
Dul berjalan menuju kang bakso bakar untuk membeli pesanan sang adik tercinta.
"bang bakso bakar pedas 20 tusuk"
"bang bakso bakar pedas 10 tusuk"
ucap Dul bersamaan dengan seorang gadis.
"eh apaan gue duluan tau" kata Dul
"enak aja.. gue yang duluan.. buruan bang bakso bakarnya 10 tusuk.." kata sang gadis
"saya dulu bang.." kata Dul
"sabar mas mba.. saya buatin barengan embaknya 10 tusuk dan mas nya 20 tusuk kan" kata kang bakso bakar.
"ini mba mas sudah jadi" kata kang bakso bakar memberi tahu.
"ini bang uangnya.." kata Dul langsung mengambil bungkusan ya lebih besar.
Setelah membayar Dul langsung pergi.
"ngeselin banget si tu cowok" gerutu si gadis
"tapi ganteng kan neng" goda kang bakso bakar
"iya sie ganteng" ucap si gadis tanpa sadar.
"tu kan" goda kang bakso
"eh apa si bang.. ngeselin tu dia" kata si gadis.
__ADS_1
Tanpa sengaja saat lampu merah motor mereka bersebelahan.
"heh cowok ngeselin ngapain lu liat liat" kata si gadis
"sorry gak tertarik" kata Dul
Dul langsung menarik gasnya saat lampu hijau.
"gak mau gue kalo ketemu lagi ama tu cewek ngeselin" kata Dul.
Sesampainya dirumah. Dul langsung menyerahkan pesanan sang adik dan berlalu kekamarnya.
Yasmin dan Reina bingung biasanya Dul akan ikut makan bersama tapi kali ini dia tak memakannya.
"abang kamu kenapa dek" kata bunda Reina
"gak tau bun" jawab Yasmin
"ya udah nih dimakan tapi abang kamu sisain ya.. bunda mau liat abang kamu dulu" kata bunda Reina berlalu menuju kamar Dul.
"bang.. bunda boleh masuk" kata bunda Reina
"iya boleh bun.. masuk aja" kata Dul dari dalam kamar.
"kamu kenapa bang.. sakit?" tanya bunda Reina
"enggak bun.. Dul capek aja... mau mandi tapi ini tadi Dio telfon" jawab Dul
"bunda nanti makan apa?" tanya Dul memeluk sang bunda yang berdiri depannya.
"kamu mau makan apa?? telfon ayah apa yang mau kamu makan.. soalnya tadi bunda bilang sama ayah gak mau masak" kata bunda Reina
__ADS_1
"oh iya nanti abang telfon ayah deh.." jawab Dul
"ya udah sana mandi.. terus nanti sebelum telfon ayah tanyain adek kamu juga ya mau apa" kata bunda Reina melepas pelukan anaknya dan berlalu pergi.
Sehabis magrib ayah Gilang sampai dirumah membawa pesanan keluarganya.
Setelah ditata dimeja semua anggota keluarga menikmatinya.
"ini bakso bakar siapa?" tanya ayah Gilang
"tadi abang yang beli adek yang minta" jawab bunda Reina
"kok gak habis" tanya ayah Gilang lagi
"itu buat ayah.. tadi kita udah makan" jawab Yasmin
"ayah kebagian juga kah" kata ayah Gilang
"iya dong kita kan sayang ayah" kata Yasmin.
"makasih ya kalian... oh iya besok kalian ikut ayah ya.. ayah ada undangan reuni temen sekolah" kata ayah Gilang.
"harus gitu yah.. males ah" kata Dul
"iya harus ini undangannya untuk semua anggota keluarga" kata ayah Gilang
"berarti ada om Eja juga ya yah.. asik.. ada kaka Seina juga berarti." kata Yasmin
"iya nanti ada om Eja juga kan om Eja temen sekolah ayah" kata ayah Gilang.
Malam semakin larut semua orang mungkin sudah terlelap tidur. Tapi Dul masih terjaga dia sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
__ADS_1