
Hari ini Reina ada jadwal periksa kandungan diklinik kasih ibu. Gilang pun bekerja hanya setengah hari.
Saat waktunya diperiksa Gilang menemani Reina masuk keruang dokter.
"selamat sore dok." sapa Reina dan Gilang
"sore bu.. silahkan apa keluhannya" kata dokter
"sering sakit pinggang aja sie dok.." jawab Reina
itu wajar si... baik lah mari saya periksa" kata dokter
Reina berbaring ditempat tidur untuk diperiksa.
Dokterpun memeriksa Reina dan menjelaskan kondisi kandungan Reina.
"ini air ketubannya sudah berkurang ya bu.. juga sudah mulai keruh.. ini sebaiknya langsung diambil tindakan." terang dokter.
"tindakan yang gimana ya dok" tanya Gilang
"bisa SC atau diberi obat perangsang pak" jawab Dokter
"gimana pak bu.. mau saya buatkan rujukan kerumah sakit?" lanjutnya
"baik dok bisa tolong diberi surat rujukan saja nanti dari sini saya langsung bawa istri saya ke rumah sakit" kata Gilang.
"ini ada 2 pilihan rumah sakit kota atau rumah sakit EM"
"rumah sakit EM saja dok" ucap Gilang
Dokter menulis surat rujukan dan memberinya pada Gilang. Gilang langsung berpamitan pada dokter.
Gilang menggandeng Reina menuju ke mobil.
"neng kabarin bang Rey sama yang lain ya nanti kalo dijalan.. trus bilang bang Rey suruh bawa perlengkapan eneng yang dikoper." kata Gilang
"iya bang.. yuk jalan" kata Reina
__ADS_1
Reina terus menghubungi bang Rey dan kedua keluarganya. Gilang fokus menyetir sambil sesekali mengusap perut Reina.
Perjalanan menuju rumah sakit EM lumayan memakan waktu dari klinik menuju rumah sakit tersebut butuh waktu sekitar 30 menit.
Sesampainya disana Gilang dan Reina langsung menuju UGD.
"maaf pak ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas UGD
"oh iya ini istri saya mau melahirkan dan ini surat rujukannya" jawab Gilang meyerahkan surat dan buku panduan ibu dan anak milik Reina.
"baik mari silahkan ikut saya" ucap petugas tersebut.
"silahkan ibu berbaring disini nanti ada suster yang memeriksa" kata petugas tadi.
"silahkan bapak mengurus administrasi terlebih dahulu" katanya lagi
"abang keluar dulu ya nanti abang masuk lagi" kata Gilang pada istrinya.
Reina mulai diperiksa oleh suster dan dipasangi selang infus.
Sementara Gilang diluar menghubungi Reza untuk menghandle pekerjaannya sementara waktu.
"bekum tau sekarang bang.. ini aku mau ngurus admin dulu" kata Gilang
"kamu temenin adek aja.. biar abang yang urus" kata Reyhan.
"oh ya ini perlengkapannya" kata Reyhan lagi.
"disitu aja bang nanti dibawa keruangan yang akan ditempati eneng" kata Gilang
Gilang pun kembali keruang UGD tempat sementara Reina.
Gilang langsung mengusap usap perut Reina.
Melantunkan solawat nabi dan kata kata penyemangat.
"kamu pasti bisa sayang" kata Gilang pada istrinya seraya mengecup kening Reina
__ADS_1
"siapa yang ngurus administrasi bang" kata Reina
"bang Rey. tadi dia sudah sampai duluan" jawab Gilang.
"maaf pak.. ini ibu akan dipindahkan ke ruang VK" kata perawat.
"oh iya baik sus.." kata Gilang
Brangkar Reina dibawa perawat laki laki dan Gilang mengikuti sambil menghubungi keluarganya untuk menuju ruangan Reina.
Sesampainya disana Reina langsung diberi tindakan berupa obat perangsang untuk merangsang calon bayi untuk keluar lewat jalannya.
"sayang.. dioperasi aja ya... kasian kamu sama dedek.." kata Gilang
"tapi aku pengennya normal yang" jawab Reina
"tapi kalau tetep gak bisa jangan maksa ya kasian dede.. " kata Gilang.
Gilang pun keluar dia bergantian dengan sang mama.
"gimana Lang.. mau dioperasi?" tanya papa Gilang
" belum mau pah.. katanya pengen coba yang normal dulu" jawab Gilang
"ya udah biar dia berusaha dulu kamu harus dukung.." kata mama
"maafin Gilang mah pah kalau selama ini Gilang banyak salah.. ternyata perjuangan orang melahirkan begitu berat." kata Gilang sambil memeluk sang mama.
"iya mamah selalu berdoa untuk kebaikan kalian" kata mama Gilang.
"suami ibu Reina" panggil perawat.
"saya sus.." jawab Gilang.
"dokter ingin bertemu bapak mari ikut saya" kata perawat.
Gilang mengikuti perawat itu menuju ruang dokter.
__ADS_1
Didalam dokter menjelaskan kondisi Reina jika sampai diberi 2 kali obat perangsang tetap tidak bereaksi maka akan berbahaya jika diteruskan.