Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 36


__ADS_3

Kini kehamilan Reina menginjak minggu ke 28 perutnya sudah kelihatan buncit.


Gilang selalu menjadi suami siaga yang selalu ada jika dibutuhkan. Sama seperti saat ini Reina ingin jalan jalan Gilang rela ambil cuti untuk membuat istrinya selalu bahagia.


"sayang mau jalan kemana nih.." kata Gilang setelah duduk dibelakang kemudi


"emmm ke taman bunga yang lagi viral itu yank" jawab Reina


"oh oke.. berdoa dulu" kata Gilang memimpin doa.


Dalam perjalanan Reina banyak diam dan mengamati jalan sesekali dia mengusap perutnya. Sepertinya calon anaknya senang diajak jalan jalan.


"wah anak papa senang diajak jalan jalan ya.." kata Gilang sambil memegang perut Reina


"iya dia seneng banget dari tadi banyak gerak tau" kata Reina


"yank stop dulu didepan situ" lanjut Reina


"mau ngapain" kata Gilang sambil menepikan mobilnya.


"mau beli itu" kata Reina sambil menunjuk penjual dessert box dipinggir jalan.


"aku aja yang turun kamu sini aja sebentar kok" kata Reina mencegah Gilang yang hendak turun


"oke nih" jawan Gilang menyerahkan dompetnya pada Reina. Reina pun menerimanya dan segera turun. Setelah membeli beberapa box Reina pun kembali kemobil dan mereka melanjutkan perjalanannya. Tiba tiba ponsel Reina berdering menandakan ada pesan dia pun langsung membukanya.


💌


from : kak Eja


"dimana lu gue kerumah nih"


to : kak Eja


"lagi on the way mau ke taman bunga yang lagi viral"


from : kak Eja

__ADS_1


"gue nyusul bareng anak anak yang lain"


to : kak Eja


"okee"


Setelah membalas pesan dari Reza Reina lamgsung memberi tau sang suami kalo Reza dan anak anak yang lain akan menyusul.


"emang mereka pada gak kerja apa" kata Gilang


"mana aku tau.. pada bolos kali kaya sayang" kata Reina terkekeh


"aku boloskan demi kamu lagian aku kan bos" kata Gilang


"dih sombong" kata Reina


"biarin emang kenyataannya kok" kata Gilang tertawa.


"iya iya bos mah bebas.. oh iya gimana butik aku udah beres belum" kata Reina


"udah kok.. tapi inget janji kamu.. kalo dede udah lahir dan belum sekolah yang ngurus Maya." kata Gilang


"gimana kalo aku kamunya ganti sama abang sama eneng" kata Gilang


"nanti dikira manggil bang Rey lagi" kata Reina


"gak papa atu neng" kata Gilang


"oke neng coba" kata Reina


"iya eneng sayang.. abang juga akan coba.. kita coba perlahan" kata Gilang


"siap abang sayang" kata Reina.


Mereka telah sampai dan menunggu yang lain diparkiran.


"Masyaalloh cantik banget bang.. kita masuk dulu aja yuk.. tunggu didalam aja" kata Reina

__ADS_1


"oke.. yuk jalan" kata Gilang meraih tangan Reina dan mengandengnya.


"yank itu hape kamu bunyi kayaknya" kata Reina. Gilang pun langsung mengambil hapenya dari saku celana.


"Assalamualaikum." kata Gilang


"Waalaikumsalam.. dimana lu gue didepan" kata Reza


"masuk aja bilang atas nama Reza gitu udah gue pesenin tadi" kata Gilang


"emang lu tau gue bawa berapa pasukan" kata Reza


"ya gak tau lah.. gue kasih uang lebih kok" kata Gilang.


"oke gue masuk dulu" kata Reza


Gilang melanjutkan perjalanannya. Dia mengajak Reina berfoto didepan air mancur.


Banyak foto selfie dirinya dan sang istri. Gilang juga meminta pengunjung lain memfotokan dirinya bersama sang istri.


"lama banget si kalian" kata Reina saat teman temannya menghampirinya


"nunggu sie Yasmin dulu tadi" kata Meysa


"eh udah jangan ngobrol mulu sini foto rame rame" ajak Naina


Mereka berfoto bersama difotokan pengunjung lain. Setelah puas berfoto foto mereka memutuskan untuk makan siang bersama.


"siapa nih yang bakalan nyusul nikah lagi" kata Rizqi.


"elu kali sama Naina" kata Bagas


"emm gue udah engga sama dia" jawab Naina


"kenapa?" tanya Reina


"tanya sendiri noh sama orangnya" kata Naina

__ADS_1


"gak tau gue" jawab Rizqi santai


"udah gak usah dibahas lagi.. yang penting apapun yang terjadi jangan saling menjauh" kata Gilang


__ADS_2