
*flashback
"Gimana ya caranya Glang pasti gak ngijinin gue pergi*." batin Reina sambil berjalan ke gedung kuliah Gilang
"itukan Gilang sama siapa dia" gumam Reina.
Reina berjalan mengendap endap untuk menguping pembicaraan Gilang dan temannya
"Lang gue mau bicara sebenarnya udah lama suka sama elu" kata teman Gilang
"maaf ya gue udah punya pacar... lagian juga gue cuma nganggeo elu temen gak lebih" kata Gilang
"tapi Lang plis gue mau kok jadi yang kedua" kata Listi sambil memegang tangan Gilang
"buset main pegang pegang aja.. aha gue punya ide nih" batin Reina
back to Gilang.
"gak bisa gue cuma anggep lu temen gak lebih.. mending pendem perasaan lu jangan gini" kata Gilang melepaskan tangan Listi
Tiba tiba Reina muncul
"Gilang" kata Reina
flashback end
Setelah pulang dari kampus Gilang Reina langsung kerumah dan membereskan barang bawaannya. Karena besoknya dia akan berangkat bersama Reyhan dan Maira.
Hatinya hancur karena harus meninggalkan Gilang dengan cara seperti ini.
Reina menulis surat untuk Gilang. Dia juga memberikan sebuah gelang yang dia beli dengan inisial huruf R dan G.
Gilang mengejar Reina tapi ditahan sama Listi karena sebentar lagi ada kelas. Gilang pun hanya menghembuskan nafas kecewanya.. Karena Reina salah paham.
Keesokan harinya keluarga Reina dan Maira mengantarkan Reyhan, Maira dan Reina ke bandara untuk berangkat menuju singapura.
__ADS_1
"kalian hati hati ya.. bang selama kamu disana jaga Reina ya" kata ayah
"iya yah.. tapi kan abang disana cuma seminggu" kata Reyhan
Setelah berpamitan mereka pun menjuju ke pesawat karena sebentar lagi akan terbang.
Reina tampak gelisah.
"ayo dek.. udah ntar abang yang kasih penjelasan sama Gilang" kata Reyhan
"iya bang." jawab Reina
"udah dong dek ini kan keputusan lu" kata Reyhan yang sudah tau cerita Reina dan Gilang
" iya bang iya.." kata Reina cemberut
Disisi Gilang
"gue harus cepat kerumah Reina buat jelasin yang kemaren nih" gumam Gilang
Namun saat Gilang sampai rumah Reina rumahnya kosong hanya tertinggal bi Asih.
"mas Gilang maaf ini ada titipan dari mbak Reina" kata bi Asih
"makasih ya bi.. Gilang permisi dulu" pamit Gilang..
Gilang benar benar kacau. Dia mengemudikan motornya menuju studio musik untuk menemui Reza.
Aaaaaaaaaaarrggggghhh
teriak Gilang didalam studio sendirian
"lu kenapa si Lang" kata Reza menghampiri Gilang
"Reina ninggalin gue Ja... kemaren dia nyamperin gue dikampus pas Listi nembak gue.. dia salah paham" kata Gilang
__ADS_1
"ya lu jelasin lah napa lu palah kesini" kata Reza
"gue udah kesana kata pembantunya dia lagi nganterin bang Rey ke bandara" jawab Gilang lesu
"lu bawa apaan tu" kata Reza
"ini gue juga gak tau gue dikasih sama bi Asih katanya dari Reina" jawab Gilang
"coba buka"
Gilang pun membuka kotak itu dan mengambil kertas dan gelang. Dia menyengitkan keningnya saat membaca surat itu
dear Gilang ku
mungkin saat kamu baca surat ini aku udah gak ada disisi kamu. Gilang maaf mungkin cara ku berpamitan ini salah. aku tau kamu gak mungkon menghianati aku. aku tau semuanya Gilang.
Gilang aku minta maaf, aku harus pergi aku ingin melanjutkan impianku menjadi desiner.
Gilang aku masih mencintai kamu.
Gilang percayalah kalo kamu ditakdirkan untukku suatu saat pasti kita akan bertemu kembali.
sekali lagi maaf kan aku Gilang.
your love
Reina
Gilang menangis dan mencoba menghubungi ponsel Reina namun tak ada jawaban.
"gue harus gimana Ja gue gak mau pisah sama Reina" kata Gilang frustasi
"Ja temenin gue nyusul Reina" kata Gilang
"gila lu.. mau nyari kemana. emang lu tau Reina perginya kemana.. udah lu kelarin kuliah lu dulu.. kalo lu sukses baru lu cari Reina.. gue yakin dia juga gak mau lu kaya gini Lang. percaya sama gue.. mending lu kasih waktu buat Reina.. dan bener juga Lang kata Reina kalo lu jodoh sejauh apapun dia pergi pasti balik lagi sama elu." kata Reza menasehati Gilang..
__ADS_1
"gak semangat gue Ja." kata Gilang
"jangan gitu lu cowok tunjukin kalo elu bisa tanpa Reina." kata Reza menyemangati Gilang