Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 30


__ADS_3

"kalian jadi pindah hari ini?" tanya ayah


"iya yah.. udah siap soalnya gak baik kalo kelamaan dibiarin kosong.." jawab Gilang


"ya sudah nanti kita semua kesana sekalian syukuran.. dek kamu pesen kue sama makanan gih buat acara syukuran." kata ayah


"iya yah.. ini udah pesen kok.. tapi kirim kemana?" kata Reina


"ya kerumah baru kamu lag dek gimana si" kata mama


"tapikan aku belum tau dimana alamatnya" kata Reina


"oh iya ya.. udah nanti aku aja yang ambil.. ditempat tante Erna kan pesennya." kata Reyhan


"iya. ya udah aku beresin barang yang mau dibawa deh."


"Gilang bantuin Reina dulu mah, yah, bang" kata Gilang mengikuti langkah Reina kekamar.


Reina dan Gilang membereskan barang yang akan dibawa. Segala kelengkapan kerja Reina dan alat makeupnya.


"bajunya gak usab dibawa semua yang.." kata Gilang


"iya iya.. oh iya tadi temen aku ngasih tau kalo ada lomba perancang busana katanya yang menang akan dikontrak sama brand terkenal. aku boleh kmikut" kata Reina


"boleh kok.. yang penting jangan kecapean ya" kata Gilang.


Gilang menatap Reina dengan lembut dan CUP kecupan singkat mendarat dibibir Reina.


"iiishh kamu cium cium" kata Reina malu malu


"kenapa cium istri sendiri ini.. kalo lebih dari itu pun holeh dan sah sah aja" goda Gilang


"iih sana jauh jauh" Reina mendorong Gilang tapi Gilang menari tangan Reina sehingga Reina jatuh dipelukan Gilang. Mengambil kesempatan Gilang langsung ******* bibir Reina.


"aku mau kamu boleh?" kata Gilang


"aku malu" jawab Reina


"jangan malu.." kata Gilang menuntun Reina untuk berbaring ditempat tidur.


Gilang melepaskan jilbab Reina dan mengulang aksi ciumannya.


"sekarang ya.." kata Gilang, Reina hanya menganggukkan kepalanya..

__ADS_1


Mendapatkan persetujuan dari Reina Gilang oun melancarkan aksinya.


🎈🎈🎈🎈🎈


Kini seluruh keluarga besar Reina telah bersiap untuk menuju lokasi rumah baru Gilang dan Reina.


Gilang membawa mobil mertuanya karena kemaren Gilang tidak membawa mobilnya.


Didalam perjalanan Reina tampak bingung karena jalan nya menuju kerumah Reyhan.


"kok kaya jalan kerumah abang si" kata Reina


"udah diem nanti juga kamu tau kok" kata mama


"sayang aku mau kamu pake ini ya buat nutup mata kamu terus jangan dibuka sebelum aku yang buka" kata Gilang memberikan kain hitam kepada istrinya.


"gak mau aku takut.." kata Reina


"gak papa pake aja tutup mata kamu.." Reina pun menurut dan memasang penutup mata itu.


"iiih jangan macem macem ya ini gelap loh" kata Riena


"kamu tenang aja kan ada mama sama ayah." kata mama dari belakang.


Disana sudah ada keluarga Gilang dan beberapa tetangga untuk mengadakan syukuran rumah baru mereka.


"yuk turun.. sini ku bantu" kata Gilang memegang tangan Reina.


"gendong" kata Reina merentangkan tangannya, tanpa menjawab Gilang pun langsung mengangkat tubuh istrinya dan menurunkannya didepan gerbang rumah.


"diem ya aku buka tutupnya.. tapi jangan buka mata dulu kamu merem sampe hitungan ketiga kamu baru buka mata" kata Gilang sambil membuka ikatan kain..


"satu.... dua.... tiiii... ggaaaa" kata Gilang


Dan saat membuka mata Reina begitu terpana denan keindahan rumah mereka.


"ayo masuk.." kata Gilang menggandeng tangan istrinya.


"ini rumahnya bagus banget yang.. kaya rumah impian kita dulu" kata Reina dengan mata yang terus menatap sekeliling rumah itu.


"iya aku mewujudkan impian kita disini" kata Gilang


"makasih sayang" kata Reina memeluk Gilang

__ADS_1


"udah peluk pelukannya nanti lagi aja.. sekarang yuk masuk acara mau dimulqi" kata Reyhan memisahkan mereka.


"iri bilang bos" kata Gilang


"sorry gue juga punya jadi ngapain iri.." kata Reyhan.


Acara berlangsung dengan baik, sampai akhirnya malam memisahkan kegiatan tersebut.


Para saudara dan tetangga sudah pulang tinggal kedua orang tua pengantin baru dan keluarga kecil Reuhan.


"semuanya nginep disini kan" kata Reina


"iya kecuali abang kamu" kata Ayah


"lah kenapa bang gak mau lu ngerasain empuknya kasur dirumah gue" kata Reina


"gak lah kasur dirumah abang lebih empuk" kata Reyhan.


"Ken yuk pulang. salim dulu sama kakek nenek" kata Reyhan


Kenzo pun menurut dan berpamitan dengan semuanya.


"gue anterin sampe depan bang" kata Reina


Mereka pun keluar rumah. Gilang ikut menyusul karena ingin tau reaksi istrinya.


"loh bang kok mobil abang gak ada trus abang pulangnya gimna?" kata Reina.


"ya jalan kaki lah" jawab Reyhan santuy


"kok jalan kan jauh bang.. pake mobil ayah aja bang bentar ade ambilin kuncinya dulu" kata Reina hendak masuk rumah namun dicegat Reyhan.


"gak usah dek.. abang jalan kaki aja." kata Reyhan terus berjalan menggandeng tangan istrinya dan menggendong anaknya.


"oh apa mobil abang didepan ya tadi gak bisa masuk" kata Reina pada dirinya sendiri, diapun ikut berjalan meuju gerbang.


"loh kok abang beneran jalan sie.. eh bentar lah itu kan rumah abang.." kata Reina masih bingung


"kenapa bingung ya.. sini deh" Gilang menuntun Reina kesebrang jalan


"lah itu kan rumah abang.. jadi rumah kita sama rumah abang tetanggaan yank" kata Reina.


Gilang hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2