Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 35


__ADS_3

"sayang papa berangkat kerja dulu ya.. kamu dirumah sama mama jangan rewel ya" kata Gilang pada anaknya yang masih ada didalam kandungan


"iya papa.. kerjanya yang semangat ya.. aku akan nurut sama kata kata papa kok" jawab Reina mewakili anaknya.


Mereka pun tersenyum bersama.


Gilang mengecup kening Reina dan berpamitan.


Sebelum itu setelah selesai makan Reina sudah bicara dengan Gilang jika nanti dirinya bosan maka akan berkunjung ketempat sang abang dan Gilang menyetujuinya.


Karena Gilang tau dirumah sendirian pasti lama lama bosan. Hari ini Gilang sibuk karena mengurus dua tempat sekaligus yaitu restoran dan studio musiknya.


Gilang berangkat bekerja setelah berpamitan dijalan dia menghubungi sekertaris Reza untuk menghandle kegiatannya lebih dulu karena dia akan kesana setelah urusan di restoran selesai.


Dirumah Reina kembali berkutat dengan alat tulisnya untuk mendisain. Dia meminta ijin kepada sang suami untuk tetap melanjutkan pekerjaannya menjadi designer.


Menjelang sore karena sudah lelah dan sedikit bosan Reina berjalan jalan menuju rumah sang abang.


"Assalamualaikum" kata Reina membuka pintu rumah abangnya.


"Waalaikumsalam.. eh elu dek.. sendiri aja Gilang belum pulang?" tanya Reyhan


"belum kak kayaknya lembur soalnya dia juga menghandle kerjaan kak Reza sie.." jawab Reina duduk disamping kaka iparnya


"Kenzo sepi kemana dia" katanya lagi


"lagi main dibelakang sama embaknya" jawab sang kaka


"bang.. beliin batagor sama kelapa muda sono" kata Reina


"males ah capek gue baru pulang" jawab Reyhan


"ayo lah bang... ini ponakan lu pengen makanan yang dibeliin pakdenya nih" kata Reina manja

__ADS_1


"udah sana beliin dulu sama sekian beli susu Kenzo" kata Maira


"iya deh iya.. sabar ya dede pakde beliin batagornya dulu jangan ngambek ya" kata Reyhan sambil mengelus perut Reina


Reyhan pun beranjak pergi membeli pesanan istri dan adeknya.


Reina mengirim pesan pada Gilang untuk membeli lauk untuk makan malam nanti.


💌 to : hubbyku


"sayang beli sate ayam ya 5 porsi"


💌 from : hubbyku


"oke sayang.. kamu masih ditempat bang Rey?"


💌 to : hubbyku


💌 from : hubbyku


"kamu ini ya.. ya udah aku pulang abis magrib nanti langsung jemput kamu dirumah bang Rey."


"kak gak usah masak aku udah pesen sate sama Gilang tadi" kata Reina kembali memasukan hape nya kedalam saku


"oke .. kaka juga lagi males masak.. hihihihi" jawab Maira.


Mereka pun ngobrol bersama hingga tak terasa jika abangnya sudah pulang dan Kenzo sudah ikut duduk si pangkuan sang bunda.


"Kenken sama aunty aja sini" kata Reina


Kenzo hanya menggeleng.


"kenapa.. aunty punya ini Ken mau?" tawar Reina menujukan gelas berisi kelapa muda

__ADS_1


Kenzo kembali menggeleng


"kenapa sie anak nya kak biasanya juga nemplok mulu sama aku" kata Reina


" males liat muka elu kali dek." ejek Reyhan


"sembarangan" jawab Reina


"Ken kenapa?" tanya Maira


Kenzo menunduk dan menempelkan kepalanya pada sang bunda. Maira sigap dan memegang kepala Kenzo


"astagfirulloh pantesan kalem demam dia" kata Maira sedikit terkejut


"mbak ambilin obat penurun panas sama termometer dong" teriak Maira


"ini buk" kata mbak Titin pengasuh Kenzo membaw pesanan Maira.


"kayaknya kecapean buk sama tadi kelamaan main air dikasih tau suruh berhenti gak mau" kata mbak Titin.


"udah gak papa sini aku gendong kekamar" kata Reyhan


Sebenarnya dia juga panik dan khawatir namun dia tutupi karena tak mau menambah kesedihan sang istri.


"besok udah sembuh kok" hibur Reyhan pada sang istri karena dia melihat wajah sang istri yang begitu khawatir.


Gilang tiba dirumah sang kaka ipar dengan membawa kantung palstik berisi 3 bungkus sate.


Dia pun langsung berpamitan setelah memberikan 3 porsi sate tersebut kepada sang kaka.


Dia menuntun sang istri meninggalkan rumah Reyhan.


Dijalan Reina bercerita tentang kegiatannya pada sang suami.

__ADS_1


__ADS_2