
Dua bulan dilalui Gilang tanpa Reina. Dia mencoba tegar didepan teman temannya.
Dia selalu mencari informasi tentang Reina tapi tak ada yang dia dapatkan bahkan keluarga Reina pun ikut pindah.
"aku akan selalu menunggumu disini wahai gadis pencuri hati. kamu harus bertanggung jawab karena telah membawa hatiku ikut serta dirimu.." batin Gilang memandang fotonya bersama Reina.
"wih dipandang terus juga gak bakal balik Lang" kata Rizqi
"huh.. ngagetin aja lu.. gimana lu udah dapet info belum dari Naina" kata Gilang
"Reina diSingapura Reyhan ikut istrinya kalo orang tua Reina masih disini cuma pindah rumah. gitu si kata Naina." jawab Rizqi
"lu tenang aja kata Naina dia masih sayang sama elu kok.. suka nanyain keadaan lu juga dia" lanjut Rizqi
"kok gini banget ya Qi nasib gue. gue heran kenapa semua akun gue diblok sama dia " ucap Gilang
"gk udah melow deh.. cabut yuk kumpul sama yang lain" ajak Rizqi
"kuy lah" jawab Gilang dan langsung beranjak dari duduk.
Gilang duduk termenung diantara teman temannya.. Dia merindukan Reina disaat seperti ini.
"kalian sering bertukar kabar dengan Reina?" tanya Gilang
"iya dia juga sering nanyain kak Gilang sama kita kalo lagi chat" jawab Naina
"apa kalian bisa menghubungi Reina aku ingin mendengar suaranya" kata Gilang
"baik lah biar gue saja yang vid call.. tapi kak Gilang jangan ikut bicara ya." balas Yasmin
Yasmin pun menghubungi Reina.
__ADS_1
video call
Reina : Assalamualaikum Yas.
Yasmin : Waalaikumsalam Rein
Naina : Rein kita kangen kapan pulang
Reina : ternyata kalian sedang berkumpul.. hhuuhh gue jadi kangen kalian..
Meysa : sini peluk (merentangkan tangannya)
Reina : hhuuh kalian hanya bisa membuat iri
Naina : Reina pertanyaan gue belum dijawab jadi kapan lo pulang
Reina : libur semester ini gue pulang.. tapi gue mohon jangan kasih tau Gilang.
Naina : emang kenapa.. lo gak rindu sama kak Gilang
Reina : gue malu ketemu Gilang karena udah bohong sama dia. gue takut Gilang benci gue karena kecewe...
Gilang langsung merebut ponsel Yasmin.
Gilang : hallo sayang
Reina : Gilang (terkejut tiba tiba Gilang muncul dilayar telfonnya)
Gilang : plis jangan matiin telfonnya gue mau ngomong
Gilang : gue minta maaf.. gue mohon buka blokir akun gue.. gue mau kita kaya dulu Rein.. gue gak marah sama elu.. gue janji akan nunggu elu pulang
__ADS_1
Reina : (menangis) seharusnya gue yang minta maaf Lang. udah ninggalin elu dengan cara yang gak baik.
Gilang : jangan nangis sayang gue gak bisa hapus air mata itu
Reina : maaf Lang (menghapus air mata) gue mau kita kaya dulu lagi..
Gilang : makasih sayang..
Gilang menutup telfonnya setelah dia berbicara dan melepas rindu dengan Reina.
Gilang membayangkan dirinya bisa bertemu dengan Reina dia pun senyum senyum sendiri.
Semua teman teman yang menyaksikan pun ikut bahagia karena Gilang dan Reina bisa bersatu lagi. Mereka tau Gilang dan Reina masih saling mencintai.
---------------------------
Bulan demi bulan dilalui Reina dengan semangat karena dia sudah kembali pada Gilang. Reina ingin menyelesaikan study nya dengan cepat dan nilai yang tinggi. Gilang selalu mendukungnya. Dia menyesal dulu telah meninggalkan Gilang dengan cara yang salah.
"Assalamualaikum sayang" sapa Gilang saat panggilannya tersambung
"Waalaikumsalam Lang.. maaf baru bisa ngabarin.. ini habis ngerjain tugas" jawab Reina
"jangan begadang yang. ya udh gih tidur biar besok gak telat" kata Gilang
"iya iya.. malam Gilangku" kata Reina
"tutup telfonnya ap jangan nih"
"tutup aja gue juga mau lu tidur jangan begadang"
"Assalamualaikum calon makmum" ucap Gilang
__ADS_1
"Waalaikumsalam calon imam" kata Reina menutup telfon