata Reina
"iya ini mau abang ajak ke klinik kok" kata Reyhan
"ya udah kita langsung pulang ya bang" kata Reina menyalami kakanya dan disusul Gilang
Ditengah perjalanan tiba tiba Reina minta mampir ke pasar malam yang ada didekat alun alun. Mereka pun pergi kesana.
"yang gimana kalo kita nikahnya besok aja" kata Gilang
"kenapa jadi besok sie.. bajunya kan belum jadi" kata Reina
"udah gak sabar yang pengen peluk kamu..." kata Gilang manja
"dih bisa gitu.. sabar kenapa si tinggal sebulan lagi ini..." kata Reina kesal
"kamu mah gak peka banget si sama aku.. tu liat disini pemandangannya semua gandengan peluk pelukan" kata Gilang
"Ya Allob sayang.. kenapa kamu jadi gila sie.. (Reina memegang ujung lengan baju Gilang) nih udah gandengan" kata Reina sambil tersenyum meledek Gilang
"pulang aja yuk.. udah malam.." kata Gilang
Merekapun pulang.. Gilang sangat menghargai Reina. Dia gak mau menyentuh Reina, paling cuma pegangan tangan.
Walaupun pernah berpelukan itupun hanha beberapa kali dan tidak mereka sadari. Seperti saat Reina dinyatakan lulus.
--------------------
__ADS_1
aduh lagi males nulis nih maaf ya kalo gak jelas