Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Misi Pertama Hampir Selesai


__ADS_3

" Beraninya Kalian memasuki kekuasaan Mahantan! Kalian datang hanya menyetorkan nyawa..!!" Ujar Mahantan seraya memberi peringatan dengan suara yang dingin


" Kami hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan.!" Kata Semiang merasa tak gentar dengan peringatan Mahantan


"Kalau begitu terimalah kematian kalian! Serang Mereka..!!" Kata Mahantan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Semiang dan yang lainya


"Jini! lindungi Raja dan Permaisuri!" ujar Semiang sembari menghadapi anak buah Mahantan


Semiang, Sastra, dan Berta akhirnya bertarung melawan anak buah Mahantan, sedangkan Mahantan sendiri masih melihat situasi.


Tidak sulit bagi mereka untuk melawan anak buah Mahantan, karna murid Sugiran dalam kelompok ini tergolong paling kuat.


Dan pastinya mereka bisa mengalahkan seluruh anak buah Mahantan hanya dengan satu atau dua jurus saja.


" Kekuatan kalian cukup hebat! tapi jangan senang dulu.!! Karena semua itu belum seberapa!" Ujar Mahantan dengan sombongnya


Kemudian Mahantan pun turun tangan.


" Dan lihatlah permainanku! hiaaaat!"


serang Mahantan


Meskipun Mahantan melawan Semiang Sastra dan Berta, hanya sendirian, tapi Mahantan cukup membuat mereka kewalahan, hingga memaksa mereka untuk mengeluarkan kekuatan sepenuhnya.


" Ragaduipaa" Mahantan meluncurkan serangannya


Jurus yang digunakan Mahantan membuat mereka tidak bisa bergerak,.Dan saat mereka seolah terpatung. kemudian Mahantan memberikan serangan yang kedua


"Terimalah kematian kalian! Cakraaa mauut..!!" serang Mahantan


Tapi Semiang memiliki kecepatan angin, Iya melepaskan raganya, dan seketika Semiang seolah menjadi dua, Semiang muncul tepat di belakang Mahantan dan Iya langsung menyerang Mahantan.


"Topan apii.!!" dengan santainya Semiang menyerang Mahantan


Mahantan pun terlontar kemudian diserang lagi oleh Sastra dengan jurus api yang berwarna biru, jurus api yang berwarna biru adalah Elemen api tingkat paling tinggi, siapapun yang terkena jurus ini tidak mungkin selamat.


Saat Sastra meluncurkan serangannya


munculah cahaya secepat kilat dari arah lain menghampiri Mahantan, dan Mahantan pun menghilang.


Pertarungan pun berakhir.


" Kalian hebat! Kalian memiliki jurus hampir setara dengan Guru kalian.!" ujar Raja Musi


"Kami hanyalah manusia biasa yang menumpas kejahatan semampu Kami yang Mulia..!" kata Semiang seraya merendah


Akhirnya mereka semua kembali keperguruan Sugiran. ( dalam perjalanan)


Beralih ke kelompok Satril dan dalam kurun waktu yang sama.


Satril dan kelompoknya juga sudah sampai ke pulau Jawa, tugas mereka cukup lama karna mereka harus membuat kepulauan jawa benar benar terbebas dari perampokan yang meraja lela.


"Kita harus mencari penginapan supaya Kita bisa mencari orang orang yang Kita tuju dengan mudah!" Ajak Satril pada teman temanya


"Aku setuju.!" Kata Randa yang juga sependapat dengan Satril


Mereka tiba di Desa senyuroh dan menetap disana untuk sementara.


Sekitar dua hari ke depan mereka mendengar kabar dari seorang penduduk Desa sekitar, bahwa Iya habis dirampok oleh kelompok perampok, Nama kelompoknya adalah Bujur Timur.


Saat Satril dan yang lainya sedang berada ditengah hutan, Mereka mendengar jeritan suara minta tolong.


" Sepertinya ada yang minta tolong.!" ujar Kristi yang lebih dulu mendengar suara jeritan tersebut


"Iya! sepertinya arah suara itu berasal dari sebelah sana.!" Sambung Randa sambil menunjuk kearah suara tersebut


"Mari Kita lihat!" ajak Satril


Mereka pun mendekati arah


suara tersebut, dan akhirnya mereka melihat ada bapak bapak setengah tua dari arah yang dituju, Mereka melihat bapak bapak tersebut sedang sekarat, badannya penuh dengan darah.

__ADS_1


Lalu mereka membawa bapak tersebut ke rumah penginapan Mereka untuk segera diobati.


Dan setelah bapak bapak tersebut sudah terlihat keadaan membaik Merekapun menanyakan apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi pada bapak? Mengapa bapak bisa terluka? Siapa yang melakukan ini pada pada Bapak?" tanya Satril


" Bertanya nya satu satu bodoh..!!" potong Kristi pada Satril


"Tidak apa apa.!" kata Bapak tersebut pada Kristi seraya membela Satril


" Tadi pagi Aku hendak mencari kayu bakar! tiba tiba ada orang orang kelompok Bujur Timur menghadang ku! Mereka menyerang ku tanpa alasan yang jelas.!" terang Bapak tersebut


" Siapa orang orang Bujur Timur itu sebenarnya pak?" tanya Randa minta penjelasan


" Mereka komplotan perampok yang menguasai daerah ini! Penduduk disini selalu di rampas hartanya secara paksa oleh Mereka.!" terang Bapak tersebut


"Apakah tidak ada yang sanggup melawan melawan Mereka pak?" tanya Satril lagi


"Sampai saat ini belum ada yang berani melawan mereka! Karna siapapun yang berani memberontak langsung dibunuh.!" jawab Bapak


" Terimakasih atas penjelasanya pak! Dan iya! Kalau boleh Kami tau nama bapak siapa?" sambung Damar memotong pembicaraan tersebut


"Panggil saja Bapak Pak arda.!" jawab Pak Arda


Kemudian Pak Arda pun menanyakan siapa Mereka sebenarnya.


" Kalian siapa? Berasal dari mana? dan apa tujuan Kalian?" tanya pak Arda pada Satril dan yang lainya


Mereka memberitahukan nama asli mereka tapi tidak untuk asal dan tujuan


Dan setelah mereka mendapat penjelasan masing , Akhirnya Pak Arda pun pamit pulang dan berterimakasih pada Mereka.


Mendengar semua penjelasan pak Arda mereka langsung mencari komplotan yang pak Arda maksud.


"Kita harus menghentikan orang orang bujur timur secepatnya!" ajak Satril pada teman temanya


" Kita mencari mereka dari arah mana dulu?" tanya Randa


" Aku setuju.!" kata Randa


" Tunggu dulu! Aku berpendapat mungkin Kita pergi kearah timur saja! Mengingat nama komplotan Mereka adalah bujur timur besar kemungkinan Mereka berasal dari arah timur.!" sambung Damar yang seolah olah Iya memberikan pendapat lain dari Satril


" Sama saja bodoh!" kata Lisa yang jengkel dengan pendapat Damar


"Iya! Ah! Akan lebih baik Kau diam saja! Sebelum pedangku ini tercabut dengan sendirinya.!" sambung Kristi yang juga jengkel dengan Damar


"Sudahlah! Kita berangkat sekarang.!" potong Satril


" Apanya yang salah.!" ujar Damar dengan suara kecil


Mereka pun berangkat kearah yang dimaksud, dan setelah sekitar dua hari mengembara akhirnya Mereka melihat ada kekacauan disebuah Desa yaitu Desa Bambu Serumpun.


Namun yang membuat kekacauan tersebut bukanlah orang Bujur Timur.


Ketika ada seorang penduduk lari ketakutan, Mereka pun menanyakan apa yang terjadi.


" Pak kenapa lari?" tanya Satril pada bapak tersebut


" Tolong kami den! Desa kami diserang oleh dua pendekar sepasang Setan dari Lembah Tengkorak" jawab Bapak tersebut


Belum sempat Mereka menanyakan alasan mengapa Desa itu sampai diserang, bapak bapak itu sudah lari ketakutan.


Mereka langsung ke TKP untuk melihat apa yang terjadi.


" Mari kita lihat!" ajak Satril


Dan setelah Mereka sampai, Mereka melihat ada seorang pemuda sedang di siksa oleh dua sepasang Pendekar tersebut.


Merekapun langsung menghentikannya.


"Menyiksa orang yang lemah bukanlah seorang Ksatria yang hebat.!" ujar Satril sambil menangkis serangan pendekar tersebut yang hendak mencelakai Pemuda yang disiksa nya

__ADS_1


"Siapa Kalian? Beraninya Kalian menghentikan Aku.!" ujar Pendekar Pria tersebut dengan marahnya


" Kau tidak perlu tau siapa Kami.!! yang jelas Kami bukan orang pengecut seperti Kalian.!" Randa yang menjawab dengan kebenciannya


"Kurang ajar! Kalian belum tau siapa kami.!! Akan ku habisi Kalian semua.!" ujar pendekar tersebut makin marah


" Melawan Aku saja Kalian belum tentu sanggup.!" Sambung Kristi seraya meremehkan sepasang pendekar tersebut


"Akan ku buat Kau menyesali kata katamu.!" Kata si Pendekar Wanita dengan geramnya saat mendengar ucapan Kristi


" Satril! Biarkan Aku dan Lisa yang memberi Mereka pelajaran.!!" pinta Kristi pada Satril


" Hati hati!" Kata Satril


Kemudian terjadilah pertarungan antara sepasang setan dari Lembah Tengkorak dengan Kristi dan Lisa


Dan pada akhirnya sepasang pendekar tersebut kalah ditangan Kristi dan Lisa.


" Tunggu pembalasan Kami..! " ujar si pendekar Pria sambil melarikan diri


Sepasang pendekar tersebut lari dengan kekalahan.


" Guru tidak salah memilih kalian berdua! Kekuatan kalian tidak jauh beda dengan Berta dan Zabela" Ujar Satril seraya memuji Kristi Dan Lisa


"Tentu.! Dan kecantikan Kami pun tidak ada ada bedanya dengan Berta ataupun Zabela.!" Kata Kristi makin meninggi


" Sombong.!!" sambung Damar seraya menyindir Kristi


" Diam kau! " Kata Kristi sedikit marah


Kemudian mereka menanyakan kejadian sebenarnya pada pemuda yang disiksa oleh sepasang pendekar tersebut.


"Apakah saudara kenal dengan Mereka?" tanya Satril pada pemuda tersebut


" Iya! Mereka adalah sepasang setan dari Lembah Tengkorak.!! Nama asli mereka adalah Praja dan Kemala! Mereka berdua sering membuat onar dimana.! " terang pemuda tersebut


" Lantas! Mengapa mereka menyerang saudara?" tanya Satril lagi


" Mereka makan di warung kami tapi mereka tidak mau bayar! Aku hanya menanyakan secara benar! Merekapun langsung menyerang Aku dan bopoku.!" jawab Pemuda tersebut


" Biadap! Dan iya! Jika boleh Aku bertanya apa saudara pernah mendengar komplotan Bujur Timur?" Kata Satril menanyakan tentang komplotan Bujur Timur


" Iya " Jawabnya


" Apa saudara tau tempat tinggal Mereka?" Tanya Satril


" Sampai saat ini Aku belum tau siapa mereka dan apa tujuan mereka.? Mereka datang menyerang orang yang tidak berdosa tanpa alasan yang jelas.! Jika Kalian ingin lebih jelasnya Kalian carilah Margasena.!! " jawab pemuda tesebut


" Siapa Margasena?" tanya Satril lagi


"Margasena adalah orang yang keluar dari komplotan Bujur Timur! Iya pernah bergabung dengan bujur timur namun Margasena keluar karena tujuan Margasena tidak sama dengan komplotan Bujur Timur.!" jelas Pemuda tersebut lagi


"Dimana Margasena tinggal?" tanya Randa penasaran


"Aku tidak tau.! Mungkin Iya sedang bersembunyi karna saat ini orang orang bujur timur sedang mencarinya untuk membunuhnya.!"


" Terimakasih atas penjelasanya! Kami pamit pergi.!" ujar Satril seraya pamit


"Iya Tuan! Terimakasih kembali!" kata pemuda tersebut


(Setelah pamit diperjalanan)


"Siapa yang harus kita cari lebih dulu?" Tanya Randa pada Satril


" Kita cari siapa yang lebih dulu ketemu.!" jawab Satril


" Akan lebih baik Kita cari dua duanya.!" sambung Damar


"Maaf Kau terlambat.!" sambung Kristi menjawab pendapat dari Damar


Dan akhirnya mereka pun meneruskan perjalanan.

__ADS_1


......................


__ADS_2