Kisah Gadis Pencuri Hati

Kisah Gadis Pencuri Hati
eps 26


__ADS_3

Setelah ditentukan tanggal dan segala macam bentuk persiapan akhir akhir ini Reina dan Gilang disibukan dengan mendatangi berbagai tempat dari tempat undangan dan souvenir, tempat WO dan juga mereka mencoba baju rancangan Reina yang akan dipakai saat hari pernikahan mereka.


Tak terasa pernikahan mereka tinggal 1 minggu lagi. Kebahagiaan terpancar dari wajah Gilang dan Reina.


"sayang.. gimana udah dateng undangannya?" tanya Mama Reina


"nanti sore dianterin kata pihak undangannya sama souvenirnya juga" jawab Reina


"trus rencana kamu hari ini mau ngapain?" tanya Mama lagi.


"mau desain baju.. soalnya kan seminggu harus ngasih 8 desain.. udah ijin si.. tp kalo aku masih bisa bikin suruh bikin aja gitu" kata Reina.


"jangan capek capek ya.. sebentar lagi kamu mau nikah loh" pesan mama


"iya mama..." jawab Reina


Semua orang dirumah Reina tampak sibuk menyiapkan segala keperluan pernikahan Reina yang kurang dari seminggu akan dilaksanakan.


"Gimana dek.. udah disebar semuakan undangannya?" tanya Reyhan


"udah kok bang.. tinggal nunggu kak Reza ambil ini bagian dia.." kata Reina menujukan tumpukan undangan.


"oh.. nih titip gue mau kekamar mandi dulu" kata Reyhan menyodorkan anaknya


"dih.. sini Kenken kesayangan aunty.." Reina menyambut keponakan kesayangannya itu.


-------

__ADS_1


Ditempat Gilang tak kalah ramai dengan rumah Reina sanak saudara Gilang tampak sibuk menyiapkan barang seserahan.


"wih calon penganten ditekuk mulu tu muka kenapa?" tanya sodara sepupu Gilang


"hampa nih.. mana hp gue disita sama mama" kata Gilang.


"ahahaha kenapa ketauan nonton bokep lu" ejek Awan


"gue lagi telfonan sama Reina.. tiba tiba diambil sama mama hp gue" jawab Gilang


"ya sabar aja bentar lagi juga ketemu tiap hari" kata Awan menepuk pundak Gilang


"Wan pinjem hape lu sini.. gue mau telfon Reina bilang kalo hp gue disita mama" kata Gilang


"Awas kalo kamu berani hubungi Reina lagi.. sabar kenapa sie Lang.. kamu itu lg di pingit gak boleh ketemu gal boleh komunikasi dulu sama Reina.. tinggal nunggu 2 hari lagi juga kamu bakal sama Reina terus.. udah sini bantuin mama cek barang dulu" kata mama tiba tiba muncul dari belakang Gilang


"iissh mama gak asik ah.." kata Gilang pergi meninggalkan mamanya


"ahahaha sabar ya tan.. nanti Awan yang bujuk Gilang" kata Awan


"iya makasih ya Wan" kata mama


Awan itu anak dari adik mama Gilang


umurnya lebih muda dari Gilang.


Gilang pergi kekamar setelah membantu mamanya memeriksa barang seserahan takut ada yang lupa atau belum lengkap.

__ADS_1


Gilang tampak termenung menatap foto dirinya bersama kedua orang tuanya.


"mah.. pah maafin Gilang kalo belum bisa bahagiain mama sama papa... Gilang sayang kalian" kata Gilang.


Tiba tiba pintu kamar Gilang terbuka.


"kamu lagi apa Lang?" tanya Papa ya yang tadi membuka pintu adalah papa Gilang.


"engga ngapa ngapain si pah .. kenapa?" kata Gilang sambil menaruh foto itu dimeja lagi, papa Gilang menghampiri dan mengambil foto itu kembali sambil tersenyum dan duduk ranjang sebelah Gilang.


"kamu udah gede sekarang.. udah mau nikah.. rasanya baru kemaren papa ajarin kamu naik motor" kata papa


"maafin Gilang ya pah.. aku belum biss bahagiain mama sama papa.." kata Gilang


"kata siapa.. kami bahagia kok punya kamu.. kamu dengan segala kegigihan dan ssmangat kamu untuk mencapai semua impian kamu itu kebahagian buat kami.. karena apa.. karena berarti perjuangan kami buat mendidik dan membesarkan kamu gak sia sia.." kata papa yang tak terasa meneteskan air mata


"makasih pah makasih udah merawat dan besarin Gilang.." kata Gilang tak kalah haru.


"ini dua jagoan mama kenapa nangis sie" kata mama diambang pintu


"kamu tu bentar lagi mau nikah loh Lang masa nangis sih.. gak malu sama calon istri kalo tau calon suaminya itu cengeng" goda mama yang sebenarnya menutupi kesedihannya karena mendengarkan obrolan Gilang dan suaminya.


"sini peluk dulu" kata mama lagi.. Gilang langsung memeluk sang mama..


"inget kamu sebentar lagi mau nikah kamu harus kuat kamu harus jadi panutan istri dan anak kamu kelak.." kata mama


"idih tadi bilang aku sama papa cengeng lah ini nangis juga.. " kata Gilang mengusap air mata mamanya

__ADS_1


"Gilang akan selalu ingat pesan mama sama papa.. Gilang sayang kalian" kata Gilang memeluk mama dan papanya


Setelah drama itu mereka keluar kamar dan berkumpul dengan keluarga yang lain. Ngobrol dan menggoda sang calon pengatin itu.


__ADS_2